Duto Sri Cahyono

Rahasia Psikotes Dalam Penerimaan Karyawan

Kamis, 18-12-2008 16:37:10 oleh: Duto Sri Cahyono
Kanal: Opini

Sebagaimana saya janjikan kepada Mbak Heny yang mengeluh “berkali-kali gagal dalam psikotes”, maka saya akan menyampaikan duduk perkara psikotes dalam perekrutan tenaga kerja.

Istilah psikotes (atau psychological testing) sering digambarkan sebagai aktivitas dalam proses seleksi yang menggunakan pendekatan psikologis. Padahal psikotes itu sendiri hanyalah salah satu bagian dari proses yang disebut asesmen psikologis atau pemeriksaan psikologis.

Terlepas dari persoalan pemahaman atas terminologi itu, saya akan berbicara dulu tentang fungsi psikotes itu secara umum. Secara singkat, psikotes digunakan untuk “memilih orang terbaik dari sekian banyak calon, sesuai kriteria jabatan maupun tugas yang harus dilakukan”.

Dengan demikian, kalau gagal dalam psikotes, bukan berarti kita adalah orang bodoh atau orang yang tidak pantas mendapat pekerjaan. Bukan. Hanya saja, dalam konteks pekerjaan yang kita lamar, kita memang bukan orang yang pas.

Sebagai contoh, kalau berdasar hasil psikotes diketahui kita adalah orang yang cenderung single fighter, tidak bisa bekerja sama dengan orang lain, perfectionist, apalagi kalau kita menyebutkan punya hobi membaca, maka kita bukan orang yang pas untuk direkrut sebagai staf marketing, staf public relations, atau petugas front office. Orang dengan karakter seperti kita barangkali akan sangat pas untuk perusahaan yang sedang mencari staf peneliti atau bagian riset, akuntan, atau staf keuangan.

Orang perfectionist memang hasil kerjanya sempurna, tetapi cenderung tertutup, tidak mau berimprovisasi atau berkreasi, bekerja setahap demi setahap sesuai “prosedur” dan dalam bekerja tidak suka campur tangan orang lain, atau sebaliknya, tidak suka mencampuri pekerjaan orang lain. Nah, kalau seorang perfectionist ditempatkan sebagai staf PR atau marketing, maka dia tidak akan bisa bekerja secara maksimal karena petugas PR atau marketing dituntut bekerja cepat, penuh kreasi dalam menanggapi berbagai keadaan, juga harus senang bergaul dan bekerja tim.

Sebaliknya, kalau kita adalah pekerja cepat (yang bersemboyan “nggak sempurna nggak apa-apalah yang penting segera selesai”), penuh kreasi, senang bergaul dan pekerja tim, penuh perhatian terhadap pekerjaan atau persoalan orang lain, maka kita tidak pas untuk menjadi pertugas riset, akuntan atau staf keuangan. Kalau jadi petugas riset, kita akan tergesa-gesa mengambil kesimpulan. Kalau menjadi staf keuangan, kita cenderung “mudah memberi kasbon” begitu teman kita mengeluh, “Bos, anakku sakit nih, perlu opname”. Atau malah karena sedemikian kreatif, kita bisa menyulap angka “5.000.000” menjadi “3.000.000”, hayo….

Intinya adalah bahwa “gagal” lulus psikotes bukan berarti gagal segala-galanya. Jika dinyatakan tidak lulus, berarti kita memang tidak memenuhi persyaratan yang seharusnya dimiliki untuk melakukan pekerjaan tertentu menurut ukuran perusahaan tersebut. Namun ukuran setiap perusahaan belum tentu sama. Ini berarti kita dapat mencoba melamar pada perusahaan lain bukan? Namun kalau berkali-kali gagal melamar untuk satu jenis pekerjaan, kemungkinan besar pekerjaan tersebut tidak cocok untuk kita. Karena itu sebaiknya di masa mendatang kita harus melamar jenis pekerjaan yang berbeda.

Pekerjaan yang cocok

Pertanyaannya adalah, pekerjaan apakah yang cocok untuk kita? Untuk keperluan ini, bisa jadi kita perlu “mem-psikotes-kan” diri sendiri. Kita bisa datang ke lembaga jasa psikologi. Kalau di Solo, biayanya berkisar di angka 100 ribu rupiah. Ini akan sangat membantu kita mengetahui karakter diri sendiri.

Para psikolog punya “pakem yang baku” untuk mengetahui apakah Anda termasuk atau tidak termasuk “orang yang terbuka”, “punya sifat kepemimpinan yang baik”, “kreatif”, “mampu bekerja sama” dan sebagainya. Pernahkah Anda ketika mengikuti psikotes diminta menggambar pohon atau menggambar rumah? Atau diminta menyelesaikan gambar berdasar titik dan garis tertentu yang sudah ada? Nah, itulah salah satu perangkatnya.

“Kunci jawaban” atas soal atau tugas seperti itu hanya dimiliki oleh para psikolog. Kalau saya kebetulan tahu, ya itu karena saya diberitahu oleh teman saya, seorang psikolog yang “tidak erat memegang etika profesi”. Kenapa? Ya sebab itu adalah rahasia etik profesi yang sebenarnya tidak boleh diketahui orang non-psikolog.

Kalau saat ini banyak kita temui buku-buku atau tulisan di internet mengenai cara menembus soal psikotes, maka biasanya hanya menyentuh masalah kecerdasan dan daya nalar. Kalau sampai menyangkut masalah kepemimpinan misalnya, atau kecenderungan psikologis lain, maka saya yakin penulisnya sama dengan psikolog yang memberi bocoran ke saya, yakni sama-sama psikolog yang tidak tahu etika, hahaha.

Kalau suatu saat di Wikimu muncul “kunci jawaban” atas problematik dalam psikotes seperti itu, pasti bukan dari saya. Soalnya saya masih memegang janji kepada “psikolog pengkhianat etika profesi” yang teman saya itu untuk tidak membeber secara terbuka masalah tersebut.

Alasannya sederhana. Kalau kita memang orang yang punya kecenderungan sebagai pribadi yang tertutup, perfectionist, tidak mau diganggu dan mengganggu, bukan pekerja tim, maka kita tidak akan bertahan lama pada pekerjaan itu. Kalau tidak stres ya dipindahtugaskan karena gagal bertugas dengan baik.

Singkat kata, kalau para psikolog memberi tahu “kunci jawaban” atas problematik dalam psikotes, maka mereka telah mencelakakan diri Anda. Oleh karena itulah mereka mempunyai kode etik profesi. Lha kalau saya yang tidak terikat oleh kode etik profesi psikolog bagaimana? Hehehe, main bujuk nih ye?

Ok, kita akhiri dulu. Semoga bermanfaat.

Catatan: Untuk tips lengkap mempersiapkan diri menghadapi psikotes, bisa Anda baca di blog saya.

Bookmark and Share

Tag/Label opini, kiat, wawancara kerja, psikotes, lowongan kerja
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
11 komentar pada warta ini
Kamis, 18-12-2008 22:21:53 oleh: Duto Sri Cahyono

Maaf ada kalimat yang tidak sempurna pada paragraf keempat dari bawah:
Tertulis "Kalau kita memang orang yang punya kecenderungan sebagai pribadi yang tertutup, perfectionist, tidak mau diganggu dan mengganggu, bukan pekerja tim, maka kita tidak akan bertahan lama pada pekerjaan itu."
Seharusnya "Kalau kita memang orang yang punya kecenderungan sebagai pribadi yang tertutup, perfectionist, tidak mau diganggu dan mengganggu, bukan pekerja tim, tetapi karena kita pintar menjawab setelah mendapat "bocoran" sehingga diterima menjadi marketing executive misalnya, maka kita tidak akan bertahan lama pada pekerjaan itu."
Terima kasih.




Jumat, 19-12-2008 16:51:20 oleh: Dyah Restyani

wiw...cool.

praktekin nanti deh klo dah saat dah mw kerja.




Senin, 22-12-2008 21:36:00 oleh: Agus Priambodo

Wah ternyata selain memberi tips membaca cepat, Mas Duto juga memberi tips menulis cepat.
Kapan Mas mengadakan lagi simulasi psikotes seperti pernah dilakukan di GriyaGawe?
Saya Agus (Kerten Solo) yang dulu ikut simulasi mengisi dan menjawab form psikotes dan menurut Mas Duto saya berbakat jadi tukang gambar ala affandi, ha3x.
Trims mas saya sekarang dah dapat pekerjaan meski harus jauh darim rumah.
Salam.




Senin, 02-02-2009 14:46:05 oleh: Laksita

Halo pak, kemaren saya baru saja membaca buku seri psikotes di gramedia, isinya tentang arti dibalik tugas menggambar berbagai macam benda itu. sebenarnya menarik juga menganalisis ya, tapi sekali lagi benar kata bapak, tidak ada gunanya menghafal jawaban dan merencanakan memberi jawaban psikotes yang perfect, nanti bisa bisa kita yang jadi stress.



Senin, 02-02-2009 15:01:03 oleh: Duto Sri Cahyono

@Laksita
Betul Mbak, itu sama seperti kalau kita tahu bahwa kita orang yang alergi udang, tetapi pura-pura nggak alergi karena ditawari teman, mumpung gratis dan kebetulan lapar....wuah.... maunya dapat gratisan makan enak, tahu-tahu harus keluar uang banyak karena sekujur tubuh kita benjol-benjol dihantam zat alergen... Nah, sudah begitu... besuknya sudah kencan mau datang ke calon mertua untuk acara lamaran hahahahaha.....
Berabeeee...




Kamis, 14-05-2009 13:25:09 oleh: dita sylvita

bagus tk menghadapi psikotes



Rabu, 21-10-2009 18:32:49 oleh: noy

mungkin ini bukan komen tp tepat ny pertanyaan..pak mungkin bpk bs bantu saya apa tips2 u ngadepin psikotes trs sikap dan jawaban yg bagaimana yg seharusnya pada saat psikolog mewawancarai hasil psikotes tertulis nanti saya akan mengikuti psikotes d salah satu bank dan saya berharap bngt bs di trima krn ini cita2 saya dari kecil pak..tlng bantu saya..

tks,




Rabu, 27-01-2010 12:14:28 oleh: Chacha Swt

Ia ni binggung juga mau ikutan testnya....
Thx y atas triknya :)




Sabtu, 29-05-2010 18:20:35 oleh: julian

albert einstein pernah dibilang idiot oleh psikolog, gitu juga thomas alfa edison,..gayus tambunan ap lulus psycotes ga sh?..apa manusia tidak bisa belajar dan mengembangkan diri? apa performance manusia tidak bisa dirubah? dalam bekerja kita menunjukkan performance, bukan sifat dasar (tabiat bawaan), artinya untuk apa menduga2 tabiat dasar manusia untuk rekrutment? psikolog bekerja hanya atas dasar prasangka.,tips dan triknya psykotes berceceran di internet,artinya yang mau ngakalin psykotes pasti lancar, dan yang apa adanya bakal gagal. bayangkan,.seorang insinyur idealis yang belajar science dengan ribuan buku setebal ribuan halaman selama bertahun2 tidak bisa menunjukkan performancenya sebagai insinyur hanya karena gagal mengisi 6 lembar psycotes? ini namanya tidak memberi kesempatan,.yang lulus siapa? yang pandai ngakalin, pandai menipu diri sendiri, pandai menjilat,..makanya negeri ini bangkrut.



Sabtu, 29-05-2010 19:39:49 oleh: Duto Sri Cahyono

@julian:
"Psikotest" sekadar "alat bantu". Kalau ada alat yang lebih canggih, tentu alat lama ditinggalkan. Punya solusi bagaimana cara melakukan rekrutmen yang baik? Sharing dong...




Senin, 07-06-2010 11:02:53 oleh: vivie

terima kasih pak..tulisannya sangat bermanfaat untuk saya....apakah psikologi itu bisa diperbaiki? misalnya saya orang yang tertutup...tapi saya kuliah di komunikasi n pengen jadi PR adakah yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki itu??apakah saya harus mengubur impian dan cita2 untuk jadi seorang PR??trimakasih

adakah artikel atau buku yang bisa mengetes kita ini pribadinya kayak apa(selain pake jasa psikologi loh ya...)

nuwunn





Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY