Jemmy Adii

Bagaimana Mengelola Uang, Kekuasaan, dan Jabatan?

Sabtu, 14-03-2009 07:52:15 oleh: Adii Jemmy
Kanal: Opini

Bagi manusia uang sepertinya adalah segala-galanya, karena dengan uang manusia bisa berkuasa (memiliki kekuasaan). Begitu juga sikap manusia terhadap. Mengapa, dan kenapa uang itu menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kekuasaan dan jabatan? Singkatnya, karena dengan uang, kekuasaan dan jabatan bisa dimiliki oleh manusia.

Di zaman era Orde Lama (Orla) dan era Orde Baru (Orba) hingga masuk pada zaman era Reformasi ini, uang, kekuasaan, dan jabatan masih terus berimbang atau dengan kata lain masih meraja-lela disana-sini. Sangat sulit sekali kekuasaan dan jabatan itu diraih oleh orang yang benar-benar tidak memiliki apa-apa atau rakyat jelata.

Untuk itu, uang, kekuasaan, dan jabatan merupakan tiga mata rantai yang tidak bisa dipisahkan. Kenapa? Karena tanpa memandang siapapun itu, baik itu pemimpin birokrat, elit-elit, kaum awam, atau siapa saja, jika memiliki uang berarti sudah tentunya kekuasaan dan jabatan pun diembannya.

Berbicara mengenai uang, seperti sudah pasti kekuasaan dan jabatan mengekor di belakangnya. Orang yang tidak memiliki apa-apa hanya bisa menjadi penonton setia yang selalu menyaksikan kekuasaan dan jabatan itu dimainkan oleh segelintir orang atau birokrat yang empunya segala-galanya, salah satunya uang.

Dengan demikian secara sederhana melalui tulisan ini, penulis tidak akan menyajikan kata-kata yang cukup berbelit-belit hanya karena persoalan uang, kekuasaan dan jabatan. Tetapi yang ada di benak penulis hanya sebatas menyampaikan usulan kepada setiap para penentu kebijakan di daerah baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kota dan distrik untuk selalu mengedepankan keadilan.

Ketika keadilan dikedepankan maka dengan sendirinya setiap problematika menyangkut kepentingan pribadi atau golongan akan tidak nampak di mata masyarakat. Karena kinerja dari seorang pemimpin di daerah bukan dinilai oleh siapa-siapa tetapi yang menilai adalah masyarakat, sebab pemimpin itu menduduki suatu jabatan di pemerintahaan manapun baik di pusat, provinsi, kabupaten, kota hingga pemerintahan terkecil pun seperti distrik dan kelurahan bukan semata-mata hanya karena dengan uang dan kekuasaan yang dimilikinya, tetapi perlu disadari bahwa dengan suara dan hati rakyatlah maka seorang pemimpin itu bisa memiliki uang, kekuasaan dan jabatan.

Alasannya, karena untuk memiliki kekuasaan dan jabatan hanya bisa dimiliki oleh orang yang kaya, itu sesuai dengan kenyataan yang terjadi saat ini di seantero dunia. Banyak hal yang hingga saat ini masih mendarah daging bagi manusia di dunia ini dimana hanya karena uang, teman dekat, keluarga dan lain-lainnya bisa dijual belikan, termasuk daerah dan masyarakat kecil.

Begitu pula juga dengan jabatan dan kekuasaan, ketika ada tanda-tanda untuk terjadinya perpecahaan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya, tentunya hal itu diakibatkan oleh tiga faktor utama tadi yakni uang, kekuasaan dan jabatan.

Sebenarnya jika uang itu digunakan secara baik-baik maka tidak akan terjadi pemicuan antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya. Berbagai problematika yang terjadi saat ini, dimana dengan uang yang ada bisa digunakan sebagai alat kekuasaan serta dengan uang itu pula jabatan bisa diperoleh oleh manusia itu.

Banyak pemimpin di daerah hingga saat ini, secara de facto telah menyalah gunakan uang hanya untuk kepentingan kekuasaan dan jabatan, serta ada juga pemimpin birokrat yang selalu menyelewengkan uang, yang lebih ironis seringkali yang diselewengkan adalah uang milik rakyat. Contoh soal, seperti terjadinya penyelewengan dana otsus oleh pejabat birokrat di Papua. Sebenarnya dana otsus itu dikucurkan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi Papua lewat Undang Undang Otsus Nomor 21 Tahun 2001.

Namun sangat disayangkan, lebih kurang selama tujuh hingga delapan tahun ini sejak tahun 2001-2009, jalur pendistribusian dana otsus itu belum menyentuh tepat di hati rakyat, seperti pada bidang pendidikan yang belum 100 persen berjalan lancar. Selain itu juga di bidang kesehatan tingkat penyakit masih terus meningkat serta melambung tinggi dari waktu ke waktu. Sementara di bidang ekonomi kerakyatan, masyarakat akar bawah belum bisa mengelolah hasil sumber daya alam (SDA) secara baik, pada hal SDA di papua cukup berlimpah ruah. Dan infrastruktur baik jalan dan jembatan serta pembangunan lainnya yang masih terlihat belum nampak di permukaan.

Akhirnya, apa yang dilakukan masyarakat pribumi, hanyalah bertanya dan terus bertanya, kemana saja dana Otsus itu dikucurkan, kalau memang dana itu sudah dikucurkan kenapa masyarakat tidak menikmati, dan kemana kucuran dana itu dialirkan. Salah satu koran harian pagi Cenderawsih Pos (Cepos), beberapa waktu lalu pada halaman muka (depan) koran tersebut, Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu, SH. memberikan komentarnya. Melalui komentarnya itu, Gubernur Papua mengakui bahwa apa yang di keluhkan masyarakat Papua selama ini tentang gagalnya Otsus Papua itu benar, karena, lebih kurang 90 persen bantuan Otsus selama 7 tahun telah dihilangkan atau dimakan oleh pejabat birokrat Papua, sedangkan sisanya sebesar 10 persen yang disalurkan kepada rakyat (masyarakat) Papua.

Untuk itu sekali lagi, lewat tulisan yang tidak berarti bagi kita yang belum mengerti dan berarti bagi kita yang sudah mengerti serta memahami tulisan ini harus benar-benar bekerja dengan mata, telinga dan hati. Ketika kita hanya memilih dua diantara tiga, yakni membangun dengan mata dan membangun dengan telinga, maka pembangunan di suatu daerah tidak akan berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh rakyat. Kemudian, apa yang dicita-citakan oleh seorang pemimpin lewat visi dan misinya dalam rencana pembangunan lima tahun (REPELITA) tidak akan tercapai, sebaliknya juga jika kita memilih membangun daerah dengan hati dan telinga maka dampaknya akan sama dan tidak akan juga maju pesat. Jadi, yang paling tepat apabila kita membangun daerah dengan mata, telinga, dan hati (ketiganya diikutsertakan dalam pembangunan). Sebab dengan mata seorang pemimpin bisa melihat pembangunan mana yang perlu dibangun, dengan telinga seorang pemimpin bisa mendengar apa yang di keluhkan oleh rakyat, serta dengan hati seorang pemimpin bisa merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat. Semoga...

(Jemmy Gerson Adii)

Bookmark and Share

Tag/Label opini, uang, kekuasaan, jabatan, pemerintah, rakyat, papua, otsus
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY