Yusuf Iskandar

Anak Saya Mulai ”Gila” Mendaki Gunung

Sabtu, 27-12-2008 06:41:43 oleh: Yusuf Iskandar
Kanal: Gaya Hidup

Anak Saya Mulai ”Gila” Mendaki Gunung

Sepuluh minggu terakhir ini saya perhatikan anak saya (Noval, 14 tahun, kelas 3 SMP) sudah mendaki empat gunung. Mula-mula gunung Welirang (3.159 meter di atas permukaan laut) di Jawa Timur, lalu gunung Merbabu (3.142 mdpl), puncak perbukitan Menoreh (1.019 mdpl), dan terakhir gunung Sundoro (3.150 mdpl) di Jawa Tengah. Belum termasuk kegiatan outdoor lainnya seperti rapeling (turun dengan tali) yang biasanya dilakukan di jembatan Babarsari, Condong Catur, Sleman. Terakhir, hiking dari gua Ceremai hingga menyusuri pantai Parangtritis.

Setiap ada tanggal merah di kalender, dia mulai kasak-kusuk untuk mencari teman agar bisa mengadakan kegiatan mendaki gunung. Nyaris saban hari yang terlintas dipikirannya adalah soal daki-mendaki dan kegiatan adventure lainnya.

Ibunya yang belakangan jadi manyun kalau anak laki-lakinya ini sudah mulai merengek-rengek minta uang untuk membeli perlengkapan outdoor. Sekali waktu saya minta dia membuat daftar inventaris, perlengkapan apa saja yang sudah dimiliki atau dibelinya, dan berapa total nilai rupiahnya. Rupanya dia sudah siap, lalu disodorkannya sebuah daftar panjang yang antara lain tertulis : tenda, sleeping bag, nesting (alat masak), tas punggung dan cover bag-nya, matras, sarung tangan, sepatu, sabuk, sentolop (senter jarak jauh), aneka piranti untuk mengikatkan tali ke tubuh saat naik atau turun, seperti carabiner, figure of 8, tali prusik, webbing. Masih ada lagi kompas, pisau komando dan termasuk kantong HP. Daftar itupun masih ditambah dengan perlengkapan lain yang direncanakan mau dibelinya juga (sambil menunggu pusar ibunya bolong... katanya biar dikasih uang).

Ketika ibunya menggerutu : "Lha uang yang sudah keluar kok banyak sekali?".

Jawabnya ringan saja : "Makanya ibu jualan perlengkapan outdoor saja, nanti untungnya untuk saya...., untuk beli alat-alat lainnya.....".

Mendengar dialog spontan ini, yang terlintas dalam pikiran saya justru sisi peluang bisnisnya... Barangkali benar juga, buka toko outdoor bisa jadi adalah peluang bisnis yang berprospek bagus di kawasan Yogyakarta dimana banyak orang-orang muda yang hobi adventure alias kegiatan di alam terbuka. Soal kegiatan outdoor, masyarakat Yogya memang tergolong termanjakan oleh fasilitas alam. Dekat gunung, sungai, pantai, gua, bukit terjal, dsb.

Sebagai orang tua, memperhatikan anak yang gejala-gejalanya mulai "gila" dengan aktivitas mendaki gunung ini, tentu saja lama-lama membuat khawatir. Bukan soal kegiatannya yang bertubi-tubi, melainkan khawatir kalau jadi lupa atau abai dengan tugas sekolahnya, sebab sebentar lagi ujian akhir SMP. Sementara orang tuanya tahu, bahwa Noval bukanlah tergolong anak yang mudah dalam belajar, alias perlu didorong-dorong, dikejar-kejar, disemangati dan terkadang agak dipelototi, itu pun masih ngos-ngosan untuk dapat nilai di atas 7. Agaknya, IQ-nya memang tidak dirancang untuk menghafal atau mengerjakan matematika.

***

Sejak beberapa waktu yang lalu, Noval membujuk-bujuk bapaknya agar mau menemani mendaki gunung Semeru (3.676 mdpl) di Jawa Timur atau Rinjani (3.726 mdpl) di pulau Lombok, pada penghujung tahun 2008 ini. Sebenarnya ingin juga saya memenuhinya, karena perjalanan pendakian ke kedua gunung itu memang sangat menarik. Selain medannya cukup menantang, pemandangan alamnya begitu indah. Terakhir saya mendaki Semeru tahun 1983 dan Rinjani tahun 1989.

Namun saya mencoba memahamkan Noval untuk menunda rencana itu, pasalnya akhir tahun adalah bukan waktu yang tepat untuk menikmati pemandangan gunung. Cuaca lebih sering mendung, hujan atau setidaknya banyak kabut. Telanjur jauh-jauh pergi dari Yogya dengan pengorbanan waktu, tenaga dan biaya, kalau kemudian tidak bisa melihat apa-apa di sepanjang perjalanan pendakian, rasanya rugi sekali. Sedangkan menikmati cantiknya pemandangan alam adalah salah satu hal yang sebaiknya jangan dilewatkan ketika mendaki gunung. Mudah-mudahan saya masih punya kesempatan untuk menemaninya, entah kapan.

Akhirnya Noval dapat menerima alasan saya. Tapi..... (lha ini yang bikin deg-degan), harus ada gantinya. Kata Noval, pokoknya tahun baru mau muncak (menggapai puncak gunung), seperti tahun baru setahun yang lalu ke puncak gunung Lawu (3.265 mdpl). Rupanya kemudian diam-diam dia sudah punya rencana untuk mendaki gunung Merbabu, untuk yang ketiga kalinya.

Ibunya hanya bisa nggrundel: "Naik gunung kok terus-terusan ki ngopo to, Le?" (Le, adalah panggilan ndeso untuk anak laki-laki).

Noval hanya nyengenges sambil berkata: "Saya mau ngalahin bapak...".

Weleh, blaik, ki..... Daripada...daripada..., saya terpaksa ngalah lagi (selain ya karena memang kepingin juga...), kami berdua kemudian merencanakan untuk mendaki gunung Merapi (2.968 mdpl), melalui jalur Selo, Boyolali.

Saya sendiri pernah mendaki Merapi pada tahun 1985, lebih duapuluh tahun yang lalu. Kali ini saya ingin menemani Noval, bukan karena takut dikalahin seperti tekadnya, melainkan ngiras-ngirus ingin saya manfaatkan untuk menanamkan pelajaran filosofi hidup tentang kemampuan untuk survive dalam menghadapi rintangan atau tantangan. Saya pikir, ini adalah salah satu bekal penting bagi seorang entrepreneur.

Insya Allah pada tanggal 31 Desember 2008 nanti kalau tidak ada aral melintang, kami berdua, Noval dan bapaknya, akan mendaki dan menggapai fajar baru tahun 2009 di puncak Merapi. Itulah sebabnya hari Kamis kemarin (25 Desember 2008), saya bersama kedua anak saya jalan-jalan rekreasi sambil melakukan survey ke daerah Selo yang pada sore kemarin berkabut cukup tebal.

Ingin Bergabung Ke Puncak Merapi?

Jalur melalui Selo adalah lintasan pendakian termudah (tapi ya tetap saja bakal melelahkan), jarak tempuh menuju puncak Merapi hanya sekitar 4-5 jam. Rencananya kami berangkat dari Yogya hari Rabu, 31 Desember 2008 siang dan akan memulai pendakian dari Selo pada tengah malam saat pergantian tahun. Mudah-mudahan ketika fajar baru tahun baru 2009 menyingsing, kami sudah berada di puncak Merapi. Hari itu juga langsung turun dan kembali ke Yogya.

Jika ada rekan-rekan yang ingin bergabung dalam pendakian ke Merapi ini, silakan hubungi saya. Bisa berkumpul di Yogya atau langsung ketemu di Selo. Kalau tidak ada yang ikut, ya sudah... Biar kami berdua saja yang menikmati capeknya...

(Yusuf Iskandar -- HP. 08122787618)

Bookmark and Share

Tag/Label mendaki, gunung, sundoro, merapi, tahun baru, 2009, puncak, kehidupan
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
8 komentar pada warta ini
Sabtu, 27-12-2008 08:35:48 oleh: Eko Nurhuda

Wah, kalo adik saya gila manjat gunung, Pak. Coba deh nanti saya kasih tahu, soalnya dia juga punya ritual begitu sama teman-temannya di FKH UGM. Kalo saya sendiri sebenarnya pengen naik gunung, tapi takut fisiknya gak kuat. Badan gede, tapi gak pernah olahraga, malah rajin begadang. Hehehe...



Sabtu, 27-12-2008 19:05:52 oleh: ritapunto

Naik dari selo ya pak.?
naik malam ajah, sampai puncak pagi..tp taun baru pasti rame deh jalurnya..yg niatan menggapai taun baruan di puncak merapi pasti banyak dan gak pernah sepi, jgn lupa sekalipun naiknya hny 5 jam, siap2 bw tenda kecil dan sleping bag, dingin en tkdang angin kencang sekali pak..tanahnya pasti tambah berpasir, tambahan letusan kemaren...

met, mendaki enmet taun baru yah...(sejatinya sy kangen dg pasar bubrah di puncak merapi..mistis tp ngangeni)




Minggu, 28-12-2008 00:27:12 oleh: rusiana

membaca tulisan p yusuf saya jd pengin bgt ikut naik,dan ingat zaman masih kuliah dulu.tp sayang,utk saat skrg itu nda mungkin. selain sy di luar jawa, status jg udah irt, yg nda mgkn ninggalin anak untuk memenuhi keinginan itu. Salam aja ya pak buat merapi, mudah2an kelak saya diberi kesempatan lagi mendaki merapi bersama anak saya, dan seperti p yusuf bisa mengajarkan filosofi untuk bertahan hidup .



Minggu, 28-12-2008 02:46:21 oleh: Dewa Adibrata

maaf sekedar koreksi sedikit. Nama gunung bukan Sundoro pak, tetapi Sindoro.




Minggu, 28-12-2008 21:25:34 oleh: Istantina

Kalau suami saya punya cita-cita naik gunung sekeluarga.Hmm..Saya pikir kalau naik gunung ramai-ramai dengan teman atau kelompok lain sudah biasa.Jadi suami yang punya ide dan rencana kita sekeluarga hiking, tapi yach itu kira-kira 5 tahun lagi..doain ya



Senin, 07-12-2009 19:28:00 oleh: egen junaidi

bacaannya keren pak....

skrng masih suka naik gunung gk?

kalo saya pengen bgt naek gunungnya.... kalo saya k jogja saya bisa kan di temenin atau d kasih pengarahan.....




Senin, 07-12-2009 20:17:13 oleh: Yusuf Iskandar

Silakan mas Egen. Saya dan anak saya masih suka naik gunung. Kalau jadi mau naik dan ternyata pas saya tidak bisa, mudah-mudahan saya bisa memberi pengarahan sesuai kebutuhan. Salam.



Senin, 31-05-2010 22:51:04 oleh: nurwiiyanti

Duh senangnnya....saya pingin sekali tapi anak sya masih kecil2 paling gede 5 thn n paling kecil 16 bln. gak sabar deh rasanya nunggu mereka gede n bareng2 naik gunung



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY