Di dunia ini tidak sedikit anak-anak mengalami keterlambatan berbicara. Penyebabnya pun beraneka ragam. Banyak peneliti, pembicara yang telah menuliskan hal-hal tersebut bahkan tidak sedikit orang yang mengatakan hal itu biasa, tapi hati-hati karena sesuatu yang biasa itu bisa menjadi ‘luar biasa’.
Saya mencoba berbagi dengan apa yang telah dan sedang dialami, dilakukan oleh adik saya di kehidupannya sehari-hari dalam hal mencoba mencari jalan untuk mengatasi keterlambatan Jane (7 tahun) berbicara. Sekarang Jane sudah mengalami banyak kemajuan… :-)
Pada Jane, penyebab gangguan bicara:
Dari sisi otak:
Pernah terdapat perlambatan pada gelombang bicara di otak, melalui hasil EEG (Electroencephalogram) terlihat bahwa dulu otak depannya pernah berkembang belum sempurna, juga terdapat gangguan myelinasi pada daerah temporal otak. Inilah yang mengakibatkan gangguan motorik. Jane menjalani terapi auditori Tomatis untuk menstimulasi otak untuk bahasa melalui musik berfrekuensi tinggi dan suara ibu yang difilter dengan alat khusus untuk menghasilkan frekuensi yang tinggi dan stabil. Kuping kanan dominan dan daerah "bone conduction" merupakan fokus Tomatis.
Dari sisi struktur:
Menurut dokter osteopath, terdapat pergeseran "twisted" di daerah tulang occiput pada bagian kepala Jane. Hal ini otomatis mempengaruhi rahang, lidah dan bibir. Nah... dokter tersebut masih sulit untuk menyelesaikan masalah Jane, karena Jane masih sulit diam dalam posisi terlentang, juga tulang-tulang kepala Jane rada "bandel", keras sehingga sulit diadjust.
Nah, daripada terlarut dengan masalah yang belum selesai, maka mamanya mencoba menggunakan alat-alat oral motor, yang langsung pada organ. Mudah-mudahan organ lebih luwes, dan mungkin akan mempermudah pekerjaan si dokter osteopath nantinya.
Berikut ini adalah salah satu catatan adik saya untuk para orang tua yang mempunyai anak yang sedang atau akan menjalani terapi bicara. Ini dia tuliskan berdasarkan pengalamannya.
* * *
TIPS bagi para orang tua, MENGENAIHAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKUKAN LATIHAN-LATIHAN MOTORIK MULUT (“ORAL MOTOR EXERCISES”) UNTUK ARTIKULASI, DENGAN MENGGUNAKAN BANTUAN ALAT-ALAT TERAPI MULUT:
· Posisi tubuh anak yang dilatih:
Posisi tubuh harus duduk tegak dengan sudut 90 derajat (bayangkan posisi duduk: kepala sebagai salah satu sudut, tulang ekor sebagai sudut 90 derajat, lutut sebagai salah satu sudut lainnya). Posisi tungkai kaki dari lutut ke telapak kaki tidak menggantung. Beri penyangga jika menggantung, atau duduk di kursi khusus yang dapat diatur tinggi rendahnya.
· Organ-organ rahang dan bibir yang akan dilatih tidak dalam posisi mengunci atau dilakukan dengan posisi yang salah (terjemahan harafiah saya atas “fixing”). Untuk itu kita butuh “jiggler vibrator massager”, yang dilekatkan pada daerah rahang, pipi, dagu, bibir, selama beberapa saat sebelum memulai latihan, sehingga organ-organ tersebut lebih rileks. Catatan: Sebaiknya jangan menggunakan vibrator bagi anak yang mempunyai masalah gelombang kejang, sebab, adakalanya vibrasi memicu terjadinya gelombang kejang.
·Rahang merupakan dasar yang paling penting untuk artikulasi. Kita dapat menggunakan beberapa alat bantu :
Tahap pendahuluan I : ARK’s Probe atau Z-Vibe. Instruksi terlampir pada alat. (foto 1)

Tahap pendahuluan II : Red Chewy Tube, Yellow Chewy Tube, Purple Grabber, Green XT Grabber. Instruksi terlampir pada alat. (foto 2)

Program Inti I : Menggunakan “Jaw Grading Bite Blocks” sesuai instruksi pada alat. Terdapat sepasang alat dengan 6 tahap yang harus dilalui dengan sempurna, sebelum beralih ke program inti yang kedua. (Foto 3)
Catatan : Jane belum sampai pada tahap berikut ini tapi mamanya udah nyiapin alat-alatnya.

Program peralihan : Menggunakan “Progressive Jaw Closure Tubes Kit”sebelum beralih ke penggunaan sedotan untuk minum dan program pengembangan bicara lainnya. Instruksi terlampir pada alat.
Program Inti II : Menggunakan “Jaw Exerciser”. Terdapat 2 alat yang tahapnya harus dilalui dengan sempurna, sebelum melakukan program selanjutnya. Instruksi telampir pada alat. (Foto 4)

·Setelah melakukan program pada rahang, maka kita beralih ke program untuk bibir. Dari sekian banyak alat untuk melatih bibir, alat-alat dasar yang dapat dipergunakan: (Foto 5)

Flavored Tongue Depressor : agar bibir dapat mengatup dan menghasilkan bunyi m…., juga agar sensori hidung mendapat sensasi aroma buah (Catatan, tidak untuk anak yang sangat alergi terhadap aroma strawberi, anggur dan ceri). Jika alergi, gunakan tongue depressor yang tanpa aroma.
Horns : Perhatikan bahwa horn mempunyai beberapa tahap. Fokus utamanya adalah “lip closure” (bibir mengatup), dan seterusnya. Jika anak sama sekali belum mampu meniup, maka pergunakan “Pre-hierarchy horn”. Harap memperhatikan tahapan pada instruksi alat. Hal-hal penting yang perlu diingat: (1) horn tidak boleh digigit, (2) Jangan mempergunakan lebih dari 1 alat tiup selama latihan, (3) perhatikan target huruf yang seharusnya mampu diucapkan setiap kali hendak menuju ke tahap alat tiup berikutnya, (4) perhatikan nafas pada saat meniup, harus tampak pergerakan pada perut, bukan hanya pada dada, sebelum menuju tahap berikutnya, (5) perhatikan perhitungan pengulangan yang harus tercapai pada saat akan pindah ke horn berikutnya. Terdapat 12 horns, jika kita hendak mengikuti program dari “Talk Tools”. Beberapa bulan yang lalu, “Talk Tools” masih mempergunakan 14 horns. 2 horn tidak mereka pergunakan lagi saat ini, tetapi, bagi saya, merupakan program “optional”.
ARK’s Z Vibe : Baca instruksi pada alat, “tips”(alat pada ujung) mana yang diperlukan untuk melatih bibir.
Jiggler Vibrator : Dapat sebagai pengganti boneka untuk melatih bibir anak dalam mengatup dan mencium pada program “kiss” yang terdapat pada buku “Oral-Motor Exercises for Speech Clarity” yang diterbitkan oleh “Talk Tools”.
·Setelah program pada bibir, maka kita lanjut ke program untuk lidah: (Foto 6)

Seringkali kita melatih gerakan lidah dengan mengarahkan anak untuk menjulurkan lidah ke luar, ke bibir, padahal, jika kita perhatikan, pada waktu kita berkata-kata, kita tidak pernah berbicara sambil lidah terjulur ke luar. Jadi, latihan yang lebih cocok, adalah, latihan lidah di dalam rongga mulut.
Straws : Perhatikan bahwa straws (sedotan) mempunyai beberapa tahap. Sesuai dengan titik-titik mana yang hendak dikuatkan pada lidah. Hal-hal yang penting untuk diingat: (1) straws tidak boleh digigit, (2) Jangan mempergunakan lebih dari 1 sedotan selama sesi latihan atau paling tidak selama 1-2 minggu sampai tahapnya berhasil. (3) Perhatikan instruksi, berapa bagian sedotan yang boleh masuk ke mulut. (4) Perhatikan jumlah air yang harus diminum selama durasi tertentu, untuk menilai keberhasilan penggunaan setiap straws.
ARK’s Z Vibe :Baca instruksi pada alat, ”tips” mana yang diperlukan untuk melatih lidah.
Toothettes dengan atau tanpa Vibrator: Baca instruksi penggunaannya pada alat. Sebaiknya jangan menggunakan vibrator untuk anak yang mempunyai gelombang kejang, jika gelombang kejangnya dapat terpicu oleh getaran (vibrasi).
Tongue Tip Lat-Elev Tool Set : Untuk latihan lidah tingkat lanjut.
Demikian, tips singkat ini saya buat untuk membantu para orang tua. Metode yang dijalankan oleh Sara R. Johnson (“Talk Tools”), menurut saya, sangat sistematis dan tujuannya jelas (Foto 7). Namun, adakalanya, kita harus melakukan modifikasi, jika terdapat kesulitan dalam menyelesaikan satu program, mengingat setiap anak berbeda. Cara-cara menggunakan alat, sebagian besar saya baca dari buku, ikut pelatihan, dan saya lihat dari terapis oral motor anak yang menjalankan teknik “Talk Tools”.

Saya bukan terapis, agen, ataupun praktisi berlisensi dari “Talk Tools”, untuk itu saya sangat menganjurkan untuk meminta saran dari terapis (tentu saja yang mengerti penggunaan alat-alat dari “Talk Tools”), ikut pelatihan yang diselenggarakan oleh “Talk Tools”, membaca buku, serta menonton DVD yang dijual oleh mereka, jika ingin menjalankan program-program dari mereka. Alat-alat mereka sangat banyak. Semuanya mahal bagi saya. Namun, mengingat sebagian besar alatnya selalu dilampiri dengan instruksi, serta dapat kita kerjakan sendiri, tentu saja pada akhirnya dapat mengirit pengeluaran. Dan, yang terutama, anak saya dapat bertambah maju.
Program-program “Talk Tools” ini tidak menggantikan program terapis wicara konvensional, namun menurut saya, sangat membantu anak-anak yang mempunyai gangguan motorik mulut, seperti anak saya. Silakan browse www.talktools.net untuk melihat variasi alat-alat mereka. Mohon maaf, jika terdapat hal-hal yang kurang dimengerti atau kurang berkenan.
Salam, Rosa (mama Jane)
* * *
Selain dari terapi di atas, Jane juga menjalani terapi yang meliputi fisik untuk motorik, sensory dan reflex integrasi. Tulisan ini saya buat agar para orang tua yang mempunyai anak ‘special’ tetap mempunyai semangat karena setiap kesulitan pasti ada jalannya walaupun jalan itu berbeda-beda asal kita semua berusaha. Semoga ini bisa membantu.