Dr Widodo Judarwanto Spa

UU Pornografi Selamatkan Anak Indonesia

Minggu, 02-11-2008 08:49:17 oleh: Widodo Judarwanto
Kanal: Opini

UU Pornografi Selamatkan Anak Indonesia

Undang-Undang (UU) Pornografi adalah suatu produk hukum berbentuk undang-undang yang mengatur mengenai pornografi. UU ini disahkan menjadi undang-undang dalam Sidang Paripurna DPR RI pada 30 Oktober 2008. Namun, aturan hukum ini sedari awal sudah memancing kontroversi yang demikian besar di berbagai lapisan masyarakat.

Di pihak yang mendukung tentunya karena ancaman tergerusnya moral bangsa ini oleh paparan pornografi dan pornoaksi yang semakin mengkawatirkan. Sebaliknya, berbagai pihak akan kawatir terusik kepentingan profesionalitas, budaya, sosial dan terutama ekonomi menjadi terancam.

Bila disimak lebih cermat dengan segala kelebihan dan kekurangannya, mungkin UU ini berkontribusi dalam melindungi kepentingan hak anak yang terabaikan. Kontroversi tersebut seharusnya dapat lebih diminimalkan bila harus melihat kepentingan yang lebih besar yaitu untuk melindungi moral bangsa dari ancaman pornografi terutama usia anak.

Tujuan luhur UU pornografi adalah mewujudkan dan memelihara tatanan kehidupan masyarakat yang beretika, berkepribadian luhur, menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, serta menghormati harkat dan martabat kemanusiaan. Sedangkan yang berkaitan dengan kepentingan anak adalah untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi warga negara dari pornografi. Aturan hukum yang baru ini diharapkan cukup menjawab kekawatiran semua orang tua dari ancaman pornografi yang semakin mengancam anak di era tehnologi modern ini. Sebenarnya beberapa aturan lain juga diharapkan melindungi anak dari ancaman pornografi.

Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child on the sale of children, child prostitution and child pornographyyang telah ditandatangani Indonesia pada 24 September 2001 mendefinisikan pornografi anak sebagai "Setiap representasi, dengan sarana apapun, yang melibatkan anak secara eksplisit dalam kegiatan seksual baik secara nyata maupun disimulasikan, atau setiap representasi dari organ-organ seksual anak untuk tujuan seksual". Protokol Optional Konvensi Hak Anak sesungguhnya telah menegaskan tidak adanya toleransi (zero tolerance) untuk pornografi anak. Mulai dari pembuatan, penyebaran sampai kepemilikan pornografi anak dianggap kejahatan pornografi anak. Secara eksplisit dalam Konvensi ILO No. 182 mengenai Pelarangan dan Tindakan Segera Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak. Diantaranya adalah pelibatan anak dalam materi pornografi yang juga merupakan salah satu bentuk kerja terburuk anak. Indonesia telah meratifikasi kedua Konvensi tersebut sehingga negara memiliki kewajiban untuk melakukan langkah-langkah sistematis untuk memberikan perlindungan terhadap anak melalui pencegahan dan penghapusan pornografi anak.

Pornografi ancaman untuk anak

Pornografi anak di Indonesia saat ini semakin marak dan semakin mengkawatirkan. Kemajuan informasi dan tehnologi yang demikian pesat memberi manfaat yang cukup besar. Tetapi ternyata juga berdampak negatif luar biasa. Media pornografi anak semakin mudah untuk diakses melalui media elektronik dan cetak. Begitu mudahnya setiap anak untuk melihat materi pornografi melalui internet, handphone, buku bacaan dan VCD. Kemudahan mengakses materi pornografi dapat mencontoh aktivitas seksual sesuai dengan adegan yang ditontonnya. Inilah yang menyebabkan kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh sesamanya.

Di masa mendatang pornografi internet adalah bencana besar terhadap anak yang bakal menghantui orangtua. Belum lagi semakin menjamurnya bisnis warnet yang dengan leluasa dijelajahi secara bebas oleh anak-anak. Sebuah kelompok hak anak-anak melaporkan, jumlah website yang menyediakan pornografi anak-anak tahun lalu meningkat dengan 70 persen. Didapatkan fakta mencengangkan lainnya bahwa pornografi masih menjadi konsumsi tertinggi bagi para pengakses internet. Ternyata didapatkan 12% situs di dunia ini mengandung pornografi. Setiap harinya 266 situs porno baru muncul dan diperkirakan kini ada 372 juta halaman website pornografi. Sedangkan 25% yang dicari melalui search engine adalah pornografi. Ternyata peminat pornografi internet demikian besar 35% dari data yang diunduh dari internet adalah pornografi, setiap detiknya 28.258 pengguna internet melihat pornogafi dan setiap detiknya $89.00 dihabiskan untuk pornografi di internet.

Kata "sex" adalah kata yang paling banyak dicari di internet sedangkan pendapatan Amerika Serikat dari pornografi di internet tahun 2006 mencapai $2.84 milyar. Website pornografi yang traffic-nya paling tinggi adalah Adult Friend Finder, menduduki peringkat ke-49 dengan 7.2 juta pengunjung. Melihat demikian menggiurkanya potensi bisnis tersebut, maka tentunya akan diikuti pesatnya perkembangan pornografi internet. Fenomena ini secara pasti akan mengancam moral anak Indonesia bila tidak aturan hukum yang memayunginya. Anak seringkali dijadikan komoditas seksual, utamanya anak perempuan.

Anak yang dijadikan model pornografi mengalami kerusakan perkembangan fisik dan psikis yang dapat menghancurkan masa depan anak. Mereka seringkali menjadi rendah diri bahkan mendapat masalah kesehatan mental yang parah. Terlebih lagi, mereka umumnya dikucilkan oleh masyarakat di lingkungannya, diberi label sebagai "anak yang tidak bermoral" dan bahkan kehilangan haknya untuk memperoleh pendidikan. Pornografi anak biasanya menjadi sasaran bagi oleh kaum fedophilia yang mendapatkan kepuasan seksual dengan melihat dan melakukan hubungan seksual dengan anak. Keberadaan pornografi anak tidak hanya menyebabkan model pornografi anak mendapatkan kekerasan fisik, psikis dan seksual di dalam proses pembuatannya. Pornografi anak yang menyebar bebas akan meningkatkan berbagai kekerasan seksual terhadap anak dilakukan oleh orang dewasa ataupun bahkan oleh sesama anak.

Demi menyelamatkan anak Indonesia

Kekawatiran ancaman ponografi terhadap anak yang demikian besar tersebut bila tidak dicermati akan dapat merusak moral anak Indonesia. Hal ini bila terjadi berlangsung lama tanpa ada yang membentengi maka dapat dibayangkan akibatnya. Berapa banyak lagi anak Indonesia yang akan menjadi pelaku sekaligus korban kekerasan seks. Mungkin akan banyak anak Indonesia akan terbius oleh pesona pornografi sehingga perkembangan mental dan moralnya akan pasti mengganggu kualitas hidup dan prestasinya. Malapetaka ini akan semakin memilukan, karena pornografi sangat dekat dengan tindakan buruk lainnya seperti penyalahgunaan minuman keras, narkoba, kriminalitas dan kehidupan seks bebas. Bila ini terjadi efek domino dan mata rantai yang diakibatkan oleh paparan pornografi terhadap anak akan menimbulkan persoalan bangsa yang lebih besar lagi.

Gambaran moral anak Indonesia saat ini sangat menentukan kualitas hidup masa depan bangsa ini. Harus dimaklumi, penerapan UU ini pasti disertai kekawatiran terhadap kelangsungan budaya, sosial, adat istiadat dan ekonomi yang terkorbankan. Tetapi, seharusnya kekwatiran tersebut pasti dapat dilakukan jalan keluar yang lebih bijaksana. Kekawatiran yang berlebihan tersebut mungkin dapat disikapi dengan bijak bila melihat dampak buruk pornografi yang mengancam anak cucu kita. Kalaupun kekawatiran itu tetap tidak bisa dikesampingkan, mungkin dibutuhkan pengorbanan sementara untuk dilakukan evaluasi dalam satu kurun waktu tertentu. Bila memang hal itu benar-benar terjadi maka pemerintah harus mengeluarkan peraturan pemerintah untuk mengatasinya. Kalau perlu dilakukan Judicial Review dan amandemen UU bila memang terjadi masalah yang lebih berat dan sistemik.

Tetapi semua pihak harus berpikir positif dan lebih bijak dalam menyikapinya. Tampaknya sejauh ini mungkin tidak ada aturan positif yang malah merugikan. Kalaupun itu terjadi mungkin harus dikaji lebih arif bahwa benturan itu terjadi karena perilaku tersebut mungkin tidak sesuai dengan harkat martabat universal yang dianut manusia berbudaya dan beragama. Jangan sampai hal mulia ini dijadikan alat komoditas politik atau kepentingan picik segelintir manusia. Harapan anak Indonesia terhadap UU pornografi untuk melindungi mereka sangat besar. Jangan sampai harapan ini disia-siakan bila nantinya penegak hukum lemah dalam penerapannya. Jangan sampai hal ini menjadikan bangsa ini selalu perkasa dalam menciptakan hukum dan undang-undang tapi loyo dalam penegakannya.

 


Bookmark and Share

Tag/Label uu pornografi hak anak, opini
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
26 komentar pada warta ini
Minggu, 02-11-2008 09:19:00 oleh: Retty N. Hakim

Rasanya UU harus dilihat secara luas. Kalau sempat membaca ulasan redaksi the Jakarta Post (31 Oktober 2008) dalam opini "Naked morality", mungkin bisa teringat pada buku "Adik Baru, Cara Menjelaskan Seks Kepada Anak" yang terkena label pornografi. Padahal tanpa bekal pengetahuan seks yang benar anak juga lebih mudah terjerumus ke dalam masalah pelecehan seksual. Sebagai orang tua terkadang menabukan pembicaraan mengenai seks karena bingung bagaimana menjelaskannya.



Senin, 03-11-2008 03:24:35 oleh: Widodo Judarwanto

Setiap upaya besar pasti akan menemui benturan-benturan yang tidak kalah besar, sehingga nantinya akan banyak masalah yang dihadapi dalam penerapannya. Menjadi masalah adalah tolak ukur, siapa yang berwenang dan sebagainya. Kalaupun itu masih diperdebatkan, maka langkah bijak yang dapat dilakukan adalah mencari buku pendidikan seks yang tidak berlabel porno mungkin masih banyak lagi atau langkah bijak lainnya penulisnya harus mengedit ulang karangannya, memang awalnya tampak butuh pengorbanan.



Senin, 03-11-2008 10:08:23 oleh: riri

Sulit mengukur penyebab kerusakan moral dari satu sisi saja. Pornografi jg blm tentu adalah penyebab utama dr kerusakan moral sehingga perlu UU. Msh banyak hal lain jk dteliti dng baik justru menjadi penyebab utama kerusakan moral. Banyak kalangan masyarakat yg dengan berat hati menerima UU Pornografi namun terlepas dari pro dan kontranya lebih baik pemerintah memikirkan juga sosialisasi pendidikan seksual yang tepat dan baik, agar orangtua juga bisa memberikan pendidikan seksual kpd anak2nya.
Saya kira faktor ekonomi keluarga dan pola pikir orangtua, mempengaruhi orangtua dalam mendidik dan mendampingi anak2nya. Jd pemerintah harus menemukan cara yang efektif untuk membantu orangtua memberi pendidikan seksual pada anak2nya.




Senin, 03-11-2008 10:25:46 oleh: ritapunto

pelajaran sex? sejak anak saya masih umur 3 tahun sdh sy ajarkan teori reproduksi kpd anak sy, jd bahasan tentang sex sangat memungkinkn untuk diobrolin dg santai d rumah saya. anak sy paham bhw adik bayi butuh "puting" ibunya, darinya suplai makanan (ASI) terpenuhi juga kbthn sex adik bayi diperoleh selain dekapan hangat, ciuman sayang dan belaian lembut sang bunda.

tapi PORNOGRAPI...no way..saya setuju adanya UU ini.
biar kapok para orang tua yang mengeksploitasi anaknya mjadi pekerja sex komersial. di wilayah Indramayu misalnya, para ortu lebih suka anakny menjadi WTS ketimbang PRT. tuntutan ekonomi bukan alasan menjual anak.dr thn 2001 sampai skrg yg sy pahami mrk tdk malu lg mengantar anaknya ke kafe2 di sekitaran jakarta dan Bekasi utk jd pekerja malam.

sy berharap sisi positif UU ini adlh melindungi anak dari perdagangan anak dan perbudakan seksualitas. nomor satunya jerat saja syekh Puji dg UU ini.




Senin, 03-11-2008 11:26:39 oleh: Pawestri

Saya sih, setuju aja uu pornografi , meskipun saya ini penari tradisional. Pasti ke depan kena getahnya juga, apalagi kalau lihat pornografi anak-anak kok, serem banget...



Senin, 03-11-2008 15:30:43 oleh: marthen

UU pornografi menurut saya tidak akan menyelamatkan anak Indonesia, Justru akan membahayakan. Kenapa ? Kita bisa lihat saja di masyarakat dimana tempat - tempat lokalisasi terdapat dimana - mana namun kenyataannya banyak terjadi pemerkosaan. Bagaimana jika nantinya UU pornografi disahkan?



Selasa, 04-11-2008 08:49:43 oleh: M.zuriat Fadil

yah....kontroversi lagi......
.
.
.
kalo saya bilang gk setuju, nanti dibilang anti moral?,,,,saya paham niat UU APP ini baik,,

tapi....

Kalo saya setuju?.....lah saya melihat banyak kejanggalan dalam kalimat2 di UU APP ini, terkesan tidak matang dan multi tafsir(istilah keren).

subjektifitas memang tidak bisa dihindari, tapi kan tim oenyusunnya bisa memilih kata2 yg lebih bijak sedikit aja.

hmmmmm.......

gimana donk?





Selasa, 04-11-2008 11:06:50 oleh: Retty N. Hakim

Memang buku adik baru itu terjemahan, tapi dengan editor ahli ibu Conny R Semiawan, seorang pakar pendidikan. Buku yang semula terbit dengan catatan tidak mengandung pornografi (rasanya saya juga tidak melihat unsur pornografi di dalamnya, sempat baca punya teman) tapi kemudian dilarang diterbitkan karena diprotes sebagai mengandung pornografi...itu sebelum ada UU Pornografi. Bagaimana caranya agar UU Pornografi tidak memasung hak pembelajaran orang tua dan anak? Tentunya ini untuk materi buku pendidikan...bukan majalah yang isinya aneh...



Selasa, 04-11-2008 13:23:20 oleh: Placidus Galla

Menarik untuk dibaca, tetapi timingnya gak pas. Seharusnya tulisan tersebut dikirim ke DPR SEBELUMpengesahan menjadi UU..... Ada banyak faktor yang bisa dijadikan bahan pertimbangan maupun perdebatan kalau masalahnya pornografi atau pornoaksi. Tetapi kalau berbicara tentrang Undang-Undang Pornografi, dimana UU adalah sebuah produk hukum, maka sebaiknya dilihat dalam kerangka sebuah produk hukum yang akan diberlakukan bagi seluruh rakyat Indonesia dari sabang sampai Merauke tanpa kecuali. Dengan mengangkat masalah pornografi dan pornoaksi ke dalam sebuah produk UU, maka yang harus diingat oleh anggota DPR yang terhormat, bahwa UU tersebut harus bisa membawa kemaslahatan bagi semua warga RI. Mereka harus sadar bahwa mereka adalah Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, BUKAN wakil partai atau wakil golongan. Apabila dalam pembahasan materi saling ngotot untuk kepentingan partai tertentu atau golongan agama tertentu atau suku/etnis tertentu, maka kualitas DPRnya yang harus dipertanyakan, apakah benar-bebar bekerja untuk dan demi kepentingan bangsa Indonesia secara kesluruhan atau hanya untuk mencari keuntungan buat partai tertentu atau golongan agama tertentu saja. Kalau kualitas DPRnya dipertanyakan, maka produk yang dihasilkannya juga ikit dipertanyakan. Yang pasti, seluruh bangsa Indonesia yang taat beragama dan masih menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika, SANGAT MENENTANG PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI. Yang ditentang oleh teman-teman itu adalah mengangkat pornografi menjadi sebuah produk hukum Undang-Undang, dengan begitru banyak defenisi dan pengertian yang multitafsir.... Undang-Undang ini berpotensi menerjang keutuhan bangsa dan negara RI yang multietnis dan multi budaya, dan terkesan dipaksakan untuk kepentingan golongan agama tertentu saja. Mudah-mudahan peraturan pelaksanaannya nanti bisa meminimalisir kontroversi seputar Undang-Undang tersebut, demi keutuhan kita sebagai satu bangsa dan satu negara.



Kamis, 06-11-2008 16:31:56 oleh: MARGONO

orang yang menolak atau menentang UU pornografi dan pornoaksi itu orang yang tidak berfikir dengan jernih atau bahkan belum membaca,mungkin mereka baru tahu rasa ,kalau anak atau keluarganya mengalaminya,sadarlah buka mata dan hati agar generasi kita selamat,amerika saja yang liberal masih ada uu yang hampir sama ,kok kita yang katanya pancasila,kok melebihi liberal amerika



Kamis, 06-11-2008 16:40:24 oleh: MARGONO

UU sistem pendidikan Nasional saja dulu ditolak dan ditentang salah satu partai besar,toh sekarang baru dirasakan begitu baik manfaatnya, meskipun perlu ada pembenahan disana sini,demikian pula sekarang ,yang menentang UU pornografi kita doakan saja biar mereka dapat tempat disisnya dan sekarang kitanggap "anjing menggonggong kafilah tetap berlalu",karena air liur anjing memang haram,kenapa? cuek aja,yang haram dak ada tuh disurga !



Jumat, 07-11-2008 15:10:28 oleh: Jangkung budiman

setju, oke, ngga setuju,..oke...emang susahnya kalo sudah menyangkut agama, budaya, suku dan yang paling penting masalah ekonomi atau masalah perut. Trus sekarang yang lagi ngetrend ditambah masalah politik, tambah runyamdeh... akhirnya yang menang sapa seh......mudah2an yang menang yang punya akal pikir yang rasional dan universal



Jumat, 07-11-2008 23:43:50 oleh: lilis_kho

masalah pornografi, negara sok ngurus2in padahal praktik di lapangannya hanya merugikan pihak wanita karena tidak jelasnya batas pornografinya. pakai tanktop malah di bilang pornografi, untuk ke depannya perempuan di Indonesia akan merasa makin tidak aman. sedangkan syekh puji yang benar2 pedofilia aja masih bebas berkeliaran padahal yang dia perbuat itu sudah benar2 salah. di negara barat yang menganut kebebasan seks aja pasti di penjara. di Indonesia yang pakai baju aja di atur2 malah tidak berbuat apa2 terhadap syekh puji. kalau benar mau bikin peraturan, bikin yang benar dong. dari kasus uu pornografi dan syekh puji, yang di rugikan selalu perempuan.



Sabtu, 08-11-2008 06:48:30 oleh: MD Adi Maryanto

@Lilis_Kho
Kekhawatiran seperti ini (gak boleh pake Tank Top dll) adalah khas dari mereka yang menentang UU Pornografi. Padahal tidak ada satu pasalpun yang mengatur bagaimana seorang perempua harus berpakaian.
Lantas kalau dibilang merugikan perempuan, tolong diberi penjelasan yang gamblang, di pasal yang mana perempuan di rugikan.
Menurut saya UU tersebut malahan berusaha melindungi perempuan dan anak-anak dari 'Pornografi dan saudara-saudara kandungnya', seperti traficking dll.




Sabtu, 08-11-2008 11:28:08 oleh: Andrea

hidup syekh pujhi melindungi anak indonesia
stop emat mata dan tukul mempromosi pornografi
jangan biarkan lagi maksiat




Sabtu, 08-11-2008 15:30:27 oleh: Malik Kaffa

Pasal 6
Setiap orang dilarang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), kecuali yang diberi kewenangan oleh perundang-undangan.

Ada nggak yang bisa beri saya info bagaimana caranya agar saya diberi kewenangan oleh perundang-undangan karena saya punya banyak VCD bokep di rumah saya?

Pasal 10
Setiap orang dilarang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya.

Lihat lagi pasal 4 yang mana ketelanjangan ditambahkan "tampilan yang mengesankan ketelanjangan". Bagaimana dengan lomba renang? Apakah pakaian renang tidak termasuk dalam katagori "tampilan yang mengesankan ketelanjangan"? Siapa yang berhak menentukan penampilan orang lain mengesankan ketelanjangan?

Khusus dalam hubungannya dengan melindungi anak, apakah Syekh Puji bisa dijerat dengan UU ini mengingat tak satupun pasal2 yng dilanggar dari UU Pornografi. Bisakah UU ini menghindarkan anak-anak dari keinginan "bandot-bandot tua" untuk menikahi anak-anak di bawah umur dgn dalih sunah?

Bukankah pendidikan yang baik dan penerapan norma-norma agama sejak kecil jauh lebih bisa melindungi anak karena anak-anak akan lebih bisa menentukan mana yang pantas dan mana yang tidak pantas untuk dilihat, didengar atau dilakukan?

Saya lebih percaya nilai-nilai agama dan tradisi budaya luhur dengan filter terhadap budaya asing jauh lebih bisa menyelamatkan anak-anak dari sekedar produk perundang-undangan yang dalam kenyataannya lebih banyak dilanggar.




Senin, 10-11-2008 05:02:30 oleh: Digna Betanandya

Kayaknya memang banyak faktor yang berpengaruh, sehingga semua pendapat tersebut di atas bener semua. Yang penting semua fator yang berpengaruh itu harus kita perhatikan dan dioptimalkan. Kalau anak berpendidikan moral yang baik di rumah, tetapi tiap hari tergoda oleh pornografi di lingkungannnya tentunya akhirnya juga akan terpengaruh, apalagi anak yang pendidikan moralnya tidak bagus.



Selasa, 11-11-2008 02:04:51 oleh: andi-dobleh

hehehe...
UU Pornografi? wah jelas-jelas aku menentang lah..
Aku suka pornografi kok..
Aku suka melihat cewek-cewek dengan pakaian seksinya jalan-jalan didepanku...
selama pelaku pornografi dan cewek-cewek berpakaian seksi (dan terkadang merangsang libido) itu tidak dipaksa, selama mereka sudah dewasa secara hukum, ya gpp tho.
Toh yang dipertontonkan adalah tubuh mereka sendiri. Siapa yang memberi hak kepada negara atas pengeloalaan tubuh seseorang?

Mengenai perlindungan anak, kalau mau menekankan pada itu ya revisi saja UU perlindungan anak, jangan buat-buat UU baru.
Kalau sampai anak-anak suka pornografi, coba lihat dolo apakah anak itu sudah mendapat pendampingan yang cukup dari orang tuanya. Jadi jangan salahin objek, salahkan subjek, karena subjek nya (anak-anak) dianggap belum mampu membedakan baik-salah ya salahkan orang tuanya karena kurang mampu membina.




Kamis, 13-11-2008 01:43:52 oleh: Susi

Anak-anak adalah masa depan kita, masa depan bangsa.
Melihat kondisi yang ada sekarang ini, dimana ada banyak orang tua yang kurang mempunyai waktu untuk anak-anak mereka karena tuntutan ekonomi, mereka (ayah-ibu)harus bekerja, kita tidak bisa mengandalkan pendampingan orang tua lagi karena keterbatasan waktu.(bagaimanapun untuk anak-anak yang masih kecil "kuantitas" pertemuan dengan orang tua masih tetap berperan disamping kualitasnya), Oleh karena itu selayaknya ada satu komponen lain diluar orang tua, negara, yang bisa menetapkan UU yang bisa membuat iklim yang baik untuk pertumbuhan mental-moral anak-anak.
Saya sanagat setuju dengan UU Pornografi. Paling tidak ini adalah satu langkah pendahuluan, untuk diteruskan dengan tindak lanjutnya.




Jumat, 14-11-2008 03:54:38 oleh: andi

secara pribadi saya setuju dgn UU Pronografi hanya harus dibedah satu persatu permasalahn yang terjadi di indonesia. jangan hanya ketika ada yang seksi sedikit lalu diasumsikan pornografi.
Saya akan menentang UU Pornografi jika targetnya semua wanita indonesia harus pakai pakaian sampai semata kaki dengan alasan pornografi.
negara tidak perlu mengurusi pakaian, kalo namanya mental yang bobrok mau pakai pakaian semata kaki pun ya tetap akan cari cara bagaimana melampiaskan kebobrokannya.
sekali lagi negara tiddak perlu mengurusi pakaian, pikirkan bagaimana kesejahteraan rakyat meningkat, lapangan pekerjaan meningkat itu yang harus negara pikir
jangan paksakan hukum agama tertentu menjadi dasar dalam membuat uu, apalagi ada unsur terselubung.
maafkan saya mengatakan ini, saya hanya ingin melihat rakyat maju dan sejahtera, sampai kapan negara mengurusi yang bukan prioritas untuk diurusi.....
Hidup Indonesiaku...




Sabtu, 15-11-2008 04:18:58 oleh: Lie Tjie Pouw

Di koran Kompas hari Jumat tanggal 14 November 2008 halaman 52, ada artikel menarik seputar UU Pornografi, dengan judul "Setelah UU Pornografi Disahkan oleh DPR".

disitu dibahas ketidakkonsistenan dari UU itu sendiri dalam hal melindungi anak dari bahaya exploitasi pornografi anak. saya kutip:
"Valentina lebih jauh menegaskan pornografi anak tidak boleh diproduksi dan dimiliki dalam kondisi apapun.
hal ini secara tidak konsisten diperlihatakan pasal 4 ayat 1f yang menyebutkan setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimport, mengexport, menawarkan, memperjualbelikan atau menyediakan pornografi yang secara explisit memuat pornografi anak.
Namun, pasal 6 menyebut, Setiap orang dilarang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan atau menyimpan produk pornografi sebagaimana yang dimaksud pasal 4 ayat 1, kecuali yang diberi kewenangan oleh perundang-undangan.
Pasal 6 dengan demikian membolehkan kepemilikan pornografi anak karena termasuk yang dapat dikecualikan perundang-undangan."
kutipan selesai.

lagipula kalau memang ingin melindungi anak, seharusnya melindungi secara preventiv, karena UUP ini lebih memberikan perlindungan seperti pemadam kebakaran, kalau sudah ada kejadian baru bisa diterapkan. kalau ada anak yang jadi korban pornografi, apa yang menyebabkan anak tersebut terjebak kedalam pornografi? cari sebabnya, lalu kalau perlu buat UU yang bisa mencegah hal-hal yang menjurus kepada terjebaknya anak kedalam pornografi, jadi tidak cuma setelah anak tersebut menjadi korban pornografi, baru ada hukumnya.




Sabtu, 15-11-2008 19:43:31 oleh: kiki

yaaahh...klo ada yg salah/kurang dr RUU ya mari kita perbaiki toh smua itu dibuat juga utk ktertiban kita kok...Gitu ajaa kok Repotttt!!!



Minggu, 16-11-2008 00:41:58 oleh: Akmal Hanafi

Yang anti UU Pornografi pasti ada biasanya orang-orang yg carimakannya di dunia yg dekat-dekat pornografi itu atau orang-orang yg sok pendukung hak azazi manusia. Padahal ada yg lebih tinggi dari HAM yaitu Hak Azazi Umat/Masyarakat untuk dapat perlindungan. Coba tanya si mbah di zamannya dulu, bagaimana perilaku pergaulan muda mudi, berapa yg hamil diluar nikah, betapa sulitnya bahkan tidak mungkin untuk melihat filem biru (sekarang dg sangat-sangat gampangnya). Bandingkan di zaman sekarang betapa bebasnya pergaulan muda-mudi, perkosaan mulai anak SD sampat tua bangka diberitakan setiap hari. Dengan sedikit menggunakan kecerdasan akan dapat ditarik benang merah perkosaan, aborsi, hamil diluar nikah berhubungan erat dg kemudahan akses pornografi di zaman sekarang.

Yang anti UU Pornografi membelokkan pemahaman bahwa ntar semua wanita wajib pakai jilbab, kesenian Bali dilarang, orang Papua diwajibkan pakai baju koko, pertandingan tinju dilarang, baju renang dilarang, patung harus pakai baju .... yg jelas memperbodoh masyarakat yg memang masih umum tidak sukamembaca, cuma membebek panutannya yg berakal bulus dan sesat.

Kalau ada fasal-fasal yg rancu mari kita perbaiki bersama-sama. Jangan menolak UU nya. Tidak perlu pembuktian rumit. Aborsi, hamil diluar nikah, perkosaan, pelacuran yg marak dimana-mana adalah hubungan langsung dg kebebasan pornografi dan pornoaksi. UU Pornografi harus diadakan di negara Indonesia.




Selasa, 18-11-2008 23:15:42 oleh: saleh abdullah

Pada saat diperintahkan oleh Alloh untuk sujud kepada Adam(MORAL)iblis menolak krn menurut iblis(AKAL) dia lebih mulia dibanding Adam,dia diciptakan dr api Adam dr tanah,sehingga diusir dr surga
Jadi kl akal digunakan untuk mengalahkan moral ya..termasuk hamba yang diatas.




Sabtu, 22-11-2008 14:01:51 oleh: amin

uud pornografi yg harus di tolak adlh tentang homosexsual itu di perbolehkan & membatasi budayakita



Senin, 02-03-2009 16:55:56 oleh: retno ayu lestari

dtr hhhhh masa sich



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY