M Yusuf

Salahkah Saya Beli PS2?

Rabu, 24-09-2008 09:59:16 oleh: Mochamad Yusuf
Kanal: Suara Konsumen

Salahkah Saya Beli PS2?

Beberapa waktu lalu (22/8) sepulang kantor, saya putuskan langsung membeli Sony Play Station 2 (PS2). Memang tidak langsung memutuskan begitu saja. Tapi beberapa hari sebelumnya saya sudah menimbang-nimbang untuk membelinya. Bahkan saya sempat melakukan survei harga, baik di toko online ataupun di toko tradisional.

Tentu saja ada yang tidak setuju ketika saya utarakan ide pembelian PS2 ini. Pertama, jelas dari istri tercinta. Tentu ini hubungannya dengan budget keluarga. Namun ketika saya utarakan saya beli dengan uang sendiri (uang laki he.. he..), ya istri setuju saja. Tapi dia juga khawatir dampak negatifnya.

Ya, dampak negatifnya ini jadi keberatan yang kedua, yang akhirnya membuat lama menimbangnya. Saya takut Zidan, anak laki saya, menjadi malas belajar. Menjadi tidak suka membaca. Tidak mau bergaul dengan teman-temannya. Jadi penyendiri dan hal-hal negatif lainnya.

Saya memang maniak game. Sejak beli komputer, bahkan sejak kenal komputer, saya suka fungsinya sebagai game. Bahkan beberapa kali 'melekan' sampai subuh hanya ingin menuntaskan sebuah cerita game. Dan maniaknya ini seperti menular ke Zidan. (Dia kenal komputer juga mulai dari game tepatnya dari Education Game).

Sering kita bermain bareng, bertukar informasi dan mencoba sebuah game. Sering pula saya sampai rela meminjamkan HP saya yang N Gage itu, HP game Nokia. Meski saya harus ke kantor tanpa HP. Namun selama itu dia hanya main game di PC atau HP saya.

Namun beberapa waktu lalu dia mulai tahu main game di PS2. Ini terjadi pas liburan ke desa, Pare. Dia diajak sepupu-sepupunya bermain PS2. Tapi nggak sering dan lama karena harus rental, perlu biaya. Tapi sejak salah satu sepupunya memiliki PS2, dia makin suka main PS2.

Saya sendiri akhirnya juga mencobanya. Ya, dari kepunyaan keponakan itu. Sejak itulah saya mulai kesengsem dengan PS2. Jadinya kita sering membicarakan permainan PS ini. Dan meski tidak merengek-rengek, dia ingin memiliki PS2 juga. Kita janjikan pas dia sunat (dapat dari uang sumbangan he.. he..). Dia mengerti dan setuju.

Tapi setelah melihat kondisi dunia gadget game, akhirnya saya mulai menimbang-nimbang untuk membeli PS2 sekarang. Alasannya:

1. PS2 sudah di ujung masa produksi.
Saat ini Sony sudah mengeluarkan lanjutan dari PS2 yakni PS3. Seperti produk-produk lain, tentu saja produk yang digantikan ini akan berhenti produksinya. Sehingga saat ini harga PS2 sudah di ujung paling murah. Kalau menunggu lebih murah lagi, barang tidak akan dijual lagi.

2. Best value PS2 tinggi.
Saat ini nilai best value PS2 sangat tinggi. Best value adalah nilai yang didapat dari uang yang dikeluarkan. Saat ini PS2 sudah bisa didapatkan dengan harga sekitar 1,5 juta. Padahal nilai yang didapatkan banyak, seperti hiburan, perekat hubungan dan lainnya (akan saya uraikan di akhir tulisan ini).

3. Support PS2 yang banyak.
Game-gamenya masih banyak dan murah harganya. 5000 rupiah untuk 1 game. Belinya mudah, kadang ada di lapak depan Indomart. Aksesoris pendukung juga banyak dan harganya terjangkau. Bandingkan dengan PS3 yang gamenya susah dan mahal harganya, 500 ribu per game. Mana tahan.

4. PS2 adalah game console.
PS2 adalah game console. Memang sejak awal dirancang untuk main game. Di komputer kita bisa main game, namun ada batasannya tergantung spesifikasi komputernya. Sedang PS2, game itu tertera untuk PS2 ya bisa langsung dijalankan. Beberapa game PS2 bisa buat main 2 orang atau lebih. Dan yang menarik, beberapa game mengaktifkan fungsi getarnya pada stik, sehingga memberi kesan realistik ketika memainkannya. Asyik gitu.

5. PS3 yang belum siap.
Ketika saya mau beli PS2 banyak yang menyayangkan, kenapa beli barang uzur begitu. Ya, kenapa saya tidak beli PS3 ? Kalau beli PS1 jelas tidak, karena memang sudah tidak dijual lagi. Selain itu kualitasnya yang jauh berbeda. Untuk PS3 saya tidak mau membeli karena harganya masih mahal, sekitar 5 juta. Gamenya sendiri harus beli sekitar 500 ribu. Dan untuk maksimal TV-nya harus pakai TV LCD atau TV Plasma. Ini harganya juga tidak murah. Jadi best value-nya rendah.

Karena itu akhirnya saya mantap beli PS2. Apalagi di toko yang saya beli itu bisa pakai kartu kredit tanpa surcharge 3% seperti biasanya. Dan saya tambah semangat beli, karena ada warna selain hitam yakni silver dan putih. Hebatnya harganya sama dengan hitam! Padahal biasanya lebih mahal. Wah sudah, tanpa kelamaan nimbang langsung saya bawa tuh PS2 yang putih.

Lalu alasan apa saya membeli PS2 di luar alasan teknis di atas ?

1. Untuk hiburan.
Hiburan adalah penyeimbang hidup. Kalau tak ada bisa bikin stres. Kalau stres bisa timbul banyak penyakit. Baca saja tulisan-tulisan di website saya, http://m.yusuf.web.id tentang stres penyebab banyak penyakit.

2. Untuk mengisi waktu luang.
Dengan main PS2 kita jadi asyik, sehingga kita lupa dengan waktu. Jadi kalau suntuk/jenuh ngga tahu harus ngapain ya bisa main PS2. Ini ternyata berguna bagi Zidan dalam berpuasa. Bayangkan Zidan sudah puasa maghrib di kelas 2 ini. Dan kuatnya dia puasa maghrib terbantu dengan main game PS2.

3. Untuk keakraban.
Ini yang penting. Saya main PS2 bukan untuk menang kalah. Tapi saya main PS2 untuk menambah keakraban antara saya dan anak saya. Karena PS2 bisa multi player. Komputer sih juga bisa, tapi harus 2 komputer kan ? Itu pun harus ngeset jaringan dulu. Dengan main bareng ini, kita bisa makin akrab karena bisa saling ledek, tertawa bareng dan lainnya. Ini membuat hubungan antara orang tua dan anak makin akrab dan erat.


~~~
Oleh: Mochamad Yusuf.
Dia adalah seorang konsultan IT senior di sebuah perusahaan web design.
Dia dapat ditemui di http://m.yusuf.web.id.

~~~
Saya tak tahu apakah keputusan saya ini benar atau salah. Karena itu mohon sharing pengalaman atau pendapat tentang hal ini. Mumpung belum lama saya memiliki PS2. He.. he..
Segala komentar bisa pula disampaikan di sini:
http://m.yusuf.web.id/v20/blog/index.php?act=detail&p_id=551.

Bookmark and Share

Tag/Label opini, mochamad yusuf, playstation, keluarga, pendidikan anak
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
29 komentar pada warta ini
Rabu, 24-09-2008 10:15:12 oleh: Yulius Haflan

Mas, kyaknya lebih kerenan Nintendo Wii. Meski game2nya belum terlalu banyak, tp rata2 gamenya fully fun and penuh gerak!



Rabu, 24-09-2008 10:20:16 oleh: heri_spica

saya sendiri juga pgn beli PS2 mas
ga salah koq beli game buat hiburan/refreshing
asal bisa bagi waktu aja - kalimat klise :)

PS3 emang jelas masih maharani (baca: muahalll) dan kebanyakan gamenya juga koneksi ke internet, selain itu juga lebih sulit dibajak (dasar tukang bajak :D)

saya aja skrg lebih suka maen game online gratisan ato donlod game gratis

tapi ada kejelekannya juga mas: dvd game bajakan bisa bikin mata laser cepet rusak, dan sebaiknya emang console PS2 dipake buat maen game walo bisa untuk nton dvd movie, tapi dianjurkan utk ga nton dari console PS2, tambah cpt rusak

dan jgn lupa secara rutin pakai dvd lens cleaner utk membersihkan bagian dalam/driver dvd. tapi utk lebih jelasnya sih tanya sama yg jual, gimana cara perawatan/pemeliharaan yg bener termasuk garansi purna jualnya

mudah2an saran saya bisa bikin PS2 mas lebih awet n happy gaming! :)

heri_spica




Rabu, 24-09-2008 10:21:36 oleh: Nury Nusdwinuringtyas

Saya membelikan anak saya PS saat anak saya masih kecil untuk melatih jari-jarinya . Cenderung gemuk, sehingga tulisannya tidak bagus. saya manfaatkan untuk motorik halus, disamping konsentrasi, dankehangatan dengan beberapa anggota keluarga. Tergantung bagaimana kita bisa "mengatur" saja, dan bukan "diatur" PS.

Selamat menikmati PS2 nya mas.




Rabu, 24-09-2008 10:23:14 oleh: Mochamad Yusuf

To Uyung (Yulius) & Heri,

Aduh sebenarnya saya minta pendapat baik nggak beli PS2 untuk perkembangan anak, eh malah mendorong PS2 bagus. Jadi tambah gede saya.




Rabu, 24-09-2008 10:24:23 oleh: Mochamad Yusuf

Wah mbak Nury, komentar ini yang saya tunggu. Berarti ada sisi positifnya ya ?



Rabu, 24-09-2008 10:35:49 oleh: heri_spica

mas Yulius: Wii masih mahal walo gamenya interaktif n menarik

mas M Yusuf: kan saya udah tulis di baris kedua dan ketiga

heri_spica




Rabu, 24-09-2008 10:48:27 oleh: Nury Nusdwinuringtyas

He he, sekarang anak saya sudah mahasiswa kedokteran, jadi tak bisa rajin main. Omnya yang beli Wii. Nah , bagusnya , kalau lelah belajar, anak saya ke omnya. dapat silaturahminya.

Yang penting aturan yang "konsisten" dan "sama", anak cenderung cari yang enak donk, sama seperti kita.




Rabu, 24-09-2008 11:00:44 oleh: Sandhy.ED

PS2 bagus juga kok Mas untuk melatih konsentrasi dan kesabaran anak...

Untungnya anakku gak maniak game, jadi mereka berhenti kalau bosen, dan gak berusaha nerusin satu game sampe tamat hehehehe...

Sekarang mereka lagi suka Harvest Moon tuh..., ceritanya dia mewarisi tanah yang harus dikelola..., tanam sayuran, pelihara ayam, sapi, kuda, anjing, dll. Untuk dapetin modal harus kerja dulu atau cari hasil tambang di tanahnya...

Bagus kok Mas PS2, met menikmati ya....




Rabu, 24-09-2008 11:13:44 oleh: Ritapunto

ya uda beli aja mas...
nanti klo dah bosen tp masih 'murup', paketin aja buat anakku..saya siap nampung kok..^--^

soalnya gak pernah beli'in anak piranti games yg canggih. terima lungsuran ae..




Rabu, 24-09-2008 11:14:28 oleh: Mochamad Yusuf

To: mas Hery

Setelah saya baca lagi, iya ada masukannya. Terima kasih masukannya.

Tapi karena komentar ke PS2nya lebih banyak, bayangan saya mengkomentari PS2-nya.




Rabu, 24-09-2008 11:15:43 oleh: Mochamad Yusuf

To: mbak Sandhy

Terima kasih masukannya.




Rabu, 24-09-2008 11:17:22 oleh: Mochamad Yusuf

To: mbak Rita,

Jangan khawatir mbak, kalo bosen akan saya kirim ke sana. Barang-barang begini, saya pikir ada trendnya.

Saya ingat tetris waktu SMA. Kita sekeluarga sampai rebutan tetris. Sekarang saya jarang melihat orang main tetris.




Rabu, 24-09-2008 18:04:24 oleh: Retty N. Hakim

Soal PS ini jadi sumber kekesalan saya sama suami (yang beli tanpa sepersetujuan saya), walaupun sekarang PS juga jadi baby sitter elektronik untuk anak-anak saya (termasuk memberi waktu untuk menulis bagi wikimu he..he..he...).

Menurut saya PS 1 lebih banyak game yang bermanfaat untuk anak daripada PS2 yang kebanyakan gamenya mengajarkan kekerasan. variasi game edukasinya kurang, mendingan main game komputer!

Konsentrasi mereka kalau main game tinggi, tapi kalau di luar game belum tentu...anak saya malah pernah bengong di sekolah, ternyata memikirkan strategi PS (karena hari Senin sampai Kamis nggak boleh main jadi dia sibuk merancang strategi untuk Jumat, Sabtu, Minggu dalam jam pelajaran sekolah). Mata juga bisa menjadi masalah berikutnya (sama lah untuk semua jenis game elektronik).

Pintar-pintarnya ortu mengatur deh, soalnya kalau teman-temannya sedang wabah PS dan dia tidak punya, bisa juga dia jadi cari tahu dengan cara tidak benar. Keponakan saya ada yang berbohong sama mamanya kalau sedang ada pelajaran tambahan di sekolah, padahal dia ke rumah teman untuk main PS.

Jadi, silahkan timbang-timbang dan bikin perjanjian awal antara ayah, ibu, dan anak, he..he...he...




Rabu, 24-09-2008 18:14:19 oleh: Christo

@Retty
timbang timbang...ini itu
timang timang...anak sayang, ..ups, salah...
timang timang...sayang anak




Rabu, 24-09-2008 18:22:51 oleh: Retty N. Hakim

@Christo: masih salah, harusnya: timang timang anakku sayang..lagunya KD dan Anang kan?! Lho kok?! He..he..he...



Rabu, 24-09-2008 18:28:34 oleh: Christo

@Retty
kan aku bisa dituntut jika menggunakan lagu orang.
kemana aja dirimu?
mau coklat gak????




Rabu, 24-09-2008 18:58:37 oleh: Oktovianus Pogau

SAYA LEbih suka internetan daripada main PS, kadang kala kalau main PS itu sangat membosankan. Tapi kalau internetan, sampai jam berapapun santai gembira aja.

hehehehe




Kamis, 25-09-2008 00:43:22 oleh: Rahmah Hasjim

Untung deh anak saya perempuan yg girly abis jadi ga suka main game. Dia malah lebih suka utak atik hp saya utk foto perutnya yg lagi ga pake baju atau rekam suaranya dg kata2 bikinan sendiri dan irama yg sembarangan tapi setelah didengar2 enak juga. Yg jelas dari rekaman di hp itu saya jadi tahu bahwa putri saya punya bakat musik yg luar biasa..
Asiknya dirumah yg tak ada laki2 nya, ga ada yg maniak game sampai subuh kayak mas Yusuf ini hehehehe...




Kamis, 25-09-2008 11:52:59 oleh: Mochamad Yusuf

To: Oktovianus Pogau

Mas, belum pernah nyoba PS ya ? Dulu juga begitu, saya pikir game komputer lebih enak, tapi ketika tahu main PS, jadi kesengsem juga.

Internet ? Saya sudah seharian di depan internet. Karena sudah pekerjaan. Tapi anak saya belum saya ajarkan.




Kamis, 25-09-2008 11:54:46 oleh: Mochamad Yusuf

To: mbak Rahmah Hasjim

Awas nanti air kulkasnya cepat habis! Habis banyak teman laki-laki yang sering datang ke rumah. Ini nggak asyiknya punya anak perempuan. He.. he..

Alhamdulillah saya punya keduanya, cowok dan cewek.




Sabtu, 11-10-2008 08:36:18 oleh: romz

PS2 itu bener2 console yang murah meriah n bener2 ekonomis mas. untung mas beli itu, ketimbang xbox360 yang masih mahal dan belum lepas dari penyakit 3RROD. atau PS3



Sabtu, 11-10-2008 08:40:02 oleh: denz

PS2 itu bener2 console yang murah meriah n bener2 ekonomis mas. untung mas beli itu, ketimbang xbox360 yang masih mahal dan belum lepas dari penyakit 3RROD, atau PS3 yang gamenya masih mahal2. atau WII sekalipun yang kata org lebih aktif untuk memainkannya,,, hm, siapa yang butuh jingkrak2 di depan tv untuk main game?, lebih baik olah raga sungguhan kan?.

saya skrng ini malah memiliki 2 buah PS2, 1 tipe tebal yang sudah saya berikan ke ponakan saya, dan skrng saya punya tipe slim yang terbaru 90006. karena game PS2 masih banyak di produksi, ada dimana mana penjual gamenya, murah dan yang jelas sangat menghibur. hanya saja sayangnya PS2 tidak bisa di bawa kemana mana. untuk ini saya punya senjata lain, yaitu PSP dan NDS :D. cobain juga tuh mas PSP dan NDS, dijamin ketagihan :D, hehehe. piss.




Senin, 13-10-2008 13:16:37 oleh: Willyandi

Beli aja mas...Hehe...Selama PS4 belum keluar, game2 baru PS2 akan terus diproduksi sehingga mas ga akan kehilangan hiburan karena tidak adanya game baru yang diproduksi...

Atau menimbang untuk beli PSP?




Selasa, 14-10-2008 16:00:54 oleh: Eko Sutrisno Hadipurnomo

Kuncinya :

1. Harus pintar mbagi waktu,
ini akan sulit karena mas Yusuf juga gemar main game.

2. Tunjukkan sisi positif PS2 pada istri, saat istri ada di dekat kita

3. Anak-anak sebaiknya diajak juga untuk jalan-jalan, mengenal alam, atau kegiatan outdoor yang bisa meningkatkan aspek sosial anak-anak [misalnya diajak ke tetangga yang punya anak sebaya, atau ke rumah saudara kita yg dekat2]

4. Pastikan saat mendengar adzan, permainan di"pause",
ini juga akan sulit kalau kita ternyata juga tidak disiplin terhadap sholat di awal waktu

Itu aja saran saya mas, itu juga saran buat saya sendiri, karena saya juga beli PS2 untuk anak-anak, dengan ijin [yang agak terpaksa] dari istri.

DI keluarga saya, main PS hanya di hari libur, atau saat ada saudara/teman2 anak-anak yang main ke rumah.

Pada saat ada kawannya datang dan ngajak main PS2, saya perbolehkan PS itu dihidupkan, tetapi anak saya tidak boleh main, biar tamunya saja yang main.

Salam

eshape
nb.
waktu mudik ke yogya, anak saya berpesta ria dengan saudara2nya yang juga maniak PS
[he..he..he...]







Selasa, 14-10-2008 16:24:41 oleh: Mochamad Yusuf

To: mas Eko
Terima kasih nasehatnya. Iya memang berat mengkontrolnya, karena saya juga maniak game.




Kamis, 29-01-2009 01:25:35 oleh: N Yoga

Saya juga gamer kalau boleh dibilang mas, Sekarang saya main game di PSP (portable), berhubung saya kerja di remote areanya mining industry. Karena console handheld jadi bisa dibawa-bawa, Lumayan menghibur, apalagi di hutan. Kalau lagi off cuti saya main game di PC, genre kesukaan saya strategi perang. Kalau di console saya suka genre RPG, yang mungkin sedikit banyaknya membuat kemampuan bahasa inggris saya jadi lumayan. Saya belum menikah, jadi ketika off masih bisa meluangkan sedikit waktu untuk melampiaskan hasrat gaming saya. Kalau kata orang "Work hard, Play hard" kali ya.
Salam,




Rabu, 09-12-2009 20:57:36 oleh: kasim usman

gue mau beli ps 2 .. ada refernsi ?? gue mau yg asli original.. ada garansi .. jadi gampang kalo ada apa-apa.. thx info-nya//



Kamis, 10-12-2009 09:43:48 oleh: Mochamad Yusuf

@Kasim
Rasanya PS nggak ada garansinya. Kalopun ada itu garansi toko. Kalo saya beli saj di toko2 elektronik besar. Jaminannya pasti orisinal.




Minggu, 14-02-2010 11:53:08 oleh: mumu

msin ps2 itu rame loh ga ada salahnya



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY