Leonardo Paskah S

Pentingnya Kelola Kolesterol Anda

Rabu, 18-02-2009 13:57:10 oleh: Leonardo Paskah S
Kanal: Kesehatan

Pentingnya Kelola Kolesterol Anda

Kolesterol darah Anda tinggi? Tenang, Anda bukanlah satu-satunya orang yang memiliki masalah tersebut. Masalah kolesterol memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat perkotaan. Masalah satu ini memang ‘teman akrab' bagi masyarakat yang sedenter, super sibuk, super instant dan yang menyukai makanan serba fast food, suatu karakteristik masyarakat perkotaan. Gaya hidup demikian memang cenderung akan menimbulkan permasalahan pada nilai-nilai kolesterol dalam darah. Seringnya yang ditemukan adalah kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan Trigliserid meninggi, sedangkan kolesterol baik (HDL) menciut. Jadi tidaklah heran banyak orang kota yang berusia dewasa muda dan seterusnya harus menerima banyak ‘angka merah' pada raport kolesterol di hasil laboratorium darah. Sebagian memang sungguh peduli dan menindak lanjuti keadaan tersebut, namun sebagian lainnya cuek. Dan diharapkan setelah informasi berikut semakin banyak dari kita yang lebih peduli akan gangguan kolesterol semacam ini (selanjutnya disebut sebagai dislipidemia) karena dislipidemia telah terbukti sebagai salah satu factor risiko mayor untuk kejadian stroke dan serangan jantung.

Kolesterol, layaknya berbagai zat nutrient lainnya dalam tubuh, memiliki berbagai manfaat antara lain menjaga keseimbangan sel-sel tubuh dan penyusun berbagai jenis hormone. Namun yang menjadi masalah adalah jika kadarnya dalam darah berlebihan. Kolesterol itu adalah zat yang berupa minyak, sedangkan darah kira komponen utamanya adalah air. Seperti yang kita ketahui, air dan minyak tidak pernah bias bercampur. Namun inilah ajaibnya karya Tuhan. Kolesterol mampu beredar dalam darah kita berkat adanya ‘kendaraan' tertentu yaitu lipoprotein. Layaknya mobil pickup yang mengangkut muatan di bagian belakanganya, suatu saat kolesterol yang diangkut oleh lipoprotein dapat tumpah jika muatan kolesterol tersebut melebihi kapasitas angkut si lipoprotein. Akibatnya tumpahan minyak itu akan menempel di dinding pembuluh darah dan menjadi kerak-kerak yang tentunya kelak akan mengganggu peredaran darah. Yang menjadi masalah apabila kerak-kerak tersebut terbentuk di pembuluh darah karotis (pembuluh darah ke otak) atau pembuluh koroner yang bertugas memberi makan bagi sel-sel otot jantung yang berfungsi vital bagi tubuh. Stroke dan serangan jantung adalah ancaman di kemudian hari, sehingga keadaan dislipidemia mutlak memerlukan berbagai intervensi medis.

Kolesterol dalam darah 80 % berasal dari produksi dari hati dan sisanya barulah berasal dari asupan makanan yang tinggi lemak-rendah serta. Jadi jika mau fair, hanya sebagian kecil saja dislipidemia yang berasal dari pola makanan sehari-hari kita. Banyak pasien saya bertanya ‘saya kan jarang makan daging berlemak dan goreng-goreng, tapi kok tinggi ya kolesterolnya?'. Ya tentu saja tidak mengherankan karena memang sebagian besar kolesterol dalam darah berasal dari produksi dalam tubuh itu sendiri, yang antara lain selain dipengaruhi oleh pola makan yang tidak tepat juga terkait genetic (bawaan), kurang aktivitas fisik dan stress. Wong beberapa kali saya menjumpai pasien saya yang memiliki dislipidemia ternyata seorang vegetarian! Seringkali kasus demikian, dimana seseorang itu sudah menjaga dengan baik pola makanannya namun kolesterolnya tetap tinggi, berkaitan dengan penyakit kolesterol bawaan yang dinamakan familial hypercholesterolemia. Keadaan ini biasanya tidak efektif hanya dengan menjaga pola makan saja, minum obat penurun kolesterol diperlukan untuk mengontrol kadar kolesterol yang tinggi tersebut.

Pada pengukuran kadar kolesterol umumnya didapatkan berbagai nilai yaitu kolesterol total, LDL, trigliserid, dan HDL. Nilai optimalnya yang didapatkan pasca puasa 8-10 jam sebelum cek darah adalah sebagai berikut; kolesterol total < 200, LDL < 160 (atau lebih rendah lagi tergantung factor risiko per orangan), trigliserid < 150 dan HDL > 40. Dikatakan tinggi dan memerlukan intervensi lanjut jika total kolesterol > 240, LDL> 190, trigliserid > 200 dan HDL< 40. Target utama terapi adalah menurunkan kadar LDL hingga ke titik aman, selanjutnya baru menyusul tindakan menurunkan trigliserid dan menaikkan kolesterol baik (HDL). Intervensi awal yang diperlukan jika nilai-nilai tersebut agak tinggi sedikit berupa anjuran perubahan gaya hidup menjadi gaya hidup sehat yaitu banyak makanan yang mengandung serat, batasi makanan berlemak tinggi, perbanyak aktivitas fisik dan olahraga, kelola stress dan isitirahat cukup. Umumnya dapat dicoba cara pola hidup sehat ini selama 2-3 bulan dan jika memang pada pengecekan ulang ternyata kolesterol masih jelek, terapi rutin dengan obat sudah diindikasikan. Pada pasien dengan riwayat diabetes mellitus dan sudah ada gejala koroner maka intervensi harus lebih agresif yaitu dengan diterapi obat-obat. Dan jangan lupa untuk mengatasi berbagai factor risiko kardiovaskular lainnya yang ada, misalnya mengobati hipertensi, stop merokok, kelola kadar gula darah, turunkan berat badan.

Kadar kolesterol yang tinggi (terutama LDL) merupakan factor risiko mayor untuk terkena penyakit jantung koroner dan stroke, apalgi dengan adanya berbagai factor risiko mayor lainnya misalnya diabetes mellitus, merokok, kegemukan, dan hipertensi. Penanganan dislipidemia seperti cara-cara diatas dan kontrol teratur sudah harus dilakukan segera setelah hasil cek darah menunjukkan kolesterol yang tinggi. Tidak perlu menunggu hingga gejala klinis muncul dan dirasakan mengganggu karena umumnya kadar kolesterol yang tinggi jarang menimbulkan gejala klinis dan keluhan. Yang berbahaya dari dislipidemia ini jud\stru berupa komplikasi ke depannya, sehingga intervensi harus segera dilakukan mumpung pasien masih ‘sehat' dan belum terjadi komplikasi.

Bookmark and Share

Tag/Label kolesterol, ldl, hdl, trigliserid, kolesterol jahat, kolesterol baik
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
51 komentar pada warta ini
Rabu, 18-02-2009 14:29:01 oleh: Meidy

Gimana kalau minum Omega 3 ? Apa itu bagian dari pengelolaan kolestrol selain menjaga pola makan dan rajin berolah raga ? Kalau soal olah raga mana sempat... sekarang disempat-sempatin jalan di atas treadmill yang disediakan di kantor minimal 15 menit. Gak cukup ya ?





Rabu, 18-02-2009 21:51:20 oleh: liemeina

Dok, sebaiknya omega 3 diminum berapa butir sih sehari?
1 cukup? ada yang bilang, kalau bisa sedikitnya minum 4 butir... weeeeeeew....
trs gmn cara mningkatkan level HDL ?
makasi!




Jumat, 20-02-2009 15:33:05 oleh: Leonardo Paskah S

omega -3 tidak pernah disebut2 dalam panduan terapi resmi untuk dislipidemia, jadi omega-3 menurut saya merupakan suatu suplemen saja, bukan obat utama. Bolehkah dikonsumsi? tentu saja ada baiknya juga karena memang omega-3 adalah substansi yang relatif baik bagi kesehatan dan tidak bersifat merugikan kesehatan sehingga aman-aman saja dikonsumsi baik 1 kali sehari maupun sampai 3 kali sehari, terutama bagi mereka yang masih 'sehat' (kalau sudah ada sakit koroner yah ga usah nambah2in obat-obat jantung yang sudah banyak dikonsumsi setiap harilah ya hehe...)

Mbak mei, di tgh aktivitas kita yang serba padat ini memang sulit mencari waktu untuk olahraga yang teratur, apalagi olahraga tipikal games (seperti basket, futsal,dll). Tapi yang dianjurkan sebenarnya tidak perlu olahraga, melainakan 'aktivitas fisik rutin', jadi misalnya parkir aja mobil agak jauh dari pintu masuk kantor tuk memaksa diri jalan kaki jauh, lebih memeilih naik tangga ketimbang eskalator, dll. Itulah jenis olahraga orang kota hehe.. untuk olahraga macam jalan kaki atau jogging, 30 menit setiap kali sebanyak 3 kali seminggu relatif cukup untuk menunjang kesehatan tubuh.

Salam sehat




Sabtu, 21-02-2009 10:32:02 oleh: Dian R

Salam kenal, Dok.
Apakah benar cairan chlorofil - made in USA dapat membantu menurunkan kolesterol ? Apakah boleh dikonsumsi oleh penderita stroke ?




Minggu, 22-02-2009 08:17:41 oleh: Leonardo Paskah S

Sdr.Dian, belum ada penelitian sahih yang membuktikan hal tersebut. Jika Anda berminat menurunkan kadar kolesterol melalui produk makanan / suplemen, lebih baik mengkonsumsi oat atau berbagai smoothies tertentu karena lebih terbukti menurunkan kolest walaupun dalam jumlah terbatas. Kedua jenis makanan tersebut mengandung PSE (sejenis sterol tumbuhan) yang relatif baik mengikat kolesterol.
Klorofil sendiri sebenarnya relatif aman dan mampu meningkatkan stamina sehingga sah-sah saja tuk dikonsumsi, juga bagi penderita stroke dalam batas tertentu.




Minggu, 01-03-2009 19:53:34 oleh: Dea Pitasari

Dokter, membaca artikel ini saya jadi ingat oma yg di malang.. Barusan ini oma periksa ke dokter, total kolestrolnya 220, TG 230. Lalu diberi obat Lipitor 20 dan Lipantil. 4 hari kemudian, badan nya sakit katanya kayak habis dipukulin & ga bs beraktifitas. Terus ia berkonsultasi kembali dokter yang sama, kata dokter gapapa, obatnya diterusin aja.
Padahal sepengetahuan saya, statin dan fibrates sebaiknya tidak diberikan bersamaan pada awal therapy, kan bisa bahaya juga tuh...Malah biasanya waktu dulu saya kerja, kalau ketemu kombinasi obat seperti ini untuk terapi awal dyslipidaemia, saya harus confirm ke dokternya apa benar demikian,lalu pasiennya diwejangi macem2, dikasih consumer medicines information & kalo perlu sy kasih business card, jadi kalo ada apa2 bs contact saya..Pokoe bener2 extra hati2 deh hehehe....Terus sy iseng masukkan kedua obat itu ke DrugAlert Interaction e-MIMS 2008, nah berikut kutipannya Dok..“Fenofibrates causes additive toxicity with atorvastatin. Use combination with extreme caution. It is generally recommended to avoid this combination except in selected patients. Discontinue if rhabdomyolysis or myopathy is suspected”

Kalo menurut saya, mungkin lebih baik kalo pemakaian kedua obat dihentikan untuk sementara sampe baikan..Nanti di-restart dengan satu obat saja dengan berkonsultasi ke dokter lain.
Gimana kalau menurut pendapat Dokter?
Thank you




Minggu, 01-03-2009 21:44:42 oleh: Leonardo Paskah S

Sdri.Dea,
sayang sekali Anda tidak menyebutkan perihal nilai LDL Oma Anda pdhal itu yang paling penting untuk saya ketahui, juga HDL nya.Jika saya dapat mengetahui kedua nilai ini akan lebih enak diskusinya. Selain itu perlu saya ketahui akan adanya berbagai faktor resiko lain seperti adanya hipertensi, kencing manis, obesitas dan merokok

Perlu diketahui bahwa terapi kombinasi tersebut adalah hal yang lumrah dan direkomendasikan dlm panduan penanganan kolesterol (NCEP-ATPIII)asal dengan indikasi yang tepat, jadi kombinasi kedua agen tersebut memang aman selama diukur toleransinya per pasien.
Mengapa badan sakit semua? beberapa laporan memang menyebutkan nyeri otot menjadi salah satu efek samping tersering dari atorvastatin pada pasien wanita usia lanjut, dan untuk mengantisipasinya memang sebaiknya atorvastatin perlu dimulai dari dosis kecil dulu yaitu 10mg lalu dilihat perkembangannya selama 1 bulan jikamana perlu menaikkan dosis atau menambahkan agen lain.
Fenofibrate memang agen yang baik untuk kasus dimana TG tinggi karena mampu menurunkannya hingga 50%.
Dan jangan lupa, penerapan gaya hidup sehat masih merupakan hal terpenting untuk dijalankan daripada sekedar minum obat




Selasa, 03-03-2009 22:54:00 oleh: Dea Pitasari

Dokter,
Saya sudah tanyakan ke oma, ini info tambahannya.LDL 140, HDL 35
Hipertensi: ada, minum amlodipine 5mg tiap hari,tekanan darahnya skitar 140/100.(tapi kalo lagi stress/ ngomel2 gituh bs naek ke 180/110).
Diabetes: tidak. Merokok: tidak. Obesitas: Ya, BMI 29.8. Ada osteoarthritis jg. Suplemen yg diminum: fish oil & glucosamine. Diet OK, makanan sehat. Yang masih kurang tu di olahraganya karena osteoarthritis nya itu.

Iya thanks buat masukannya Dok..Saya juga nggak jarang liat kombinasi statin + fibrates, tetapi biasanya mereka uda pakai lama, ga ada keluhan yg brarti, no worries deh buat saya.
Tapi untuk mreka yg belum pernah pakai obat tsb, terus ada resep combo itu, apalagi yg minum orang tua, lhaa..itu dia yg saya suka parno hahaha…. Selain karna rhabdomyolisis, kalau dr pngalaman saya, pertama, klo sampe badan sakit semua gitu, biasanya mereka jdi cenderung takut/males minum obat lagi mskipun dosis udah diturunin & dijelasin…Di depan sih manggut2, tp trnyata ga diminum obatnya. Apalagi dyslipidaemia tu biasanya tanpa gejala ya Dok, jadi kalo obat gak diminum, akibatnya short-termnya ga terasa… Kedua, karna bisa-bisa di-BT-in sama pasien hehehe..Soalnya waktu saya kerja dulu, kalo ada efek samping apa gitu, pasiennya ga balik ke Dokter karna kan biaya konsultasi mahal, jd ambil gratisnya ke apotik..Pernah tuh Dok waktu itu ada yg ngomel2 minta di-refund obatnya karna katanya kok minum obat malah jd tambah sakit.. Wah…apotik jd rame mendadak deh…hehehe.

Jadi, yup sy setuju bgt sama yang Dokter bilang…untuk mengurangi efek samping satu agen dulu, dosis di-titrate dari rendah terus naik perlahan baru dua obat jk perlu.

Nah...back to oma saya nih Dok , kedua obatnya kan masih ada…So Lipitor 20nya dibelah sparo jd 10mg aja gituh? Ato gimana nih pendapat Dokter…
Thank you..




Sabtu, 07-03-2009 09:25:08 oleh: Leonardo Paskah S

trima kasih atas kelengkapan datanya. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan perihal kondisi oma Anda;
1. tekanan darah Oma masih tinggi, kontrolnya dengan amolodipine 5 mg kurang adekwat, harus membutuhkan penyesuaian dosis
2. Faktor risiko kardiovaskular yang lain antara lain; lansia, obesitas, hipertensi, HDL rendah-LDL masih tinggi-TG tinggi, aktvs fisik kurang (krn Osteoarthritisnya)

Dari perhitungan bdskan Framingham score, faktor risiko Oma tuk mengalami kejadian kardiovaskular dalam 10 tahun ini sebesar 27% ! suatu angka yang tinggi sehingga termasuk high risk.

Dengan demikian, target kita sekrg;
- tekanan darah minimal < 139/ 89 mmHg
- LDL < 100, Kolesterol non-HDL (Total kolest-HDL) <130

Saya sarankan sementara lipitor dimulai 20 mg per hari, nanti 1 bulan dicek ulang semua kolesterolnya setelah seblmnya puasa min.9 jam. Pegal-pegal yang merupakan efek samping lipitor dapat dicoba diredam dengan tambahan obat UbiQ-10 / Qten / ko-enzim Q10 lainnya (100mg per hari).
Rhabdomiolisis adalah kejadian yang sangat jarang sekali terjadi di klinis, jd tak perlu terlalu ditakutkan.
Selanjutnya masalah hipertensi saya sarankan tuk kontrol teratur ke dokter Anda




Jumat, 27-03-2009 10:40:15 oleh: octa

Dok, saya mau tanya mengenai kondisi mama saya. jadi sebulan yang lalu mama saya memeriksakan kadar lemaknya, ternyata kadar lemaknya tinggi. Seperti TGL : 793 mg/dl, AHDL : 27 mg/dl, ALDL : 56 mg/dl dan CHOL : 150 mg/dl.
Yang saya mau tanyakan bagaimana cara untuk menurunkan kadar trigliserid yang tinggi ya Dok?
Dan apakah trigliserid berpengaruh dari pola makan juga?
Terimakasih ya dok.




Minggu, 29-03-2009 15:47:17 oleh: Leonardo Paskah S

Alo Octa...kondisi pada Mama Anda tersebut dikenal sebagai hipertrigliseridemia. Kolesterol total, LDL disini baik, Trigliseridnya tinggi,namun HDL nya rendah sekali. Kondisi demikian seringkali saya jumpai pada penderita kecanduan alkohol yang berat atau bawaan (familial).
Trigliserid dikatakan tinggi jika melebihi 200 mg/dL, sedangkan jika sudah diatas 500 dikatakan very high dan merupakan suatu kondisi urgent untuk segera diturunkan dikarenakan penderita menjadi rentan peradangan pankreas (pankreatitis) suatu penyakit serius yang cukup berbahaya. Saran saya, segera bawa ibu Anda berobat ke dokter. Pemeriksaan terhadap pankreas (seperti USG perut maupun pemeriksaan lab.darah untuk deteksi kebocoran enzim2 pankreas) boleh diindikasikan apalg jika belakangan ibu Anda mengeluh gejala seperti 'maag'. Pada kondisi ini, terapi dengan obat-obatan harus masuk dulu untuk segera menurunkan TG < 500 mg/dL, umumnya obat yang baik untuk memukul nilai TG adalah golongan Fibrat atau Niacin. Setelah TG < 500, insidensi pankreatitits akan menurun. Selain itu diet rendah lemak seperti goreng2an diperlukan untuk medukung penurunan TG

Salam




Rabu, 01-04-2009 06:13:54 oleh: Octa

Oh begitu ya dok,tapi yg sering di keluhkan mama saya hanya badannya yang akhir2 ini sering terasa pegal2.
Apa itu pengaruh dari tingginya kadar trigliseridnya ya dok??
Terimakasih ya dok.




Kamis, 02-04-2009 19:52:19 oleh: Leonardo Paskah S

Sdr.Octa, secara langsung sebenarnya tidak ada kaitan antara gejala pegal-pegal itu dengan kadar TG yang tinggi. Pegal-pegal dari badan memiliki penyebab yang variatif antara lain dari faktor posisi kerja, gangguan tidur, kurang vitamin, hormonal dll..



Jumat, 03-04-2009 07:50:21 oleh: Yudi

Dokter,
Kemarin malam saya iseng-iseng test asam urat dan kolesterol di apotek dekat rumah (bukan lab.) dan sebelumnya tidak puasa dulu.

Hasilnya asam urat saya 8.8 dan kolesterol total 288.
1. Apakah hasil dengan alat seperti itu bisa dipertanggungjawabkan?
2. Apakah ada perbedaan kadar kolesterol setalah puasa dan sebelum puasa 10 jam?

Salam,




Senin, 06-04-2009 22:59:30 oleh: Leonardo Paskah S

Bung Yudi...
pengukuran kolesterol yang baik adalah setelah puasa min.9 jam, jadi jika hasil seperti diatas belum sahih menggambarkan kolesterol Anda. Sebaiknya Anda berpuasa dulu selama > 9 jam sebelum mengukur kolesterol, juga untuk asam urat, termasuk juga tanpa kopi, tanpa rokok, maupun alkohol. Dengan demikian hasilnya dapat lebih diinterpretasikan dengan lebih tepat




Senin, 13-04-2009 09:18:54 oleh: Yudi

Terimakasih informasinya,
Saya sudah di test darah di lab (11 April kemaren)setelah sebelumnya puasa sekitar 10 jam.
Hasilnya memang beda sekali dengan test sesaat di apotek minggu lalu. Kolesterol Total 211 (rujukan <200), LDL Direct 106 (rujukan <100), HDL 48 dan Trigliserida 65. Fungsi hati dan ginjal semuanya dalam batas normal.

Pertanyaan saya dengan data diatas, apa sebaiknya saya minum obat penurun kolesterol atau cukup dengan pola hidup sehat saja?

Salam,




Sabtu, 25-04-2009 14:54:45 oleh: Leonardo Paskah S

Sdr. Yudi, hasil lab Anda masih tergolong baik. Jika Anda belum > 50 thn, tak merokok, tak ada kencing manis, tak gemuk, hasil demikian ada baiknya Anda lanjutkan dengan upayakan gaya hidup sehat lewat pemilihan makanan, olahraga teratur, dll, tidak perlu terlalu cepat memulai terapi dengan obat. Nanti 3 bulan - 6 bln lagi cek ulang saja lab demikian. Salam Sehat Selalu



Minggu, 26-04-2009 08:35:34 oleh: Danny S

Dokter,

Saya adalah seorang karyawan bekerja sebagai manajer di perusahaan asing, usia 41thn, berat 86kg, tinggi badan 180cm, lingkar perut 97cm, lingkar dada 105 cm (dari tinggi dan berat badan saya tidak merasa obesitas melainkan mendekati ideal). Saya tidak memiliki keluhan kesehatan hanya sedikit kurang tidur dan ada gejala maag (maklum suka terlambat makan). Saya ingin menanyakan hasil dari medical cek-up rutin (disediakan company jadi saya tidak merujuk ke dokter manapun) yang saya lakukan dalam < 1 thn terakhir ini saya sudah melakukan 2 kali.

Yg pertama bln September 2008. Hasilnya tekanan darah 100/70, SGPT: 69 IU/L, GGT puasa: 117 mg/dl, total kolesterol: 219 mg/dl, HDL: 36 mg/dl, LDL: 157 mg/dl, triglycerid: 128 mg/dl

Yg kedua bln April 2009. Hasilnya tekanan darah 110/75, GPT: 83 IU/L, GGT puasa: 126 mg/dl, GGT 2 jam 267 mg/dl (meminum larutan glucose), total kolesterol: 218 mg/dl, HDL: 27 mg/dl, LDL: 150 mg/dl, triglycerid: 139 mg/dl. Belakangan ditambahkan dengan coagulation agregasi trombosit sbb. agregasi spontan: 2,7%, agregasi+5uM ADP: 93.6%, agregasi+10uM ADP: 94.1%, dengan kesimpulan lab agregasi trombosit meningkat.

Saya sebenarnya sdh mencoba diet ringan dengan mengkonsumsi lebih banyak sayuran dan buah2an (nasi dikurangi kalau malam hari) tanpa meminum obat atau suplemen apapun. Olah raga tidak dilakukan hanya sesekali jogging (1 minggu sekali 15-20 menit) dan golf (2 minggu sekali). Pertanyaan saya apakah sudah saatnya saya meminum obat penurun kolesterol spt lipitor 10 atau 20mg, pengencer darah misal cardio aspirin, atau suplemen omega-3. Menurut dokter apakah sebaiknya obat2an atau suplemen saja atau boleh kombinasi keduanya (lipitor dan omega-3 sekaligus)?

Mohon saran dan terima kasih banyak.

Salam,
Danny S




Sabtu, 02-05-2009 13:57:15 oleh: Leonardo Paskah S

Halo Mas Danny, saya turut senang Anda care dengan kesehatan Anda sejak dini.
dari perhitungan dan analisis sederhana ssaya, saya simpulkan demikian;
- resiko Anda untuk terkena penyakit jantung-stroke dalam 10 tahun ke depan sekitar 12 % (dari kalkulasi Framingham score)
-Anda tergolong overweight (BMI > 26), target optimalnya < 23
- tekanan darah Anda masih sangat baik, itu nilai sangat positif
- profil kolesterol Anda tak bagus, ditandai HDL sangat rendah (mungkin Anda selain krg OR juga merokok ya?), LDL - kolesterol total tinggi. Hal ini tak baik. Target kita adalah HDL > 40, LDL minimal < 130, total kolesterol < 200. Dengan SGPT yang agak tinggi, saya duga sudah ada perlemakan liver (fatty liver). Dengan TG yang cukup baik dan hasil2 kolesterol lain serta fatty liver, saya kira masalah kolesterol Anda erat dengan pola dan menu makanan yang masih tinggi lemak-kolesterol.
- gula darah Anda untuk sementara (terutama post makan) terganggu, perlu diulang kembali 4 minggu lagi. Jika masih tinggi juga, kemungkinan Anda sudah berada di posisi prediabetes/malah diabetes. Kondisi ini sangat erat kaitannya dengan apa yang dinamakan SINDROM METABOLIK (silahkan baca di file artikel saya di wikimu mengenai hal tersebut, saya pernah menuliskannya)
- darah Anda saat ini agak kental (agregasi >) hal ini menandakan proses peradangan dan aterosklerosis sedang berlangsung di pembuluh darah Anda.

Berdasarkan itu semua, saya sangat merekomendasikan Anda untuk melanjutkan upaya gaya hidup sehat plus sudah saatnya memulai terapi dengan beberapa obat yang sangat penting utnuk Anda semisal gol.statin dan aspirin dll. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter Anda, atau bisa menghub. saya lebih lanjut. trims




Rabu, 03-06-2009 13:45:54 oleh: Ronald Lazio

Dokter,
Saya pria usia 38 thn. Berat 80kg, tinggi 175 cm. Setelah cek darah kolesterol total 252 mg/dl, HDL 58 mg/dl, LDL 183 mg/dl dan Trig 113 mg/dl. Apakah dengan umur saya ini kolesterol berbahaya atau moderate? Apakah penggunaan obat pengencer darah diperbolehkan/ada pengaruhnya? COntoh obat pengencer darah apa ya dok?.
Terima kasih atas perhatian dan sarannya.

Salam
R. Lazio




Minggu, 18-10-2009 06:01:43 oleh: Ida

Dokter,
Saya wanita 40 tahun, masih memberikan ASI eksklusif pada bayi saya. Kolesterol total saya 299, LDL 190, HDL 64, trigliserid 120.
2 minggu ini saya sering merasa kesemutan di ujung jari tangan dan jari kaki, apakah bisa krn kolesterol ini ? Dan apa yg bisa saya lakukan utk menurunkan kolesterol mengingat masih menyusui. Mohon sarannya. Terima kasih




Senin, 19-10-2009 11:18:04 oleh: arry

dimn sy dpt membeli obat atorvastatin? krn sy di crb sdh menanyakan kesetiap apotik tdk ada yg jual.Apakah itu obat generik atau paten?tks



Senin, 19-10-2009 11:52:04 oleh: Leonardo Paskah S

Ibu Ida, nilai kolesterol Anda masih sangat tinggi dan perlu diturunkan. Namun mengingat sedang menyusui, sementara saya anjurkan kontrol kolesterol melalui pengaturan makanan dan aktivitas fisik (olahraga) dulu saja. Hindari mentega, kuning telur, seafood, daging yang berwarna merah (sapi, kambing, dll), gorengan. Konsumsi susu kacang kedelai atau minyak ikan rutin setiap hari. Jika memungkinkan, rutin jalan kaki min.30 menit 3x seminggu atau lebih.

Sdr.Arry, atorvastatin adalah nama kimia dari obat penurun kolesterol, tentu saja dijual di apotik bukan dengan nama tersebut. Ada beberapa nama patennya/dagangnya, misalnya LIPITOR.karena termasuk obat keras, sebaiknya dibeli dan diminum sesuai dengan resep dokter




Jumat, 04-12-2009 13:30:44 oleh: andrie

Dokter,
saya pria usia 36 th,baru2 ini saya cek lemak darah saya di lab,hasil nya bikin kaget dok, kolesterol total 270, hdl 27, ldl 180,triglycerid 489, sekarang saya coba konsumsi obat Lipitor 20 mg 1x/hari,trus mulai diet rendah lemak dan coba jogging setiap hari selama 1 jam,apakah sudah benar tindakan yang saya lakukan diatas? dan adakah tambahan obat yang diperlukan ? mohon pencerahannya Dok, terima kasih




Jumat, 04-12-2009 23:28:36 oleh: Leonardo Paskah S

sdr.Andrie,
tentunya hasil lab Anda sangat tidak baik karena Anda masih relatif muda. Kemungkinan faktor keturunan disertai pola makan-gaya hidup yang kurang baik di lampau menjadi penyebabnya.
Jika Anda pun memiliki kencing manis, darah tinggi , merokok bahkan riwayat keluarga dengan stroke dan penyakit jantung, itu berarti terapi Anda harus lebih agresif karena berarti Anda di berada di kelompok high risk.
Yang perlu menjadi perhatian, walaupun target pengobatan kolesterol difokuskan untuk menurunkan LDL terlebih dahulu, namun untuk kasus TG>400 (seperti pada Anda), target kita adalah menurunkan TG dulu karena TG yang tinggi potensial menimbulkan radang di kelenjar ludah perut (pankreas) yang sangat berbahaya. Pilihan obat Anda kurang tepat saat ini, obat golongan fenofibrat lebih cocok untuk menurunkan TG, baru nanti golongan statin seperti Lipitor misalnya, dapat diberikan rutin. Untuk ini, silahkan konsul ke dokter Anda.

Selain itu pola makan harus dibenahi; arahkan menu makan Anda ke lebih vegetarian,; perbanyak buah dan menu sayuran segar, batasi daging warna merah (sapi, kambing dll), gorengan, sea food. Konsumsi minyak ikan boleh dipertimbangkan
Olahraga atau gerak fisik serupa yang TERATUR, minimal 3 kali seminggu @ min.30 menit. Tak perlu susah-susah, cukup dengan berjalan kaki non stop saja dengan kecepatan lumayan sudah efektif.

Kontrol kembali hasil lab Anda setelah 2-3 bulan menjalani semua usaha sehat tersebut

salam sehat selalu




Minggu, 20-12-2009 17:14:04 oleh: wiwid

dok, saya seorang wanita bekerja berumur 35 tahun. Mhon info mengapa akhir2 ini apabila saya radang tenggorokan selalu dibarengi dengan pembengkakan leher sisi kanan dan terakhir timbul benjol-benjol sebesar biji kacang hijau di belakang telinga serta leher bagian belakang. Apakah itu kolesterol, getah bening?



Rabu, 30-12-2009 06:46:25 oleh: I Wayan Gustawan

saya seorang pria, usia 37 tahun, menderita hipertensi, 140/90, profil lipid saya, kolesterol total 218, LDL 152, HDL 42, TG 132. Mohon bantuan penanganan yang terbaik untuk saya...apa cukup dengan non medikamentosa atau harus mulai dengan obat?? seperti antihipertensi dan antikolesterol....Terimakasih atas bantuannya.



Rabu, 30-12-2009 07:52:18 oleh: Leonardo Paskah S

Sdr.WIwid,
tentunya itu sama sekali tak terkait dengan kolesterol. lebih mungkin karena pembesaran kelenjar getah bening. Anda harus memerikasakannya ke dokter saat membengkak.

Sdr.I wayan,
bagaimana dengan faktor risiko lainnya, apakah Anda merokok, gemuk, keturunan dalam keluarga dengan stroke/penyakit jantung koroner, kencing manis, stressful daily?
jika ada faktor2 risiko lainnya tersebut sebaiknya dibantu dengan obat juga namun sekaligus tetap menjalankan gaya hidup sehat.

namun secara umum, karena usia Anda masih relatif muda, saya lebih prefer Anda untuk memperbaiki pola hidup dulu seperti exercise rutin min.3x seminggu (min.jalan cepat 30 menit atau olahraga lain tipe aerobik), batasi konsumsi garam dan makanan berminyak (kolesterol maupun asam lemak trans), jgn byk stress atau kurang tidur, stop merokok (jk merokok)

semoga sukses




Selasa, 23-02-2010 10:40:35 oleh: Fitri

Dokter, saya ingin bertanya definisi 'latent obesity' pada hasil pengukuran dari alat Body Fat monitor. Hasil pemeriksaan dr alat tsb, Fat weight 27%, BMI 25,4, body type muscular

Umur saya 30th, berat 67kg, tinggi 160cm,
Pernah tes menggunakan kolesterol meter digital (kebetulan punya kerabat) dengan puasa 10 jam, hasilnya 210 mg/dL

Bisa beri saya saran kesehatan dari data saya di atas, Dok ? Makasih




Sabtu, 08-05-2010 05:04:15 oleh: Erwin

Dokter yth,
Saya sejak tahun 2007 oleh dokter spesialis jantung diberi obat statin ( simvastatin )sampai pertengahan tahun 2009 obat simvastatin dihentikan karena saya sering merasakan sakit otot, pegel, linu dan kemudian mulai pertengahan th 2009 sampai sekarang diganti dengan LIPITOR ( atorstatin ) awal2nya obat terebut tidak terjadi apa2 tapi sdh 2/3 bulan terakhir sekarang sakit pada otot2 timbul lagi.
Yang ingin saya tanyakan andaikata benar bahwa saya tidak cocok dwngan obat jenis statin, maka untuk mengontrol kolesterol saya yang cenderung tinggi dengan obat2an jenis apa Dok , mohon penjelasannya Dok, sebelumnya terima kasih.




Selasa, 11-05-2010 22:30:09 oleh: Leonardo Paskah S

Sdr. Erwin, obat statin memang memiliki efek samping salah satunya berupa linu2 di otot seperti yang Anda alami. Ada banyak obat penurun kolesterol lainnya, namun memang statin yang terbaik karena dari penelitian obat ini mampu melindungi dinding pembuluh darah, anti radang serta bersifat antioksidan, diluar efek penurunan kolesterol yang dapat ditimbulkannya.
Dalam kasus yang seperti Anda hadapi, bisanya saya beri 2 solusi, yaitu jika gejala tidak terlalu mengganggu sekali, maka statin diteruskan namun ditambahkan koenzim Q10 (seperti Qubi-10, Q-10, Tonicard, dll) 100 mg/hari sebagai 'penetralizir'nya. Atau pilihan lainnya Anda menggunakan obat lain, umumnya golongan fenofibrate, atau niacin. Mengenai obat tersebut beserta dosisnya harus disesuaikan dengan profil kolesterol darah Anda, dan ada baikny Anda kembali berobat ke dokter Anda.
Salam




Jumat, 14-05-2010 13:44:43 oleh: Inacio da Costa

Salam.
Dokter,ibu saya(35 th) memeriksakan diri ke dokter A,dgn keluhan pusing dan pegal-pegal di bagian tengkuk.oleh dokter A disuruh memeriksakan diri ke laboratorium klinik.Hasil lab:trigliserida 250mg/dL,HDL 15mg/dL,Kolesterol total 209mg/dL.Tekanan darah ibu 140/89mmHg.Oleh dokter A beliau diberi resep asam nikotinat 2 kali sehari dan atenolol 50 mg 1 kali sehari.Sudah tepatkah terapi yg diterima oleh ibu saya?Trimakasih dokter.Mohon bantuannnya.




Jumat, 14-05-2010 22:20:01 oleh: Leonardo Paskah S

sdr.Inacio, tentunya yg lebih tau sudah tepat blm obat untuk ibu Anda adalah dr.A krn beliau yg memeriksa ibu anda,jadi saya yakin beliau punya pertimbangan bdsrkan hasl pemeriksaan.
Menilik dr secuplikan data di atas,sayang sekali Anda tidak menyebutkan nilai LDL nya,krn justru itulah nilai terpenting dari seluruh profil kolesterol shg terapi utama obat2 kolesterol adalah mencapai target LDL.
Nilai2 ibu anda cenderung khas ke tipikal kolesterol pasien dgn diabetes,yaitu TG tinggi, HDL sgt rendah,apakah diperiksa jg gula drh nya?
Asam nikotinat tampaknya diberikan untuk menaikkan HDL yg sgt rendah,tp kita harus lihat nilai LDL dulu untuk tahu target terapi kita. Umumnya,rekomendasi terapi lebih menganjurkan penggunaan statin untuk memulai terapi kolesterol ,kec.untuk kasus TG yg sgt tinggi dimana fenofibrat diutamakan. Asam nikotikat sendiri adalah obat bgs,terutama untuk menaikkan HDL,tp itu lbh pas sbg obat pendamping,bukan sbg single agent




Rabu, 19-05-2010 09:09:56 oleh: Adila Zega

Dokter Yth,
Saya mau tanya, lipitor itu kalo sekali hari sebaiknya diminum kapan, pagi siang atau sore?, sebelum atau sesudah makan?...
Terimakasih...




Jumat, 21-05-2010 10:05:03 oleh: Leonardo Paskah S

lipitor itu secara umum fleksibel, boleh diminum pagi atau malam,namun yang rutin (jika malam maka besoknya juga malam); boleh sebelum atau setelah makan.



Minggu, 04-07-2010 16:57:34 oleh: dedi

Dokter, saya laki-laki berusia 25 thn kemarin cek kolestrl sama gula darah (sudah puasa 10 jam) dengan hasil, kolesterol total 216 dan gula darah 93. apa saya termasuk tidak sehat?? apa perlu minum obat penurun kolesterol? terima kasih sebelumnya.



Selasa, 06-12-2011 15:16:48 oleh: T.Djaman

Saya Telah 2 x Melakukan Kateter Hasil Kateter 1.HCM non-obstructive. 2.CAD negatif. Selama ini saya diberi Obat Dgn dosis :1.Thrombo Aspilet 80/ 1x1, 2.Simvastatin 10 mg/1x2, 3.Verapamil 80 mg/1x1/2, 4.Isosorbide Dinitrate 5 mg/2x1. Namun Tgl 01.12.11 dari Hasil Lab. Agregasi Tromb-2.5 uM 58.4% dan 10 uM 85.9% sedangkan 5 uM normal di Indikasi saya hyperagregasi.Hasil Lab Yang lain Lemak dan Glukosa Darah/Urine Bagus/Normal. Yang ingin Saya Tanyakan Apa Yang Harus Saya Lakukan? Apakah Saya Perlu Konsultasi Ke Dokter Darah Atau Cukup seperti Saat ini dibawah pengawasan Dr.Spesialis Jantung/6 bulan.Terima Kasih Saya Tunggu Sarannya.



Senin, 12-12-2011 08:17:06 oleh: Leonardo Paskah S

tn.Djaman,
silahkan lanjutkan terapi sesuai dengan yg sudah Anda dapatkan.setelah terapi min.6 bulan umumnya akan menunjukkan perbaikan. Pada seperti ini jarang perlu konsultasi ke dokter darah

trima kasih




Jumat, 10-02-2012 23:42:54 oleh: Edi

Dok, mau nanya obat generik untuk Fenofibrate 200 mg apa ya? Tq



Jumat, 27-04-2012 21:37:24 oleh: Billy Aciu

Dok, sy pria 38thn, berat 52Kg, tinggi 155cm. Saya baru saja cek lab profile lemak. Cholesterol Total 216, Trigliserida 92, HDL 47, LDL 145, Ratio LDL/HDL 3.1, APO B 106
Apakah hasil test saya berbahaya? Apakah harus konsumsi obat kolesterol semacam Vytoryn? Apakah bisa dinormal tanpa konsumsi obat tetapi melalui diet dan olah raga?




Kamis, 03-05-2012 08:34:35 oleh: Leonardo paskah s

Dear saudara billy,
Dalam menilai hasil kolesterol, penting untung menilai faktor risiko jantung secara keseluruhan shg sy membutuhkan data berapa tekanan darah anda, apakah ada rwyt penyakit jantung dan stroke dalam keluarga anda yang terjadi pada usia dibawah 50an tahun, dan apakah anda merokok. Jika hal2tersebut tidak ada, berarti anda dengan usia anda saat. Ini tergolong low risk, shg kadar kolesterol jahat anda (terpenting sebagai target terapi) sudah cukup, walaupun jk lebih rendah lai akan lebih baik. Dengan demikian sy tidak menganjurkan anda untuk minum obat2an penurun kolesterol. Sebaiknya anda menerapkan gaya hidup sehat saja krn itu jauh lebih baik sesuai dengan usia anda, yaitu batasi konsumsi makanan tinggi kalori dan lemak, kurangi red meat seperti sapi atau kambing melainkan perbanyak konsumsi ikan dan sayur2an. Cobalah untuk berolahgerak misalnya lebih banyak berjalan kaki dan naik turun tangga ketimbang lift dalam keseharian anda. Lebih baik lagi jk anda punya program olahraga rutin 3 kali seminggu. Jogging min 30 menit juga sudah cukup.
Salam




Senin, 25-06-2012 16:32:52 oleh: ERISMA

Dok, saya wanita berusia 26 tahun. Tinggi badan saya 163cm, berat badan saya 6okg. saya baru medical chek up.Dan hasilnya Cholesterol 212mg/dL; Trigliserida 109mg/dL; HDL Cholesterol 55 mg/dL; LDL cholesterol Direct 195 mg/dL.
Doc saya mau nanya apakah kadar kolesterol sya sudah diatas normal, tolong penjelasannya dok. Terima kasih sebelumnya dok.




Senin, 25-06-2012 21:43:33 oleh: Leonardo paskah s

Sdr.Erisma, dari gambaran kolesterol Anda, sudah dapat dikatakan diatas nilai normal, terutama koleserol jahatnya yi.LDL. Mengingat usia Anda yg masih muda,dan secara keseluruhan kemungkinan risiko jantung masih relatif rendah, target minimal dari LDL adalah dibawah 160. Cara terbaik adalah dgn kontrol diet Anda, hindari yg berminyak atau berlemak, terutama daging merah seperti kambin, sapi. Kurani pula porsi nasi putih atau ganti ke nasi merah. Perbanyak makan sayur. Dan yg penting jg, olah badan secara rutin, tidak harus olahraga seperti basket dll, namun cukup dgn lebih banyak berjalan kaki min 30 menit sampa keringatan setiap hari secara rutin. Cek ulang kolesterol Anda 3 bulan lagi.
Salam




Jumat, 13-07-2012 17:30:32 oleh: Via

Dok, suami saya berusia 41 thn. Setelah migrain kemarin, hasil cek darah: total chol 268mg/dL, LDL 177mg/dL, HDL 48mg/dL. Beberapa bulan lalu sempat minum rosuvastatin teratur selama 1 bulan kemudian berhenti. baru kemarin minum kembali di malam hari. Karena kolesterol yg tinggi, saya ingin memberikan perasan lemon atau rebusan daun salam untuk membantu menurunkan kolesterolnya dgn cepat. Apakah boleh dikombinasikan dengan minum rosuvastatin dok? Jika boleh, apakah rebusan daun salam lebih baik daripada perasan lemon? Terima kasih sebelumnya.



Senin, 21-01-2013 12:13:50 oleh: lili

saudara saya cek darah hdl 41 mg/dL, ldl 160 mg/dL, trigliserida 63 mg/dL, asam urat 8.8 mg/dL. usia 34 tahun, tinggi badan 165 cm, berat badan 74 kg. mohon saran dok untuk kesehatannya dan bereapa % kah resiko penyakit jantung? lalu apakah perlu konsumsi obat? trimakasih banyak dok....



Rabu, 10-04-2013 00:55:23 oleh: vendy

Malam dok..sy pria25th.Ni hasil lab sy tgl 2 april 2013.
LDL direct 63,trigliserida 555,asam urat 7.0,ureum 28,creatinin 1.03,SGOT 26,SGPT 27,glukosa puasa 97,glukosa urine puasa NEG,glukosa 2jamPP 111,glukosa urine 2jamPP NEG,kol total 255,HDL kol 61. Diberi obat untuk 30 hri (lipitor 10mg n fenofibrate200M). Oh ya saya perokok.. tolong penjelasannya dok.. mana yg harus sya pertahankan n mana yg harus saya kurangi.. trima kasih sebelumnya.. GBU




Jumat, 10-05-2013 11:42:23 oleh: Sumaryati Munir

Salam,
Saya perempuan berusia 55 tahun. Selama ini kondisi kesehatan baik sekali, rajin treadmil 30-40 menit per hari dan berenang 1 kali seminggu). Tekanan darah 125/70, kolesterol HDL 70, LDL 90. Gula puasa 70. Asam urat 3,6. Trigliserida 90. BMI saya sudah 15 tahun stabil yaitu 27,1. Ya gemuk sih. Tapi saya merasa sehat dan percaya diri.
Lima bulan lalu saya harus tinggal di Eropa selama 1 bulan, luar biasa sibuk dan mengalami kenaikan BMI hingga 29,32 (naik hampir 7 Kg. Kembali ke Indonesia, kembali aktif namun berat badan tidak berubah. Indikator kesehatan di atas masih tetap sama. Namun saya menjadi sulit bernafas, tekanan darah mudah naik menjadi 140/90, dada sering sakit dan 2 kali nyaris black out seusai treadmill.
Saya agak malas ke dokter karena kesibukan. Sebetulnya apa sih yang terjadi pada saya ini?




Rabu, 22-05-2013 22:24:10 oleh: Lucy

Dear dok,
Sy berumur 38th, baru cek lab ttl kolestrol 265, ldl 192, hdl 50, tg 73. Sy minum lipitor 20mg dan konsumsi omega3 supplement. Apakah sdh tepat ?




Senin, 16-09-2013 19:33:40 oleh: Beta Indriati

Salam sejahtera Dok, saya wanita usia 32th, tinggi 156, Berat badan 48kg,tgl 7-9-2013 saya chek cholesterol, hasilnya C.total 201, TG 71, HDL 22, LDL 165. Apa cholesterol sy sdh termasuk tinggi?? Dan apa yg sebaiknya sy lakukan?? Trimakasih



Kamis, 07-11-2013 17:08:47 oleh: suryo widodo

Dok, apakah saya dalam ketegori sehat dan normal jika hasil lab saya adalah LDL Direk 118m HDL 58, Trigliserida 76, dan Cholesterol Total 181. Usia saya sekarang 48tahun

Terima kasih.





Senin, 14-04-2014 09:18:03 oleh: rita hutapea

Dr usia sekarang 51 th. sy sdh minum blopres plus setengah tablet selama 10 thn. apa efek sampingnya nanti jika sy sdh minum obat itu terus menerus selama 10 thn



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY