Natalia Adhi

Menjadi Single Mom atau Single Parent?

Senin, 25-08-2008 17:34:37 oleh: adhinatalia
Kanal: Opini

Menjadi Single Mom atau Single Parent? Status sebagai orang tua tunggal agaknya kini mulai banyak terdengar. Bukan hanya karena alasan perceraian semata tetapi juga karena ditinggal pacar yang tidak bertanggung jawab. Termasuk mereka yang pernah menjalani hidup bersama orang-orang asing, dan kini membesarkan anak berdarah campuran. Mungkin suara miring mengenai hal ini masih terlontar, namun dari sisi saya pribadi, saya mengangkat topi...salut kepada para wanita yang meskipun paham akan adanya suara-suara sumbang yang akan mengikuti namun tetap mempertahankan sang bayi yang tak berdosa dan berjuang membesarkannya daripada menyerahkan anaknya ke tangan maut atau membuangnya di tempat sampah...

 

Salut, karena membesarkan seorang anak dalam lingkungan keluarga utuh saja sudah begitu repot..apalagi harus menghidupi sekaligus menanggung beban moral yang amat besar. Sudah waktunya kita mulai memikirkan suatu sisi positif dari perjuangan mereka ini, bukan malah menghakimi. Sudah waktunya kita mulai membuka mata hati, dan pintu maaf...memaafkan saudari-saudari kita yang pernah berbuat salah, tapi yang juga menebusnya kembali dengan cara membesarkan sang buah hati...dan tidak lari dari tanggung jawab mereka.

Jika ini bisa menghibur saudari-saudari yang kebetulan mengalami hal di atas dan membaca tulisan saya ini.... saya pernah mendapat email dari seorang rekan di sebuah komunitas single parent yang saya ikuti yang memberitahukan bahwa catatan sipil pun tidak lagi mengenal istilah anak haram. Anak haram itu tidak ada..tidak ada ciptaan Tuhan yang nista...meski pun mereka lahir di luar perkawinan yang sah..bayi-bayi itu tetap ciptaan Allah yang masih murni. Bukan salah mereka jika mereka terlahir ke dunia. Mereka pun berhak akan hidup yang layak, berhak memiliki kesempatan meraih kebahagiaan. Dan ceria seperti anak-anak lainnya, tanpa stigma negatif yang melekat. Anak adalah karunia...titik.

Bulan suci Ramadhan sudah akan datang kembali, selama bertahun-tahun perhatian semua orang nampaknya tumpah pada anak-anak yatim dan piatu semata. Barangkali tahun ini, saya boleh menyelipkan gagasan...bagaimana jika di Bulan Ramadhan tahun ini, kita juga memperhatikan para orang tua tunggal yang rata-rata adalah wanita.

Saya yakin, banyak di antara mereka yang juga memiliki kerinduan akan siraman rohani yang khusus berkaitan dengan masalah-masalah batin sebagai orang tua tunggal. Saya juga yakin, banyak di antara mereka yang bisa mendapatkan penguatan dan semangat lagi, dengan saling membagi kisah dan pengalaman. Semua ini tentunya akan membuat puasa dan Lebaran tahun ini akan terasa lebih indah dan kaya.

Tidak menutup kemungkinan bagi para single mom/single parent ini untuk membuahkan amal dengan memotivasi kaum muda dan wanita agar tidak terperangkap pada masalah yang sama. Mencegah, dengan memberi peringatan misalnya pada remaja yang dipaksa melakukan hubungan seksual oleh pacarnya sehingga bisa berakibat kehamilan di luar nikah...oya, kekhawatiran dan dilema cinta semacam ini ternyata masih ada di kalangan masyarakat kota yang seharusnya sudah maju dan peka informasi...

Bagaimana Mas Eryawan? Mas Erwin? Wikimuers semua? :)  Barangkali ide ini bisa meramaikan topik buka puasa bersama selama 1 minggu? Hehehehe.....

Bookmark and Share

Tag/Label single parent, single mom, orang tua tunggal, anak, bayi, opini
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
38 komentar pada warta ini
Senin, 25-08-2008 19:26:58 oleh: ikhwan kunto alfarisi

membesarkan anak dg kondisi spt ini tentulah tidak mudah, semuanya akan jd ringan jika kita menjalaninya dg ikhlas dan penuh kesabaran..semua ini demi masa depan anak2x

jika kebingungan, ya sharing aja dg saudara2x.. utk memberdayakan single parent, hrs dikonsultasikan terlebih dahulu dg orang tua




Selasa, 26-08-2008 08:40:04 oleh: Muslihat

Jangan tambah dosa dengan mentelantarkan anak hasil hubungan gelap. Lebih terhormat menjadi single parent, Jadilah single parent yang berhasil membesarkan anaknya menjadi orang yang berhasil, saya yakin tuhan akan memberi rizki, Single parent hanya istilah kita saja, sesungguhnya Tuhan selalu mendampingikita, asal kita mau selalu berdoa dengan penuh harap.



Selasa, 26-08-2008 13:50:42 oleh: Eryawan Nurcahya

Mbak Natalia ...

Apakabar Mbak ... ide yang sangat baik di dalam menyambut bulan suci Ramadhan nanti.

Sebenarnya single parent yang di dominasi kaum hawa, anak-anak mereka seperti layaknya anak yatim. Seharusnya kedua-duanya mendapatkan porsi yang penting untuk mendapatkan siraman rohani.

Ada baiknya antar single parent dapat juga terjalin aliansi pemberdayaan ekonomi dimana yang satu mempunyai keahlian dan yang lain membutuhkan keahlian tersebut sehingga muncul sinergi kekuatan ekonomi.

Juga dapat menjadi ajang pelatihan/training bagi sesama single parent yang ingin mempunyai keahlian dan keterampilan.

Trims ...




Selasa, 26-08-2008 17:47:07 oleh: Patricia Shanti Arya Sathyani

beberapa teman saya ada yang menjadi single parent, dengan berbagai macam sebab dan alasan, tetapi mereka berjuang. dan saya angkat topi, banyak belajar bagaimana mereka mengatasi segala sesuatu, mengambil keputusan dan menutupi kekurangan peran yang seharusnya diisi oleh pasangannya. sangat tidak mudah, dan air mata mereka itu nyata.
mulai dari menitipkan anak sementara mereka bekerja, baik itu pada orang tua, saudara bahkan panti penitipan. dan bagi yang mampu mungkin mampu membayar orang mengawasi sang anak sementara mereka mencari nafkah. dan saat pulang ke rumah, semua masalah yang seharusnya ditanggung bersama, menjadi beban seorang diri.
menjadi teman curhat mereka, sedikit banyak membantu melegakan uneg-uneg mereka. dan saya senang melakukannya, karena paling tidak, sedikit membantu menutup lubang kosong dalam hidup mereka. jika masalah bisa dipecahkan, puji Tuhan. jika tidak, mungkin akan ada inspirasi yang mengilhami kemudian tentang bagaimana mengatasinya.
tetapi apapun bantuan moril kita, akan sangat membantu mereka untuk tetap tegak dan sedikit meringankan beban. kita sendiri akan menjadi belajar untuk banyak-banyak mengucap syukur dalam kemudahan tetapi juga tetap tabah dalam kesukaran, mengetahui bahwa dalam keadaan apapun kita tak pernah sendiri.




Kamis, 28-08-2008 21:44:52 oleh: Micky Jo

buka puasa bareng???enak nih...ikutan ahhhhhhhhhh...hehehe..



Sabtu, 27-09-2008 02:20:40 oleh: arindra

BAGUS



Kamis, 23-10-2008 09:16:06 oleh: Silvi Anhar

tapi mbak, stigma masyrakat kita thd single parent masih negatif, itu bagaimana?



Kamis, 23-10-2008 15:18:13 oleh: adhinatalia

Halo Mbak Silvi,
bener masih banyak memang yang menganggap seorang single parent itu negatif...tapi biasanya hanya di daerah yang masih minim pergaulan dan kehidupan sosialnya. Akan tetapi tidak bisa juga dikatakan bahwa stigma negatif itu akan terus melekat. Dalam masa sekarang ini, saya sendiri sering melihat dan mengalami betapa banyak orang masih sangat menghargai perjuangan para orang tua tunggal. Contohnya dalam gereja katolik saya sudah mulai diangkat misa mengenai para single parent. Sudah mulai diberikan perhatian dan dukungan moral juga penghiburan sebagai saudara.

Stigma negatif umum dirasakan oleh banyak kelas dalam hal apa pun..:) bukan hanya karena status single parent saja..telat nikah dapet stigma, jadi janda walau krn pasangan meninggal jadi kena cap juga...nikah lebih dari sekali kebagian jatah predikat jelek juga...yah..namanya hidup di masyarakat multi kultural [minjem istilahnya Bu Rita ;p] mesti ada aja yang dilabeli...

Yang penting kan apa yang kita lakukan benar di mata Allah, biar pun pernah bikin dosa, biar pun gagal membina rumah tangga, namun saya percaya..para orang tua tunggal masih mendapat ampunan-Nya juga kasih sayang-nya karena mereka masih berjuang keras, berusaha merawat dan mengasuh anak-anak yang dititipkan Allah pada mereka...walau mungkin banyak kekurangan. Namun intinya mereka tidak lari dari tanggung jawab meski pun sadar apa yang akan di-stigma-kan oleh masyarakat kepada mereka.

Itu sebuah perjuangan batin dan kekuatan mental yang besar loh! :) Malah bagi saya pribadi itu termasuk penebusan dosa. Sesuatu yang harusnya kita kagumi krn banyak orang yang walau pun tampaknya baik dan terhormat, tapi ternyata membuang anak atau berlaku nista...

Jika saya kembalikan pertanyaan ini pada Mbak Silvi, yang mana menurut Mbak Silvi lebih penting...Stigma dari Allah, atw stigma dari manusia? Saya yakin Mbak Silvi akan lebih memilih apa yang menurut Allah benar untuk dilakukan...sebuah pertobatan dan penebusan




Selasa, 13-01-2009 21:09:05 oleh: gresia

Halo...mbak silvi...membaca opini membuat saya merinding.karena hal menjadi single parent yang saya rasakan .But kita tidak boleh DOWN dengan kondisi seperti itu kita haraus semangat dalam hidup dan berjuang untuk masa depan anak kita,walau langkah itu hrs di lalaui dengan duri kehidupan dan tangis,,,dan saya yakin akhirnya kebahagian itu akan datang,Tuhan itu tidak membiarkan hambanya.Thx



Rabu, 21-01-2009 14:21:18 oleh: farida

single parent.. pendapat mbak Natalia bener sekali, membesarkan anak dalam lingkungan keluarga yg utuh saja sdh sulit apalagi menjadi single parent. Saya yakin tidak seorang pun mau menjadi single parent..namun kenyataan hidup tetap harus dihadapi. SALUT bagi semua single parent karena berani memilih dan menerima tanggung jawab yang sedemikian besar.Belum lagi dilema ekonomi dan komentar lingkungan yang harus dihadapi, kadang membuat mental DOWN. Namun jangan putus asa, apa yang menjadi keputusan ini jalanilah dengan sebaik2nya agar tidak ada alasan untuk menyesal kemudian hari. Berikan yang terbaik untuk diri dan anak2 kita. kebahagiaan tidak pernah bisa dibeli dengan uang dan waktu yang terlalui tak bisa tergantikan dengan apapun.Bersyukurlah atas Kasih Tuhan yang tetap menyertai kehidupan kita.



Kamis, 22-01-2009 10:14:24 oleh: adhinatalia

Saya sangat terharu, membaca semua yang berpendapat disini...ini bukti bahwa hati nurani tetap masih ada di sekitar qta, jadi jangan ragu untuk melangkah dengan mantap apabila kondisi sebagai single parent tidak terhindarkan...

GBU all wikimuers! :)




Rabu, 30-09-2009 14:25:16 oleh: Wanti hadi Kusumawati

Hidup adalah Pilihan. semua ada resiko. menjadi Single Parent dikarenakan perceraian merupakan piihan. Saya yakin semua telah diatur oleh Allah Swt.Berjuanglah Single Parent untuk menunjukan pada Dunia bahwa Kita kuat dan terus berjuang untuk mempertahankan hidup buat diri sendiri dan anak2. SUKSES.....



Jumat, 16-10-2009 10:06:46 oleh: nani

salut pada para single parent .. ditengah kemelut yg ada mereka harus tetap bertanggung jwb pada anaknya... apalagi para wanita yg menjadi "single parent" karena papa dari anaknya telah 'selingkuh" dengan wanita lain dan meninggalkan anaknya ... harus menanggung sakit hati ...tapi harus tegar didepan anaknya....yg penting jangan putus asa , dan tetap yakin Tuhan selalu bersama ..



Selasa, 29-12-2009 21:54:33 oleh: niluh pricilia

i'am a single parent tapi saya sangat bahagia
dan tidak menyesal telah menjadi a single parent. saya hanya berharap semoga ayah dari anak saya akan menyesal karena telah menelantarkan buah hatinya. dan saya akan tunjukkan bahwa saya sangggup membesarkan anak saya seorang diri. Allah swt beserta saya dan, keluarga yang mendukung saya.




Sabtu, 20-03-2010 13:50:31 oleh: nita

Apa Kabar Mbak Natalia.....
Lama tidak berkabar dan bertukar cerita,saya seseorang yang pernah ditolong oleh sabahat wikimu di tahun 2009.
Sya sangat setuju dengan warta tersebut, bagi saya sangat penting bisa mendapat suport dalam bentuk siraman rohani tersebut, sangatlah penting karena bisa membangkitkan semangat kita untuk terus berjuang dalam membesarkan seorang anak sendiri,harus membiayai sendiri dan merawat sendiri

Mbak Natalia...semoga masih ingat akan saya, dan para sobat wikimu terima kasih banyak atas bantuannya materi dan kiriman baju bayinya....




Kamis, 22-04-2010 17:36:41 oleh: Dwi P

ya..saya setuju dengan tulisan mba silvi..

saya belum menjadi single parents...tapi sepertinya dalam bulan mendatang status itu akan menjadi anugrah yang harus saya terima.saya tidak tahu apa yang ada dipikiran bapknya anak2 yang membiarkan anak-anaknya sendiri. Smoga 4JJ1 menjaga kami sekeluarga dan memeberikan saya kekuatan, kemudahan dalam mencari nafkah an jalan terbaik untuk anak2 saya. amin......




Selasa, 22-06-2010 20:19:46 oleh: enny rahayu susilowati

Alhamdulillah...

Saya membaca artikel ini agak menyentuh. saya adalah salah satu single parent tersebut dengan keadaan yang mungkin tidak layak.karena ditinggal pacar saat ketahuan hamil. Namun betul kata Mbak Natalia, menjadi single parent lebih baik dari pada meninggalkan dia di panti asuhan. dan justru kehadiran dia menguatkan saya menjadi wanita dan juga ibu yang lebih tegar dan bijaksana. meski tidak lepas dari bantuan orangtua saya.

Dan menurut saya, saya masih beruntung dibanding ibu2 denagn keadaan seperti saya namun tidak ada pekerjaan. memberi bekal ketrampilan yang bisa menghasilkan secara ekonomi utnuk mereka memang sangat diperlukan. terimakasih buat dukungan dari teman2 kepada kami...

wassalamualaikum...




Selasa, 27-07-2010 21:56:16 oleh: sitti rizki mulyani

ass,salam kenal buat semua single parent/mom yg ada dimana aja.... semoga Allah selalu beri kita kekuatan dlm menjalani hidup ini.. saya adalah seorang single parent dg 2 anak yg lucu2.. baru beberapa menit lalu saya tahu kalau ikrar talak sdh dibacakan dipengadilan melalui internet ini...walaupun sdh hampir 2 thn kami berpisah... hanya Allah yg tahu bagaimana rasanya punya suami yg tdk pernah ada lagi utk kita... Ikhlas'seperti nama putraku yg besar... anak2ku memang harus ikhlas menerima keadaan ini.. Allah bersama kita nak... mama harus kuat bersama kalian... salam semangat untuk semua single mother yang ada dimanapun... Allah ada didekat kita...



Kamis, 29-07-2010 17:34:21 oleh: putri permata

saya sngat terharu membaca artikeL mbak,,,
krna skrg ini saya ada diposisi ini mbak,,sya bingung apa yg harus sya lakukan,,
ditengah kehamilan seperti ini sya berharap skLi Laki2 yg menghamili sya bza bertangung jwb dgn ini smua tpi pda kenyataanny sya tetap menunggu dan menunggu,,
sya tetap sabar ini mgkin cobaan bwt sya krna sya brani melakukan dan sya jga hrus brani bertangung jawab,,,
mbak bza kasih sya saran tuk menghadapi sikap orang tua sya bila sya bercerita ke beliau klau sya mau menjadi single perent,,,
makasih mbak....




Minggu, 07-11-2010 09:55:57 oleh: Yasmine

Menjadi Single Parent itu tidak mudah, tapi butuh suatu keputusan, contohnya saya. Pertengahan September lalu ditinggalkan oleh suami, karena bnyak hal yang menjadi pemicunya: karena dia tidak bekerja, banyak menuntut saya harus sempurna yg hrs mengerjakan pekerjaan wanita dirumah padahal saya sudah sngt capai dgn pekerjaan di kantor yang terkadang pulang malam dgn membawa problem pekerjaan dan capai pisik krn saya sedang mengandung. Pada awal pernikahan saya banyak berkorban demi berlangsungnya pernikahan, baik itu materi, moril dsb. Saya mempersiapkan segala sesuatunya sendiri sampai materil pun begitu. Sedangkan dia malah enak-enakan di rumah dengan berbagai macam alasan. Dan dia bilang sama ortunya bahwa saya yang memaksa untuk menikah. Tahukah teman-teman saya berjuang untuk semua itu karena apa dan siapa??? Karena anak yg telah saya kandung. Dia pun menyarankan untuk menggugurkannya. Tapi Saya yang berjuang untuk anak yg tidak berdosa ini, karena saya selama ini telah menjalani terapi hormon agar kelak saya bisa mempunyai keturunan. Tapi setelah acara berlangsung, saya baru tahu bahwa dia bukan orang yang bertanggungjawab dan orang yang egois yang selalu menyalahkan dan menyalahkan... daripada diteruskan hubungan pernikahan ini dan menyakitkan hati, lebih baik Saya dan dia berpisah dan sepertinya dia tidak menyayangi anaknya sendiri kok. Ya uda saya yg urus sendiri persalinan saya kelak, lg pula Tuhan selalu menjagaku....



Kamis, 09-12-2010 10:14:02 oleh: ika dewi

saya sangat setuju dengan warta ini. karena saya juga seorang single parent, yang juga sedang memperjuangkan anak dalam kandungan saya,karena cwok saya sudah pergi dengan cwek lain, saya tau keputusan menjadi single parent sangat berat, kita harus kuat mendengar cemooh orang, kata kata uang menyindir kita, atau bahkan ada yang minta anak kita,itu semua sudah saya hadapi, tapi saya percaya ada tuhan yang selalu mendampingi saya dan akan selalu memberikan jalan buat saya, saya berdoa buatsemua single parent GBU



Jumat, 17-12-2010 20:23:36 oleh: yeni setyo asmoro

jadi teringat masa2 sulit ketika saya hamil dan akhir nya memilih menjadi single parent
,dan di posisikan harus memilih antara suami dan anak...karena saat itu kehamilan pertama saya,saya memilih untuk mempertahan kan nya,saat itu sampai air mata sudah gak bisa menetes lg,saking sakit dan sedih nya..hingga semua amarah dan perih berubah menjadi satu kekuatan untuk mempertahan kan bayi perempuan saya.
ketika semua orang mencemooh saya,ketika semua orang menganggap saya salah,ketika semua orang mencibir saya..saya merasa Tuhan memberi kekuatan lebih untuk ketegaran saya..dan akhir nya saya melahirkan .walau dengan memilih nya membuat saya di ceraikan suami...saya tidak menyesal.....saya percaya ada rencana besar dr Tuhan yang akan membuat saya dan anak saya bahagia suatu saat nanti..hik..hik.,sekarang saya sudah menikah lagi,tapi entah kenapa setelah menikah lagi saya justru merasa menjadi seorang mama yg egois..karena semenjak menikah saya harus menitip kan si kecil pada orang tua.saya selalu merindukan dia,menangis karena masalah ini,dan saya merasa semakin bersalah karena 1,5 tahun saya gak bisa mengajak nya untuk tinggal bareng.apalagi sekarang saya hamil.entah kenapa saya menjadi membenci diri sndiri dan merasa menajdi seorang mama yang sangat egois




Senin, 20-12-2010 19:01:50 oleh: adhinatalia

Mbak Yeni,...saya sedih mendengarnya...terus terang...utk apa Mbak menderita perceraian karena mempertahankan bayi kalau akhirnya sang buah hati harus Mbak titipkan juga kepada org tua dan tidak bisa bersama? Saya bisa mengerti alasan Mbak menikah lagi, dan itu bagus jika kalian berdua bisa menerima kenyataan masing2...akan tetapi apa pun itu...pernikahan yang diwarnai kesedihan serta terpisah dari si kecil darah daging yg Mbak perjuangkan bukanlah pernikahan yg indah...Itu teror mental...Saya sangat menyayangkannya...Qta bertahan dan memilih menjadi single mom..BUKAN karena rasa ego pribadi yg mencoba mengatakan pada dunia "Lihat! Saya tegar kok..saya mampu kok..!" BUKAN itu...qta para ibu mempertahankan si kecil karena CINTA, krn merasakan detak jantungnya, ketergantungannya kepada ibunya yang mau dan rela mengasihinya serta mengasuhnya, mendidiknyalah yang seharusnya menjadi alasan perjuangan...Karena kita tidak mau anak kita yang notabene tidak meminta dilahirkan kehilangan cinta, kehangatan dan kasih sayang ibunya...Bagaimana perasaan Mbak atau teman2 semua jika bayi itu kita sendiri? Terpikirkah bagaimana kita akan tumbuh dan merasa? Semoga Mbak Yeni bisa mengerti dan kembali merangkul si sulung....kasihan dia....Tidak ada seorang pun yang bs dibandingkan dengan ibu kandung yang perduli....



Rabu, 22-12-2010 10:30:12 oleh: Mariana Bertha Leloltery

Salam Sejahtera mbak,salam kenal...
Saya mau sedikit berbagi,saya memiliki anak laki2 yang bernama David,saat dikandungan 1 bulan dia sudah ditolak oleh ayah kandungnya.Saat itu ada lelaki yang ingin bertanggungjawab(yg skrg mjadi x suami sy).Kt dia saat itu dia ingin menyayangi saya dan anak saya,akkhirnya kmi mnikah.Tuhan memberiku berkat yang amat baik,saya ditempatkan pada perusahaan besar,namun disisi lain ternyata Tuhan mengizinkan cobaan satu persatu,Davidku mengalami Low Vision dimana saat usia 6 bulan dia harus memakai kacamata +6,lalu saat bulan puasa suamiku memukuli aku dari jam 1/2 12 malam hingga jam 1/2 5 pagi hanya karena cemburu buta kepada tetanggaku yang usianya masih remaja.Tidak sampai disitu,dia meninggalkan aku selama 1 bulan tanpa ada kabar.Di suatu saat,dia ingin memperbaiki semua kesalahan & ingin memulai kembali rumah tangga yang hampir hancur (saat itu).Namun ternyata selama dia pergi meninggalkan aku dan David,dia telah mempunyai WIL.Bahkan wanita itu telah dijanjikan untuk dinikahi oleh suamiku,dan yang lebih sakitnya lagi,wanita itu telah mengetahui 'siapa' anakku,dan tidak hanya mengetahui ttapi dia juga menghina anakku.Sakit rasanya hati ini.Sekarang aku memilih untuk sendiri dan mengabdikan diriku untuk membesarkan,mendidik,mmberikan yang trbaik jiwa ragaku untuk anakku tercinta.Hnya dia yang kumiliki sekarang.Untuk suamiku diluar sana : Aku tetap mengasihi kamu,aku sudah memaafkan kamu,aku bakal tetap mendoakan kamu untuk yang terbaik dalam pilihan hidupmu,pilihan hatimu.Kalopun kamu bahagia dengan dia,aku dan David pun ikut bahagia....




Jumat, 04-02-2011 17:21:51 oleh: luky

Bisahkah aku mengetahui komunitas singelparent?



Jumat, 04-02-2011 17:30:56 oleh: Wulan Julya Maharani

Dearest Luky..

coba masuk ke milist indosingleparent. setau saya milist ini tempat berkumpulnya para single mom dan single dad yang memungkinkan untuk share dengan kondisi dan keadaan yang sama.

begitu dulu ya Luky...




Jumat, 12-08-2011 09:56:06 oleh: yuyum daryumi

Beberapa minggu lalu secara tiba-tiba suamiku menghembuskan nafas terakhirnya. Ia tak sakit. 10 menit sebelumnya masih ngobrol santai denganku.. jelas aku terpukul dengan peristiwa itu.Karena kebaikannya yang sangat,membuat kami kehilangan. juga tetangga, rekan kerja.tapi saat melihat dua putriku (9 & 6 th), aku segera tersadar. kesedihan ini tak boleh berlarut. jangankan sehari, seminggu, jam itu juga aku harus segera bangkitdan ikhlas dengan takdir ini. kehidupan harus berlanjut. Tuhan sudah sangat adil memberiku skenario seperti ini. Aku lebih tenang karena selalu ada Tuhan yang siap menjadi konsultan setiap saat. Aku tak lagi gentar membayangkan kelahiran anakku yang ketiga nanti (sekarang baru 2 bulan di rahimku). Terima kasih, Tuhan. Engkau memberikan 10 tahun ini masa yang paling indah dengan suamiku. Ia telah layak menyelesaikan jilid pertama dengan sempurna. kini jilid 2 giliranku dengan anak-anakku yang akan tetap kuat dengan ribuan lantunan doa di setiap nafasku.



Sabtu, 28-01-2012 09:24:38 oleh: lia apriyani

salam kenal semuanya..
slm kenal mb natali..
saya sangat tergugah membaca artikel mengenai single parent,saya semakin yakin saya mampu menjalani kehamilan saya meski tidak diakui oleh pria yg sudah memberi saya anugerah yg luar biasa ini dari Tuhan.
saya juga semkin mendekatkan diri kepada Tuhan agar sya dberi kelancaran dan berkat yg besar untuk janinku.
saya tdk dendam dgn pria itu,smga dia kelak sdar..krn saya mencintai yg ada dan lagi berkembng dlm rahim saya.
terima kasih inspirasi batinnya..mental saya jadi lbh kuat.




Minggu, 29-01-2012 09:44:08 oleh: adhinatalia

Sama2 Mbak Lia.. :)
Tuhan itu benar ada dan ga buta koq..Dia itu Pengasih dan Penyayang. Jadi jangan kehilangan harapan. Syukur Mbak tidak membenci bayinya, sebab dia kan ga salah apa2.. :)

Tuhan memberkati Mbak Lia dan semua single mom disini, Amin




Senin, 06-02-2012 14:41:10 oleh: Wulan Dini

salam kenal semua
memang menjadi single parent itu tidak mudah terlebih banyak cibiran dari kanan kiri , meskipun begitu dengan menjalani apa yang telah menjadi skenario hidup kita , aku meyakini Allah selalu bersama dan memberikan kelak yang terbaik untuk anak yang telah kita perjuangkan hidup nya .




Jumat, 24-02-2012 18:12:01 oleh: Bunda gracia

Tlg bri saran,
apakah layak memprthnkan rmh tgg yg sudah rusak?? Menjadi single parent yg ditentang oleh kluarga, membuat aku smakin bimbang dgn kputusan menjadi single parent. Mhon bantuannya.




Rabu, 07-03-2012 19:11:41 oleh: harina nina

ass,saya mahasiswa unifersitas akademi kebidanan smster 2.sy berusia 20 th dan dah jd single parents sejak 2 th lalu.sekarang anak saya berusia 1 th 10 bln.sy menikah karna perjodohan orangtua.alhamdulillah sy merasa bahagia dengan anak sy.ternyata single parents bukan akhir dr sgalanya.



Senin, 02-07-2012 13:08:37 oleh: lisa

salam kenal..
saya juga berencana ingin menjadi single parent, gak kuat menghadapi pasangan yg psikopat, awalnya ketika ingin medapatkan saya smua cara dilakukannya, skrg sudah dapat dia lakukan smua yg dia suka tanpa mengingat janji2nya dulu, skrg saya spt dipecut, gak punya kekuatan apa2 dihadapannya krn sikap egoisnya, saat ini saya sedang mengandung anak kedua (2 bulan)
tp dulu pernah saya utarakan tdk ingin bersamanya lg, dia menjadi kalap, menodongkan senjata ke kepala saya, berteriak dan menyakiti.. bahkan dia blg dia telah merekam video kami ketika (maaf) berhubungan dan akan disebarkannya..
namun hamil kedua ini dia berulah lg, dia acuh.. dan berkesan mmg ingin meninggalkan kami..
saya takut.. apa yg harus saya lakukan..?
lisa-29thn




Minggu, 09-09-2012 12:17:11 oleh: Lasmini

saya adalah single mom,,sy melahirkan anak tanpa sebuah pernikahan tapi sampai sekarang saya tetap kuat,insyaallah Allah bantu saya dan kasih saya kekuatan.anak saya tumbuh dan berkembang dengan baik,cerdas dan juga cantik.Perkataan miring masyarakat tentang saya adalah motifasi terbesar saya..saya kuat karena anak saya.saya berfikir orang lain malah iri sama saya karena saya lebih berhasil merawat anak saya daripada mereka.dalam segi materi saya Alhamdulillah selalu dikasih kemudahan sama Allah.Allah maha adil dan saya akan tunjukan bahwa yang jelek d mata manusia belum tentu jelek juga dimata Allah dan juga sebaliknya.Bukan berarti manusia seperti saya selalu mengambil jalan sesat untuk menjalani kehidupan.Dan saya bukan wanita kotor<saya juga bukan pelacur , perampok dan juga koruptor.Saya hanya wanitabiasa yang mungkin jalanny sedikit berbeda dengan wanita kebanyakan pada umumnya,,,insyaallah Allah selalu menjaga saya dan anak saya .Amin



Rabu, 27-02-2013 12:01:42 oleh: raini

saya raini:
kaka saya juga begitu ditinggal pacarnya, dan skrg dy harus nanggung smuanya, sampe ortu gatau.
aku kasian aja melihatya, dy niat mau nitipkan anaknya ke panti asuhan.
karna dia mau bekerja, tapi tiap hari dia nanti jenguk anaknya. nanti mungkin aku yg ngadopsi anaknya, tapi kalo kalian tahu tntg panti asuhan yang bisa nitipin anak kasih tau ya ke kita''.
sbelumnya makasih




Jumat, 29-03-2013 18:39:47 oleh: dina

assalamualaikum,,,sya seorang single mam setelah suami meninggal 19 november 2012,karena kecelakaan,,,sempat down,bingung dan campur aduk rasany biukan kehilangan separo belahan jiwa tetapi aku merasa hampir 90 persen hilang semangat, anak saya haedar baru 4,5 th,,luar biasa ujian Allah yang membuat saya lebih ihklas dan lebih mendekatkan diri kepada Allah,,karena saya yakin semua sudah diatur dan memang sesuai dg kapasitas saya,,allhamdulillah saya mengisi keseharian saya dengan berjualan online ,dan warung sate,,,semangat saya haedar dia merupakan amanah,,keingian saya hanya ingin menghantarkan haedar menjadi anak sholeh dan bermanfaat bagi semua dunia akhirat,,aminn,,dan saya tidak ingin menikah lagi karena syng suami sya masih tetap dihati,,tidak ada yang bisa menggantikan



Jumat, 10-05-2013 10:38:47 oleh: ellie ibrahim

salam kenal smua..
saya juga single mom. anak saya baru usia 6bln. terus terang wlaupun keluarga menerima keadaan saya tp ttp saja ada beban moral yang sangat besar yg saya rasakan.
mungkin seperti single mom yang lain. saya bertahan krn anak saya.
saya mau menunjukkan bahwa saya mampu, saya kuat.
saya percaya Allah memberi ini smua kpd saya karena saya mampu. dan ada maksut dibalik smua ini.
saya pikir hanya saya yg mengalami ini. membaca komentar dari yg lain membuat saya lebih kuat dan lebih percaya diri menghadapi semua ini.




Minggu, 19-01-2014 16:15:35 oleh: sri wahyuni

saya seorang single mom, tidak ada sesuatu yg terjadi tanpa ijin Tuhan, apapun itu. Ambil saja hikmah dibalik semuanya dan tetaplah selalu bersyukur, karena meski Tuhan tidak memberi apa yang kita harapkan tapi Dia selalu memberi apa yg kita butuhkan



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY