Satrio Arismunandar

Penggunaan Seragam di Media TV

Selasa, 10-02-2009 08:39:14 oleh: Satrio Arismunandar
Kanal: Opini

Harian Kompas edisi Minggu, pernah memuat sejumlah artikel yang mengaitkan kewajiban berbusana seragam di sejumlah kantor dengan iklim kreativitas. Dikatakan, di kantor-kantor di mana kreativitas karyawan amat dipentingkan, kewajiban penggunaan seragam sesungguhnya merupakan sesuatu yang tidak pas, atau tidak nyambung dengan semangat kreativitas tersebut. Disebutkan juga, kegagalan penerapan seragam di kantor swasta tertentu.

Menurut saya, jika betul busana tidak ada kaitannya dengan kreativitas, maka seharusnya berseragam atau tidak berseragam juga tidak perlu lagi dipersoalkan. Perusahaan besar semacam Toyota di Jepang, misalnya, juga memberlakukan wajib seragam di pabrik-pabriknya. Apakah ini harus diartikan bahwa para karyawan Toyota tidak memiliki kreativitas? Atau, tidak ada iklim kreativitas di pabrik-pabrik Toyota?

Saya malah pernah membaca buku (sudah lupa judul dan pengarangnya), yang berkaitan dengan budaya seragam ini. Suatu ketika, Kaisar Jepang ingin melihat langsung proses produksi di pabrik Toyota. Kaisar meminta izin berkunjung ke pabrik. Dijawab oleh pimpinan Toyota bahwa Kaisar akan diterima baik jika berkunjung. Namun, pimpinan Toyota mensyaratkan, pada kunjungan Kaisar itu, jajaran pimpinan Toyota diizinkan menyambut Kaisar dengan semuanya berpakaian seragam pabrik!

Artinya, busana seragam itu tidak harus selalu diartikan sebagai simbol ketiadaan kreativitas, statis, atau hal-hal negatif lain. Ada kebanggaan profesi di sana, ada etos kerja, dan ada nilai-nilai tertentu pula yang coba dikomunikasikan. Jadi, budaya berseragam tidak perlu dipertentangkan dengan budaya non-berseragam. Masing-masing ada tempat dan porsinya.

Sekarang, soal penggunaan seragam di Trans TV, tempat saya bekerja sebagai contoh. Bagi saya, penggunaan seragam di Trans TV justru menunjukkan realitas sebenarnya, tentang hakikat hubungan industrial dan posisi karyawan sebagai buruh. Kita sadar sepenuhnya dan tidak menipu diri di balik sebutan "profesional," yang seolah-olah suatu dunia yang berbeda dengan buruh pabrik. Seorang jurnalis di Divisi News Trans TV adalah seorang profesional, dan sekaligus seorang buruh. Tidak perlu malu mengakui hal itu, karena memang itulah kenyataannya.

Televisi siaran adalah bagian dari industri yang sangat padat modal dan padat teknologi. Sebagai industri hiburan dan gaya hidup, televisi siaran juga menuntut iklim kreativitas yang tinggi, lewat persaingan program-program yang ditayangkan. Apalagi Trans TV menjalankan strategi sebanyak mungkin menggunakan program buatan sendiri (inhouseproduction), bukan sekadar membeli program dari rumah produksi (PH, production house), seperti yang biasa dilakukan stasiun-stasiun TV swasta lain.

Ketika roda produksi berputar keras, kebutuhan akan tenaga profesional (dalam arti punya keterampilan tinggi), kreatif , dan siap bekerja keras, juga semakin besar. Adalah wajar, jika jumlah karyawan Trans TV di bagian produksi dan News lebih besar dibandingkan di stasiun-stasiun TV lain, karena strategi bisnisnya memang berbeda jauh.

Dalam iklim semacam ini, fakta bahwa kita memproduksi begitu banyak program, dengan biaya yang begitu minimal (tingkat efisiensi yang sangat tinggi), memang sangat terasa bernuansa industrial. Menurut pandangan saya, pakaian seragam sangat pas mewakili latar belakang dunia industrial semacam itu. Kita adalah kaum profesional, yang juga buruh. ***

Bookmark and Share

Tag/Label seragam, media, kreativitas, opini
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
2 komentar pada warta ini
Rabu, 11-02-2009 13:33:32 oleh: Anita Sabidi

hai pak.. saya dulu sempat di metro tv, dan sebenarnya berseragam itu memberi banyak kemudahan, bukannya mematikan kreatifitas.

1. Tidak perlu pusing mikir mau pake baju apa untuk ke kantor
2. Semua kalangan, walaupun beda departemen atau jabatan, mengenakan seragam yang sama.. Ga ada yang namanya kesenjangan sosial (kecuali di parkiran mobil ya Pak?)
3. Terutama saat kita berburu berita, dengan mengenakan seragam, baik yang diwawancarai atau bukan akan menaruh respek dengan cepat, karena penggunaan kartu pers kadang2 keselip entah dimana.

Semangat terus ya Pak!




Selasa, 07-06-2011 12:40:40 oleh: alfiani rifah saputra

jarang sekali masalah "budaya berseragam" diangkat untuk sebuah wacana, bahan tulisan anda menjadi suatu inspirasi saya dalam penulisan tugas akhir semester saya. jadi terimakasih.
mungkin tambahan dari saya, jika ditilik dari masyarakat Indonesia-tak lain masyarakat kita sendiri. bisa saja muncul kemungkinana, bahwa dengan adanya budaya berseragam, dapat menimbulkan rasa kebersamaan dan solidaritas yang tinggi ..




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY