Duto Sri Cahyono

Cara Cespleng Membuat Surat Lamaran Kerja dan CV

Rabu, 17-12-2008 11:32:28 oleh: Duto Sri Cahyono
Kanal: Opini

Memenuhi janji saya untuk teman Sri Wahyono yang menulis komentar di postingan saya sebelumnya, maka saya turunkan tulisan ini. Tips bagaimana menulis surat lamaran kerja ini, menurut pengalaman saya, cukup cespleng. Hal itu terbukti dari sejumlah bekas "klien" saya yang sekarang sudah mendapatkan pekerjaan yang mereka dambakan. Sekadar catatan, tulisan ini hanyalah salah satu "tips". Tips lainnya masih banyak. Oke kita mulai.

Ketika saya masih bekerja di PT Aksara Solopos (baik ketika masih menjadi redaktur pelaksana di SOLOPOS atau sebagai station manager di SOLOPOS FM) sering mblenger melihat tumpukan surat lamaran kerja yang harus diseleksi awal untuk menentukan mana yang akan dipanggil atau mana yang masuk daftar singkir.

Beruntunglah, pada posisi saya, saya bisa mendelegasikan tugas itu ke menager personalia dan stafnya. Saya tinggal menunggu matangnya saja sambil sesekali menanyakan ke manager personalia, “Berapa yang layak panggil?”

Manager personalia belakangan akan menyodorkan daftar panggil calon karyawan. Kolom pertama berisi nama pelamar, kolom berikut adalah tempat tanggal lahir, jenis kelamin, pendidkan terakhir, pengalaman kerja dan alamat. Dan, berkas lamaran serta CV pelamar, menumpuk di belakangnya.

Dari ratusan surat lamaran yang masuk, paling hanya sepersekiannya yang dipanggil. Nah, bagaimanakah seleksi awal itu dilakukan? Apa yang menyebabkan Karto dipanggil sedangkan Narto tidak? Bagaimana Nani dipanggil kok Warti kena sortir? Apakah berdasar IP-nya, rentetan pengalaman kerjanya ataukah karena foto si pelamar terlihat ganteng atau cantik?

Jawaban pertanyaan itu bisa bisa ya bisa tidak.

Sudah banyak tulisan tentang tips dan trik menyusun surat lamaran kerja. Contohnya Anda bisa lihat di griyagawe.wordpress.com. Di sana diulas panjang lebar tentang hal itu. Toh demikian, masih banyak yang kedodoran menyusun surat lamaran, CV atau resume. Kalau yang dipaparkan di griyagawe.wordpress.com adalah paparan umum yang semuanya memang harus dipenuhi, di sini saya tuliskan beberapa point penting yang semoga bisa membantu Anda.

1. Jangan ada kesalahan menulis sekecil apa pun.

Tulislah secara akurat, baik nama Anda, tempat lahir, nama perguruan tinggi dan lain sebagainya. Jangan pernah sekali pun menulis “Surakarta” misalnya, dengan “Suarakarta”.

Meski hal itu terlihat kecil, tetapi kalau saya yang menerima berkas seperti itu dari pilihan di daftar panggil manager personalia, saya pasti akan bilang, “He, apa-apaan ini. Begini kok dipilih.”

Kesalahan sekecil apapun telah menunjukkan bahwa Anda orang yang ceroboh, tidak teliti, ya pokoknya “semau gue”-lah.

Suatu ketika, selepas mengundurkan diri dari SOLOPOS, saya diminta menjadi konsultan perekrutan karyawan di sebuah radio swasta. Dari sekian berkas lamaran, ada beberapa yang ditulis tangan. Nah, ada yang di sana terdapat coretannya, tipex-an. Melihat itu, saya tidak melanjutkan membacanya. Berkas itu langsung saya masukkan ke kotak daftar singkir. Saya tidak mau memberi calon karyawan yang ceroboh untuk sebuah media massa. Bagaimana mungkin saya pilih, lha wong melamar ke calon bosnya saja asal-asalan, apalagi kalau nanti bertugas sebagai jurnalis yang harus memberi informasi ke masyarakat luas. Pasti amburadul dan tidak akurat babarblas. Ya maaf saja, langsung saya drop.

2. Pasang foto tercantik atau terganteng yang Anda miliki.

“Aha, perekrutnya mata keranjang,” begitu barangkali pikir Anda. Ya, apapun alasannya, itulah tips dari saya.

Ketika saya diminta untuk membantu perekrutan karyawan di sebuah klinik kesehatan, ada beberapa calon karyawan yang secara prestasi pendidikan dan pengalaman kerjanya sama. Tetapi karena harus memilih, maka saya konsultasikan ke pemilik klinik. “Hehehe, iki wae-lah sing ketok ayu,” kata si bos klinik sambil menunjuk ke foto yang disertakan si pelamar. Foto itu terlihat lebih ngejreng daripada pelamar satunya.

Kasus seperti itu, tidak hanya sekali dua kali, tetapi banyak kali. Karena itu, kalau Anda sedang menumpuk berkas lamaran ke berbagai perusahaan, dandani dulu foto wajah yang akan Anda kirim.

Barangkali suatu saat Anda melamar posisi staf keuangan, tetapi karena di perusahaan yang Anda lamar tersedianya tinggal posisi staf front office, ya kalau wajah Anda terlihat cantik atau ganteng, tidak tertutup kemungkinan Anda dipanggil untuk mengisi posisi itu. Janganlah Anda menganggap remeh posisi itu (kecuali Anda benar-benar memiliki nilai lebih yang bisa Anda banggakan) sebab posisi-posisi tinggi di sebuah perusahaan biasanya diawali dengan posisi yang lebih rendah di bawahnya. Di SOLOPOS misalnya, para staf senior (kepala seksi ke atas) banyak yang memulai karir sebagai staf front office, resepsionis atau account executive. Di antara mereka bahkan ada yang sudah menduduki posisi setingkat manager.

Juga, kalau Anda mempunyai foto full body yang menurut Anda pantas untuk diperlihatkan ke perekrut, sertakan saja. Dalam banyak kasus, hal itu bisa sangat membantu Anda untuk katut dipanggil tes atau proses seleksi berikutnya.

Tips lain berkaitan dengan masalah foto, saya anjurkan Anda menempelkan pas foto dengan lem di bagian depan atas kanan CV Anda, meskipun Anda juga sudah menyertakan pas foto lepas. Ini akan sangat berguna ketika berkas Anda tertukar-dengan berkas lain di tumpukan meja bagian personalia. Kalau foto Anda ketlingsut, bisa jadi Anda langsung dianggap tidak menyertakan pas foto. Berkas Anda pun saya jamin langsung didrop.

3. Buatlah CV yang “menjual”.

Setelah tulisan surat lamaran Anda rapi (gunakan saja ketik komputer kecuali ada perintah di iklan lowongan agar Anda menulisnya dengan tulisan tangan), kalimat mengalir dengan enak, posisi yang dilamar tertera jelas, maka Anda harus lebih fokus pada isi curriculum vitae (CV). CV adalah bagian terpenting dari sebuah berkas lamaran. CV harus menjual. Bagaimana?

a. Tulislah apa yang pernah Anda hasilkan, bukan apa yang pernah Anda lakukan.

Untuk Anda yang pernah bekerja pada posisi staf, tuliskan hal yang Anda kerjakan selama itu. Misalnya (1) melakukan pemesanan barang produksi; (2) bernegosiasi dengan customer; (3) mengatur pengiriman barang; (4) merekap barang masuk; dll.

Dengan demikian, dalam menyusun daftar pengalaman kerja, jangan hanya disebutkan tentang kerja di perusahaan apa, dari tahun berapa sampai tahun berapa, atau begitu seterusnya. Daftar panjang mengenai pekerjaan Anda di masa lalu tanpa disertai penjelasan apa yang pernah Anda kerjakan/hasilkan, hanya akan memberi kesan bahwa Anda adalah pembosan, atau bahkan mengesankan Anda selalu gagal.

Untuk Anda yang pernah menduduki posisi manager, tuliskan target kerja apa yang pernah Anda capai; berapa jumlah staf yang Anda pimpin; dsb.

Lebih dari itu, meski tidak diminta, tuliskan secara ringkas dan padat hal apa yang bisa Anda lakukan seandainya Anda diterima pada posisi managerial yang Anda lamar.

b. Tuliskan kemampuan Anda, bukan daftar panjang pendidikan atau kursus yang pernah Anda ikuti.

Seringkali para pencari kerja mengikuti kursus ini-itu sekadar untuk menambah daftar panjang “riwayat pendidikan formal dan non-formal”. Hal itu baik-baik saja, tetapi akan lebih tepat kalau Anda menuliskan “apa yang bisa Anda lakukan” setelah mengikuti kursus itu.

Contoh:

·Daripada menulis “Kursus Bahasa Inggris di ABC Course 3 bulan” lebih baik ditulis “Mampu berkorespondensi dalam bahasa Inggris untuk keperluan formal kantor”. Bagi Anda yang pernah mengikuti kursus bahasa Inggris, Anda pasti bisa berkorespondensi dalam bahasa Inggris. Kalaupun Anda nantinya diberi tugas itu, Anda tidak akan kesulitan. Mengapa? Banyak buku teks korespondensi bahasa Inggris untuk keperluan kantor (formal) yang bisa Anda peroleh di toko buku.

·Daripada menulis “Kursus Jurnalistik Tingkat Lanjut 2 bulan” lebih baik Anda tulis “Mengerti cara-cara penulisan straight news, investigative reporting dan penulisan artikel ilmiah popular”. Apakah ini menipu? Tidak. Bisa jadi Anda belum bisa menulis berita atau menyusun laporan investigasi atau juga menulis artikel ilmiah popular, tetapi karena sudah mengikuti kursus jurnalistik, Anda pasti tidak salah kalau menulis “Mengerti cara-cara penulisan straight news, investigative reporting dan penulisan artikel ilmiah popular”. Kata “mengerti” sangat beda maknanya dengan “mampu”. Nah…

·Daripada menulis “Kursus ‘Basic Microsoft Office’ 6 Bulan” mending Anda tulis “Mampu menyalin laporan keuangan dengan program Excel, mampu menyiapkan presentasi dengan Microsoft Power Point, mampu mengedit foto dengan Image Manager” dan sebagainya. Dengan demikian, daftar panjang itu akan memperlihatlkan kemampuan Anda bukan riwayat pendidikan Anda.

Masih banyak tips dan trik bagaimana menulis “CV yang menjual” sesuai dengan apa yang Anda bisa, Anda pahami atau pernah Anda ikuti. Kali lain saya akan tuliskan untuk Anda.

Anda juga bisa melihat berbagai tips dan trik menembus lowongan kerja di griyagawe.wordpress.com. Bagi Anda yang tidak juga mendapatkan panggilan tes atau wawancara meski sudah puluhan kali mengirim surat lamaran, atau berkali-kali gagal dalam wawancara kerja, atau selalu gagal menembus psikotes; di sana tersedia ruang untuk konsultasi. Free bos…

Semoga membantu.

Catatan: Tulisan dengan isi yang sama pernah saya posting untuk www.pasarsolo.com.

Bookmark and Share

Tag/Label opini, kiat, menulis surat lamaran kerja, lamaran kerja, menulis cv, menyusun cv, duto sri cahyono
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
8 komentar pada warta ini
Rabu, 17-12-2008 11:53:36 oleh: Mira Tj

Full body photograph? You're serious?

Saya malah mikirnya, is it really worth it? Kalau saya dapat tawaran kerja di perusahaan yang mempersyaratkan full body photograph (bukan pas poto)... apa iya akan saya terima? Is the company worth me?




Rabu, 17-12-2008 11:55:07 oleh: Mira Tj

Eh, mustinya "Is the company worth I?" ya.



Rabu, 17-12-2008 12:10:06 oleh: Meidy

Mas Duto, gimana cara membuat surat pengunduran diri yang baik ? Atau nyontek yang ada aja atau ngapain mau buat yang bagus-bagus toh udah mau berhenti.







Rabu, 17-12-2008 12:26:55 oleh: Duto Sri Cahyono

@Mira TJ
Bagus. Berarti Anda tahu apa yang terbaik untuk Anda. Jarang sebenarnya perusahaan yang mensyaratkan hal seperti itu. Kalau hal itu saya sarankan, itu sekadar pengalaman saya dalam melihat pola rekrutmen di berbagai perusahaan atau ngobrol-ngobrol saya dengan teman-teman manajer personalia di sejumlah perusahaan.
Saya sebut foto full body juga bukan dalam artian negatif kok. Ya barangkali Anda senang memakai kebaya, berbatik ria, berjilbab, atau pakaian apapun yang Anda maksudkan untuk menunjukkan cita dan citra diri Anda misalnya, kan nggak apa-apa.
Apakah Anda takut direkrut hanya karena penampilan full body Anda dan bukan apa yang ada di kepala Anda? Ini bisa Anda ketahui dari wawancara nanti. Wawancara adalah posisi setara, bukan semata-mata Anda menawarkan dan perekrut membeli. Sama sekali tidak.
Juga jangan dikira bahwa perusahaan yang sok sopan dan bergaya hanya mencari karyawati yang "berotak cemerlang" serta pura-pura tidak memperhatikan penampilan calon karyawan, ternyata belakangan memaksa karyawatinya untuk berpakaian dada ketat paha terbuka? Konon itu bagus untuk customer mereka, padahal ya memang bagus juga untuk bos-bos mata keranjang mereka....
Dalam laut bisa diduga, hati orang siapa tahu, Mbak.
Terima kasih atas komentarnya.
Salam.













Rabu, 17-12-2008 12:34:10 oleh: Duto Sri Cahyono

@Meidy
Nyontek juga tidak apa-apa. Nggak ada hukum yang mengharamkannya. Cuma saran saya, jangan pernah 'datang tampak muka pergi "tidak" tampak punggung".
Berpamitanlah secara baik-baik, siapa tahu perusahaan baru Anda nanti menjalin bisnis dengan perusahaan lama Anda, maka hal itu akan sangat membantu pekerjaan Anda di perusahaan baru.
Juga perlu diingat, Indonesia memang luas, tetapi kadang tidak cukup luas untuk tempat kita bersembunyi. Perusahaan yang baik, akan melacak dan ingin tahu siapa Anda, apalagi jika berkaitan dengan posisi tertentu yang strategis.
Salam.




Rabu, 17-12-2008 23:54:17 oleh: Heru

Apa ini mas duto yg sering ketemu saya di warnet ya? Trims tipsnya.
Salam




Kamis, 18-12-2008 12:04:05 oleh: Duto Sri Cahyono

@Heru
Weh, kok ingat ya. Padahal aslinya saya kan sudah botak, nggak seperti di foto itu kan? Hehehe... iya Mas. Salam.




Selasa, 04-08-2009 02:50:41 oleh: bayu

semoga ilmu yg didapat berguna



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY