Yunus Bani Sadar

TV One dan Eksekusi Amrozi : Pertempuran Yang Tidak Seimbang

Sabtu, 01-11-2008 11:07:58 oleh: Yunus Bani Sadar
Kanal: Opini

Dahulu, televisi menjadi sarana penyebaran informasi yang paling efektif. Sekarang, Televisi bahkan telah menjadi arena pertempuran argumen untuk merebut opini publik. Siapa yang mampu memberikan argumen paling masuk akal, dia yang akan jadi pemenang. Tak heran jika kemudian debat capres hingga konfrontasi 2 pihak yang berseteru disajikan oleh televisi layaknya "Reality Show".

Saya cukup bingung akan apa yang dilakukan oleh TV One pada Jumat malam dan sabtu pagi. Jum'at malam, di acara kabar petang, TV One menayangkan berita seputar eksekusi mati Amrozi dan kawan-kawan. (Saya juga bingung, kenapa disebut Amrozi dkk. Padahal Imam Samudra punya pangkat yang lebih tinggi). Tayangan tersebut kemudian dilanjutkan dengan wawancara dengan Ustadz Khozin, keluarga dari Amrozi, dan juga Khusnul Khotimah, seorang korban Bom Bali 2002.

Bingung, karena narasumber yang dihadirkan sudah tidak berimbang. Ustadz Khozin adalah keluarga, bukan pelaku, terlibat pun tidak (setidaknya menurut hukum begitu). Khusnul khotimah, amat sangat terlibat karena dia yang merasakan langsung efek dari "mercon" rakitan tersebut. Tidak imbang, karena pertanyaan awalnya adalah menilai sejauh mana perasaan mereka menjelang eksekusi mati, namun di tengah jalan perdebatan muncul dengan topik yang berbeda : Amrozi salah atau tidak. Akhirnya, Ustadz Khozin yang guru agama dan tokoh masyarakat berdebat soal salah-menyalahkan dengan Khusnul Khotimah, seorang rakyat biasa yang pekerjaannya sehari-hari pun serba serabutan. 2 level intelektualitas yang berbeda berselisih dalam satu perspektif yang sama: Agama. Saya hampir menahan tawa ketika persoalan "Khusnudzon dan Su'udzon" (Kalau ejaan salah, maafkan) menjadi ramai. Khusnul Khotimah dengan intelektualitas rakyat jelata mengatakan bahwa kemungkinan keluarga Amrozi dendam itu terbuka. Sementara Ustadz Khozin menepisnya dengan mengatakan bahwa Khusnul Khotimah sudah "Su'udzon" dan bahkan meragukan keislamannya.

Sabtu pagi, kurang dari 24 jam setelah acara jum'at malam tersebut, TV One menayangkan kembali topik hangat tersebut dalam acara "Apa Kabar Indonesia Akhir Pekan". Kali ini narasumbernya ganti : Achmad Michdan, Pengacara Amrozi dkk dari Tim Pembela Muslim (TPM). Namun, narasumber satu lagi masih Khusnul Khotimah. Topiknya sama, seputar eksekusi mati.

Bingung, karena TV One menyajikan narasumber yang sama, sementara narasumber tersebut tidak mampu memberikan argumen yang lebih baik daripada sebelumnya. Khusnul Khotimah hanya menampilkan (lagi dan lagi) betapa hidupnya sengsara akibat Bom tersebut. Dan lagi-lagi, wanita ini hanya menunjukkan rasa marahnya kepada para terpidana dengan gaya bahasa ala rakyat jelata.

Hasilnya, Achmad Michdan yang notabene adalah pengacara, jelas punya intelektualitas dan kemampuan argumen yang jauh diatas Khusnul. Sangat tidak berimbang. Sekedar Cover Both Side, namun tidak Quality Resources. Hasilnya bisa ditebak, setiap kekesalan Khusnul dapat dengan mudah dipatahkan oleh Michdan. Opini kemudian membawa pembicaraan pada pertanyaan : mengapa TPM getol sekali membela Amrozi, dan bukan membela korban Bom Bali? Tidak lama kemudian pertanyaan itu terjawab dengan sangat cantik. Bahwa pembelaan tersebut adalah dikarenakan adanya permintaan dari pihak terpidana (sebab, Michdan mengatakan TPM tidak pernah melakukan pembelaan tanpa ada permintaan terlebih dahulu). Bahwa pembelaan tersebut karena Amrozi dkk hanya mengakui bahwa mereka pelakunya, namun bukti-bukti keterlibatan mereka tidak valid (inilah sesungguhnya pekerjaan pengacara, bermain-main dengan argumen). Bahwa umat islam di seluruh dunia, bukan hanya Indonesia, seringkali mendapat perlakuan berbeda, hingga persepsi ada yang tidak beres dengan pengusutan kasus ini.

Sungguh tidak berimbang, karena patahan-patahan yang dilontarkan oleh Michdan, tidak mampu dibalas oleh Khusnul. Bagi saya yang menyaksikan tayangan tersebut, TV One telah menghadirkan sebuah arena pertempuran opini antara "Roger Federer" melawan "Sukadi" (ya, betul, siapa itu Sukadi?). Terlihat jelas ketidak mampuan TV One menghadirkan narasumber yang selevel dengan Michdan maupun Ustadz Khozin. Terlihat jelas ketidak mampuan TV One menghadirkan narasumber yang netral untuk mengembalikan topik ke jalur sebenarnya. Terlihat jelas ketidak mampuan TV One membawa pembicaraan ke arah yang lebih tepat. Perdebatan Jumat malam dan sabtu pagi merupakan perdebatan yang seharusnya terjadi beberapa saat setelah vonis pengadilan, alias beberapa tahun silam.

Dan disinilah kebingungan saya, kenapa tokoh-tokoh pers sekaliber Karni Ilyas dan Nurjaman di TV One, tidak mampu menghadirkan sebuah pertempuran opini yang menakjubkan, tapi cantik. Pertempuran opini antara korban dan pengacara pelaku adalah sesuatu yang sangat biasa dalam kegiatan jurnalistik. Biasa, bukan Berbeda seperti motto TV One.

Yunus Bani Sadar

 

Bookmark and Share

Tag/Label tv one, yunus, bom bali, amrozi, wawancara, opini
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
59 komentar pada warta ini
Sabtu, 01-11-2008 12:13:35 oleh: Mieka Kurnia Yasa

Saya juga nonton, mas.

Kasihan! Sebagai korban dia diragukan keislamannya dan malah kita digiring untuk beropini bahwa Amrozi cs sebagai muslim sejati. Saya jadi ingat beberapa hari setelah mereka tertangkap, tokoh-tokoh agama di Bali berkumpul dan sepakat menyatakan bahwa kekerasan ini tidak ada hubungannya dengan agama walaupun pada persidangan mereka dipenuhi kata-kata "Jihad" (versi mereka).

Bahkan peristiwa ini juga mengangkat seorang sosok Muslim simpatik asal Bali yang tidak kenal lelah membantu evakuasi korban bom Bali yang kemudian mendapat predikat "Pahlawan Kemanusiaan Asia" yang bernama Hj. Bambang Agus Priyanto.

Sayang sekali dalam perjalanan kasus ini, justru banyak pihak yang membuat opini bahwa pelakunya adalah para Mujahid yang berjuang di jalan Tuhan. Malah TPM sendiri menghubung-hubungkan kejadian di Bali dengan perlakukan yang diterima rekan-rekannya di Poso atau Ambon. Imam Samudra sendiri mengakui bahwa peledakan di Bali adalah upaya mereka untuk membalas perlakukan Amerika terhadap negara-negara Timur Tengah dalam bukunya Aku Melawan Teororis.

Semua pihak mestinya menyadari bahwa kejadian Bom Bali adalah kejahatan atas kemanusiaan yang terjadi di sebuah daerah yang nyata-nyata tidak pernah terlibat dalam penindasan terhadap sebuah agama.

Kasihan! Bali dan korban-korban Bom Bali berada di tengah medan pertempuran antara faham "Jihad adalah Terorisme" dengan faham "Terorisme adalah Jihad".




Sabtu, 01-11-2008 14:45:28 oleh: Nurul Qomariah

Kalo menurut saya, TV One mungkin bermaksud untuk menghadirkan kesaksian korban BOM Bali, tanpa melihat asal usulnya karena dia adalah salah satu korban itu. namun memang sayang perdebatan tersebut menjadi kurang berkualitas karena ketidaksesuaian intelektual dalam berargumentasi jika dilihat dari segi intelektual loh !

tapi kalo dilihat hanya dari segi kesaksian korban itu sih sah-sah saja kan !

Saya sendiri tak setuju dengan tindakan yang dilakukan oleh Amrozi, cs. karena Islam menebarkan perdamaian bukan permusuhan, jika melihat dari sejarah perjuangan Rasulullah itu berbeda sekali konteks dengan sekarang, kaum jahiliyah dahulu memang harus diperangi, namun dengan catatan, Islam melakukan hal tersebut untuk kedamaian.

Kalo sekarang seharusnya kita berperang untuk melawan kemajuan yang membuat orang yang semakin jauh dari agama. nah, kita juga (Umat Islam, red) juga harus berperang dengan ilmu dan teknologi yang baik ( bukan dgn BOM gituloh! )

Tidak semua harus diberantas dengan kekerasan kan, Sesungguhnya ALLAH itu MAHA Pemberi Kasih Sayang lagi Maha Pemaaf! Kalo dengan BOM apakah menyelesaikan masalah, Ga Kan !

Maaf kalo kepanjangan 1





Sabtu, 01-11-2008 17:12:29 oleh: Yunus Bani Sadar

@Mieka Kurnia Yasa
@Nurul Qomariah

Yang saya soroti memang hanya pada porsi pemberitaan TV One yang menurut saya tidak mampu memberikan perdebatan yang seimbang. Ada ribuan korban Bom Bali, ada ratusan orang, dan saya yakin mereka pun punya semacam perkumpulan para korban/keluarga korban. Mengapa hanya 1 orang yang dihadirkan? padahal, waktu liputan investigatif TV One bisa menampilkan banyak narasumber dari sisi korban yang lebih variatif dalam berekspresi.

Saya hanya menyayangkan TV One yang saya akui kini berhasil menyalip Metro TV dan SCTV dalam hal pemberitaan, kok "cuma segitu aja" kemampuannya? hehehehe...

Terlepas dari semua itu, saya adalah orang yang mengaku islam tapi tidak akan mau mengakui orang2 yang melakukan tindakan teroris sebagai orang islam. Bagi saya, mereka bukan orang islam. Merek hanyalah sampah yang mencoba menjadi makanan enak... peace




Sabtu, 01-11-2008 21:59:54 oleh: ritapunto


yg pasti sy merinding waktu imam samudera mengatakan "amerika tunggu kehancuranmu", eh menjelang eksekusi mati mrk, amerika nyaris bangkrut..gak disangka secepat itu.

knp ya tv one gak nayangin beritanya pengkhiatan mukhlas alias ale, yg setelah mengaku bhw dia adalh pelaku bom bali, dia asyik kongkow sama gorris mere di plasa senayan.

Ale di vonis seumur hidup. tp buat apa dia hidup, wong ibunya saja sudah melupakan punya anak dia. ibunya lebih condong ke ali ghufron, sodara kandungny si ale yg mungkin besok dah jadi mayat.




Minggu, 02-11-2008 05:22:54 oleh: Abu QOnita

didalam Islam Kafir di bagi menjadi 4
1. Kafir Harby 2. dimni 3.kafir muahid 4. mustamin
yg boleh dibunuh hanya 1 yaitu kafir Harbi (dengan syarat dibunuh dalam peperangan antara islam & kafir) Rasulullah bersabda barang siapa yang membunuh kafir selain harby maka tidak akan mencuium baunya sorga. dari hadist ini jelas Amrozy cs menyelisihi Islam yang benar

masalah perdebatan diatas tidak bermanfaat,mediator tidak mengerti Islam yang benar, yang berdebat orang yg pinter bicara mengatas namakan Agama yg sebenarnya bukan dari islam dan yg lain orang awam
kesimpulannya nda nyambung


"dalam ibadah ada aturan2nya begitu juga dalam masalah jihad ada aturan2nya juga nggak sembarangan yg seperti dilakukan Amrozy Cs"














Senin, 03-11-2008 01:12:18 oleh: M. Avandi Wiradinata

ada makna dibalik teks/tayangan berita..
wah,untuk anak jurnalistik semester akhir,bisa nih buat skripsi pake metode pendekatan kualitatif,terus di framing deh,hehe..




Senin, 03-11-2008 08:46:46 oleh: gja

Saya sih lebih menitik beratkan pada :
"apa sih tujuan tv one?"

sejauh yang saya perhatikan, tv one tidak jauh dari perannya sebagai MEDIA PROVOKATOR

ini hanya salah satu kasus yang diangkat oleh tv one
sebelumnya sempat kita melihat ada pembahasan mengenai krisis global di pasar financial

dari mana sih nara sumber yang dihadirkan oleh tv one, tidak berkualitas dan setiap kalimat yang diucapkan semua memojokkan pemerintah, dan tidak berhubungan dengan krisis yang terjadi serta dapat membuar panik masyarakat sehingga tv one bisa menjadi penyebab masyarakat awam mengenai ekonomi ramai2 ke bank untuk menarik dananya sehingga terciptalah krisis baru

dan akhirnya ketika tv one menghadirkan nara sumber yang terpercaya dan berkualitas, saya sangat kagum dengan ketenangan Lin Che Wei untuk memberikan statement yang meredam isu yang ditimbulkan oleh tv one dan menutup mulut para komentator tidak jelas s1 nya dari mana dapetnya (topik yang diangkat masalah ekonomi, tapi nara sumber tersebut malah berbicara mengenai politik) "ga nyambung tau....


-didedikasikan untuk nara sumber yang harus kembali mengulang s1 lagi (agar berilmu dan tv one yang perlu memperhatikan kualitas acaranya-




Senin, 03-11-2008 16:57:46 oleh: oline

Betul. Apa sih tujuan TV ONE ?
Jelas keliatan bahwa haluan TV ONE adalah muslim garis keras.
Lihat bedanya dengan METRO TV menjelang eksekusi Imam Samudra, Amrozi dan Ali Gufron. Pada acara Hitam dan Putih, selain mereka bertiga, hadir Quraish Sihab, Hidayat Nur Wahid, dan intelektual muslim lainnya. Bahasa mereka memang berbeda dalam memaknai apa itu JIHAD. Selain itu hadir pula beberapa keluarga korban bom yang rata-rata mengaku mereka sudah ikhlas kepergian keluarga mereka.
Plus, ini yg menakjubkan, hadir Ali Imron yang insyaf, mengaku salah perbuatannya.
Ini baru acara yang luar biasa. Imbang dari segala sudut pandang.
Tentu saja, lupakan sampah TPM, yang cuma banyak omong.




Senin, 03-11-2008 17:16:46 oleh: Mieka Kurnia Yasa

Yang lebih penting dari semua ini adalah ribut-ribut soal eksekusi Amrozi cs telah membuat masalah baru lagi yaitu semakin paniknya penjagaan di setiap ruas jalan masuk antar kota di Bali. Razia dimana-mana dan implikasinya adalah saya bolak-balik kena razia karena tidak punya SIM hehehe...



Senin, 03-11-2008 21:35:16 oleh: eko

ya gitu dech TV One, cuma bisa memancing keributan tanpa memberikan solusi dari setiap permasalahan dan problem yang ada.
liat aja acaranya dari pagi ame malem debat... mulu, ngadu orang, tanpa memberikan satu pemecahan dan pencerahan yang bagi masyarakat.
mestinya pemimpin redaksi TV One tuh menyadari kondisi sebagian masyarakat indonesia tuh masih terbelakang dan mudah bingung, jadi sudahlah gak perlu nampilin acara debat melulu, kesannya koq kita tuh mo perang terus.
Dan pesan juga untuk semua media yang ada hendaknya berimbanglah dalam memuat dan menampilkan suatu permasalahan dan kejadian, jangan hanya mengejar rating dan setoran semata. Ungkaplah suatu permasalah dengan jelas dan gamblang, sehingga masyarakat tidak hanya disuguhkan suatu pemberitaan yang menghakimi dan melihat suatu peristiwa sebagai akibat tanpa menampilkan sebab dan latar belakang suatu peristiwa.

peace .... man!!
stop debat mulu....
cape.....




Rabu, 05-11-2008 19:06:14 oleh: al

TV one memang satu-satunya TV yang berani, apa adanya dan akurat mo tampilkan apa yg terjadi sebenarnya sekitar politik eksekusi terhadap 3 mujahid (muklas, amrozi dan imam samudra) TV-TV yg lain banci semua, ... tanyangannya hanya sekitar sex para celeb, fitnah ngomongin orang, dll.



Kamis, 06-11-2008 08:33:31 oleh: Edinuddin

As.wrwb.
Bismillah.......rahim.
Auzubillah...........nirrajim.
Astaqfirullahhal azhim.3X

saya suka nonton TV one.
Subyek : Jihad dan Terroris
menurut ahli bahasa dua makna kata yang berbeda, sehingga perlu kajian kajian mendalam tentang itu.

Obyektip : BOM Bali

Kita ketahui bersama islam ini mayoritas di dunia, namun keberadaanya, seperti buih di laut, Islam adalah seperti sebuah dagangan yg di perebutkan.dan sekarang jatuh ketidak berdayaan.
Negara kita adalah negara hukum, tapi yang menghukum adalah orang - yang mengaku Islam bahklan hingga memutuskan hukum mati. tapi hukum yg digunakan hukum belanda Bagimana INI? Semua umat islam yg memahami takdir Allah SWT, pasti menyadari semua kembali ke Allah swt.ingatlah waktu kejadian kita maaf bukan menggurui, tapi kita hadir didunia tidak diminta. dan apabila efek
menimbulkan kecacatan, bukankah banyak saudara kita yang cacat yg ditakdirkan oleh Allah swt tdk mengeluh......mereka tetap yakin semuanya sdh di atur oleh Allh. SWT.

Bila kita tetap ngotot terhadap takdir Allah.SWT. semuanya kita kembalikan kepada Allh SWT dan Rasulnya.
Islam adalah lambang yg membedakan perbedaan antara orang berpikir rasional dan irisional, percsayalah melalui media ini, 50 tahun setelah ini kita tidak akan pernah bertemu kembali, gunakan waktu yang ada saling memaafkan, korban harta, jiwa, fisik semua pasti Allah SWT perhitungkan kelak di akherat Sabar......dan
Ikhlas.....




Kamis, 06-11-2008 09:06:06 oleh: muhamad misbah

Allahmdulilah ..saya ngga' nonton, capek lihat tayangan TV indonesia ...

Thanks
www.KlikMisbah.cn




Kamis, 06-11-2008 09:12:05 oleh: Yunus Bani Sadar

@ Edinuddin

???? Maksud loe??

Saya kok tidak yakin anda membaca tulisan saya...mungkin cuma judulnya kali ya...

Saya tidak menulis tentang terorisme...saya memfokuskan tulisan saya pada ketidak berimbangan narasumber yang dihadirkan oleh TV One.. Jika Wiranto, JK, TK, HNW bisa dihadirkan bersama, kenapa menghadirkan hanya satu dari sekian banyak korban bom bali ?

See? my angle is the news, not the issue...
Jika anda ingin membahas soal Terorisme dan JIhad, serta penerapan hukum di Indonesia, ada baiknya ada menulis artikel sendiri di Wikimu. Saya tidak ingin pemikiran saya dipahami dengan perspektif yang sama sekali berbeda.

@ al
TV One berani seperti itu karena memang ada akses, bung...Jangan lupa, Karni Ilyas adalah anggota KOMPOLNAS, penasehat POLRI, dan tokoh pers...




Jumat, 07-11-2008 09:50:31 oleh: rohmad

kita masyarakat dibikin pusing dgn tayangan televisi



Jumat, 07-11-2008 10:03:27 oleh: dedensanusi

weleh weleh weleh



Jumat, 07-11-2008 13:22:10 oleh: Ajeng Tiara

Sesuai slogan donk ah...
TV ONe... Memang beda....
Hahahaha....
Saya memang hobi mendinginkan suasana...




Sabtu, 08-11-2008 22:42:52 oleh: Andy Haryono

Memang terlihat sekali perbedaan yang mencolok antara rakyat biasa dan kaum intelektual, sehingga kesannya TVone lbh cenderung memihak Islam Radikal. Saya sendiri jd ketawa melihatnya, sang korban msh perih dgn luka lamanya yang tak akan pernah sembuh tp msh ditikam lg dgn perdebatan yg tak imbang.



Minggu, 09-11-2008 03:50:20 oleh: Ardian Syah

@Yunus Bani Sadar
Untuk TVOne sebagai media publikasi ada baiknya bila selalu menggunakan narasumber yg seimbang.

To TVOne
Terserah apa penilaian anda2 semua tp menurut saya akhir2 ini pola berita TVOne cenderung mengarah ke aroma bombastis. Menjadi trendsetter news ngga harus pake cara kuno gini. Kl MetroTV menjadi Election Channel tros TVOne latah jadi ikut tv Pemilu gitu?

Melirik ke pemirsa televisi kita dr berbagai lapisan yg pemahamannya bisa nyasar kemana2, saya khawatir tidak semua yg liat TVOne bisa memilah2 masalah dan memahami situasi. Hal yg mungkin terjadi adalah pemahaman yg mengambang atas apa yg sedang terjadi.

Last but not least for TVOne, saya perhatikan kl pas pagi2 ada semacam wawancara ato talkshow dgn tokoh2 ato narasumber (saya lupa nama acaranya), seringkali narasumber ngomongnya terputus dicut oleh iklan. Baru ditanya tros diminta jawaban wah malah langsung commercial. Hargailah narasumber yg pagi2 dah nyediakan waktu untuk datang.

I don't think this's a good idea and not polite.

Terlepas dr benar salahnya pelaku bom Bali, apa manusia ada izin untuk melakukan kekerasan, menciptakan bom dan mengakhiri hidup orang lain.

Disatu sisi perlu kita lihat dan pahami, mungkin Jihad yg benar itu adalah cara pikir orang Jepang ttg hidup dan perjuangan. Setelah kena bom malah bisa lebih maju dr Amerika.

To TVOne again:
Kl tiap hari isunya bom mulu malah terlupa lumpur lapindo, harga sembako, naeknya harga BBM.

To All Indonesian people:
Mari kita bercermin dan memperbaiki semua dimulai dari diri kita sendiri.






Minggu, 09-11-2008 03:54:19 oleh: Ardian Syah

@Yunus Bani Sadar
"Untuk TVOne sebagai media publikasi ada baiknya bila selalu menggunakan narasumber yg seimbang." <-- Saya quote dr anda ; sepaham dgn anda bahwa TVOne masih lemah untuk bagian narasumber.

Kadang kesannya terburu2 u/ cari narasumber yg bisa tampil dr alternatif narasumber yg layak.




Minggu, 09-11-2008 11:33:43 oleh: mahmud

menurut saya tv one hanya ingin menyajikan yang terbaik !!!!



Minggu, 09-11-2008 19:55:26 oleh: hasan

saya pengemar berat pada media elektronik yang satu ini Tv One memang beda dari setasiun televisi diindonesia
Tv One yang terhormat cuma kritikan saya mengenai Dokumentasi film bom bali dan peryataan ketiga pelaku jagangan selalu diperlihatkan yang bersifat menentang pemerintahdan golongan lain dengan doktrin mengatasnamakan islam .dan carilah narasumber yang seimbang .




Minggu, 09-11-2008 23:19:22 oleh: valentina nunun hendarti

berkaitan dgn komentar2 diatas, kalau dihubungkan dengan acara tv one tanggal 9 nov 2008 jam 19.05 yang berjudul : jihad,milik siapa?maka tayangan yang terbaik menanggapi teroris ya yang tgl 9 jam 19.05 tersebut.jihad di Indonesia yang damai adalah melalui dahwah,tidak ada kekerasan demi tatanan peradaban dunia yang lebih baik.berarti pemahaman seperti itu sama dengan agama2 besar di Indonesia.Setuju.......



Senin, 10-11-2008 09:06:42 oleh: ikhwan kunto alfarisi

ikhwan kunto alfarisi menyampaikan pesan kpd seluruh masyarakat indonesia:
"matikan rokok anda dan sayangilah keluarga"




ikhwanFORindonesia.co.cc




Senin, 10-11-2008 12:00:51 oleh: oche

Saya kecewa dengan kwalitas TVONE,..seakan ada kecenderungan memutar balikan kenyataan dari Teroris ...menjadi Pahlawan, itu di karenakan tidak seimbangnya nara sumber dalam kwalitas, maupun lamanya pemberitaan, antara Kerusakan yang ditimbulkan BOM, dan persiapan eksekusi dan setelah eksekusi...Ada apa..???, TPM, apa yang engkau bela..?? KEBENARAN atau MEMBENARKAN Klien anda..??



Senin, 10-11-2008 21:13:44 oleh: hendro laksono

masyarakat kita umumnya pusing dibikin sendiri.......kalo tidak suka tayangan ttg eksekusi amrozi dkk di TVONE kenapa harus tetap di lihat,khan masih banyak chanel tv swasta lain tidak harus( koQ nyalahin TVONE)?????tinggal remote udah pindah chanel tv!!! Semoga Arwah imam samudra,muklas,amrozi,serta korban bom bali mendapat tempat mulia di sisi ALLAH SWT.MOGA ALLAH SWT MEMBERI PETUNJUK BAGI KITA SEMUA........AMIEN.



Senin, 10-11-2008 21:15:20 oleh: arizal

Saya berusaha untuk terus memantau perkembangan kasus terpidana mati bom bali (versi hukum indonesia bukan hukum dalam islam). Jika ditelaah lagi, yang membuat kasus ini makin menjadi 'heboh' /'fenomena' adalah tingkah para awak pers. Dan yang menjadi alasan hebat hanya ada satu "mereka butuh makan"...!!
daripada tagihan kartu kredit bengkak, tagihan kredit rumah jatuh tempo, tagihan dan tagihan.. termasuk 'tagihan' dari para bos2 tv untuk selalu menjadi yang 'terunik' kepada para 'jongos'nya..
Merdeka Indonesia!!!




Selasa, 11-11-2008 22:57:46 oleh: cecep

tanya:

amrozi cs itu sekarang ada di surga atau di neraka ya?




Rabu, 12-11-2008 01:54:55 oleh: senul

makan dari jualan mayat, kriminal, sinetron bangsat, gosip, dan penderitaan serta bencana alam. persis seperti koran. bedanya yang satu pake assalamu'alaikum, biar keliatan agak islam. hiii...



Rabu, 12-11-2008 10:20:30 oleh: FITRINA JAIS

SAYA SENANG SEKALI MENONTON ACARA TALKSHOW DI STASIUN TV ONE, SAYA JUGA SANGAT SUKA DENGAT BERITA-BERITA YANG DISIARKAN SETIAP HARI.



Rabu, 12-11-2008 13:49:00 oleh: ERWIANSAH

AWAS ADA SAWA



Rabu, 12-11-2008 23:51:01 oleh: Raden Alfalah

salam kenal semua..

baru gabung..

walau telat dan basi sejenak kita melihat bagaimana media massa sebagai control sosial begitu dikusai oleh pemilik modal atau juga halnya para pemimpin redaksi.

Adakah yang tersadar bahwa berita-berita menyangkut eksekusi tersebut, TV ONE selalu paling update???
saya pada malam malam eksekusi selepas pulang KOPDAR pukul 01.00 melihat teks running "Amrozi telah dieksekusi pukul 00.00.padahal media tV lainnya masih menunggu kepastian dari Kejaksaan Agung. Beberpa menit kemudian muncul lg "zenajah amrozi akan di mandikan pukul 02.00".
beberapa hari sebelum eksekusi TV ONE selalu menayangkan video eksklusif Amrozi yang berada diruang isolasi???

pertayaannya:bagaimana ruang isolasi dengan penjagaan ketat bisa di masuki wartawan? jawabannya hanya satu pastinya itu berasal dari kamera ponsel.

Siapakah yang mengambil video tersebut klo bukan petugas?terlihat waktu itu salah satu dari ketiga tersangka bersalaman dengan orang yang mengambil gambar tersebut.

haruskah segala cara dilakukan bagi media massa untuk mencari sebuah popularitas?

kita harus lebih selektif bagaimana dalam menerima informasi yang didapat. karena Dunia media massa saat ini bukan sebagai control sosial. mereka hanya mementingkan pemilik modal dan golongan.bahkan terdapat unsur KKN di dalamnya.

untuk KPK jangan hanya birokrasi yang diperiksa.





Kamis, 13-11-2008 13:50:51 oleh: Muh. Candra

Kalo aku nggak mau lagi lihat TV ONE. Tidak baik untuk anak-anak.



Jumat, 14-11-2008 03:43:25 oleh: andi

dari pada kita ribut, sudahlah yang sudah berlalu biar berlalu.
dimana -mana kalo orang salah ya pasti dihukum itu yang benar, lepas apapun alsan pembenaran pribadi atau kelompok. ingatlah wahai saudara saudara ku kita kita hidup bersosial dan bermasyarakat. bukan hanya satu kelompok, satu golongan atau satu agama jadi mari kita harus legowo menerima perbedaan yang ada tanpa harus memaksakan orang lain harus seperti kita.
Hidup Indonesiaku




Jumat, 14-11-2008 11:24:12 oleh: arismayuda

buat kita renungkan bahwa apa yang telah dilakukan imam samudra cs dan dialami para korban yang meninggal dan cacat s/d sekarang adalah korban dari pihak yang memang sengaja menunggangi kegiatan atraksi imam samudra cs , apakah kita pernah berpikir bahwa ledakan bom yang menewaskan ratusan korban tsb apakah benar dibuat dan dirakit oleh imam samudra cs. waspada bagi kita jangan kita jadi korban selanjutnya.



Sabtu, 15-11-2008 15:28:49 oleh: ani sajah

TV one emang paling "update" ttg Amrozi CS...tapi tiap hari ntn tayangan itu menjelang eksesusi bikin saya bosennnn....heboh bahgeddds gt..



Minggu, 16-11-2008 12:34:53 oleh: herysetiawan

"air mata dibalas dengan air mata"
"nyawa dibalas dengan nyawa"

"mereka" sudah membayarnya dengan menjalani hukuman mati (hukum kifarat) buat korban bali blast. Semoga arwahnya diterima disisiNya.

Doa orang yang TERANIAYA biasanya lebih makbul apapun agamanya meski orang tidak berTuhan karena Allah Maha Pengasih. Semoga para korban Bali Blast mendoakan pada pelakunya yang baik2 meski kondisi teraniaya. Kasihan "mereka" hidup diakhirat dapat susah karena doanya orang yang teraniaya

Kata guru saya amal ibadah sesorang dapat berpindah ke orang yang dianiaya untuk membayarnya. Meski "mereka" telah membayar dengan kifarat apakah sudah cukup? Mungkin dibayar dengan amal ibadah. Bisa2 amal seseorang bisa habis ketika di alam kubur. Lah kalo 202 korban mati + 300 sekian korban luka berat berarti.....membayar hutang sebanyak itu... Allahuallam bissawab.

Hidup hanya sekali maka pergunakan untuk kebaikan sesama manusia meski manusia itu beda keyakinan. Urusan Allah yang menilai selama hidup didunia apa beriman, menjadi penjahat, menjajah orang muslim, menyembah berhala, kedonyan, hamba sex dll. Allah yang membalas di akhirat, atau dibalas dulu di dunia dulu baru akhirat.

Toh amerika sudah merasakan pembalasan Allah didunia atas perbuatannya dengan dilemahkannya ekonomi oleh Allah sehingga secara tidak langsung melemahkan kekuatan militernya. Sehingga tidak dapat digunakan sembarangan ke umat muslim.

Yang dilakukan Amrozi cs bukan jihat tapi pembunuhan besar dengan berlindung pada label Islam. Islam adalah agama Rahmad untuk seluruh alam dan langit.

Semoga Allah mengampuni dosaku karena mengeluarkan opini ini yang mungkin dapat salah karena kurang pengetahuan.




Minggu, 16-11-2008 22:43:06 oleh: keulon

hanya Allah yg lbh maha mengetahui tiap 2 sesuatu apabila yg dilakukan amrozi cs salah memang bena salah, teapi sangka an mereka benar tp salah...



Rabu, 19-11-2008 11:33:45 oleh: irul

menurut saya eksklusivitas tayangangan TV One tentang ekskusi amrozi cs tidak diimbangi dengan reporter yang handal dalam melaporkan setiap update berita dari nusakambangan, ECEP YASA (reporter senior TV one - walaupun title ini pada akhirnya tidak dipakai) menurut saya kurang mempunyai kapasitas sebagai reporter yang dituntut untuk bisa memiliki kemampuan improvisasi, sangat jauh jika dibandingkan dengan bagus sutiono misalnya



Rabu, 19-11-2008 20:54:39 oleh: zeff

Ya Kafir Harbi semua harus dibunuh, Karena kita hanya melihat dengan kebodohan dan kekurangan pemahaman kita, maka kita hanya melihat yang islam saja yang jahat, apa anda tidak berfikir apa yang dilakukan kafir, kafir ingin menghancurkan kita di perang pemikiran bukan di medan perang, jadi kita hanya berfikir karena bukan dimedan perang kafir tidak boleh dibunuh, sesungguhnya kafir itu telah membodohi kita dengan perang pemikirannya sehingga kita lupa bahwa kafir telah mengumandangkan perang terhadap kita jauh-jauh hari



Sabtu, 22-11-2008 15:31:29 oleh: Duto Sri Cahyono


Hehehe, jadi pada melenceng semua sih komentarnya.
Menurut saya, mengapa TV One menghadirkan Khusnul Khotimah, itu adalah karena Khsunul Khotimah sendiri adalah seorang muslimah.
TV One nggak mau ambil risiko mengambil narasumber lain yang non-muslim. Sebab jika perdebatan merembet ke masalah keyakinan, maka yang perang bukan hanya di "panggung teve" tetapi juga di masyarakat.
Nah, apakah korban bom Bali yang muslim cuma Khusnul Khotimah? Jelas tidak. Lha kenapa TV One tidak mengambil yang lain? Sebab, selama ini Khusnul Khotimah-lah yang terekspose di media massa sebagai salah satu korban, yang kebetulan muslim/muslimah, terlihat emosional, mau di-ekspose, bisa bicara blak-blakan...
Untuk kita ketahui saja, cara kerja media massa, tidak peduli TV atau koran, cenderung "ambil mudahnya" dan "ambil yang kira-kura paling laku".
Sebenarnyalah, tidak ada agenda apa-apa di balik pemilihan Khsunul Khotimah dan semua "pemain sandiwara" di layar TV One, kecuali bahwa TV One dianggap leading dalam pemberiataan seperti itu.
Itu adalah alasan yang rasional yang bisa saya tangkap. Kalau kesengajan "membenturkan" pihak2 tertentu atau membawa "agenda tertentu" yang tidak bisa kita raba, menurut saya, tidak.
Saya hapal sekali cara kerja media massa, sebab itulah hal-hal yang bisa saya serap selama 20 tahun menjalani profesi jurnalis.
Agenda TV One hanya satu: Pengin menjadi media yang "terdepan" (logika dagang sih). Kalau kemudian dipersepsi sebagai "membawa agenda tertentu", "membenturkan pihak2 tertentu" dan lain-lain, itu sekadar "kesalahan redaksi". Kesalahan itu bisa karena "kecerobohan" (karena dikejar deadline), atau juga "kebodohan" pihak produser/redaktur yang karena kurang pengalaman atau juga "kurang bimbingan" dari pemimpin redaksi TV One yang saya ketahui sangat komit pada prinsip dan etika jurnalistik.
Jadi, tidak ada yang istime




Sabtu, 22-11-2008 15:39:15 oleh: Duto Sri Cahyono

Ya, jadi memang tidak ada yang istimewa dari liputan TV One kecuali bahwa hal itu belakangan menimbulkan kontroversi.
Patut disayangkan memang bahwa sebuah kecerobohan (dan kebodohan) seperti itu bisa dan telah dilakukan oleh TV One. Ya, kalau mau tidak disebut ceroboh atau bodoh, minimal khilaf-lah, memangnya TV One punya agenda terselubung?
Kalau ini yang terjadi, ya subhanallah,.... berarti TV One telah membuat "agenda terselubung" dengan cara yang ceroboh dan terlihat bodoh, minimal dari sisi jurnalistik.





Selasa, 25-11-2008 05:19:31 oleh: zeph

TV One? seimbang? kapan?
udah ah gw hapus itu channel dari TV... condong ke ekstrimist sih!




Selasa, 25-11-2008 11:38:21 oleh: Vinka


hehehe TV gw ga dapet chanelnya TV one sih...peace aja lah




Selasa, 25-11-2008 16:16:36 oleh: alvin

Ada TV Two atau TV Three ndak yach????



Selasa, 25-11-2008 16:39:07 oleh: Yunus Bani Sadar

tambah ngawur komentarnya....hehehehehe....bener-bener "Bisa-bisanya Kita...."

(komentar gak penting dari si pemilik artikel yang ketiban rejeki artikelnya masuk dalam "terbanyak dilihat" dan "paling berguna" bulan ini...kekekekekeekkk... :D )




Selasa, 25-11-2008 21:01:35 oleh: pak eddy

dari hal yg saya lihat..bukan masalah di tv onenya
tapi karyawannya yg menyajikan beritanya terkesan ngak ada sdm..
dari berbagai kontributor yg saya lihat
kebanyakan seperti preman..
sok kenal pejabat ini itu
berbagai jenis amplop dikantong..

itu pemikiran saya soal wartawan..
jauh dari nilai2 suci seorang wartawan..
memberikan pencerahan pengetahuan masyarakat..

sekarang wartawan2 banyak hanya menerima rillis2





Rabu, 26-11-2008 22:20:29 oleh: Vinnie Vincent

Saya tidak tahu mengenai kontroversi agamanya, namun kasihan sekali Khusnul Khotimah, sebagai korban dari bom bali, selain hidupnya telah sengsara, ia juga harus menerima cercaan dan rasa malu akibat dua narasumber lawannya di TV ONe. Apakah nasibnya sebagai korban bom Bali belum cukup? Mengapa TV ONe tidak mengambil Hj Bambang dan pakar agama yang berkumpul di Bali saja untuk membicarakan masalah kesalahan Amrozi, Imam Samudra, Ale Gufron, atau dapat pula dipasangkan dengan Khusnul Khotimah? Sungguh TV ONe tidak sensitif terhadap beban psikologis narasumbernya. Apakah TVOne hanya mencari rating semata? Rupanya hanya namanya saja yang berganti, kualitasnya masih 'versi oldies'.



Kamis, 27-11-2008 07:45:38 oleh: DEkky

TV one da bagus nayangin hal kayak gitu...

semua sudah di hukum ditunggu kasus poso diangkat...

jadi semua pada beres... terus para koruptor itu juga harus di eksekusi, karena sikap mereka lebih kejam dengan membunuh secara perlahan daripada sekedar bom dan kita hilang dalam sekejap... hmm mungkin itu ya kenapa banyak yang bunuh diri bukannya nahan lapar berhari-hari... kadang manusia takan pernah bisa mengerti apa yang sudah digariskan pencipta..., kita tidak tahu kan????




Kamis, 27-11-2008 13:29:54 oleh: imanwala

saya sendiri tidak lihat langsung tayangannya, namun hari-hari itu adalah hari-hari sibuk saya pindah dari channel satu ke channel yg lain utk ikuti perkembangan berita eksekusi 3 pelaku bom bali. hampir semua pemberitaan di tv memang ingin mengesankan kehebohan berita kpd masyarakat. jauh dari keinginan melihat lebih dalam akar permasalahan dan kemudian memberi pencerahan kpd masyarakat luas yang heterogen/multikultural. Pembelajaran yang sungguh bisa melahirkan kearifan dan kebijaksanaan serta menaikkan taraf kualitas kemanusiaan utk bangsa indonesia masa depan. pembelajaran ini menjadi larut dan luntur begitu saja dgn cara-cara pemberitaan yg ceroboh dan asal2an. sayang... masih bayak lagi pelajaran2 berharga yg diberikan utk bangsa ini yg dibuang sia-sia tanpa makna.. tsunami, lumpur lapindo, poso, ambon, sampit, dll. semua itu adalah materi pemberitaan yg sangat mencerahkan dan mendidik kedewasaan bila benar-benar kita dapat memetik hikmahnya. ayo dong...stasiun2 tv teropong lagi masalah2 ini utk jadi konsumsi pendidikan para pemirsa indonesia bahkan dunia internasional.



Kamis, 27-11-2008 14:30:15 oleh: julak

Weleh...weleh...weleh... daripada ribut2 melulu mari ambil sapulidi cangkul dan sekop ..kita kerja bakti rame2 bersihkan halaman dan selokan di RT masing2 biar kaga kebanjiran and kena DBD, itu baru jihat......



Selasa, 30-12-2008 22:08:08 oleh: marwan

semuanya ini adalah lingkaran setan akhirnya semua saling menyalahkan dan saling tuding sebaiknya permasalahan ini kita lihat dengan pandangan yang lebih luas terhadapa masalah ini kenapa ini terjadi bagaimana ini terjadi apakah ini harus terjadi atau tidak baru kita bisa menilai secara obyektif kalo menurut saya yang dilakukan tv one tidak salah yang salah adalah tujuannya untuk menampilkan acara tersebut karena jika yang di tampilkan sama sama pengacara dari kedua belah pihak mungkin akan terjdai perdebatan yang seimbang dan acara yang mereka suguhkan tak akan laku karena sama sama akan mempertahankan argumen dan sama sama benar sehingga akan terkesan membosankan



Selasa, 13-01-2009 15:28:40 oleh: morel

hidup amrozi, hidup muklas, hidup imam samudra
ehh maaf sudah mati. tapi masuk surga yaitu surga mereka sendiri




Sabtu, 17-01-2009 19:36:59 oleh: Lola Tri Anzani

Surga di tangan allah yang menentukan,kita juga belum tentu bisa berkorban demi agama seperti begitu,cuma kita berusaha untuk berbuat benar dan bertakwa.



Sabtu, 07-02-2009 16:47:15 oleh: rusandi sulistio

melihat dari coment semua, bahwa apa yg dilakukan tvOne hanya seputar media penyampai berita, semua kembali pada penilaian anda2, kalau saja anda terlibat langsung menjadi saksi kejadian/moment tersebut, tentu saya yakin coment anda akan menyesuaikan



Selasa, 24-02-2009 22:31:57 oleh: junior

tv one ko jarang ya iklannya!!.dapet dari mana tuch uangnya??he...



Sabtu, 07-03-2009 13:48:16 oleh: subhan

begitulah tv one...masa tv one bs ngaku2 kl acr liga jarum adlh program tv one.pdhl sebagai penonton setia acr sepakbola itu, sy tau persis kl liga jarum acr milik antv, bukan tv one. untung pihak antv atau jarum tidak complain...weleh weleh



Senin, 09-03-2009 09:45:51 oleh: Komang Yudiana

Saya juga merasakan bagaimana TV1 menayangkan berita atau acara semacamnya terkesan berat sebelah,cenderung mengadu domba.Seperti misalnya korban perang rakyat Gaza,beritanya itu2 aja,
gambarnya juga itu2 aja.Terus terang saya sampai benar2 bosan.Balik lagi ke permasalahan awal mengenai amrosi cs,khususnya buat tpm yang sangat gentol membela klien mereka.Apakah mereka masih punya perasaan (tanda tanya besar bagi saya).
Mungkin saya bisa sarankan para koruptor yg terjerat hukum minta bantuan ke tpm,walaupun salah mereka pasti akan mati-matian membelanya.
karena mereka dengan mudah akan membalikkan kenyataan seakan-akan yang salah jadi benar.
Kebetulan saya orang Bali yang cinta akan kedamaian,menghormati kebersamaan,saling menghargai.Apakah anda liat setelah kejadian orang Bali ribut2,saya rasa tidak ada yang ada adalah orang Bali seakan akan sadar dengan kesalahan mereka bahwa Bali tidak seperti dulu
yg seperti slogannya Bersih,Aman,Lestari,Indah.
Buat TV1 saya harap bisa memperbaiki kualitas berita dan acara semacam debat yg seakan2 mengadu yg satu dan yg lainya.
Dan ini buat semua orang di seluruh Indonesia bahwa kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah,mulailah dari diri sendiri,saling menghormati,menghargai,apapun agama dan kepercayaannya.




Rabu, 31-03-2010 18:10:42 oleh: agussalim

tv one emang ok dimata saya,,,,,ga ada yang lain,,,thx atas semua crew tc one,,,,,moga sukses selalu,,dan tayangannya makin kreative,,,,,



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY