Sekedar mengingatkan Wikimuers akan hari Kemerdekaan kita yang tampak dari sikap skeptis yang muncul seiring dengan sedikitnya artikel yang mencoba bercerita tentang detik-detik bersejarah di hari 17 Agustus 1945.
Ciri khas Bangsa kita jangan sampai hanya menjadi kenangan belaka yang akan diwariskan kelak kepada anak cucu kita. Jangan ada yang mengaku-aku lagi Reog Ponorogo adalah bukan budaya kita. Jangan lagi kita harus belajar membuat tempe harus ke negeri orang. Jangan lagi kekayaan alam kita dijarah hanya untuk kesejahteraan Bangsa lain … serta masih banyak jangan lagi-jangan lagi yang lain.
Seperti Pencak Silat, sudah dalam beberapa kali Event dalan Sea Games ataupun Asian Games harus bertekuk lutut oleh beberapa Negara Serumpun, Vietnam dan Malaysia. Bagaimana dada ini tidak sesak oleh rasa sedih dan penyesalan yang menggumpal sebesar gunung, bila kita mengetahui konsekuensinya. Yaitu konsekuensi para Guru, Sesepuh dan Pendekar kita ternyata dalam kurun waktu tertentu, tinggal menetap di negara-negara tersebut dengan fasilitas kesejahteraaan yang lebih baik Tentunya dengan imbalan mereka mau menurunkan ilmu-ilmu Pencak Silat yang mereka miliki sampai detail yang sekecil-kecilnya kepada para atlet dan pemuda mereka.
Sudah sepantasnya, kita dapat melestarikan, menjaga dan mengaplikasikan jurus-jurus yang indah dalam Pencak Silat seirama dengan lifestyle hidup kita. Jiwa heroik yang harus terus ditumbuhkan dengan akar yang kuat, harus dengan pondasi pengetahuan bahwa Pencak Silat sedari awal pergolakan perjuangan bangsa untuk hidup merdeka, ternyata berperan sangat strategis.
Banyak cerita-cerita epos Kepahlawanan dengan latar belakang Pencak Silat, tanpa disadari sudah lekat dengan kita. Tunggul Bintoro, NagaSasra dan Sabuk Inten, Api di Bukit Menoreh dan Kisah Si Pitung adalah diantaranya. Dengan bumbu mistis seperti ajian kebal tahan peluru, rapalan Brajamusti dan Ajian Sirep tak lupa disisipkan sebagai pelengkap dari jurus-jurus pencak Silat itu sendiri (tenaga dalam).
Untuk itu, Wikimu On Air, mengambil tema diatas untuk mencari fakta-fakta dan tapak tilas sejauh mana Pencak Silat itu sendiri turut berperan dalam perjuangan pergerakan Bangsa Indonesia. Apakah ada sumbangsih ilmu beladiri dari luar Indonesia, seperti Kungfu, Karate dan Taekwondo, hingga kini dikenal dengan nama Pencak Silat. Juga bagaimana sampai timbulnya unsur-unsur mistis seperti ajian, rapalan dan benda pusaka yang lahir identik dengan Pencak Silat sendiri.
Seperti biasa, untuk mendapatkan jawaban yang memuaskan, Wikimuers dipersilahkan untuk stay tune di D-Radio 103, 4 FM :
Hari : Senin, 18 Juli 2008
Jam : 10.00 - 11.00 WIB
Nara sumber :
1. Aa Kiki R. Noviandi (Pemerhati dan Praktisi Pencak Silat Sunda)
2. Abang Rashid (Pemerhati dan Praktisi Pencak Silat Betawi).
Dan bagi Wikimuers yang sedang berada di luar kota Jakarta dapat mendengarkan langsung melalui streaming di http://www.radiodfm.com/