
Istana Negara Indonesia, siapa yang tidak tahu istana ini. Ikka yakin hampir seluruh rakyat Indonesia tahu istana ini. Istana yang terletak di pusat kota, berseberangan dengan Tugu Monas, menarik perhatian setiap orang yang melewatinya. Kalau kita sering memperhatikan, setiap perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia seluruh stasiun TV Indonesia menampilkan upacara pengibaran maupun penurunan bendera yang sedang terlaksana di Istana Negara ini. Hemmm... serasa ingin berada disana.
Kompleks Istana terdiri atas Istana dan Kompleks Sekretariat Negara. Di selatan ada Jalan Medan Merdeka Utara, berhadapan langsung dengan Lapangan Monas. Melalui pintu utama terdapat pintu yang sewaktu-waktu dibuka hanya untuk presiden, wakil presiden, dan pemimpin negara yang berkunjung. Sedangkan untuk pintu masuk kendaraan dinas dan staf berada di bagian timur Istana, di Jalan Veteran III. Pintu masuk itu langsung mengarah ke Setneg.
Sekarang istana dibuka untuk umum lho...sejak bulan Mei 2008 ini. Sepertinya seru juga kalau kita berwisata ke Istana Negara ini. Mungkin Ikka akan sedikit menceritakan tur ke istana Negara ini. Siapapun yang berkunjung ke istana ini boleh masuk secara gratis dan akan dipandu oleh guide profesional yang terlatih dan menguasai sejarah Istana Kepresidenan. Guide tersebut dari wanita TNI/Polri yang sudah diberi latihan khusus. Coba, dimana lagi kita bisa jalan-jalan gratis dengan pemandu pula.
Untuk mengikuti tur ini para pengunjung diwajibkan mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku. Buat yang mau berkunjung kesana tolong peraturan di bawah ini dibaca baik-baik ya...
Persyaratan pengunjung:
- Membawa kartu identitas asli (KTP, Kartu Pelajar/Mahasiswa, Paspor, atau ID).
- Berpakaian rapi (tidak memakai jeans, celana pendek, kaos oblong dan sandal, kecuali anak dibawah 12 tahun dan berseragam sekolah).
- Berperilaku sopan dan menghargai lingkungan Istana Kepresidenan sebagai tempat tinggal Presiden dan keluarganya, serta tempat kerja Presiden sehari-hari.
- Pengunjung wajib mematuhi semua peraturan yang ditetapkan oleh Istana Kepresidenan.
- Pengunjung wajib memenuhi pengaturan yang dilakukan oleh petugas.
Tata Tertib Pengunjung Wisata Istana:
- Dilarang membawa senjata api, senjata tajam, bahan peledak dan benda-benda lain yang membahayakan.
- Dilarang membawa tas, makanan, minuman di dalam lingkungan Istana Kepresidenan.
- Dilarang merokok di dalam lingkungan Istana.
- Dilarang mengaktifkan & menggunakan handphone selama berada dalam lingkungan Istana.
- Dilarang menggunakan kamera di dalam lingkungan Istana, kecuali oleh fotografer resmi Istana, fotografer Istana telah disediakan termasuk pemrosesannya
- Dilarang melakukan aktivitas politik dalam bentuk apapun selama mengikuti tur.
- Dilarang melakukan orasi atau demonstrasi, menggelar poster atau spanduk, atau penyebaran pamplet selama melakukan tur.
- Dilarang menggunakan busana atau atribut dengan tulisan, atau gambar, atau simbol, atau bentuk yang patut diduga sebagai perwujudan butir 7 dan 8.
- Dilarang membuat keributan, kegaduhan, keonaran di dalam lingkungan Istana.
Nah, itulah peraturan-peraturan yang harus ditaati. Walaupun tidak bisa mengambil foto, nantinya setiap rombongan akan difoto di depan istana oleh juru foto istana. Kalau untuk yang ini setiap orang yang ingin mencetak fotonya akan dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000,-
Sebelum tur dimulai, para pengunjung diminta untuk mendaftarkan diri terlebih dahulu. Untuk pendaftaran ini, Ikka akan mewakili pendaftaran rombongan kita. Jadi, untuk yang mau ikut bisa menyerahkan kartu identitasnya ke Ikka sebelum acara turnya dimulai. Di tempat pendaftaran ini pula teman-teman bisa menitipkan barang bawaannya, nanti kita dapat loker khusus dan kunci lokernya bisa kita bawa. Di tempat penitipan ini juga ada etalase yang menyajikan benda kenangan yang rekan-rekan bisa beli untuk kenang-kenangan dari istana.
Dari tempat pendaftaran ini, rombongan akan menaiki bis yang sudah disediakan oleh pihak istana untuk menuju ke sebuah aula. Nah, sebelum kita tur ke lingkungan istana dan istananya sendiri, di aula ini kita akan disajikan sebuah film yang menceritakan tentang sejarah istana ini sekitar 30 menit. Setelah berakhirnya film ini, kita akan mulai dipandu oleh pemandu wanita untuk memulai tur keliing istana.
Selama perjalanan, rombongan tur akan mendapatkan cerita sejarah berdirinya Istana Merdeka, Istana Negara, Kantor Kepresidenan, sampai keluarga Presiden Bung Karno yang pernah tinggal di Istana. Pemandu wanita ini akan menceritakan mengenai sejarah, serba-serbi istana mulai dari arsitektur maupun flora dan fauna serta lukisan yang ada di Istana. Tak hanya itu pula pengunjung dapat bertanya apa saja mengenai benda-benda yang terdapat di istana sampai puas, dan dengan senang hati para pemandu wanita akan menjelaskannya.
Begitu tiba di kompleks Istana, masuk melalui pintu khusus yang telah disiapkan untuk pengunjung. Ketika memasuki pintu masuk ini, pengunjung pertama kali akan dikenalkan dengan Masjid Baiturrahim, yang masuk dalam lingkup kompleks Istana Negara dan menjadi tempat Presiden untuk beribadah, seperti salat Jumat yang rutin dilakukan Presiden di masjid ini. Selain itu, pengunjung akan mendapatkan informasi mengenai flora dan fauna yang berada di sekitar lingkungan istana.
Sesampainya di halaman depan yang biasa digunakan untuk upacara peringatan hari kemerdekaan, kita akan mendapat sesi pemotretan oleh juru foto istana. Untuk yang ingin mencetaknya, nanti akan ada petugas yang memberikan kartu bukti bahwa kita mau mencetak foto tersebut, untuk pembayaran foto ini dapat dibayarkan setelah tur berakhir di tempat pendaftaran depan dan satu lembar foto bisa kita bawa pulang.
Setelah berfoto di depan istana mulailah kita mengelilingi istana bagian dalam, disini kita juga bisa bertanya dan akan dijelaskan pula oleh pemandu tur.
Ruang resepsi
Dalam ruangan ini banyak sekali benda-benda seni seperti lukisan, patung, keramik dan gading asli Thailand. Koleksi lukisan di Museum Istana Kepresidenan ini tersimpan karya pelukis-pelukis Indonesia ternama. Antara lain, Affandi, Basoeki Abdullah, S. Sudjojono, Rudolf Bonet, Dullah, AD Pitous, dan Fajar Sidik. Tepat di atas ruangan ini terdapat dua lampu besar yang berasal dari Chekoslovakia. Di sebelah kanan ruang resepsi terdapat dapur dan ruang kerja Presiden.
Ruang Jepara
Ruangan ini dinamakan ruang Jepara karena di dalamnya terdapat pilar-pilar dan kursi-kursi yang terbuat dari kayu Jepara asli. Tempat ini berfungsi sebagai ruang pertemuan bagi Presiden dengan kepala-kepala negara yang berkunjung ke Indonesia. Di seberang ruang Jepara terdapat ruang tamu yang diperuntukkan bagi istri-istri kepala negara, di dalamnya terdapat tanaman dalam pot dan juga lukisan-lukisan yang bernuansa cerah.
Ruang Kredensial
Ruangan ini merupakan tempat Presiden menerima tamu-tamu luar negeri ataupun duta-duta negara yang akan menyerahkan dokumen-dokumen penting, melantik duta-duta besar dan juga sebagai tempat bapak Presiden menerima ucapan selamat dalam peringatan hari kemerdekaan RI setiap tanggal 17 Agustus. Di tempat ini pula, almarhum mantan Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya sebagai Presiden.
Dari ruang Kredensial, rombongan akan menuju ke taman yang menghubungkan Istana Merdeka dan Istana Negara. Di taman yang luas ini, banyak terdapat patung-patung koleksi dari Bung Karno, serta lapangan mini golf. Selain taman, diantara Istana Merdeka dan Istana Negara juga terdapat kantor tempat pertemuan antara Presiden dengan menteri-menteri yang juga berfungsi sebagai tempat konperensi pers yang dilakukan oleh Presiden maupun Menteri-menteri. Di sekitar lingkungan taman ini kita akan menjelajah arena mading dimana gambar-gambar foto kegiatan presiden SBY terpampang disana.
Setelah berkeliling di istana kita akan menaiki bis menuju ke tempat pendaftaran depan. Sesampainya di tempat pendaftaran ini maka tur selesai, pengunjung bisa mengambil tas yang dititipkan, kartu identitas, serta hasil foto jepretan juru foto istana. Bagi yang ingin membeli benda kenangan dari istana, saat ini paling tepat mencari benda yang paling berkesan untuk kenangan kunjungannya.
Daftar Harga Souvenir Istana ( Sumber : http://www.presidensby.info/index.php/serbaserbi/2006/04/15/7.html )
- Stiker Logo Istana : mulai dari Rp. 5.000 keatas
- Gantungan Kunci : Rp. 25.000
- Pematik Rokok : Rp. 65.000
- Pin : Rp. 15.000 - 25.000
- Kipas Tangan : Rp. 10.000
- Dompet Wanita : Rp. 125.000
- Dompet Laki-laki : Rp. 125.000
- Ikat Pinggang : Rp. 200.000
- Pembatas Buku : Rp. 50.000
- Asbak : Rp.75.000
- Tempat Obat : Rp. 75.000
- Payung : Rp. 45.000 - 60.000
- Topi : Rp. 45.000
- Kaos : Rp. 25.000 - 75.000
- Jaket Kulit : Rp. 750.000 - 850.000
- Tas : Rp. 110.000 - 350.000
- Plakat Hiasan : Rp. 450.000 - 650.000
- Mug : Rp. 30.000 - 60.000
- Jam Dinding : Rp. 55.000 - 385.000
Disini juga terdapat kantin yang nyaman, bisa di dalam ruangan AC atau diluar pada gazebo yang berada di bawah pepohonan. Dengan harga yang menurut Ikka murah (menurut pengalaman Ikka, makan satu porsi nasi, ayam goreng, lalapan, dan sambal, total habis Rp.10.000,- untuk minuman juga harganya standar kok... ). Nah di persinggahan terakhir ini, nanti kita coba saling mengenal satu dengan yang lainya. Hemm... jadi nggak sabar ketemu dan kumpul.
Jadi gimana setelah mendengar cerita Ikka, berminat untuk ikut? Rencananya acara tur ini akan dilaksanakan pada:
- Tanggal : Minggu, 16 November 2008
- Jam : 09.00 WIB - sekitar jam 12.00 WIB
- Tempat kumpul : Tempat parkir, di depan tempat pendaftaran (parkiran setneg, masuk dari Jalan Veteran III).
Untuk yang berminat bisa mendaftarkan diri melalui:
- Email : ikka@intimedia.com
- YM : www.ikka@yahoo.com
- SMS : 0856 124 8810, atau bisa melalui komentar artikel ini.
Oke... jangan lupa ajak teman, pacar, keluarga, dan saudaranya yaaaa biar rame. Selain bisa lebih mengenal Istana Negara, kita juga bisa saling mengenal dan berbagi cerita.