Mediansyah

Pembangunan Partisipatif Dalam Praktek

Selasa, 10-02-2009 17:03:34 oleh: Mediansyah
Kanal: Peristiwa

Istilah pembangunan partisipatif atau partisipatori development sudah lama bergaung. Banyak proyek pemerintah (terutama bila didanai bantuan asing) mensyaratkan partisipasi masyarakat. Namun, ditingkat pelaksanaan banyak petugas lapangan yang masih gagap. Dan akhirnya partisipasi kembali hanya menjadi jargon.

Sebagai contoh pola partisipatif di Indonesia, adalah keberadaan Musbangdes (Musyawarah Pembangunan Desa) yang merupakan langkap mengakomodir pendapat masyarakat dalam pembangunan desanya. Namun dalam praktek hal ini masih terkendala tidak siapnya komponen pemerintah di tingkat bawah, khususnya aparat desa.

Ketidaksiapan aparat bisa diakibatkan oleh ketidakfahaman akan arti dan maksud Musbangdes itu sendiri. Atau pula belum mengetahui bagaimana strategi/cara mengumpulkan pendapat masyarakat luas. selain itu juga minimnya dana yang tersedia untuk pelaksanaan Musbangdes. Sehingga dalam pelaksanaannya, Musbangdes seringkali hanya dilakukan oleh beberapa tokoh yang belum tentu mewakili masyarakat secara luas. Atau bahkan kerap pula hanya dilakukan oleh aparat desa secara sepihak.

Selain menyoal keterlibatan masyarakat, selama ini hasil Musbangdes cenderung hanya ke arah pembangunan fisik, dan hanya beberapa saja yang berwujud pembangunan non-fisik (misal peningkatan SDM masyarakat).

Praktek Pembangunan Partisipatif
Hal di atas, adalah alasan bagi Yayasan Duta Awam Solo (YDASolo) Jawa Tengah, mengambil inisiatif untuk 'mencontohkan' pelaksanaan merancang pembangunan di desa. Sejak akhir 2003 YDASolo membantu pelaksanaan Musbandes di beberapa desa, yang dikemas organisasi ini dalam program Perencanaan Strategis Desa (Renstra Desa). Hingga sekarang program ini bergulir di antaranya di Desa Bade Kecamatan Klego Kab Boyolali, Desa Suroteleng Kecamatan Selo Kab Boyolali, Desa Nguneng Kecamatan Puhpelem Kab Wonogiri, dan Desa pesu Kecamatan Wedi Kab Klaten, yang kesemuanya itu di wilayah Provinsi Jateng.

Dari Contoh Renstra Desa di ke-empat desa itu, tersusun kegiatan yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. baik berupa pembangunan sarana/prasarana fisik maupun berupa upaya peningkatan SDM masyarakat. serta pendataan potensi desa yang dapat dikembangkan. Selain itu, tersusun juga data kendala-kendala bagi pengembangan masyarakat.

Urutan Pelaksanaan
Kegiatan Renstra tahap paling awal adalah kegiatan sosialisasi ke masyarakat dan aparat desa. Yakni mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membuat sebuah perencanaan pembangunan desa. dari sosialisasi ini diharapkan muncul kesadaran dan semangat (masyarakat dan aparat) akan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menentukan pembangunan desa, sejak dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi akhir.

Tahap selanjutnya, adalah menentukan waktu pelaksanaan Renstra dan peserta yang terlibat di dalamnya. Penentuan waktu ini penting agar masyarakat yang terlibat dapat terus mengikuti kegiatan. Sedangkan penentuan peserta dilakukan karena memang tidak mungkin semua masyarakat terlibat. Maka YDASolo bersama unsur-unsur di desa yang ada, menyepakati kriteria peserta Renstra. Dalam contoh keempat desa di atas, peserta Renstra bukan saja berdasarkan kewilayahan yang ada di desa, tapi juga ada wakil lembaga yang ada di desa, golongan usia, dan golongan profesi.

Tentu perserta harus meluangkan waktu untuk mengikuti Renstra hingga selesai. Ada pula kriteria, bahwa peserta sudah tinggal di wilayah tersebut dalam waktu tertentu, sehingga mengetahui masalah-masalah yang ada di sekitarnya.

Dari Renstra, terdatalah masalah yang ada dan potensi yang ada di desa. kemudian dilakukan perencanaan pemanfaatan potensi untuk menyelesaikan permasalahan yang sudah di-list oleh peserta Renstra, atau rencana kegiatan berdasarkan potensi yang ada.

Kalau disederhanakan dalam poin-poin urutan (garis besar) pelaksanaan, maka Renstra desa yang difasilitasi oleh YDASolo, adalah sebagai berikut:
  1. Sosialisasi: Terutama untuk memberi pemahaman tentang alasan dan tujuan pelaksanaan Renstra.
   2. Perencanaan: Menentukan peserta, waktu dan tempat pelaksanaan.
   3A. Pemetaan Masalah: Memetakan seluruh masalah yang ada di desa, dalam kategori jenis masalah, penyebab dan dampak.
   3B. Pemetaan Potensi: Memetakan seluruh potensi yang ada di desa
   4. Membuat Keterkaitan Antar Masalah: Yakni masalah dianalisis keterkaitannya dan hubungan sebab akibatnya.
   5. Memilih Prioritas: Masalah yang sudah dipetakan, dipilih sesuai tingkat kebutuhan dan kemudahan penyelesaiannya.
   6. Merancang Kegiatan Penyelesaian Masalah: Masalah yang sudah dianalisis dan dipilih, kemudian disusun langkah-langkah penyelesaiannya, lengkap dengan peta stakeholder (pihak terkait), kebutuhan (dalam kegiatan menyelesaikan masalah) dan potensi yang mendukung penyelesaian masalah.
 
Hasil Rensra ini merupakan rencana/agenda pembangunan desa untuk beberapa tahun, tergantung kesepakatan yang dibuat peserta kapan kegiatan tersebut akan di lakukan. Hasil Renstra dari ke-empat desa yang di sebut di atas sangat beragam, namun dapat dikelompokkan menjadi:
   1. Permasalahan Kesehatan
   2. Permasalahan Pendidikan
   3. Permasalahan Pertanian
   4. Kebutuhan sarana/prasarana fisik
   5. Soal pelestarian Sumber Daya Alam
   6. Persoalan pengembangan ekonomi

Di Desa Nguneng misalnya, dari hasil Rentra telah tersusun rangkaian kegiatan bidang kesehatan, mulai dari pengorganisasian kader kesehatan desa, training-training untuk peningkatan SDM kader kesehatan. Hingga kini desa Nguneng telah memiliki Pos Yandu Baliata dan Lansia di tiap dusun. Desa ini juga kini Pos obat Desa (POD) di tiap dusun dan koperasi yang khusus didedikasikan untuk memdukung dana kegiatan kesehatan masyarakat. Selain kegiatan kesehatan, sebagai salah satu  hasil Renstra juga, Desa Nguneng kini memiliki tim pelaksana untuk pelayanan air bersih, dan pengembangan unit kegiatan ekonomi bagi Karang Taruna dan kelompok tani.

Di desa lain, bergulir juga hal senada. Misalnya di Desa Bade Kec Klego Kab Boyolalai Jateng, kelompok pemuda-tani-nya membuat perpustakaan desa. Sedangkan kelompok taninya melakukan perluasan usaha ekonomi dengan membuat usaha pengemasan kencur instan.  
Beberapa kendala memang ada, namun dengan niatan memperjuangkan pembanguan partisipatif, jalan keluar juga selalu ada. Dengan berkumpul dan bermusyawarah dengan masyarakat yang semakin sadar hak-tanggungjawabnya sebagai warga, selalu saja kita dapat menghimpun kekuatan dalam menyelesaikan masalah.

Dalam perjalanan di empat desa itu, selanjutnya Musbangdes yang ada diharapkan makin dapat menyerap pelajaran, sehingga Musbangdes betul-betul bertumpu pada permasalahan yang nyata di masyarakat, dengan memanfaatkan pula potensi yang ada di desa sebaik-baiknya.

Bookmark and Share

Tag/Label partisipatif, pembangunan, desa, yda, ydasolo, musbangdes, renstra, sosial
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
5 komentar pada warta ini
Jumat, 13-02-2009 08:21:41 oleh: Nasandi

Sangat menarik kegiatan YDASolo, pak Mediansyah boleh minta kontak YDASolo. Saya ingin belajar dari YDASolo.



Jumat, 13-02-2009 13:28:31 oleh: mediansyah

Untuk Sdr Nasandi, coba hubungi dulu Pak AgungBayuCahyono via dutaawam[at]dutaawam.org



Senin, 02-11-2009 16:41:52 oleh: ayu laras

saya kira penjelasan artikel-artikel ini kurang lengkap....!!




Selasa, 12-01-2010 19:22:14 oleh: hendri

Bagaimana mempertahankan perencanaan yang telah disusun. apakah tidak berubah setiap dilaksanakan musbangdes.bagaimana partisipasi dalam pelaksanaan termasuk masalah pembiayaannya. trims



Kamis, 14-01-2010 01:37:06 oleh: C Kuala

Sepakat dgn saudara Ayu, tentunya format penulisan 1/2 berita 1/2 artikel spt ini tidak memungkinkan untuk lengkap.

Menanggapi Sdr Hendro, perubahan wajar terjadi krn monitoring-evaluasi tentunya menjadi bagian perencanaan. Pertisipasi dlm pelaksanaan dirancang misalnya dgn membagi tugas dan tanggungjawab. Pembiayaan yg terbaik ialah mandiri, dana outsider jika ada sbg hanya pelengkap.




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY