Ajeng Tiara

Lost In Post (Tersesat di Kantor Pos)

Selasa, 25-11-2008 14:00:20 oleh: Ajeng Tiara
Kanal: Layanan Publik

Siang kemarin (24-11-2008), saya mendatangi Kantor Pos Besar di Jakarta Pusat. Tujuannya untuk mengklaim sebuah paket dari saudara saya di USA yang sudah hampir sebulan belum juga sampai di rumah. Padahal dari sana janjinya hanya sepuluh hari. Dan saya hanya tahu kalau kita dikirimi paket lewat pos, berarti kita hanya duduk manis di rumah menunggu paket tersebut datang.

Sebenarnya sudah empat kali saya mengklaim ke kantor pos Jakarta Selatan dan jawabannya selalu sama, menyuruh saya untuk mengurusnya ke kantor pos pusat karena masih tertahan di bea cukai. Pikiran saya kalau memang ada masalah di paket tersebut, mengapa tidak ada pemberitahuan ke pihak saya untuk mengurusnya. Karena sebenarnya saya hanya dititipi alamat saja (barangnya bukan milik saya), jadi saya mengklaim hanya karena memegang amanah.

Saya masuk ke bangunan tua itu tepat sebelum adzan dzuhur berbunyi. Pertama saya bertanya pada satpam di luar gedung yang menyarankan saya masuk ke dalam saja. Di dalam kantor pos saya dirujuk ke loket 24 yang ternyata adalah customer service. CS menyuruh saya turun satu lantai menemui Pak Gatot.

Seorang petugas menyuruh saya masuk ke dalam ruangan berisi kotak-kotak besi yang ternyata adalah pusat penyimpanan surat-surat beralamat PO BOX. Tidak ada petugas yang berjaga disana, saya lihat banyak sekali surat-surat tua yang sudah berdebu yang sepertinya tidak ada yang mengklaim. Saya bertanya lagi pada seorang petugas dimana harus menemui Pak Gatot. Saya dibawa ke sebuah ruangan yang berisi banyak sekali paket dalam troli-troli besi yang besarnya seperti sangkar harimau sirkus. Pak Gatot duduk di tengah sambil sibuk mengetik di komputernya.

Ketika saya tanya perihal kiriman paket saya, ia mengecek statusnya di komputer di hadapannya. Ia bilang kalau paketnya belum sampai kepadanya, saya dioper lagi untuk menemui Pak Kris atau Pak Joko. Lagi-lagi saya seperti orang bego dibawa ke sebuah ruangan besar berisi karung-karung dengan tulisan beraneka ragam negara. Pak Kris dan Pak Joko duduk di salah satu sudut ruangan. Setelah sibuk membuka berbagai dokumen, saya diberitahukan kalau sebenarnya kiriman saya sudah sampai pada tanggal 4 November yang lalu, tetapi masih tertahan di kantor bea cukai.

Saya dioper lagi menuju lantai tiga kantor berbangunan tua tersebut. Saya disuruh mencari Pak Mardi. Seorang petugas mengatakan kalau Pak Mardi tidak masuk hari ini jadi temui saja Pak Zufri. Saya menemui Pak Zufri, setelah sibuk memeriksa lagi Pak Zufri mengoper saya ke Pak Mardi (Yang ternyata ada di sana). Pak Mardi menanyai saya tentang faktur harga barang yang ada di paket saya yang adalah sebuah komputer jinjing (laptop).

Saya balik bertanya apakah bapak masih menyimpan faktur harga sebuah barang yang bapak beli hampir enam tahun lalu. Kalau kakek saya mungkin masih, karena beliau hobi sekali mendata setiap kegiatan termasuk harga sebotol minyak angin Cap Kapak sepuluh tahun lalu. Sekali lagi, ada berapa orang di dunia yang melakukan hal tersebut. Tokonya sekalipun mungkin sudah tidak punya data lagi.

Akhirnya Pak Mardi menghitung bea untuk paket saya berdasarkan harga baru yang setelah dihitung dari beanya sebesar15%, PPN 10 % ditambah biaya lain-lain jatuhnya sekitar Rp 1.500.000,-. Padahal laptop itu processornya hanya Celeron yang kalau dijual dengan harga Rp.2.000.000,- saja sudah syukur alhamdulillah.

Wah, masalahnya ini bukan barang saya jadi agak tidak rela juga kalau harus merogoh kocek sedalam itu. Kalau bukan saya siapa lagi yang akan mengurus karena semua diatasnamakan saya. Lagipula saya memang tidak punya uang sejumlah itu. Jadilah saya disuruh menunggu hampir tiga jam lamanya. Siapa yang tidak kesal dibiarkan membuang waktu seperti itu. Ketika Pak Mardi kebetulan lewat dihadapan kami dia hanya berkata begini “Masih betah ya nunggu?”.

Kekesalan saya memuncak ketika ibu saya menelepon karena anak saya rewel. Seorang pegawai bea cukai perempuan (sepertinya jabatannya lebih tinggi dari Pak Mardi) merasa kasihan dan mencoba membantu. Alih-alih membantu dia meminta uang sebesar Rp 400.000,- dengan alasan untuk bagi teman-teman juga.

Karena sudah tidak mau berlama-lama, saya mengeluarkan semua uang yang saya pegang sebesar Rp 242.500,-. Suami saya menahan Rp 2500 dengan tujuan untuk membayar parkir motor. Si ibu mengambil Rp 240.000,- tersebut dan mengeluarkan sehelai berkas berstempel “BARANG BEBAS BEA dan CUKAI”. Saya disuruh kembali menemui Pak Kris di jawatan Pos untuk mengurus barang.

Apakah barang saya sudah bisa diambil? Belum, karena saya tidak punya Rp 50.000 lagi maka barang saya hanya bisa diambil sehari lagi di Kantor Pos Jakarta Selatan di Jl.Fatmawati. Oh negeriku, birokrasi tak pernah mati…

 

Bookmark and Share

Tag/Label pos, bea cukai, birokrasi, suara rakyat, ajeng tiara
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
12 komentar pada warta ini
Selasa, 25-11-2008 15:28:50 oleh: Yunus Bani Sadar

Kelewatan bener, Kantor Pos...pantesan gak pernah bisa bersaing sama FEDEX atau DHL...lawan TIKI juga pasti keok...

Saya baca tulisan ini kok jadi marah sendiri ya, sama PT POS...kesannya tuh kayak mentang-mentang gajinya rendah trus pegawainya bisa semaunya...

ditulis aja di situs PT POS, mbak Ajeng.... kayaknya sih ada..atau di KOMPAS...mereka pasti baca...




Rabu, 26-11-2008 06:21:34 oleh: ical

judulnya salah.
seharusnya "...Bea dan Cukai"




Rabu, 26-11-2008 08:07:01 oleh: Sandhy.ED

Yup..., yang br*****k kayaknya si Bea Cukai itu ^_^



Rabu, 26-11-2008 09:42:13 oleh: Silvi Anhar

duh mbak ajeng sabar ya :) kalo aku duhh dah aku tinggalin deh, nyuruh siapa gitu hehehe...
mbak ajeng, aku juga dah kapok berurusan ma pos.. abis pernah juga dioper2 gitu, jadinya kalo ada yg nyuruh ngirim2 nih, aku ga mau lagi di PT.Pos, cari yg lain aja, walau dikit mahal, yg penting urusannya ga ribet. :)




Rabu, 26-11-2008 12:33:34 oleh: Ajeng Tiara

Sebenernya sih memang Bea cukai yang bermasalah. Cuma kalo judulnya LOST IN BEA CUKAI kan jadi gak lucu... Jadi bikin Lost In Post aja, kan memang saya "nyasarnya" di gedung pos.

Untuk PT Pos sendiri saya akui tidak ada masalah berarti, dalam arti mereka semua perduli pada customer, setiap ada yang celingukan langsung ditanyai "ada yang bisa dibantu" dengan ramah dan sopan. Cuma masalah dibin mondar-mandir aja yang sebel.




Rabu, 26-11-2008 12:47:59 oleh: Yunus Bani Sadar

tetep aja kantor pos juga salah, ada pelanggan kok gak dibantu dengan baik...masak minta2 duit...kan gak bener tuh...secara kantor pos kan emang tempat transitnya barang2...masak ngambilnya di kantor bea cukai...



Rabu, 26-11-2008 13:00:42 oleh: Ajeng Tiara

Ngambilnya tetap di pos mas yunus. Sebenarnya setelah urusan bea cukai selesai, barang akan diantar langsung ke alamat. Tetapi saya khawatir kalau sampai dirumah barangnya tidak utuh lagi, jadi saya yang ambil untuk mempersempit "tersangka" kalau-kalau barang tidak utuh. ALhamdulillah sih lengkap, tetapi sudah berantakan.




Rabu, 26-11-2008 20:37:56 oleh: ical

@yunus bani sadar

jika paket pos biasa alias domestik, benar pos yang salah.
semua barang dari LN jika dikirim dengan jasa kurir, baik pos dan brand terkenal..biasanya akan jadi santapan oknum bea dan cukai.
penyedia jasa tidak akan bisa berkutik.

sekiranya sih semua sadar, kenapa mister Anwar sang petinggi bea cukai tahu bahwa dirinya di cap dengan kependekan namanya sendiri, ketika sang anakbuah kaget di obok-obok KPK.

Biasanya "barang bebas cukai" jika tidak melalui peristiwa seperti Ajeng Tiara, akan ditelantarkan sampai busuk alias tidak berbentuk.

Selebihnya akan timbul berita acara pemusnahan. mohon maaf, silahkan anda sendiri membayangkan apa dan bagaimana maksud pemusnahan tersebut.




Selasa, 20-01-2009 14:42:36 oleh: Andi92

Saya orang Bea Cukai.
Juga pernah di POs Lalu Bea.

Saya prihatin dan sedih, banget. Masih ada mental temen2 kayak gitu.
Tega banget.

Mb Ajeng, Mbak semestinya mendapatkan pelayanan yang jauh lebih baik dari itu.

Silakan share pengalaman Mb Ajeng di www.bea-cukai.blogspot.com atau untukbeacukai.blogdetik.com

Layanan BC di Pos harus direform SEGERA!




Selasa, 20-01-2009 15:15:57 oleh: Ajeng Tiara

Setuju! Setuju!



Kamis, 09-07-2009 09:19:38 oleh: bisot

mari perhatikan alur proses pelayanan pos oleh bea cukai di sini:
http://www.scribd.com/doc/17216582/kiriman-pos

selebihnya laporkan ke atasannya, atau kenapa gak langsung lapor ke dirjennya




Minggu, 15-11-2009 20:27:36 oleh: arimbi

baca deh >>>> http://maharaniarendra.multiply.com/journal/item/1/BEA_CUKAI



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
diekie   pada  Suzuki Skywave 125
dedi   pada  Tiara Express Taxi
wawan   pada  Kawasaki Kaze R

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
zahra: hum.. gara2 ada pop screen, pulsa sering kebuang.. huh,

Suara kita selengkapnya... (14 komentar)



Suara Kita Terbaru:
zahra   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
081379132222   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
panglima perang   pada  Usai UN Pelajar Tawuran, Empat Dirawat di Rumah Sakit

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-7222921 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY