Binsar Antoni Hutabarat

Pro Kontra Kampanye Penggunaan Kondom

Rabu, 25-03-2009 08:30:48 oleh: Binsar Antoni Hutabarat
Kanal: Opini

Pada hari AIDS sedunia 1 Desember 2008 yang lalu, panitia hari AIDS sedunia Indonesia menggelar Pekan Kondom Nasional (PKN) yang dibuka melalui Konferensi Kondom bertema “ Gunakan Kondom dan Selamatkan Banyak Jiwa.” Kampanye penggunaan kondom untuk perilaku seksual berisiko ini juga dilakukan diberbagai daerah lainnya di Indonesia sejak beberapa tahun yang lampau, khususnya setelah terbentuknya KPAI (Komisi Penanggulangan Aids Indonesia). Kampanye penggunaan kondom ini juga dilakukan di banyak negara di dunia yang biasanya marak dilakukan pada peringatan hari AIDS sedunia. Kampanye kondom ini terus dilakukan karena menurut penelitian terbukti mampu mengurangi laju pertumbuhan HIV/AIDS di banyak negara.

Yang menarik adalah meski kampanye penggunaan kondom itu bukan merupakan legislasi untuk hubungan seks di luar nikah, sebagaimana ditegaskan KPAI, dan terbukti mampu mengurangi dampak buruk penyebaran virus HIV, suara penolakan terhadap kampanye itu terus bergaung keras, bukan hanya di Indonesia, tapi juga lintas dunia. Apalagi ketika suara penolakan penggunaan Kondom itu terlontar dari Paus Benidictus, pemimpin umat katolik sedunia. Penolakan terhadap kampanye penggunaan kondom itu juga ada pada agama-agama lain.

Sisi Negatif

Pandangan mereka yang menolak kampanye penggunaan kondom sesungguhnya beralasan, karena ada sisi negatif yang ditimbulkan melalui kampanye itu. Kampanye penggunaan kondom terindikasi telah membuat kaum muda makin berani melakukan hubungan seks di luar lembaga pernikahan, karena penggunaan kondom telah berhasil melenyapkan ketakutan kemungkinan terjadinya hamil di luar nikah yang sebelumnya menjadi momok bagi kaum muda. Bahkan, penggunaan kondom itu juga ikut andil dalam menyuburkan prilaku seks bebas dengan berganti-ganti pasangan karena penggunaan kondom juga bisa memberikan rasa aman terhindar dari HIV dan penyakit kelamin lainnya, meski tidak mutlak.

Himbauan untuk hidup dalam hubungan seks yang aman, dengan menjadi anggota keluarga yang setia, sehingga tidak memerlukan perlindungan kondom yang adalah media pengaman yang tidak absolut aman, tentu saja benar. Demikian juga, ajakan untuk memegang komitmen hidup dengan menjaga kehidupan seks yang sesuai dengan agama tidak harus diartikan menyangkali kemampuan kondom yang telah terbukti mengurangi risiko penularan HIV/AIDS. Himbauan itu hanya mengungkapkan bahwa perilaku seks bebas dengan berganti-ganti pasangan selain tidak sesuai dengan ajaran agama juga bisa terjangkit HIV/AIDS sekalipun menggunakan kondom. Jadi, semuanya itu harus dipahami sebagai usaha menguak sisi negative penggunaan kondom yang memang adalah realitas, dan menjauhi perilaku seks bebas yang adalah cara paling aman untuk menyelamatkan diri dari terinfeksi HIV/AIDS.

Dapat dipahami, betapa sulitnya tokoh-tokoh agama menyetujui penggunaan kondom bagi umatnya untuk melakukan hubungan seksual di luar pernikahan yang resmi, karena hubungan seksual di luar pernikahan itu sendiri dilarang oleh agama. Apabila kemudian tokoh-tokoh agama mengijinkan penggunaan kondom dalam hubungan seks bebas, itu bisa diartikan dengan menyetujui seks bebas pada umatnya. Padahal, orang-orang yang menaati ajaran agama dalam kehidupan seksual yang aman tidak memerlukan perlindungan kondom sama sekali, tentu saja itu terjadi pada kondisi ideal.

Sisi Positif

Pada kasus-kasus tertentu, tokoh-tokoh agama juga mesti terbuka bahwa kini ada banyak penderita HIV/AIDS yang adalah anggota keluarga yang setia, mereka bisa saja terinfeksi HIV/AIDS melalui transfusi darah yang tidak aman. Demikian juga bisa terjadi jika salah seorang dari pasangan itu adalah pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik secara berganti-ganti yang juga adalah media menyebarnya virus HIV. Atau bagaimana dengan anak-anak yang sudah terinfeksi HIV/AIDS sejak dari dalam kandungan ibunya ketika mereka beranjak dewasa?

Melarang mereka yang telah terinfeksi HIV untuk berhubungan seksual adalah cara paling sederhana. Yang jadi persoalan kini adalah ada banyak orang yang tidak mampu untuk tidak melakukan hubungan seksual yang berbahaya itu, sedang pada sisi yang lain penggunaan kondom terbukti bisa menjadi alat pengurangan dampak buruk (harm reduction) hubungan seksual yang tak aman itu. Melarang penggunaan kondom tanpa melihat kasus-kasus tertentu tentu saja sangat tidak bijaksana, dan bisa diartikan sebagai ketidakpedulian terhadap tingkat pertumbuhan HIV yang amat mencengangkan itu. Kampanye kondom pada konteks itu diperlukan namun tetap saja mesti diakui memiliki dampak buruk (necessary evil).

Lokalisasi Kampanye Kondom

Untuk meredakan pro kontra kampanye penggunaan kondom jalan terbaik adalah dengan melakukan lokalisasi. Kampanye penggunaan kondom tidak perlu dilakukan di tempat-tempat ibadah, meski berdasarkan penelitian ada orang-orang yang taat beragama (rajin beribadah) namun tetap melakukan aktivitas seks bebas. Juga pada sekolah-sekolah menengah atau kampus-kampus, meski juga banyak didapati di antara mereka akrab dengan perilaku seks bebas itu. Tugas memberikan penyuluhan pada tempat-tempat tersebut terletak di pundak guru-guru dan tokoh-tokoh agama. KPA dalam hal ini bisa bekerja sama dengan mereka untuk menggalakan penyuluhan untuk menghindari bahaya terjangkit HIV/AIDS. Apalagi kini banyak sekolah-sekolah yang sudah memasukan pengetahuan tentang HIV/AIDS dalam kurikulum sekolah.

Memang lokalisasi kampanye penggunaan kondom saat ini di Indonesia tidak mudah, utamanya dengan dihapuskannya lokalisasi penjaja seks. Namun, pada tempat-tempat dimana terindikasi aktivitas seks bebas yang menyebabkan penyebaran HIV begitu tinggi, kampanye penggunaan kondom bisa dilakukan, dan tokoh-tokoh agama dalam hal ini mesti meyadari bahwa tingginya pertumbuhan mereka yang terjangkit HIV sekaligus mesti memotivasi mereka bekerja lebih keras dalam memberikan penyuluhan bagi umatnya. Kerja sama ini tentu akan sangat berarti untuk mengatasi pertumbuhan HIV di Indonesia yang masih sangat memprihatinkan.

 

 

Binsar A. Hutabarat

Bookmark and Share

Tag/Label kampanye kondom, agama-agama, opini
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
1 komentar pada warta ini
Rabu, 04-12-2013 09:39:46 oleh: Ruyadi

sangat setuju



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY