Adolf Bramandita

Desa Pedalaman Nabire-Papua “Waghete”

Kamis, 26-03-2009 11:29:28 oleh: Adolf Bramandita
Kanal: Wisata

Desa Pedalaman Nabire-Papua “Waghete”

Bersyukur saya bisa mengunjungi Waghete-Nabire Papua di pedalaman pegunungan tengah. Sejak sebelum keberangkatan ke Papua, angan-angan tentang pedalaman selalu terbayang. Apalagi membaca majalah provindo mengenai para misionaris yang pernah berkarya di pedalaman, khususnya Waghete. Kesempatan mengunjungi Waghete terlaksana bulan April 2007 dan April 2008.

Keberangkatan pertama, mennggunakan Mitzubishi Strada yang cukup tangguh menyusuri pedalaman Papua yang ganas. Kesempatan kedua ke Waghete, saya menggunakan pesawat AMA missi sejenis twin otter yang namanya “Pilatus Porter”. Pesawat tangguh dapat turun di landasan berupa tanah dimanapun di Papua.

Dua kali kesempatan saya ke Waghete mempunyai tugas khusus yaitu mencari murid SMA yang bisa bersekolah ke kota. Di Waghete saya melakukan tes tertulis dan wawancara untuk mencari bibit unggul dan mendidik anak pedalaman agar memiliki pengetahuan yang luas untuk nantinya dapat membangun Papua tanahnya sendiri. Misi ini saya lakukan pertama untuk mempermudah calon siswa agar tidak terlalu mengeluarkan biaya banyak untuk ke kota hanya sekedar tes masuk sekolah. Untuk sekedar tahu bahwa harga tiket naik Strada cukup mahal berkisar sekitar Rp 200.000 sampai Nabire, sedangkan kalau berangkat dari Nabire berkisar Rp. 500.000. Apabila ini ditanggung oleh calon siswa tentunya sangat berat dan mahal. Apalagi kebanyakan masyarakat pedalaman hanya bercocok tanam dan penghasilannya pun tidak seberapa. Maka misi ini sekiranya mampu meringankan beban calon siswa, karena nantinya siswa hanya tinggal ke kota dengan membawa surat-surat kelulusan. Pengumumannyapun bisa mereka dengan dengan SSB (radio khusus pedalaman) di gereja.

Waghete secara administratif masuk wilayah Nabire yang berada di pedalaman. Tempatnyapun sangat dingin, kadang juga berkabut dan hanya mengandalkan air hujan yang hampir tiap hari turun. Kondisi desa inipun cukup terisolir dikarenakan tranportasi darat pun sering terlambat. Sehingga menyebabkan berkurangnya pasokan minyak tanah barang kebutuhan pokok dan beras. Kalau kondisi ini terjadi masyarakatpun akan kembali memakan ubi dan talas. Syukur masyarakat sejak awal sudah menanam tanaman jenis ini. Saya kira inilah salah satu akibat dari gagasan/konsep kesejahteraan yang kebablasan. Orang-orang pedalaman papua yang makanan pokoknya adalah ubi dan talas, dikondisikan untuk menggantinya dengan beras yang tidak pernah mereka tanam. Ketika mereka sudah terbiasa dengan beras dan sekarang mengalami krisis pangan seperti ini, beberapa dari mereka sudah susah untuk diajak berbalik makan ubi dan talas. Memang makan nasi terasa jauh lebih enak daripada makan ubi.

Waghete cukup lengang dan menenangkan, sepi dari hiruk-pikuk kota besar di Jawa. Suasananya sepi tidak banyak aktifitas seperti masyarakat kota. Kalau sudah malam hari, pukul 7 malam sudah sangat sepi menyengat, listrik pun terbatas. Di sini masyarakat menggunakan solar sel, yang memanfaatkan tenaga matahari yang kemudian dimasukkan ke aki. Masyarakatnyapun masih bercocok tanam yang sekiranya bisa dikonsumsi. Serta mencari ikan di danau Tigi. Selain itu mereka juga memelihara babi untuk menambah kelengkapan hidup mereka. Babi dalam kultur masyarakat Papua merupakan binatang adat yang selalu ada saat upacara pernikahan atau upacara adat suku setempat. Maka harganya pun sangat mahal.

Waghete juga terkenal dengan keindahan alamnya yang sangat natural. Pernah saya buktikan dengan menaiki sepeda motor bersama seorang rekan untuk mencari murid di Moenamani, salah satu desa yang juga masuk wilayah Nabire. Sepanjang perjalanan, saya diperlihatkan dengan keagungan Tuhan dalam hutan yang masih asri serta bukit-bukit terjal yang menjulang tinggi. Wah pemandangan yang menakjubkan bisa dilihat sepanjang hari. Dari rumah pastoran pun saya disuguhkan dengan pemandangan danau Tigi yang luas dengan aktifitas nelayan pencari ikan.

Yah suatu pengalaman yang belum tentu ketiga kalinya. Saya bersyukur tidak hanya melihat pemandangan alamnya, namun juga aktifitas masyarakat dalam kebersamaannya. Come and see!!!

Bookmark and Share

Tag/Label jalan, waghete, papua
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
17 komentar pada warta ini
Jumat, 27-03-2009 10:03:11 oleh: Markus Amoye You

Terimakasih Pak Adolf Bramandita. Tulisannya bagus ya, supaya bisa diketahui orang luar daerah kami. Disini saya hanya mau tambahkan/koreksi saja.
1. Tertulis: Waghete secara administratif masuk wilayah Nabire. Yang benar: Waghete adalah ibukota distrik Tigi. Distrik ini ada di wilayah Kabupaten Paniai.
2. Ulasan menarik lainnya tentang fakta yang secara langsung dijumpai Pak Adolf Bramandita memang benar. Mulai dari harga sembako dan barang2 lain, transprotasi yang sulit, infrastruktur yang belum ada, minimnya sarana prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar, dll.
Indahnya pulau duwamo di tengah danau Tigi, anggrek hitam di yukudei -diyai, dll. Sedangkan soal makanan tradisional, benar ubi/petatas. Itu sudah turun temurun sejak dulu kala. Kalaupun sekarang cenderung mengkonsumsi nasi, bukan berarti sudah terjadi perubahan total. Nasi bagi masyarakat Mee tak bisa lantas dijadikan makanan pokok. Ini berbeda dengan komunitas masyarakat di daerah lain. Orang Jawa kalau makan talas, berarti belum makan. Orang pesisir pulau Papua kalau belum makan papeda, berarti belum makan. Kita tidak bisa paksakan org lain dengan budaya kita. Tapi memang yang sedang terjadi sekarang, budaya makan petatas kian terkikis ketika pemerintah manjakan masyarakat dengan bagi-bagi beras raskin. Orang jadi pemalas kerja kebun, tanam ubi, jagung, keladi, dll.
Mau tanya: apakah nasi satu-satunya makanan pokok? (Memang makan nasi terasa jauh lebih enak daripada makan ubi???) Terus makanan pokok lainnya “tra enak” kah? Mudah-mudahan saya tidak salah paham.
Syaloom…




Jumat, 27-03-2009 19:06:47 oleh: adolf

terimakasih buat markus you...juga koreksinya, betul waghete masuk distrik tigi, kab paniai....

Menurut sebagian orang, nasi tidak selalu menjadi makanan pokok, dan juga nasi tidak selalu enak buat orang tertentu....kalau su jadi makanan pokok tentunya pasti enak, apapun jenis makanannya.....
Jadi kembali pada budaya yang sudah tertanam di tengah masyarakat.....
Tentunya keliling di danau tigi dan pulau duwamo sangat menyenangkan...
Makasih atas perhatiannya

Koyau........




Jumat, 10-07-2009 14:28:17 oleh: joni yohanis pekei

Salam pak adolf. Pak guru masih di adhi luhur atau tidak. Saya selaku anak murid dan mahasiswa dari pedelaman khususnya Waghete, mengucapkan banyak terima kasih atas tugas dan pelayanan di kampung Waghete tercinta untuk mencari bibit- bibit unggul di pedelaman ini. memang benar, adik- adik saya sampai saat ini masih membutuhkan segala informasi yang berkenaan dengan keadaan kota. agar, adik-adik dapat menjadikan masukan dalam melangkakan studinya di kota.

By: jhon pekei
Mahasiswa Institut Pertanian Bogor
Fakultas Kehutanan




Selasa, 10-11-2009 20:27:34 oleh: amoye mote

Syaloom pak ado
saya sangat bangga dengan perjalanan dan tujuan bapak hingga sampai di wagete, distrik tigi kabupaten paniai demi pelayanan, dan karya Mu.
itulah pedalaman pada umumnya serba mahal ekonominya, namun summber dan jasa alam sangat membanggakan bagi para pengunjung dan masyarakat pada umumnya. moga pak adol alias Pak guru Ekonomiku bisa kembali berrefresing di deiyai lagi////// nanti......!!!!!!!!!





Minggu, 22-11-2009 00:53:53 oleh: warlina.setiawati

Terimakasih tulisannya pak Adolf.rasanya perlu terus dikembangkan menjadi tulisan untuk informasi potensi daerah . Wagetepunya kenangan tersendiri bagi saya karena disanalah almarhum ayah saya dulu mengabdi saat masih hutan belantara. koyao..



Senin, 26-07-2010 20:16:51 oleh: Rudi Paul

Wah cerita pengalaman selama di waghete dari abang Adolf Bramandita memang bagus.
Tahun 2006-2007 saya juga tinggal di oyehe nabire. Saya juga jalan-jalan keliling nabire mulai dari wanggar, makimi, legari jaya, teluk kimi, topo dan uwapa.
Pemandangan disana memang bagus, natural & magnificent.
However it's all about papua.
You should share the story with me.
But now I'm already back to Jakarta.
My name's Rudy Paul.
My email: rudipaul1975@yahoo.com




Senin, 26-07-2010 20:31:07 oleh: Rudi Paul

Dear Adolf Bramandita.

It was from August 2006 till February 2007 I worked for water pipe construction in Topo Uwapa - Nabire Area.
I got this construction job from my friend.
But now he's already resigned and he's already moved and he got another job in Jakarta.
It was really wonderfull working down in Nabire Area though it was really hard (regarding to geographical condition of bintuni and limited capabilities of local people).
However through this many distraction during water pipe construction, I made a lot of friend with local people...., such as: Nicolas Dou, John Kogoya, Yorinus Motte, Jimmi maniamboi and David Mambrasar.
Trully I love Uwapa nabire area so much, and the scenery is really natural and beautiful.
"This is all I could tell you miss....."


Salam,
Rudi Paul.




Senin, 08-11-2010 09:42:03 oleh: suman

TWO WAY INTERNET VIA ANTENA VSAT SATELIT

Berkenaan dengan semakin pesatnya pertumbuhan perekonomian dan teknologi di Indonesia,MEDIADATA Setia merasa perlu untuk ikut berpartisipasi dalam menunjang pembangunan yang berkaitan dengan bidang INTERNET dan INTRANET.

Hal ini terwujud karena ditunjang oleh tenaga-tenaga muda yang terampil dan berpengalaman serta mempunyai motivasi untuk selalu menyelesaikan setiap pekerjaan dengan hasil memuaskan dalam hal mutu, waktu dan faktor biaya.
Untuk itu pemahaman atas kebutuhan dan harapan custamer adalah faktor utama yang kami jadikan pertimbangan dalam setiap pekerjaan.
pelayanan kami meliputi :

ISP (Internet Service Provider)
Lembaga Pendidikan
Warung Internet (WARNET)
Perusahaan swasta
CafeNet
perminyakan
perkebunan
Institusi lainnya.


WWW.MEDIADATASOLUTION.NET


Contak --------
Mobile Call 081 937796226
Mobile SMS Only 081 334058419
Yahoo messenger : suman_antena@rocketmail.com
Jln: Bukit barisan 34 Malang Jawa Timur




Selasa, 10-05-2011 10:46:36 oleh: rigo deto

perjalanan yang menarik



Rabu, 22-06-2011 19:50:38 oleh: Rudi

Kepada teman-teman di papua.

Ada teman saya amoye pekei dari nabire, beliau baru saja mengikuti training SPM Basic Level di kantor bursa efek indonesia di surabaya.
Training sudah selesai dia ikuti yakni pada tanggal 15 dan 16 Juni 2011. Tapi saat ini amoye pekei tidak ada uang sama sekali untuk beli tiket kembali pulang ke nabire papua.
Untuk itu saya mohon bantuan kepada teman-teman atau siapa saja di nabire, enaro, dogiai, deiyai, sugapa, waghete, paniai, biak, serui, manokwari, wamena, jayapura, jakarta atau dimana saja..., agar kiranya bersedia memberikan bantuan supaya teman saya amoye pekei bisa beli tiket untuk kembali pulang kembali ke nabire papua. Karena sudah lama amoye pekei ada di surabaya tanpa ada kejelasan apakah dia bisa kembali pulang ke nabire papua.
Bagi siapa saja yang bersedia membantu dimohon hubungi nomor saya Rudi di surabaya.
Nomor Hp: 081-55-44-148-65.
Ini saja dulu pemberitahuan dan permohonan dari saya.

Terima kasih.
Salam.




Kamis, 15-12-2011 10:05:56 oleh: Prananto Dwijatmiko

Terimakasih bapak dan ibu yg sudah dapat memberitakan dan kenangan manis selama ada di Papua.Saya pernah mampir di Papua selam 3 bulan di tahun 2009.Saya berada di kota sorong dan mayoritas sudah mengenal wilayah lain di papua.
Saya tertarik dengan kabupaten Nabire,untuk bapak-bapak ataupun ibu dan rekan-rekan kiranya dapat membantu saya untuk menceritakan Sejarah dan arti dari pada NABIRE itu sendiri.Mengapa saya tanyakan ini adalah saya bekerja di biro perjalanan wisata.
Saya harapkan dapat mengerti sejarah Nabire.
Atas bantuan dan partisipasi semuanya saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya

Hormat saya
Prananto DJ




Sabtu, 28-01-2012 20:33:30 oleh: A.Lumidjan

Mbak Warlina Setiawati Yth,
Kalo boleh saya tahu, siapa nama ayahanda, siapa tahu aku kenal, Saya pernah jadi guru SD Misi Waghete dari th.1966 s/d 1969. Jack Mote Alm. lulusan SD Waghete th.1966.
sALAM ... kOYAUUUUUUU.

A.lUMIDJAN , YOGYA.




Rabu, 01-02-2012 11:37:34 oleh: Adolf Bramandita

Untuk mas prananto, ada beberapa tempat wisata di Nabire, mungkin yang lebih dominan adalah Pantai (nusi, gedo, dll). Wisata pedesaan di wanggar dan kimi Karena relatif dekat dengan Kota Nabire, dan juga ada tranportasi pendukungnya. Bisa juga wisata ke pulau-pulau di seberang Nabire (teluk cenderawasih). Untuk wilayah pedalaman sebenarnya cukup banyak, namun masih berupa alam liar, jadi belum atau memang tidak dikelola. Saya pikir kalau dikelola seperti di Raja Ampat akan sangat bermanfaat. Salam



Jumat, 03-02-2012 21:11:24 oleh: A. Lumidjan

Mas Adolf,
Beri informasi terkini tentang Paniai, baik Enarotali maupun Waghete, karena aku pernah tinggal di daerah itu . Badauwo, Enarotali 1964-1965 dan Waghete 1966-1969. Aku pulang th.1969 ketika terjadi perang di Paniai yang dipimpin oleh camat Waghete Wamafma dan polisi Senin Mote. Tapi bagiku Wamafma orangnya baik buktinya tgl 21-4- 1969 itu ( pecahnya perang )aku masih diberi ongkos perjalanan ke Nabire bahkanuang indent radioku juga dikembalikan . Bahkan ada tiga kawan dari Deiyai, Jenudoba dan Wagomani yang datang datang ke waghete sesadah pecah perang diminta nginap di rumahnya dan keesokan harinya menyuruh beberapa yoka mengantarnya ke Udateda dekat Keniyapa. Salam untuk Ekagibage disana. Mungkin anda kenal pak Sakiya dan anaknya Manto ( guru matematika ) dan pak Sugiyanto yang baru bebas tugas. Koyaaao.




Selasa, 07-02-2012 16:37:11 oleh: Adolf Bramandita

Mas Lumidjan...

Di waghete saya tidak lama, paling lama 1 minggu tiap tahun saya kesana. Cari murid. Saya tinggal di Pastoran gereja di tikungan Waghete. Mungkin perubahan tersebut tidak terlalu nampak. Tahun dimana anda disana dan tahun dimana saya 1 minggu di waghete (2006 dan 2007) tidak terlalu signifikan. Contoh gereja yang saya tinggali, apabila melihat foto-foto beberapa tahun silam, sampai sekarang tidak berubah, Jalanpun sama. Secara fisik perubahan tidak nampak. Waktu saya disana memang lagi dibuat Bandara waghete yang baru. Mungkin sekarang sudah jadi. Kaalau di enarotali saya cuma transit 1 hari saja. Kalau di kota ini, relatif sangat jauh berbeda daripada Waghete. Di Waghete tidak ada sinyal (2006 dan 2007), mungkin sekarang sudah ada. Sedangkan di Enarotali waktu saya disana sudah ada sinyal. Kota juga lebih ramai. Yang tidak saya lupakan di 2 daerah itu adalah pemandangan danau yang bisa dilihat dari kamar saya tinggal (waghete) dan di wisma gereja Enarotali. Waktu pesawat saya tiba di Enarotali, kebetulan saya ketemu dengan mantan murid, yang langsung saya diajak jalan-jalan di enaro. Begitu pun waktu saya menginap 1 hari, kesempatan itu saya pakai untuk menaiki puncak Bobaigo, di pinggiran danau. Indah sekali. Tahun 2008 bulan Juni saya pulang ke Jogja. Dan sekarang tinggal di Jakarta. Koyaao..




Jumat, 16-03-2012 19:30:20 oleh: piter

pilkada kab.deai perlu di verivikasi baik-baik dan SK parpol perlu di perhatikan sehingga tidak molor jadwal kampanye itu dan masalah deai perlu tanggani serius yg cari kepentingan jangan merugikan bakal calon lain sehingga agenda KPUP dan KPUD dalam tahun ini bisa berlangsung kalau tidak dari KPUD sampai bakal calon ver ulang



Selasa, 31-07-2012 13:29:02 oleh: dayurifanto

Salam kenal semua,

Waduh pak A. Lumidjan, Bapak Sakiyo, Mas Asmanto itu tetangga rumah saya saat di Nabire. mungkin Pak Lumidjan juga guru seangkatan Alm. Bapak sy dulu di Nabire.

salam

dayu r




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY