Mediansyah

Kenali Surat Tilang Anda, Stop Menyuap Petugas

Sabtu, 20-12-2008 07:32:23 oleh: Mediansyah
Kanal: Opini

Jika suatu karena suatu hal, di jalan raya Anda kena tilang oleh petugas Polisi Lalu-lintas. maka ada beberapa hal yang harus Anda ketahui, diantaranya:

1. Anda mungkin akan diberi surat tilang warna merah atau biru. Nah slip surat tilang yang berwarna merah artinya kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Kalau kita tidak mengikuti sidang sesuai jadwal, dokumen tilang akan dititipkan di kejaksaan setempat. Dalam proses ini kita bisa menunggu 2 Minggu untukl ikut sidang. Namun dalam beberapa kasus, ditemukan adanya petugas tilang langsung saja memberikan surat (slip) tilang merah ini kepada setiap pelanggar Lalin, walaupun si pelanggar Lalin mengaku alias tidak mengelak. Maksudnya, bisa jadi, agar ada proses "tawar-menawar".

2. Slip Biru, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Dengan slip biru ini, Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah Norek Bank BUMN). Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk ditukar dengan SIM/STNK kita di Polsek terdekat dimana kita ditilang.

3. Tahu nggak? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50.000 rupiah! Dan dengan MEMINTA slip biru (jika saja petugas langsung saja menyodorkan slip merah) kita juga memasukkan dana secara RESMI ke kas negara.

4. Jadi, ngapain harus "damai" alias menyuap petugas segala?

Bookmark and Share

Tag/Label tilang, polisi, suap, kiat
Penilaian anda

Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
50 komentar pada warta ini
Sabtu, 20-12-2008 08:24:01 oleh: Anwariansyah

Di internet terdapat puluhan tulisan yang serupa dengan ini, tapi setelah mencoba mencari draft asli undang-undang yang disebut KUHP Pengguna Jalan Raya seperti disebutkan di atas, ternyata tidak ada.

Yang ada juga UU No.14 Tahun 1992 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dimana pada Pasal 54 denda maksimum Rp.3 jt, Pasal 55 Rp.5 jt, Pasal 56 Rp.2 jt dan 6 jt, Pasal 58 Rp.250 ribu, Pasal 60 Rp.1 jt dan 3 jt, jadi tidak ada denda Rp.50 ribu.

Sedangkan di KUHP sendiri ada berbicara mengenai perusakan bangunan untuk lalu lintas jalan umum dan tindakan berbahaya bagi lalu lintas jalan umum (Pasal 192, 193, 194, 195, itu juga dendanya seb Rp.3.750 dan Rp.4.500.

Jadi yang dimaksud KUHP Pengguna Jalan Raya itu undang-undang nomor berapa atau peraturan pemerintah nomor berapa?




Sabtu, 20-12-2008 22:58:31 oleh: Eko Nurhuda

Wah, bisa-bisa malah kena jitak sama polisi yang menilang, Pak. Di Jogja tiap pelanggaran dikenai denda Rp 20.000,- (untuk sepeda motor) baik mau dibayar di tempat maupun sidang. Bedanya, kalau mau bayar di tempat bisa nominalnya dinego misalkan kita kena denda banyak banget.



Minggu, 21-12-2008 09:57:25 oleh: agung saputra

menurut saya ngapain damai,disamping kita gak tahu uang nya diserahkan ke negara atau gaknya karena klau damai kan gak ada bukti pembayarannya.



Minggu, 21-12-2008 14:41:31 oleh: ajie adnan

buat Anwariansyah: tapi emang bener kok di tempat sidang itu denda ga pernah lebih dari 50.000.... temen saya ada yg kerja di bagian itu, dan uda 5 tahun dia kerja di situ belom pernah liat 1 pun pelanggar lalin yg bayar lebih dari 50.000

Nb: daripada damai bayar 100rebu mending sidang dah cuma kena 50rb paling mentok hehehe




Minggu, 21-12-2008 16:02:22 oleh: mediansyah

Buat teman-teman semua, makaciih koment-nya. Memang sih, mana ada yang namanya "KUHP pelanggaran Lalin" yang ada juga "ketentuan pidana" dalam UU Lalin.., he he. di situ, soal denda sih bisa bernilai macam-macam tergantung.., kalau hal-hal yang membahayakan nyawa dan keselamatan org lain misalnya , tentu dendanya lumayan gede. Juga, bila terakumulasi dan dianggap melawan petugas, waaah GAWAT.
Namun, yang jelas soal denda lebih banyak urusan Dinas Pendapatan (Daerah), daripada urusan Pak Polisi.
Terkait hal ini, sebenarnya aku sudah menyiapkan tulisan lanjutannya. Judulnya: "Menguji ke-citizen-journalism-an wikimu: Tilang merah-biru dan masa depan wikimu sbg media citizen jornalism"
Barusan aja aku send, tulisan ini sih udah mulai aku siapin dari Jumat malam kemarin.




Minggu, 21-12-2008 17:26:45 oleh: Anwariansyah

Wah, isinya pasti sepanjang judulnya, ya ... :)



Minggu, 21-12-2008 18:59:30 oleh: mediansyah

lumayan pendek, aku lagi nyoba nih ngirim via HP, aduuh lumayan susah, tulisannya keciiil



Minggu, 21-12-2008 22:04:10 oleh: ABDUL HAKIM

Begitulah sengaja dibuat bingung biar uangnya tidak masuk ks negara tapi masuk kantong pribadi.Wong ga salah sengaja dibuat salah.



Senin, 22-12-2008 08:57:00 oleh: yogi

@anwariansyah

Di KUHP kan kalo nggak salah cuma dicantumkan denda MAksimal.
Jadi kalo mau lihat lenih detilnya lihat di Perpu/PP atau Peraturan lalu lintas?




Sabtu, 03-01-2009 07:50:09 oleh: sutarmini

wah setuju mas anwar spt yang saya lakukan ketika saya ceramah ke masyarakat , saya selalu membuat kampanye masyarakat agar mau di tilang kalau kesadaran masyarakat untuk di tilang dan mau sedikit bersusah2 melakukan kewajibannya ... tentu segera kita menjadi negara yang terhormat dan bangsa yang besar .. sebenarnya bukan salah polisi aja menjadi korup termasuk masyarakatnya yang memberi peluang karena nggak mau sedikit bersusah. coba sekarang dengan kepala dingin berfikir andaikan mas anwar jadi polisi melihat/menemukan masyarakat melanggar lebih dari 2 pasal misalnya tidak bawa sim, lampu sen mati, spion tidak ada, jelas2 kalau polisi itu disiplin ditilang dengan 3 pelanggaran harus kena denda minimal 60 ribu(rata2 20 ribu 1 pelanggaran) belum lagi kehilangan waktu untuk sidang.. dan masyarakat me-rintih2 pak tolong Pak ... saya nggak ada kesempatan bila dia sorang mahasiswa ada ujian 2 minggu ini pak, bila dia seorang karyawan saya sibuk Pak banyak metting pak
... tentu mas Anwar akan iba kepada Si mahasiswa yang menyodorkan uang 20 ribu dengan iklas hati mas terima toh nggak susah2 menulis tilang yang tulisannya kecil2 itu buat polisi tua itu juga beban, kepada karyawan yang menyodorkan uang 100 ribu Alhamdulilah udah merasa membantu dan tidak terlalu membebani karyawan tadi.. hehe bayangkan polisi itu mau berbuat disiplin baik untuk negoro malah ngrekoso kalau mau melayani masyarakat membantu kerepotannya sedikit harus melanggar disiplin .. makanya bantu pak polisi agar gak usah lah merajuk2 kalau perlu maaf saya salah pak saya siap di tilang... ok salam manis .. boleh gak bergabung aku banyak materi pencitraan polisi biar berimbang gitu .. kalau berimbang biar tidak melatih masyarakat menjadi penghujat.




Sabtu, 03-01-2009 10:23:55 oleh: Sabjan Badio

saya pernah kena razia SIM di wilayah kepolisian resort bantul. tidak bawa. polisinya minta 20.000. saya bilang boleh, tp minta bukti transasksi. dia bilang ini bukan transaksi, jadi gak ada bukti-buktian apalagi kuitansi. dia ngotot. iseng, saya lihat pangkatnya. dia tersinggung, dan saya g boleh bayar 20.000 lagi, harus sidang.



Selasa, 06-01-2009 15:57:49 oleh: Lisna Mulyani

Sy Mahasiswi unlam banjarmasin,pernah kena razia pak polantas & waktu itu sy ngk pake helm & tidak bawa surat-surat, pada waktu itu sy minta tolong & menghiba pada pak polantas agar jangan ditilang,disidang & sepeda motor disita dan Alhamdulillah pak polantas mengabulkan dengan syarat mencatat identitas sy dengan lengkap & berjanji tidak akan mengulangi lagi,Makasi pak polantas banjarmasin Moga makin jaya selalu.
(lisnamulyani@ymail.com)




Rabu, 04-02-2009 20:36:30 oleh: syahrul

sy mhsw di makassar. sy mau tanya, bagaimana dgn penilangan disertai penyitaan kendaraan. apakah memang ada aturannya kendaraan disita oleh polisi?tolong penjelasan tmn2 yg tahu



Kamis, 05-02-2009 23:51:16 oleh: Putri Almira

Dasar hukumnya adalah 61 (1) Yo Psl. 23 (1) d Yo Psl. 8 (1) A UULAJ Yo Psl. 17 (3) & (4) PP 43/93 untuk Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan melanggar rambu-rambu perintah atau larangan dan denda yang dikenakan untuk mobil pribadi adalah Rp.25.000



Selasa, 03-03-2009 14:06:41 oleh: meity serly dondo

Suami saya pernah di tilang pd bulan februari 2009
kira-kira jam 07.00 pagi,waktu itu suami saya lupa tidak menggunakan helm,di tempat kejadian ada 3 polisi polisi pertama memberhentikan suami saya,"slamat pagi pak mana sim.STNK,bapak tidak menggunakan helm Bapak kami,tilang, silakan kata suami saya,tiba2 datang salah satu petugas mau mengambil kunci Motor,suami saya tidak mau memberikan kunci motor tersebut tapisuami saya mengatakan "ntar dulu pak jgn di ambil kunci motor nya nanti saya parkir di pinggir jalan motor saya karna posisi motor berada di tengah jalan,langsung saja petugas tersebut memaki suami saya dng kata Setan jelas suami saya tidak menerima makian tersebut lalu suami"pak jangan memaki saya Bapak kok aparat memaki,Si polisiyg bernama Afendi ML itu langsung memukul suami saya jelas saya tidak menerima perlakuan tersebut karna memang suami saya bersalah tidak menggunakan helm kalau di tilang silakan tapi jangan memukul sembarangan akhirnya saya melapor kejadian tersebut ke Provos Polres BOL-MONG,jelas saya tidak menerima aturan yg melanggar HAM tersebut. saya minta tolong kepada pak Kapolri agar petugas lalulintas tolong di beri pembinaan jgn melakukan tindak kekerasan. semoga kejadian ini tidak terjadi lagi!




Rabu, 18-03-2009 15:11:27 oleh: dimas jaya

sy kesal dengan seorang polantas kota depok jabar, waktu itu (feb 2008) pagi-pagi jam 6-an sy dan keluarga melintas di jl.margonda menuju ke arah selatan dengan mobil sedan, pas di per 3-an ramanda saya ambil jalur lurus yg ada, saat itu lampu trafict light jelas terlihat masih hijau, setelah saya lewat lampu berganti kuning, sesampainya di depan ramayana (ada pos polantas) sy di hentikan oleh polantas, di minta stnk dan sim, disebutkan bahwa sy telah melanggar rambu melintas disaat lampu trafict light merah, atas hal tersebut saya ditilang dan dijelaskan, karena sy merasa tdk melanggarnya sy berusaha mengelak, tetapi sy di pressure dengan menawarkan nanti jam 9 pagi bukti pelanggaran bisa dilihat di kantor polres (kebetulan berdekatan) memalui rekaman monitor cctv yang terpasang di setiap titik trafict light di kota depok, seolah-olah menakuti-nakuti sy kalo sy betul-betul salah, sy juga heran sy menjadi warga depok sdh 12 tahun, dan smp saat inipun tidak pernah diketahui di kota depok menggunakan sistem cctv untuk lalinnya.
akhir-akhirnya dengan agak berbelit-belit UUD (Ujung Ujungnya Duit) sy di tawari damai untuk bayar 80rb, hasil nego akhir sy bayar 50rb (di ruang sempit itu ada 3 polantas yg juga sedang meng-eksekusi orang "bernasip seperti saya". Yaahhhh....itu dalih si oknum polisi tersebut untuk cari sarapan paginya, mungkin di rumah karena berangkat pagi-pagi belum sempat nyarap....
semoga sepnajang hari saat bertuga tidak mengalami sakit perut pak....




Rabu, 18-03-2009 15:26:12 oleh: haryanto

saya turut berduka dengan aturan para polantas kota depok, mereka tidaklah bijaksana, buat apa pembatas jalan di buat bukaan untuk berputar arah, kalo hanya menyengsarakan setiap pengendara lalin, semua bukaan (u turn) di tutup pake tali, rantai, batu, waduuuhhhh......kita jadi muternya jauh banget, sedangkan pas jam sibuk pulisinya pada ngaciirrrrr..........
katanya polisi itu melindungi dan melayani masyarakat, harusnya mereka bertugas di setiap simpul kemacetan.
Truss......gimana tuh dengan program angkotway nya kota depok......"huuuuuu depok maceeeettttt"




Minggu, 07-06-2009 04:41:45 oleh: dina

Polantas adalah aparat negara yg bertugas memberikan
pelayanan dibidang lalu lintas,untuk menciptakan ketertiban,
keamanan,kelancaran,dan kenyamanan dalam berlalu lintas.
Termasuk didalamnya melakukan penidakan/memberikan tilang
kepada para pelanggar lalu lintas. Oleh karena itu apabila
anda tdk ingin berurusan dngn tilang,maka taatilah peraturan
berlalu lintas,lengkapi surat2 kendaraan anda,dan apabila
anda melanggarnya dan terpaksa berurusan dengan tilang maka
selasaikanlah sesuai prosedur hukum yg berlaku,jngn menyuap
petugas,hanya karena anda tidak mau repot. Jadilah masyarakat
yg sadar hukum,dengan demikian maka anda membantu aparat untuk
bertindak lebih profesional. Dan jangan jadikan forum ini
untuk menghujat salah satu pihak,melainkan untuk koreksi diri...








Rabu, 17-06-2009 15:44:41 oleh: kadenk harahap

Pengaduan masyarakt atas tindakan oknum petugas polantas bisa diproses??
Berdasarkan pengalaman saya, TIDAK.
Saya pernah ditilang atas kesalahan yg tidak dapat saya terima (asumsi saya:kesalahan dikarang petugas). Perdebatan keras tidak terelakkan, polantas geram krn tdk mau kalah argumen dan langsung naik darah. Dia memaki2 saya dgn kata2 kasar dan kotor, sampai2 mengajak saya berkelahi di pinggir jalan dan mengancam menembak saya dgn pistol. Saya mengadukan kpd keluarga saya yg bertugas sebagai Provost/PROPAM dan ingin membuat pengaduan, namun beliau menanggapi dgn hanya manggut2 saja. Katanya saya hanya buang2 waktu dan tenaga.
Kejadian lain, suatu hari selepas shalat Isya, saya pulang dari tempat saya bekerja dengan menumpang mobil tetangga yg kebetulan ketemu di salah satu mesjid tempat saya shlat Isya tadi. Tetangga saya itu seorang wanita yg masih kuliah dan setiap harinya mengendarai mobil. Di perjalanan saya meminta untuk berhenti di salah satu ATM Bank Mandiri. Tiba2 datang oknum mengendarai sepeda motor berboncengan dmn pengendara menggunakan pakaian preman dan yg dibonceng menggunakan seragam Polantas lengkap atribut2ny. Oknum berseragam lgsung membuka pintu mobil sisi supir dan memaksa masuk dengan mendorong anak tetangga sya tadi dengan kasar. Mobil langsung dinyalakan dan dijalankan dengan kecepatan tinggi. Di dalam mobil, sambil marah2 oknum menyatakan kalau saya berbuat mesum di dalam mobil dan memeras anak tetangga saya itu dgn ancaman dibawa ke kantor polisi. Oknum berhasil membawa HP Nokia senilai 3Jt-an dan langsung pergi dgn rekannya yg membawa sepeda motor. Besokny saya mebuat pengaduan ke Kantor polisi bagian PROPAM, namun hingga hari ini, kasus tsb tidak berujung, sperti raib ditelan bumi.Apa kasus yg menimpa saya sepele?Apa saya tidak punya hak di mata hukum?Apakah hukum di indonesia tidak bisa dipertangungjawabkan?
Dimana keadilan??Dimana pembela masyarakat??




Sabtu, 01-08-2009 10:55:54 oleh: mazza fayruz

Menurut pengalaman saya..... denda tilang itu setiap daerah berbeda-beda menurut tabel denda yang ada di Pengadilan Daerah tersebut. contohnya.... saya naik sepeda montor di daerah A saya kena denda Rp 20.000 dan di lain hari saya melanggar lagi di daerah B kena denda Rp 50.000 dengan pelanggaran sama dan jenis kendaraan jg sama... setelah saya bertanya dan saya telusuri ternyata tabel denda di masing-masing daerah berbeda tergantung pada daerah masing..... jadi bagi teman teman jangan kaget kalau biaya denda berbeda-beda di suatu daerah.... Okey.... dan kalau gak mau repot jangan melanggar.... dan jangan memberi peluang suap pada petugas....selalu Patuhi Rambu-Rambu Lalu Lintas biar selamat sampai tujuan...



Rabu, 21-10-2009 11:06:21 oleh: ojie

disurabaya tuh polisinya semakin ngk karuan tuk bikin orang makin ribet...
mereka selalu mencari tempat2 tersembunyi tuk mencari kesalahan para penguna jalan, apa lagi bila udah kena selalu ujung2nya duit.
terus untuk pemberitahun tentang denda2 yg terkait tentang pelangaran lalu lintas tuh selama ini ngk pernah ada ato tercantum untuk kalangan umum.
apa peraturan tuh di buat agar memberikan keistimewaan utk para penegaknya, sehingga dengan semena-mena mereka meminta uang.
jadi polisi ngk jauh beda dg preman yg minta duit dong... yang cuma beda seragam ma pangkat....
duh makin rendah aja ya....




Jumat, 05-03-2010 20:15:14 oleh: FADLI SUGANDI

saya kena tilang gara-gara plat motor saya blom jadi krena memang motor bru keluar yang saya mau tanyakan apakah memang ada peraturan tentang plat tersebut?




Kamis, 22-04-2010 10:11:56 oleh: henry cahyadi

Saya kena tilang karena helm ga standard.
saya mengaku salah dan minta tilang warna biru.
pak pulisi bilang kalo surat tilang warna biru kena denda maksimal Rp250rb.
Akhirnya sy minta yg merah (pengadilan), krn menurut pak pulisi paling kenanya rp100rb.
berart surat tilang biru ga rp50rb donk, gmaana tuh pak??




Kamis, 20-05-2010 23:57:16 oleh: ricardo budiman

Bgmn tatacara pemeriksaan kendaraan yg benar/sopan?
Pengamalan saya waktu kena operasi/pemeriksaan…….
saya diminta sim dan stnk, waktu saya serahkan sim dan stnk saya………tanpa basa-basi petugas langsung ambil dan langsung dibawah ke pos pemeriksaan!
Padahal saya lagi buru2!
Apakah pemeriksaan, bisa dilakukan tanpa harus ke pos pemeriksaan???




Minggu, 23-05-2010 01:44:52 oleh: danar wicaksono

Aku kmrin juga ketilang gara2 ga ngidupin lampu disiang hari bolong ....padahal aku juga sering tuh ngelihat polisi ga ngidupin lampu mtrnya di siang hari....dasar nya lagi golek pangan...maklum lah tanggal tua...susune anak ee habis x.... anaknya dikasih makan duit tilang....bs2 jadi cacat tuh anak klo yang ngasih dwt tilangnya GA IKLAS....



Selasa, 06-07-2010 09:48:36 oleh: lexa alehandero

yah...namanya juga keparat keamanan..ga peduli ngelawan pa kagak smua di babat habis alias di kasi surat tilang warna merah..hemmm...klo penilaian ane sih smua polisi kagak ade bnarnye..100% dri yg atas ampe krucut2 same aje..gmn g same..anak buah nyari duit di jalanan and ujung2 hasilnya di setorin ke komandan..khkhkhkhkhkhkh....mau jd ape ni negara..supaye ente2 pd tau ye...polisi,tentara, pns dkk..mereka2 itu smua yg gajiin rakyat kcl kayak qt2 ini..hemm..sisia2 dah ane bayar pajak..percuma bayar pajak hanya untuk gajiin keparat2 yg berpakain seragam..intiinya peraturan pemerintah harus di rubah total..PNS,POLRI,TNI dkk smuanya kudu pake sistem kontrak alias di swastaain aje..so..biar pade rapi tu kerjanye....ok prent...:D



Selasa, 06-07-2010 10:06:47 oleh: manjo

saya bingung dengan peraturan lalulintas kota semarang (JATENG)...kmarin saya kena tilang dg alasan kaki saya nginjak garis marka polisi yang tilang namanya PAK MAULANA(seorang polisi PATWAL perpangkat sertu).yg saya ingin tanyakan.kira2 uu dan KUHP no brapa ya yang mengatur bahwa polisi patwal punya wewenag utk ngeluarin surat tilang.trus uu dan KUHP no brapa yg menyatakan bahwa kaki pengemudi kendaraan bermotor menginjak garis marka adalah melanggar lalulintas...tulong balasannya pak....!!!



Rabu, 14-07-2010 19:26:17 oleh: shidik purnomo

saya pernah ditilang polisi gra2 saya mlkukan plgaran sepele, nah terus polisi tsb malah nyita motor saya, padahal stnk dan sim saya ada. yang saya tanyakan, prosedur penilangan tu bgamana??? apa bner tu oknum polisi nyita mtor saya???
tlong comen nya ya....




Jumat, 16-07-2010 15:24:53 oleh: christ

"KUHP no brapa yg menyatakan bahwa kaki pengemudi kendaraan bermotor menginjak garis marka adalah melanggar lalulintas" hahahahah......jangan2 nanti bayangan kita yg kena garis marka kena tilang juga ya....hauhauhauhaua......



Kamis, 22-07-2010 21:48:45 oleh: ryan jie

Sekarang ada UU lalu li tas yang baru tentang Helm,Surat surat dll.. bagaimana pnjelasanya kaitan dengan tilang slip biru tadi?? (Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50.000 )^



Kamis, 22-07-2010 21:56:51 oleh: Anton Wahyudi

pak saya seorang mahasiswa yg kebetulan jua pernah kena tilang.
saya ingin tanya peraturan ttg Lalu Lintas itu diatur dimana?(dasar hukumnya)..
mulai dari peraturan2nya sampai denda2nya..
trims..




Jumat, 30-07-2010 15:21:14 oleh: Gunadi

apanya yg bener. kmrn aj gw baru kena tilang krn ga boleh belok kiri langsung. alias terobos lampu merah deh, dan banyak pengemudi yang kena. gw ngotot minta warna biru. dan dendanya maksimal yaitu Rp 500.600 (gw kira tu polisi gertak doang nulis angka segitu). kalo sidang emang lama tapi ga lebih dari 100rb. gw tny tmn gw yg di kepolisian dan itu emang bnr. trus gw mnt maap ma polisi trus mnt gnt wrn merah. tung diksh tuker. trus gw baca di internet dari kepolisian. bahwa berita tentang surat tilang warna biru yg slama ini beredar itu salah.

ini keterangan dari kepolisian:

Mengenai beredarnya fenomena di SMS 1717 maupun Website TMC tentang Polisi menolak memberikan slip biru terhadap pelanggar. Agar diketahui dalam Surat Keputusan Kapolri No Pol: SKEP/443/IV/1998, tanggal 17 April 1998 penggunaan blanko biru bisa dilakukan.

Jika pelanggar meminta blanko biru maka pelanggar tidak perlu lagi mengikuti sidang di pengadilan, bisa membayar langsung di Bank BRI, namun Slip warna Biru ini dikenai denda Maksimal (sesuai Undang-Undang No. 22 Tahun 2009).

Hal ini disebabkan agar pelanggar memiliki efek jera untuk tidak melakukan pelanggaran lagi.

Contoh : Tidak memiliki SIM
Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan,tidak memiliki Surat Izin Mengemudi Pasal 281 jo Pasal 77 ayat (1). Denda Maksimal : Rp 1.000.000.

Ket: Dengan Blanko Tilang warna biru melanggar pasal ini, pelanggar diwajibkan untuk membayar denda maksimal yaitu Rp 1.000.000

Hal ini berbeda jika pelanggar ditilang menggunakan Blanko warna merah, karena denda untuk Blanko warna merah ditentukan berdasarkan keputusan Hakim Pengadilan.




Sabtu, 07-08-2010 11:11:18 oleh: yogi putra munggaran

kalo tidak punya sim, terus meminta form biru, apa bisa???



Senin, 15-11-2010 23:26:19 oleh: AGUNG

EMG BENAR DENDA DIPENGADILAN LEBIH MURAH..KMRIN TMANKU KENA TILANG GARA2 SPIONNYA MASIH SATU,,DIA MINTA SLIP BIRU,KATANE SURUH BAYAR DI BRI..TAPI KLU SIDANG JUGA BISA..!HERANNYA DI SLIP BIRU DIKASIH TENDANGAN PENALTI 250RB...TAPI WAKTU DIPENGADILAN CUMAN KENA DENDA 26RB....MAKANE JANGAN TAKUT SIDANG DAN JANGAN PERNAH PAKEK CALO....KITA TINGGAL DUDUK MENUNGGU DIPANGGIL SATU PERSATU..TRUS DISURUH BAYAR KE ADMINNYA....CUMAN AGAK LAMA..



Rabu, 09-03-2011 13:15:36 oleh: Edison Panamas

saya pernah kena tilang, kata ny sih denda ny Rp 200.000, dalam uu tahun '92. gm tuh, diatas di lampirkan hanya Rp 50.000



Selasa, 19-04-2011 20:27:34 oleh: firman firdaus

kemarin mobil saya ditilang, pas lagi dipak mekanik saya saat test drive, namun sudah dua hari ini, kanit polsek Dayuhkolot Kabupaten bandung diduga mempersulit proses pengambilan kendaraan tersebut, hanya karena pajak mobil saya mati 4 tahun, trus kanit lantas tersebut minta bukti yang otentik akan legalitas mobil tersebut dengan kata lain meminta menunjukan oto coby BPKB, saya pun menuruti perintahnya, namun setelah saya sodorkan copyan BPKB mobil saya, kanit antas tersebut malah menambahkan permintaannya lagi dengan menilai brkas copyan BPKB tersebut kurang kuat, hanya arena saya yang berfrofsi sebagai wartawan harian. saya sangat menyayangkan sikapnya terseut, dan berencana akan dipblikasikan di media cetak dan elektronok ternama demi mencerdaskan bangsa yang selalu dijebak dan dibodoh2i oleh oknum kepolisian tersbut



Senin, 13-06-2011 10:58:47 oleh: Wiradana

buat mas Firman firdaus, Bagus itu mas... Publikasikan saja.... Biar mampus dia.... biasanya polisi paling takut sama wartawan.....



Rabu, 27-07-2011 14:21:47 oleh: arif fathurochman

saya kena tilang pada tanggal 25 juli 2011, karena tidak memakai helm yang SNI, itupun akibat dari kelalalain si pemboceng, alangkah mirisnya setelah berulang-uang kami beri tahu alsan si pemboceng gak pake helm SNI oknum polisipun tak memahami, secara yuridis memang benar tapi mohonlah bagi para polisi dalam menilang itu dilihat dari aspek maupun segi sosiologisnya,pokoknya jangan mau damai, ikuti saja prosedur hukum yg berlaku, walaupun memakan waktu.



Rabu, 23-11-2011 21:13:11 oleh: busro

Terkadang merasa didzalimi, mau berangkat kerja kena tilang/Damai dengan sejumlah uang...
Padahal pegawai kecil yang gajinya 1 hari itu sebesar uang yang dikasihkan tersebut.
itu artinya pekerjaan banting tulang yang akan dilakukan sehari penuh nanti akan sia-sia secara penghasilan. karena uang yang didapat nanti hanya untuk menutup kesalahan yang terkadang sepele yang tanpa sengaja dilakukan tadi pagi...




Jumat, 09-12-2011 10:23:29 oleh: eri

Kmren sy kena tilang karna gak pake Helm,trus sy minta slip wrn biru itu
Pertanyaan sy,apakah bnr slip itu hany berlaku d kota2 besar?kata si pOlisi yg kurang ajar itu,d daerah gak berlaku,berhubung sy tepat'y berada d belitung Timur,Manggar.sy kata kan dy polisi kurang ajar karna proses penilangan'y d lakukan'y sangat kasar.gak ada salam maupun hormat.main bentak aj!makasi




Jumat, 09-12-2011 13:32:45 oleh: Abdurahman Syafei

slamat siang,,kbetulan yg sngt trmat sngt skali tntng artikel ini,,saya cuma mau brbagi penglaman & ada sdikit pertanyaan,,kmarin pagi pas mau brngkt kerja, saya lupa nyalain lampu utama n walhasil di tilang polisi di jakarta pusat,,dgn tegas saya meminta form biru dari bpk polisi,,tp yg menjadi pertanyaan saya,,kenapa saya di rekomendasikan ke bank BRI yg telah di tunjuk (wilayah),,bknnya smua bank BRI trsmbung secara on-line?..
prtanyaan k-2 : kenapa di form biru langsung tertera denda maximal,,knp hrs di bedakan jmlh nominal denda dengan form merah?

atas pencerahannya saya ucapkan trima kasih




Minggu, 18-12-2011 07:02:37 oleh: andrian

saya pernah ditilang karena melanggar rambu akhirnya minta slip biru dan dikenakan denda 50rb,
sebelumnya saya jg sempat baca peraturan lalu lintas di sana (pos polisi setempat) dan isinya sama dengan KUHP, jd sulit dipastikan kalau memang benar denda untuk pengendara motor tidak sampai 50rb




Minggu, 18-12-2011 07:33:04 oleh: andrian

apa benar untuk slip biru haru dikenakan denda maksimal?
kalau dilihat dari UU no. 22 ttg LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN,

Pasal 281
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah).

mengenai slip memang tidak dijelaskan, tp menurut saya keterangan "paling banyak" bukan berarti harus membayar Rp 1jt

mohon pencerahannya?




Selasa, 03-01-2012 14:52:38 oleh: heni

kamis tgl 29 des 2011, jam 10.47
saya kena tilang di pintu masuk tol gatsu,setelah saya keluar dari arah mampang.. begitu saya minta slip biru, malah ngak mau pa polisinya, dia bilang ngak ada slip biru....dan langsung membuat slip dengan denda 1 jt, kecuali saya mau membayar 200.000 di tempat....saya liat2 di internet.. ternyata slipnya beda ... apakah ada slip palsu ??? pelanggaran saya, cuma lewat jalan bus way di depan tol gatsu... masa harus bayar 1 jt??? saat itu semua jalan sepi....akhirnya setalah nego yg cukup panjang, pa polisinya minta 100.000, saya masih ngak mau... dan selesai dengan 70.000...




Jumat, 24-02-2012 01:05:21 oleh: adit

misi gan numpang share aja nih.. Saya rasa pengguna kendaraan bermotor skrg kalau ditilang dan minta surat biru gamungkin cuma kena 50 ribu doang dendanya gan.. ini link denda tilang UU lalu lintas: http://groups.yahoo.com/group/otomotif-l/message/243246 jadi ya mungkin tipsnya kalau anda ditilang, mau masalah cepat kelar dan tidak menguras kantong, hoki2an aja negosiasi sama pak polisinya kalo polisinya lagi BU bgt ya wassalam 100ribu melayang.. sedangkan kalau minta surat tilang biru lebih menguras kantong anda rata2 dendanya diatas 200 ribu gan! dan kalo pilih yg merah gaada waktu dan ribet ngurusnya gan.. walau surat merah ini pilihan terbaik saya kalau ditilang karena saya tidak mampu membayar segitu banyak :( jadi tipsnya bagi pengguna kendaraan bermotor lebih baik berkendaralah dengan aman serta taati rambu lalu lintas saja gan! karena kalau sudah ditilang dan kita bersalah kita sudah harus menanggung hukuman yg sudah ada gak bisa neko2 lagi toh itu kesalahan kita..



Kamis, 01-03-2012 11:51:18 oleh: ringo

kmrn saya baru kena tilang gara2 berenti di lampu merah lewat garis dikit,karena saya ga mau nerobos lampu merah..polisi diajak damai ga mau saya di suru pilih mau slip merah(untuk ikut sidang) atau slip biru(langsung setor tunai ke bank BRI). saya ga mau repot2 ikut sidang makanya saya minta slip biru dan ternyata denda maksimalnya mahal sekali sampai 500.000! punishment sama kesalahannya ga sebanding banget.apa ga salah yah dendanya mahal kek gitu? dan lagi klo saya ga mau repot2 setor tunai ke bank uangnya bisa dititipkan sama petugas yg menilang saya,nanti dy yg setorkan.seanadainya saya titipkan kpd petugas memangnya bakal disetorkan juga ke bank??apa buktinya juga kita ga tahu kan disetor ke bank apa ke kantong pribadi. dendanya itu agak ga masuk di akal..



Kamis, 03-05-2012 14:30:53 oleh: tri

klau aq padahal cuman spion 1 aja bayar 701n lebih padahal cuman g ada spion 1 itupun di pgadilan,,,,seharusnya hal-hal kyk gni hrus di tegak kan peraturan per tilangan



Kamis, 03-05-2012 15:11:28 oleh: nanang

mau nanya donk, kalo denda gak ada SIM berapa ya kira2??

saya minggu lalu kena tilang di kalimalang, karena gak ada sim, padaal gak ada salah apa waktu di jalan tiba2 di stop. saya nanya apa kesalahan saya apa api gak dijawab, doi cuma bilang surat2nya mana?
saya cuma kasih stnk dan di kasih surat tilang warna merah, waktu saya menanyakan surat tilang warna biru katanya gak ada.

jumat besok sidangnya, mana jauh lagi di pulo gebang padaal saya tinggal di panglima polim. ckkckckkk




Sabtu, 06-04-2013 19:34:17 oleh: zaenal zain

jumat,03 04 2013.oleh enal zain
pada suatu hari saya ke kota kendari di perjalanan saya diganti sama teman karena saya lelah sekali, pas lewat di bundaran saya diberhentikan sama polantas, kebetulan teman tidak mempunyai sim, maklumlah cuman dia ganti saya bawa motor dari ada saya kecelakan. tapi polantas itu tidak menerima alasan jadi saya di tilang Rp 50,000. dasar polantas tidak tau diri kerjanya cuman menyesahkan masyarakat aja.




Rabu, 10-04-2013 09:41:41 oleh: Mustafa Kholil

Salam Buat Semua,,
Saya Mustafa KHolil dari Medan, saya mau sharing,
tepat pada hari Jum'at pukul 23.30 Wib saya sehabis pulang dari Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) kebetulan saya lupa pakai Helm karena saya pikir nantinya pulang larut malam dan susah diparkiran, eh taunya saya distop oleh anggota Polsek Medan Baru dan kena denda Rp. 250.000. pertanyaan saya :
1. Apakah Kegiatan anggota Polsek Medan Baru tersebut menyetop pengguna jalan pada malam hari yang tidak mengantongi izin atasan dibolehkan?
2. banyak selain saya yang tidak memakai helm tetapi tidak di stop?
3. saya mengakui salah dan bersedia membayar denda kepada negara dan meminta slip biru, tetapi besaran denda Rp. 250.000 tersebut apakah sudah standart UU Lalu Lintas.
mohon jawabannya terima kasih




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY