Mediansyah

Somasi

Kamis, 15-01-2009 10:19:52 oleh: Mediansyah
Kanal: Hukum

Membaca Harian Solopos, tanggal 14 Januari, halaman V tertulis judul besar (HL halaman) "KONI ancam somasi Abraham". Ringkas isi beritanya ialah, bahwa Pengurus KONI Kab Wonogiri mengadakan jumpa pers, menyoal ulah pengurus PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indionesia) Kab Wonogiri yang disebut telah memfitnah KONI Wonogiri. Tulisan ini tidak berpretensi membahas KONI atau olahraga, namun sekadar urun rembuk tentang istilah SOMASI yang tampak sering disalahmengerti.

Kegiatan mengirim surat somasi, jelas bukan upaya hukum formal alias tidak masuk ranah hukum acara (bukan proses beracara, baik acara perdata, pidana dll). Orang yang berperkara dapat saja langsung ke pengadilan (perdata) dengan atau tanpa melayangkan surat somasi sebelumya.

Demikian juga, tanpa perlu membuat surat somasi, jika seseorang (menurut keyakinan kita) melakukan tindakan pidana (misal pencemaran nama, penggelapan) seharusnya langsung saja kita laporkan kepada polisi selaku penyidik.

Dalam praktik di banyak negara, dikenal kebiasaan mengirimkan summation letter, legal warning dan juga legal notice diantara para pihak yang berperkara. Membuat surat-menyurat seperti ini dan mengirimnya (dengan atau tanpa kawalan preman, he he) ke lawan si klien, telah berkembang menjadi bisnis kalangan pengacara/advokat tertentu.

Baik legal notice maupun legal warning dapat diterjemahkan sebagai surat peringatan. Sedangkan summation letter bisa bermakna lebih luas, yakni surat kesimpulan (atas perkara) yang menjelaskan detail posisi hukum para pihak. Summation letter dapat juga berarti tagihan dengan alasan-alasan penagihannya. Pada jaman dahulu, yang membuat surat-surat semacam ini hanya pihak penguasa.

Mengirim somasi = niat baik

Harus saya tekankan sekali lagi, bahwa somasi bukan sebuah upaya dari proses hukum formal. Secara hukum mengirim surat somasi dipersamakan dengan mengirim surat biasa saja. Semua orang dapat dan boleh saja kok mengirimkan surat somasi kepada pihak lain, dalam rangka menjelaskan posisioning dirinya dalam suatu perkara. Jadi, mengirimkan surat somasi berarti melakuan upaya secara para-legal (upaya hukum di luar pengadilan).

Karena bukan merupakan upaya hukum formal (walaupun berisikan ancaman untuk membawa perkara ke pengadilan) somasi sebenarnya dapat diartikan NIAT BAIK dari si pengirimnya. Yaitu niat baik agar pihak lain dapat memahami posisi dan pandangan/analisis hukum dari si pengirim. Dalam surat somasi (formatnya bebas kok) dapat saja dicantumkan usul penyelesaian masalah (biasanya memang begitu). Umum memang ada kalimat "ancaman" akan membawa kasus ke pengadilan (atau ke polisi) jika usul penyelesaian dalam surat itu tidak ditanggapi sebaik-baiknya.

Bahkan somasi sering pula bermakna "ajakan damai". Selain itu, somasi bernilai "niat baik" karena dengan mengirim somasi, anda memberi tahu lawan perkara anda, tentang tuduhan anda kepadanya (sebelum perkara sampai ke pihak berwajib), juga memberitahu perihal posisioning yang diambil oleh anda.

Kembali ke istilah "ancaman somasi" (dalam Harian Solopos tadi) tentu istilah ini rancu. Yang benar (jikapun ada ancaman) bukan ancaman somasi-nya, tetapi ancaman untuk membawa kasus ke pihak berwajib. Sebab (sekali lagi) surat somasi bukan "surat ancaman" tetapi surat biasa yang menjelaskan posisi perkara dan para pihak yang berperkara.

Kemudian, apapun yang tertulis dalam surat somasi, berupa hasil analisis hukum, tetaplah hanya bernilai selayak opini (opini hukum) karena bukan vonis pengadilan. Dengan surat somasi itu, sebenarnya (juga seharusnya) semua pihak ingin diajak (oleh pengirim) berdiskusi dan mencapai solusi sebaik-baiknya.

Bookmark and Share

Tag/Label hukum, somasi, para-legal, pengadilan
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
15 komentar pada warta ini
Kamis, 15-01-2009 11:01:24 oleh: Yulius Haflan

Bagus, pak. Saya vote berguna. Ternyata saya terlalu diracun ama infotainment yang nayangin si pengacara artis yang 'lagak'nya mau mensomasi pihak lain. Ternyata somasi itu bukan surat ancaman ya...



Kamis, 15-01-2009 12:01:49 oleh: mediansyah

Mungkin karena berisikan analisis hukum, somasi oleh sementara orang (kadang2 pengacara) dijadikan alat untuk menggertak sang rival. Tapi yang jelas, somasi nggak punya kekuatan hukum.
Padahal, seharusnya analisis hukum itu (termasuk somasi), bisa digunakan untuk membeberkan persoalan secara bersama, sehingga bisa clear walau tanpa vonis pengadilan. Semacam proposal perdamaian bersyarat. Alat untuk berdamai.




Rabu, 21-01-2009 02:57:32 oleh: A Chalik

Bagaimana jika kita ngirim surat somasi (analisa kasus hukum), tapi judulnya nggak "ditulis somasi" TAPI tulis saja: Amar Makruf Nahi Mungkar (ajakan menuju kebaikan dan menjauhi kejahatan)..




Selasa, 03-02-2009 19:42:54 oleh: dira

wah, makasih banget lho pak atas ulasannya. Soalnya saya baru dapet somasi dari mantan bos karena mendirikan perusahaan yang sejenis sama usahanya. Katanya ndak etis pak...
Tadinya saya agak marah tapi setelah baca ulasan bapak jadi ndak sewot lagi. Jadi saya tinggal datang memenuhi panggilannya aja ya pak...
Biar lebih etis...hehehe




Sabtu, 26-09-2009 16:19:22 oleh: rizal afandi

saya memiliki permasalahan terkait pemberitaan di media surat kabar yang mana dalam berita tersebut memuat informasi yang memojokan saudara saya padahal hal tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya, dengan membaca artikel saudara saya mendapat wawasan dan ingin melayangkan surat SOMASI kepada redaktur yang memuat pemberitaan atas saudara saya dengan harapan dikemudian hari akan ada ralat dan perbaikan informasi terkait saudara saya yang dimuat dalam surat kabar tersebut, namun saya tidak mengerti tentang format surat dimaksud dan mohon petunjuk. demikian untuk menjadi maklum dan terima kasih.



Kamis, 26-11-2009 22:24:25 oleh: yogiana

Artikel yang bagus memaknai pembelajaran hukum bagi masyarakat termasuk saya yang awam masalah hukum, tapi ada yang ingin saya tanyakan; apakah semua orang memiliki/berwenang mengajukan somasi atau hanya pihak yang dirugikan [hk.perdata] atau korban [hk.pidana]apakah bila saya melihat sesuatu yang menurut rasa keadilan saya tidak benar. Apa boleh mengajukan surat Somasi ? Setidak-tidaknya untuk meluruskan rasa keadilan saya. Apakah dalam surat somasi tidak membatasi untuk memberikan tembusan pada institusi/lembaga terkaitnya; apabila yang disomasi itu adalah sebuah institusi ? Terima kasih, tentu berharap ada komentar.



Senin, 30-11-2009 10:13:29 oleh: mediansyah

Sepanjang yang saya ketahui: SOMASI sebenarnya SURAT BIASA. Jadi soal format dll, tidak ada aturan baku. tentusaja harus sejelas mungkin masalah dan argumentasi hukum yg ditulis didalamnya.



Selasa, 09-02-2010 16:26:15 oleh: ficrizzie

Yang saya pahami, somasi disyaratkan dalam hukum perdata. Debitor baru wajib memberi ganti kerugian kepada kreditor setelah ia wanprestasi, lalu disomasi oleh kreditor, lalu TETAP WANPRESTASI. Kalau setelah disomasi, debitor memenuhi kewajibannya, maka ia tidak jadi dikenakan ganti kerugian.
Dalam bahasa KUHPerdata, somasi = pernyataan lalai. Tapi ada pengecualiannya, lihat Ps 1243 KUHPerdata:

"Penggantian biaya, rugi dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan, barulah mulai diwajibkan, apabila si berutang, SETELAH DINYATAKAN LALAI memenuhi perikatannya, tetap melalaikannya, ATAU jika sesuatu yang harus diberikan atau dibuatnya, hanya dapat diberikan atau dibuat dalam tenggang waktu yang telah dilampaukannya."

Jadi, somasi tidak diperlukan dalam kondisi yang dimaksud setelah kata "ATAU" di atas. Misalnya: seorang artis sudah berjanji kepada saya tampil pada pesta kawinan tanggal 7 Feb, tapi dia membatalkan secara sepihak (lalai/wanprestasi). Dalam hal ini, saya bisa langsung menuntut ganti kerugian tanpa perlu mensomasi lebih dulu. Sebab kalaupun saya mensomasi si artis, lalu si artis memenuhi kewajibannya untuk bernyanyi, nyanyiannya itu sudah tidak ada artinya lagi bagi saya sekarang sebab pesta kawinan saya sudah selesai.

- mhs Unpad -
ficrizzie@yahoo.co.id




Rabu, 10-02-2010 01:42:29 oleh: mediansyah

@ficrizzie, tentu yang menjadi dasar hak dan kewajiban bukan surat somasi-nya, tetapi perjanjian/perikatan yang ditandatangani para pihak sebelumnya. Karena sebuah perjanjian mengikat selayak UU bagi para pihaknya.



Minggu, 21-02-2010 22:15:04 oleh: hasno buton

saya agak bingung dengan pernyataan pak medianyah, bahwa somasi itu bukan merupakan upaya dari proses hukum formal, tetapi hanya merupakan surat biasa saja., sementara somasi itu adalah peringatan trhadap suatu kasus yang di hadapi., dan andaikata somasi ini bukan merupakan upaya hukum formil, maka somasi tidak perlu di pakai oleh para penegak hukum yakni para advokat.



Rabu, 24-03-2010 11:33:29 oleh: revih

mas saya mau tanya bagaimana keabsahaan dan kekuatan hukumnya bila surat somasi di kirim kan melalui email dikarenakan adanya kerugian yang diakibatkan oleh transaksi elektronik,, mohon bantuan untuk menjawabnya,, saya memerlukan jawabannya untuk kepentingan skripsi, trimakasih untuk siapapun yang menjawabnya,



Minggu, 25-04-2010 14:54:30 oleh: riana herliani

Saya masyarakat awam tentang hukum namun saya tertarik mendalami kasus-kasus hukum. ceritanya gini saudara saya telah memenangkan perkara pengadilan dari tingkat PN,PT sampai MA, atas sebuah lahan. namun kami belum dapat melakukan eksekusi karena kendala tarif biaya yg lumayan mahal untuk pengajuan ekseskusi. apakah saya cukup melakukan somasi kepada pihak lawan sebelum melakukan upaya eksekusi. (syukur2 gak melalui somasi perkaranya bisa selesai tanpa harus eksekusi), tks ya



Jumat, 09-07-2010 01:14:01 oleh: dra purba

sekarang kn lg musim bola nih,nah di warung kopi kami ada proyektor yang kita pakai untuk nonton acara apa aja,trmasuk bola krn skrng lg piala dunia.
Kmudian ada pihak yg mengaku sbg tim kuasa hukum dari EEC membuat somasi dengan isi meminta ganti rugi katanya karna mengadakan nonnton bareng,pdhl
Kita ga pernah ngundang orang mau nonnton bareng,dan apabila katanya kita ga bayar sejumlah yg di tentukan,akan di tempuh jalur hukum.
Apakah somasi itu berlaku?




Kamis, 14-04-2011 20:17:37 oleh: mediansyah

@hasno-buton.. bahkan tanpa somasi orang dapat langsung menggugat via pengadilan. Namun biasanya, jika sebelum ke pengadilan ada surat somasi, hal ini dijadikan bukti (di pengadilan) bahwa sebelumnya telah ada upaya untuk damai.



Jumat, 11-05-2012 21:55:50 oleh: Elvira

Makasih banget buat info-nya.
skrg temenku lagi susah, kata orgnya mau kasih surat somasi, padahal temenku itu udah minta maaf sama orangnya.
Sekarang udah tau deh klo somasi itu non-formal.
Sekali lagi terima kasih banyak, ini sangat membantu saya.




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY