Trie

Kenakalan Remaja dan Peran Orang Tua

Selasa, 02-12-2008 09:28:25 oleh: Trie
Kanal: Opini

Baru-baru ini masyarakat kembali “geger”s dengan beredarnya rekaman video amatir seorang siswi SMU di Pasuruan, Jawa Timur yang sedang melakukan aborsi. Video berdurasi 40-an detik yang diduga direkam melalui handphone itu kontan membuat banyak pihak, khususnya para orang tua “shock”.

Betapa tidak? Seorang gadis muda belia yang terkenal cerdas dan supel bergaul tertangkap basah menggugurkan kandungannya. Bahkan tidak hanya satu-dua orang saja yang mengetahuinya, melainkan jutaan pasang mata telah menyaksikan perbuatan kejinya, melalui media cetak maupun elektronik. Alih-alih malu menanggung aib akibat Kehamilan Tak Diinginkan (KTD), sang gadis nekad melakukan aborsi dan mengundurkan diri dari sekolahnya.

Ironis memang, seorang remaja yang semestinya masih memiliki kesempatan luas untuk mengenyam pendidikan di sekolah, terpaksa harus berhenti di tengah jalan karena salah pergaulan. Kasus yang dialami siswi SMU di Pasuruan itu bisa menjadi bukti bahwa kenakalan remaja tidak hanya didominasi oleh anak-anak yang broken home, tetapi bisa menjebak siapa saja. Pengaruh televisi, internet, dan handphone selama ini disebut-sebut sebagai pemicu maraknya kenakalan remaja.

Namun perlu disadari juga bahwa kenakalan remaja tidak semata-mata karena pengaruh berbagai media tersebut. Ada faktor lain yang juga sangat berpengaruh terhadap perilaku anak, yakni hubungan komunikasi antara anak dan orang tua atau keluarganya. Hubungan ini tidak lepas dari bagaimana pola didik yang diterapkan oleh orang tua terhadap anaknya, dan seperti apa komunikasi yang terjalin di antara mereka.

Di zaman sekarang, sebagian besar orang tua cenderung menyerahkan urusan pendidikan anak pada institusi yang dinamai sekolahan. Bahkan dari usia dini pun si anak sudah dipasrahkan pengasuhan dan pendidikannya di play group dan sejenisnya. Tujuannya agar mereka mendapat pendidikan yang lebih baik dan nantinya menjadi anak pintar. Banyak alasan mengapa orang tua sekarang lebih memilih memasukkan anak-anak mereka di institusi pendidikan sejak dini, daripada mendidiknya sendiri di rumah. Di antaranya, alasannya kesibukan orang tua sehingga merasa tak punya cukup waktu untuk mendidik anak di rumah. Namun ada juga yang berpikir praktis, orang tua yang merasa tidak mampu mendidik anaknya sendiri sehingga dipasrahkan pada para tenaga pendidik yang lebih profesional. alasan lainnya, orang tua ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi putra-putrinya.

Alasan-alasan tersebut memang tidak salah, sebab pada hakikatnya tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya tidak pandai. Melalui pendidikan di bangku sekolah, para orang tua berharap nantinya putra-putri mereka menjadi anak yang pintar dan sukses. Hanya saja, terkadang para orang tua kurang menyadari bahwa pendidikan di sekolah saja belum cukup untuk menjadikan anak baik, baik secara personal maupun sosial. Selama ini yang terjadi, kenakalan remaja terjadi bukan karena mereka tidak berpindidikan, tetapi lebih karena kurangnya perhatian dan komunikasi dengan orang tua atau keluarganya. Kesibukan orang tua mempersempit ruang komunikasinya dengan anak-anak.

Di samping itu, perhatian terhadap anak juga cenderung diabaikan. “Toh mereka sudah belajar di sekolah, dan kebutuhan mereka juga tercukupi dari hasil kerja orang tua. Perhatian apa lagi?” Padahal anak-anak butuh pendampingan dalam menghadapi setiap permasalahan yang dihadapinya. Mereka butuh “ilmu tambahan” dari para orang tua, di luar pelajaran yang diterima di kelasnya. Misalnya, pendidikan budi pekerti, belajar bersosialisasi dengan lingkungan di sekitarnya, belajar memecahkan permasalahan melalui sharring dengan orang-orang terdekatnya, dan masih banyak hal lainnya, yang tidak mereka dapatkan di sekolah. Kurangnya komunikasi antara anak dan orang tuanya juga sering menimbulkan percikan konflik yang berawal dari kesalahpahaman. Jika sudah demikian, biasanya anak akan mencari ‘sandaran’ pada teman-teman yang dianggapnya bisa menjadi curahan hati, atau pun senasib dengannya. Minimnya pengetahuan anak bagaimana membangun interaksi sosial yang baik sering membuat anak terjerumus dalam pergaulan yang salah. Tak heran jika akhirnya banyak remaja yang menjadi korban salah pergaulan.

Orang Tua selalu Benar?

Di masyarakat kita, kebanyakan orang tua masih menganggap anak yang nakal itu salah, tanpa melihat latar belakang dari kenakalan itu sendiri. Padahal, anak nakal itu umumnya karena mereka butuh perhatian lebih dari orang-orang di sekitarnya. Dangan kata lain, mereka merasa kurang mendapatkan perhatian. Jadi tidak selalu benar bahwa anak nakal itu salah. Dalam hal ini, orang tua dituntut mampu menangkap “sinyal-sinyal” semacam itu, dengan lebih berperan aktif dalam memerhatikan putra-putrinya.

Mau tidak mau orang tua harus menyadari bahwa kesalahan tidak selalu pada anak, tetapi sedikit banyak juga ada andil dari kesalahan orang tua dalam mendidik mereka. Memberi ruang bagi anak untuk membangun komunikasi yang baik dan intens dengan orang tua, melalui diskusi bersama keluarga dalam hal-hal ‘kecil’ maupun saat menghadapi masalah, bisa menjadi langkah antisipatif untuk menghindari kenakalan temaja. Penanaman sikap “berani berbuat, berani bertanggung jawab” juga akan membuat anak bertindak secara rasional, dan tidak mudah terjebak pada hal-hal yang merugikan dirinya dan orang lain.

Jika memang terlanjur berbuat salah, maka tekankan pada anak untuk bisa belajar dari kesalahannya sehingga ke depannya kesalahan itu tidak terulang lagi. Kita harus ingat bahwa orang yang baik bukan orang yang tidak bersalah, melainkan orang yang berani bertanggung-jawab atas kesalahannya dan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

Bookmark and Share

Tag/Label opini, orang tua, anak, komunikasi
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
13 komentar pada warta ini
Selasa, 02-12-2008 21:07:08 oleh: roodee

Bapak sibuk kerja, Ibu sibuk Arisan! Ortu tak care, di rumah bosen, yaa...ngumpul2, trus belajar n coba sesuatu yang aneh2 dech!
Nasibmu nak..nak..nak!




Rabu, 03-12-2008 22:09:36 oleh: uka

orang tua yang paling bertanggung jawab terhadap anaknya, karena anak adalah amanah dari Tuhan



Sabtu, 06-12-2008 20:26:45 oleh: Muhammad Affip

Orang tua lebih dulu ada sebelum anak-anak. Anak meniru orang tua itu pasti. Siapa yang salah? Pasti nggak ada yang mau disalahkan. Maka salahkan saja saya yang cuma bisa komentar.



Senin, 08-12-2008 19:28:22 oleh: trie

@ Mas Affip
Napa orang komentar mesti disalahkan? Bukankah itu justru menandakan klo sebenarnya Anda kritis terhadap permasalahan ini?




Rabu, 14-01-2009 15:16:06 oleh: gwen

bagus juga artikelnya..
saya ijin pakai beberapa kalimat untuk latar bealakang skripsi saya, boleh ya,mba..
terimakasih..




Kamis, 15-01-2009 13:47:02 oleh: trie

@gwen

thz komentarnya
boleh aja klo mo pake buat kepentingan skripsi




Selasa, 27-01-2009 12:26:27 oleh: aditya kristianto

tolong dituliss donk ARTIKEL YANG LEBIH HOT






Selasa, 27-01-2009 19:12:03 oleh: Trie

@aditya
thz masukannya.




Jumat, 30-01-2009 10:57:45 oleh: Lidya

Artikelnya bagus. Sy ingin menambahkan bahwa terkadang anak2 jg mendapat ancaman dr teman sebaya sehingga melakukan hal2 yg sebenarnya tdk diinginkannya. Pintar2 kita sbg orangtua mengajar anak utk waspada terhadap dunia luar.



Sabtu, 31-01-2009 15:10:41 oleh: Trie

@mbak lidya
makasih tambahannya. semoga tulisan ini bisa memberi pencerahan bagi banyak orang tua.




Rabu, 04-02-2009 11:45:24 oleh: trie

@Muh Afif
Mabuk mungkin memang menjadi sesuatu yang "sip" ya bagi sebagian orang? Tetapi jujur saya tidak setuju dengan hal tersebut. Akan lebih baik jika para generasi muda di negeri ini mengisi waktu luang dengan kegiatan yang lebih positif.




Minggu, 08-03-2009 10:57:29 oleh: jhuly tobing

Saya setuju dengan karya tulis ini. kesalahan bukan selalu dari anak, melainkan perhatian orangtualah yang kurang. bukan dari segi pendidikan saja, yang lebih penting adalah bimbingan secara Rohani kepada anak. dan yang paling tepat melakukannya adalah orangtua.




Selasa, 13-11-2012 10:23:54 oleh: ery

wah bagus sekali artikelnya.. saya suka pembahasannya,,



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY