tri darmiyati

Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai-Nilai Nasionalisme

Selasa, 11-03-2008 14:30:17 oleh: tri darmiyati
Kanal: Opini


  • Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.

  • Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. (Menurut Edison A. Jamli dkk.Kewarganegaraan.2005)

Menurut pendapat Krsna (Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.internet.public jurnal.september 2005). Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar  luas ke seluruh dunia.Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.

Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa.

  • Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme

    1. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.

    2. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.

    3. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.

 

  • Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme

    1. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang

    2. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.

    3. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.

    4. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.

    5. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.

Pengaruh- pengaruh di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme. Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Apa yang di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila dipenuhi belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.

 

 

  • Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme di Kalangan Generasi Muda

Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.

Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.

Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.

Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.

Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme?

Berdasarkan analisa dan uraian di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme.

  • Antisipasi Pengaruh Negatif Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme

Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu :

  1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.

  2. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.

  3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.

  4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.

  5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.

Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.

 

Referensi

Jamli, Edison dkk.Kewarganegaraan.2005.Jakarta: Bumi Akasara

Krsna @Yahoo.com. Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.2005.internet:Public Jurnal

Bookmark and Share

Tag/Label globalisasi, nasionalisme
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
183 komentar pada warta ini
Selasa, 11-03-2008 14:40:43 oleh: yoga

benar-benar harus disikapi secara bijak,kembali ke pribadi masing-masing,agar bisa memilah mana yang berguna dan mana yang tidak berguna



Selasa, 11-03-2008 15:20:25 oleh: Trie

bagus-bagus akhirnya artikelmu keluar juga di wikimu.



Selasa, 11-03-2008 17:38:14 oleh: bajoe

Sebuah masukan :

Konsep nasionalisme yang ditawarkan masih samar-samar dan cenderung normatif. Kalo menilik ke Pancasila, maka 5 nilai itu justru mengandung keterbukaan pada dunia internasional, seperti yang ditunjukkan pada sila kedua, keempat, kelima. Mungkin perlu rumusan nasionalisme yang lebih jitu untuk menghadapi globalisasi. Efek dari globalisasi itu banyak negatifnya, ok aku setuju. Namun bagaimana mengantisipasinya, apakah cukup dengan nasionalisme seperti di atas?




Kamis, 13-03-2008 00:22:29 oleh: M.zuriat Fadil

Akalu menurutku rasa Nasionalisme itu memang senjata untuk bertahan di era globalisasi saat ini.

Pancasila seperti yang di katakan Mas bajoe sudah mengandung prinsip keterbukaan, tapi di satu sisi juga merupakan pertahanan terhadap budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.

Yang jadi permasalahan mungkin bangsa ini kurang menyadari jati dirinya,termasuk jati diri nasionalisme tersebut.

anda mungkin akan terkejut menyadari hanya berapa dari kita yang lancar menjawab jika ditanyakan soal Pancasila.....





Kamis, 13-03-2008 17:13:44 oleh: Agnes Angelina

Merdeka!!!
Menarik kalau ada yang berpikir kritis mengenai dampak Globalisasi terhadap bangsa Indonesia.
karena Pengetahuan kita kurang tentang dampak positif dan negatif masuknya Globalisasi ke bangsa ini.Wacana ini menarik tpi lebih menarik lagi kalau di tambah dampaknya bagi dunia pendidikan.




Kamis, 13-03-2008 18:04:28 oleh: Laura Sylvia Johanna

Sangat menarik sekali jika kita menganalisis globalisasi yang secara khususnya berdampak pada kehidupan berbangsa bernegara. Dengan demikian, sebagai anak muda generasi penerus bangsa, kita lebih waspada terhadap dampak negatif yang dapat ditimbulkan globalisasi.



Jumat, 14-03-2008 12:43:43 oleh: Li@n2a

Sangat baik kita mengetahui apa itu globalisasi,dan bagaiman cara kita supaya tidak tekena dampak negatif dari globalisasi tersebut.Serta perlu anak muda bisa lebih memehami apa itu sebenarnya globalisasi



Minggu, 16-03-2008 20:24:28 oleh: Juswan Setyawan

Komentar terhadap 5 langkah usulan antisipatif tsb.
1. Menumbuhkan cinta produk dalam negeri. Ini hanya impian kosong kalau produk dalam negeri mutunya rendah dan harganya mahal. Mana mungkin bersaing? Maka ini harus didukung oleh Pemerintah.
Jadi ini harus didahului oleh peningkatan mutu produk dalam negeri. Apa bisa? Kalau tidak bisa, ya hukumnya kalah bersaing di pasaran.

2. Menanamkan nilai-nilai Pancasila. Idealis sekali. Caranya? Penataran P4 lagi? Penatar dan manggalanya saja ada yang jadi koruptor, bagaimana dengan yang ditatar? Nilai hanya bisa diadopsi secara sukarela secara pribadi. Tidak mungkin ditatar atau dipaksa dari atas. Di mana harus dimulai? Bukan di P4. Tetapi di keluarga. Orang tua yang tidak demokratis tak mungkin menanamkan nilai demokratis pada anak-anaknya. Karena nilai turun lewat peneladanan dan bukan lewat wacana.

3. Menanamkan nilai agama sebaik-baiknya? Caranya sama dengan no.2 di atas. Beribadah saja tidak cukup. Rajin beribadah tetapi korupsi jalan terus bagaimana? Beramal terus, tetapi dari hasil korupsi apakah ada gunanya? Apa ada nilainya di mata Tuhan? Di mata Tuhan semuanya tidak ada nilainya kenapa? Allah tidak menerima amal yang tidak dari hasil kejujuran dan ibadah yang tidak tulus.

4. Supremasi hukum memang ideal. Kalau di jajaran kehakiman, kejaksaan dan kepolisian saja terjadi banyak korupsi dan penjualan hukum dengan melecehkan rasa keadilan masyarakat, lalu bagaimana caranya hukum akan ditegakkan secara masuk akal?

5. Selektif terhadap dampak globalisme. Caranya?
Satu satunya cara ialah pengembangan karakter pribadi setiap manusia Indonesia dengan mengadopsi nilai-nilai luhur yang dibutuhkan. Sistem Pendidikan Nasional kita tidak memuat kurikulum pendidikan karakter, budi pekerti apalagi nilaui-nilai luhur. Ini yang harus dirombak terlebih dahulu. Jadi reformasi masyarakat sehingga mampu bertahan terhadap arus globalisasi harus mulai dari pendidikan karakter di keluarga.




Minggu, 16-03-2008 21:01:24 oleh: Mohhammad Shang akbar

menurut saya Indonesia sih belom siap untuk mengahadapi era globalisasi liay saja pejabat-pejabat yang korup padahal negara miskin seperti Indonesia bukannya malah berkembang namu malah merosot hal ini desebabkan moral-moral pemimpin negri ini sangat bobrok yang hanya mementingkan kenikamatan sejenak



Sabtu, 22-03-2008 14:28:47 oleh: siti khotidjah

menurut saya saya setuju artikel yang anda buat.
saya sangat tertarik untuk membacanya.




Minggu, 23-03-2008 20:17:36 oleh: donny

sebenarnya ada pengaruh positif tidak?



Jumat, 28-03-2008 14:49:49 oleh: tubagus wahyudi smansa

dijaman era globalisasi ini kita di tuntut untuk berpikir lebih kritis,analitis dan logis..dan karena itu kita sebagai penduduk bangsa indonesia yang patuh dan taat, marilah kita hadapi dan ikuti jakan eraglobalisasi ini dengan berpegang teguh pada PANCASILA sebagai dasar dan panutan supaya kita tidak terjerumus,terjerat dan tenggelam di telan masa...........



Jumat, 28-03-2008 15:15:05 oleh: tubagus wahyudi smansa

dijaman era globalisasi ini kita di tuntut untuk berpikir lebih kritis,analitis dan logis..dan karena itu kita sebagai penduduk bangsa indonesia yang patuh dan taat, marilah kita hadapi dan ikuti jaman eraglobalisasi ini dengan berpegang teguh pada PANCASILA sebagai dasar dan panutan supaya kita tidak terjerumus,terjerat dan tenggelam di telan masa...........



Sabtu, 29-03-2008 08:07:39 oleh: Retty N. Hakim

Menarik sekali rupanya artikel ini memancing banyak pembaca, berarti kita masih perduli pada nilai-nilai nasionalisme.

Setuju untuk berpikir lebih kritis, analitis dan logis..tapi bukan karena kita taat dan patuh sebagai bangsa Indonesia, tapi semoga (lebih)karena kita yakin akan nilai-nilai moral yang ditawarkan Pancasila sebagai pegangan dalam era globalisasi agar bisa tetap eksis sebagai bangsa yang berdaulat.




Minggu, 30-03-2008 17:58:43 oleh: TRI DARMIYATI

terima kasih atas komentar-komentar yang telah diberikan. maaf kalo saya lama tidak membalas komentarnya. karena saya new comers di wikimu ini saya kaget karena sudah banyak yang kasih komentar. sebenarnya saya tertarik untuk membalas komentarnnya satu-satu, namun karena kesibukan saya, jadi ya baru ini saja. terima kasih atas kritikannya. mungkin saya tidak berkompeten soal pancasila, jadi pengetahuan saya tidak begitu banyak. tapi pada intinya tulisan ini saya buat sebagai wacana agar kita sebagai warga Indonesia lebih berhati- hati untuk menghadapi era globalisasi...



Minggu, 06-04-2008 22:34:01 oleh: Asep Sulzian Jaya

Ajaran demokrasi pancasila dan wawasan nasional Indonesia (wawasan Nusantara) pada haketkatnya tercipta tercipta kesatuan dan persatuan tampa meninggalkan citra, sifat, karakter, dan kebinekaan unsure-unsur bangsa. bangaimana tanggapan anda terhadap beberapa peristiwa demontrasi, bentrok antar kelompok/golongan mengurus tindakan-tindakan anarkise..



Minggu, 13-04-2008 21:24:40 oleh: Anwariansyah

Sebetulnya makna globalisasi adalah meng-Amerika-kan dunia dan menduniakan Amerika. Melawannya tidak lain adalah dengan jalan : Kick America's Ash. Tapi apa bisa ? Sekarang aja, New York, Hollywood, Texas, Harlem, & Hawaii sudah ada jiplakannya di sini, sebentar lagi akan disusul Las Vegas dan lain-lain.





Kamis, 24-04-2008 13:43:44 oleh: Wisnu Prabowo

Great post!
Memang generasi muda sudah sangat terpengaruh dengan arus globalisasi, tp hal seperti itu memang sudah menjadi resiko dari sebuah proses pengglobalisasian. PR yang kemudian muncul adalah bagaimana generasi muda bisa memfilter apa dan mana yang pantas untuk diikuti atau tidak. Satu lagi, peran media dalam hal ini sangat menonjol. Tayangan yang mengedepankan hal-hal negatif globalisasi sangat sering ditemui. Butuh sebuah solusi dimana tayangan itu bisa membawa masyarakat Indonesia untuk tetap maju tanpa meninggalkan budaya Indonesia yang luhur.




Jumat, 25-04-2008 09:25:06 oleh: TRI DARMIYATI

 YOGA : ok saya juga setuju dengan pendapat anda. ya kita harus menyikapinya dengan bijak.semua itu tergantung dari diri kita masing-masing.bagaimana kita menyikapi pengaruh globalisasi apakah bermanfaat atau tidak.
 TRIE : ini tulisan pertamaku di wikimu..thanks ya kan dari kamu aku jadi tau dan gabung di wikimu..selamat ya buat karya tulismu yang menang di KKTM 2008 ini. Tetap teruskan perjuangan hingga titik darah penghabisan. Semoga saya bisa meneruskannya di tahun depan. Untuk kamu, saya dan buat semua teman-teman AKY, AYO TERUS BERKARYA!!!
 BAJOE : konsep nasionalisme yang saya bahas memang masih samar-samar dan belum mendalam. Sebab ide pemikiran-pemikiran saya baru sampai disitu. Mungkin kalau Mas Bajoe tau bisa menambahkannya di sini. Pancasila memang memiliki sifat yang fleksibel. Artinya dia mampu menerima perkembangan zaman. Seperti globalisasi. Namun perkembangan itu dapat diterima bila sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Jadi Pancasila penting karena sebagai alat filter. Sama seperti pendapat Mas Fadil bahwa Pancasila dapat dijadikan filter terhadap budaya yang bertentangan dengan nilai Pancasila. Menurut saya berbicara tentang nasionalisme secara mendalam, harus membahas nasionalisme di berbagai bidang kehidupan negara. Sedangkan untuk mengantisipsi dampak negatif dari nasionalisme tidak terbatas pada 5 langkah yang saya sebutkan. Tetapi menurut saya, antisipasi yang paling penting adalah pada diri kita masing-masing. Tergantung bagaimana kita. Mampukah kita memanfaatkan globalisasi itu dengan sebaik-baiknya.
 FADIL : saya juga setuju dengan pendapat anda. Memang menurut saya banyak WNI kita yang lupa atau melupakan identitas mereka sebagai bangsa Indonesia terutama di kalangan anak muda. Mereka lebih bangga dengan identitas dari negara lain. Tapi tetap ada beberapa anak bangsa yang mengenal jati diri mereka sebagai bangsa Indonesia. Mereka masih peduli dengan kondisi ekonomi negara dan masalah keadilan hukum dan HAM yang harus ditegakkan




Jumat, 25-04-2008 09:37:34 oleh: TRI DARMIYATI

 FADIL : saya juga setuju dengan pendapat anda. Memang menurut saya banyak WNI kita yang lupa atau melupakan identitas mereka sebagai bangsa Indonesia terutama di kalangan anak muda. Mereka lebih bangga dengan identitas dari negara lain. Tapi tetap ada beberapa anak bangsa yang mengenal jati diri mereka sebagai bangsa Indonesia. Mereka masih peduli dengan kondisi ekonomi negara dan masalah keadilan hukum dan HAM yang harus ditegakkan dan masalah lain yang menyangkut negara.
saya tidak heran dengan pernyataan tersebut. Adik sepupu saya yang masih duduk di bangku TK saja sudah hafal dengan Pancasila. Bagaimana kita tidak hafal. Sejak kita duduk di TKhingga SMA kita mengenal Pancasila melalui upacara yang diadakan sekali dalam seminggu. Pelajaran kewarganegaraan juga kita peroleh mulai dari SD hingga ke perguruan tinggi. Tapi tetap saja banyak masyarakat kita yang belum mengenal apa nasionalisme. Hal ini disebabkan karena pelajaran yang kita terima hanyalah teoritis belaka.
 AGNES : terima kasih atas comentnya. Memang pada tulisan saya tersebut tidak membahas dampak globalisasi di bidang pendidikan.
 JUSWAN : terima kasih atas komentar yang diberikan terhadap 5 antisipasi yang saya tawarkan.
1.memang produk Indonesia sendiri secara kualitas masih jauh dibandingkan dengan produk luar negeri. Tapi tidak semua produk Indonesia itu mempunyai kualitas yang buruk. Dan untuk mengatasinya memang harus diperlukan kerjasama antara pemerintah dengan para produsen dan konsumen. Tapi setidaknya dengan kita menggunakan produk dalam negeri kita lebih menghargai bangsa kita sendiri. Kalau bukan kita siapa lagi?
2. menanamkan nilai-nilai Pancasila. Tidak perlu susah. Semua itu kita mulai dari diri kita terlebih dahulu. Kalau kita memang ingin globalisasi tidak membawa dampak negatif bagi diri kita.
3. memang pada kenyataannya banyak yang seperti itu. Menurut saya mereka belum beribadah dengan sungguh-sungguh. Sebab bila mereka beribadah dengan sungguh-sungguh tentu mereka




Jumat, 25-04-2008 09:39:38 oleh: TRI DARMIYATI

juswan:3. memang pada kenyataannya banyak yang seperti itu. Menurut saya mereka belum beribadah dengan sungguh-sungguh. Sebab bila mereka beribadah dengan sungguh-sungguh tentu mereka tidak akan melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama seperti korupsi. Namun beribadah terhadap Allah adalah senjata yang ampuh buat kita masing-masing untuk berperang menghadapi dampak negatif dari globalisasi.






Rabu, 07-05-2008 19:46:23 oleh: panji belani prasetya

menurut saya karena pancasila merupakan suatu hal yang secara sadar atau tidak sudah mendarah daging dalam setiap hati masyarakat indonesia, jadi secara naluriah sebetulnya setiap warga indonesia telah mempunyai benteng yang ampuh untuk menjaga terhadap pengaruh globalisasi yang kurang baik bagi kita, tapi pada kenyataanya anak muda jaman sekarang kurang mendapatkan pendidikan yang tepat mengenai arti pancasila tersebut..jadi perlu sesuatu yang tegas dari setiap lapisan generasi untuk menanamkan sejak dini mengenai hal ini kepada generasi penerus!!
SMANGAT !!!!!




Rabu, 07-05-2008 19:54:56 oleh: Anindita Ambarwati

nilai pancasila dewasa ini telah mulai luntur dalam setiap hati masyarakat indonesia..khususnya bagi generasi muda jaman sekarang yang mlai melupakan adat ketimurannya, saya turut prihatin atas hal ini..tapi tidak berhenti cukup disini masi banyak dampak yang menyertainya..
untuk itu mau tidak mau mulai sekarang kita harus merubah sikap kita mulai dari diri sendiri, mulai sekarang !! demi jayanya INDONESIA !!!





Rabu, 07-05-2008 20:00:11 oleh: panji belani prasetya

menurut saya karena pancasila merupakan suatu hal yang secara sadar atau tidak sudah mendarah daging dalam setiap hati masyarakat indonesia, jadi secara naluriah sebetulnya setiap warga indonesia telah mempunyai benteng yang ampuh untuk menjaga terhadap pengaruh globalisasi yang kurang baik bagi kita, tapi pada kenyataanya anak muda jaman sekarang kurang mendapatkan pendidikan yang tepat mengenai arti pancasila tersebut..jadi perlu sesuatu yang tegas dari setiap lapisan generasi untuk menanamkan sejak dini mengenai hal ini kepada generasi penerus!!
SMANGAT !!!!!




Kamis, 08-05-2008 18:07:19 oleh: nezz

globalisasi atau mendunia istilahnya itu ajang positif menurutku...kita orang dapat men-sosialisasikan kebudayaan kita juga kepada dunia internasional..dan ada segi positifnya untuk mengundang tourisme yang datang ke indonesia juga
dapat memahami budaya yang luhur yang kita punya
ini dan berdampak kemajuan sektoral pendidikan dan kebudayaan olehkarena kita aktif dalam ajang globalisasi tadi..seperti perdagangan juga aktif dan pertumbuhan dibidang lain bukannya takut pada globalisasi kayak katak dalam tempurung saja.....




Senin, 19-05-2008 12:03:14 oleh: yudi aryanto

saya sih setuju-setuju aja karna saya sering membacanya dan cukup menarik



Senin, 18-08-2008 20:12:46 oleh: budianto fransiskus sitindaon

ketika kita berbicara masalah antisipasi dari globalisasi tadi, berarti kita secara tidak langsung sudah berbicara masalah teknis dari masalah antisapasi tadi.
1.Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
2.Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
3.Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
4.Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
5.Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.
emang benar antisipasi yang telah dipaparkan di atas tadi, tapi yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana caranya untuk menjalankan itu..???
dan ketika kita berbicara masalah produk luar negeri yang dianggap telah merusak konsistensi nasionalisme pemuda kita, berarti kita harus membumihanguskan semua produk-produk tadi.
sebenarnya yang menjadi permasalahan bukan paham dari luar yang menggerogoti nasionalisme pemuda kita, tetapi adalah sikap dari warga indonesia tersebut. dan lagi tolak ukur dari paham nasionalisme tadi bukan diukur dari apakah kita tidak boleh mengkonsumsi produk luar negeri. karena produk itu hanya sebuah komoditas.





Sabtu, 30-08-2008 19:59:05 oleh: lulu

makasih ya infonya.
berguna banget buat tugas karya tulis saya.
hehehe :D




Senin, 08-09-2008 17:15:14 oleh: Ritapunto

wah jadi keinget jaman kuliah dulu, matkul kewiraaan



Rabu, 10-09-2008 14:50:16 oleh: elsya

wahhhh kayakya pa yang di maksud benar benar ebat bgt



Kamis, 11-09-2008 11:09:32 oleh: kumala

ok,, aq setuju.. tadi aq kuLiah dosenQ jg menerangKan
tntng dmpk globalisasi..
ayo bangkit,jgn sMpai indonesia mnjadi negara yg smakin terpuruk,,,!!!




Sabtu, 20-09-2008 20:10:37 oleh: catur hidayati

saya setuju dengan 5 langkah yang disebutkan diatas,
jika dilihat generasi muda sekarang merka lebih memilih membeli produk luar negeri,dengan alasan mengikuti tren dunia tanpa berpikir bahwa produk dalam negeri tidak kalah bagusnya dengan produk luar.
mereka tak lagi menghiraukan pancasila sebagai pedoman bangsa.
Dan yang paling parah,mereka mengabaikan TUHAN,mereka lebih memilih DUGEM sampai pagi,meskipun masih ada diantara mereka yang taat beribadah.
INGAT INDONESIA ADA DI TANGAN KITA!!!!!!!!!!!!!!!!




Kamis, 09-10-2008 13:30:30 oleh: ikhwan kunto alfarisi

bgm jika nasionalisme ditingkatkan krn adanya globalisasi yg meningkat?

yaa, harus dimulai dr diri kita sendiri dan dimulai dari hari ini




Senin, 20-10-2008 11:35:42 oleh: parto

mak nyussssssssss!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
bikin post yang oke lagi y bos?????????????????




Rabu, 22-10-2008 11:13:24 oleh: jokowiKlaten

MATUR NUWUN NGGIH , MAKALAHNYA oye BANGETH ... yang lain manaaa ? hehehehe repeat again thank U



Kamis, 23-10-2008 17:17:02 oleh: dita safitri

uh......

saya hanya anak sma. saya sngt prihatin dngn indonesia. btp tdk imbas dr globalisasi sdh mmbwt ketidakadilan. tp mw bgaimn lg globalisasi tdk dpt kt elakan. saya sngt stuju dngn komentar k2'. pancasila yg mnjadi pandangan hdp kt sdh luntur.
memng globalisasi seakn2 tlh mrnggt moralitas kader2 bngsa. blm lg resiko yg kt hadapi pd lingkungan,kesehatan bahkan krisis akhlak.
sbnrnya globalisasi dpt kt nkmati resiko positifnya. hanya saja kt tdk dpt menyikapinya.




Senin, 27-10-2008 21:06:10 oleh: vany

thank buanggeyzzzzzz..aku skarang tambah mengerti dampak dampak globalisai dari segi nasionalisme.thanks wikimu.salam persahabatan



Selasa, 28-10-2008 08:28:30 oleh: theresia selfiana

hMmMmM,,,,,,,

berita'a bagus n lengkap,,,,

KreNzzzZZZZ,,,,,,




Rabu, 29-10-2008 16:15:05 oleh: sanita

memang betul ce indonesia sudah lupa akan jati dirinya, tapi modernisasi juga perlu untuk menjadikan negara lebih maju, contohnya saja negara yang sudah berkembang walupun dalam pakaian mereka kurang pantes dilihat dari agama islam tapi kemampuannya g' bisa kita remehkan.
jangan ngikuti taklid terus lah...
kapan mau maju negara kita...!!!




Kamis, 30-10-2008 09:24:45 oleh: bunga

thaN'sz y,dgN AdanYA beRita nich!aq mNJd lbh tw 'N n9rTi damPaK2 & pNgruh gLObaliSAsi bAgi KalangaN masYaRaKat.



Minggu, 02-11-2008 10:36:10 oleh: TRI DARMIYATI

Terima kasih buat semua yang sudah mampir mengomentari tulisan saya. Saya tidak mengira tema yang saya angakt ini mampu mengusik pikiran orang banyak! He..he…
sebenarnya saya mau membalas komentar satu per satu tapi….kok banyak banget ya? Tapi saya mo balas beberapa…dh
*Budianto Fransiskus Sitindaon: ok bener juga. Nah kalo yang menjadi permasalahan dari sikap warga Indonesia sendiri?sikap seperti apa contohnya?nah bila kita sudadh tau bahwa masalah nasionalisme ada pada sikap kita sendiri, bagaimanakah cara ktia mengubah sikap kita, agar mampu menghargai bangsa..
saya tidak menyimpulkan bila warga Indonesia yang menggunakan produk luar negeri dia tidak memiliki nasionalisme.saya yakin kita tidak bisa lepas dari produk luar negeri. Apa lagi produk-produk IT. Hanya saja kita jangan sampai menggantungkan sepenuhnya pada produk luar negeri. Bila di negeri sendiri ada kenapa harus ke luar negeri? Kalau bukan kita, Lantas siapa lagi yang menghargai karya anak bangsa..
*ikhwan kunto Alfarisi : jawaban yang tepat. Sehingga keduanya bisa imbang antara peningkatan globalisasi dengan nasionalisme yang juga harus ditingkatkan . Simple, sederhana dan harus kita lakukan mulai dari diri sendiri.
Maaf kemarin waktu pak Ikhwan ke jogja saya tidak bisa bertatap muka langsung. kapan-kapan kalo ke jogja lagi dan waktunya tidak mendadak, Insya Allah saya akan nemuin Pak Ikhwan.
Buat semuanya makasih ya….
Semoga kritik tersebut mampu mencambuk saya agar berkarya lebih baik lagi …SALAM Indonesia!!




Senin, 03-11-2008 10:29:10 oleh: triadi

bagus....kita sebagai anak muda harus menyikapi dengan benar apa pengaruh globalisasi...




Kamis, 06-11-2008 13:56:54 oleh: adrie

tolong dong kalau bikin beserta gambarnya



Minggu, 23-11-2008 15:23:50 oleh: Lany Rh

Jadi ingat pesan Bu Menuk (guru yang mengajak saya melihat banyak hal dengan lebih baik), "Think globally, act locally."
Saya mengartikannya sebagai ajakan untuk membuka 'mata' selebar-lebarnya untuk memahami dunia dan segala isinya, lalu berbuat sebaik-baiknya untuk diri kita dan yang di sekitar kita.




Senin, 24-11-2008 09:48:29 oleh: Marfuah

thank before for your information about globalitation.,, its very good and than must be repaired this information.



Rabu, 10-12-2008 08:10:39 oleh: Mediansyah

Kakek gue pernah bilang, "Nasion (Bangsa) dalam sejarah telah banyak yang lahir dan mati. Lahir dan besar dan bahkan matinya sebuah nasion adalah keniscayaan sejarah".
So, nasion(alisme) juga demikian. keniscayaan. Banyak faktor-lah ... Sedangkan globalism telah pula terjadi sepanjang sejarah planet ini.. take it! Mungkin orang Majapahit dulu juga khawatir ketika masuknya kain sutra, atau celengan-babi dari negeri Tiongkok. Dan ingatlah pula ketika sebagian suku Jawa mengungsi ke Pulau Bali di akhir era Majapahit demi menjauh dari "budaya asing" yang menyerbu.




Rabu, 10-12-2008 10:16:07 oleh: Mediansyah

Nehru: Samasekali tidak ada yang namanya asli India, juga tidak ada yang original China..., yang ada adalah bahwa semua kebudayaan saling terkait, bercampur, bergelut.., saling mencemari...



Kamis, 11-12-2008 14:55:06 oleh: Handiko Seno

dari semua pemikiran di atas...
timbul pertanyaan :

1. siapa yang mau melangkah pertama?
2. langkah nyatanya apa?

detik terus berjalan tanpa kompromi, lalu dalam pikiran dan tindakan saya pribadi, yang bisa saya lakukan hanyalah memulai dari diri sendiri.
di sisi lainnya saya terus menulis puisi, berharap pesan bisa tersampaikan :)
dan terus mencoba merilis mimpi : berdasar pada kenyataan saat ini uang bicara. maka saya mencari pemodal besar yang berjiwa super sosial untuk membangun beberapa proyek pendidikan ekskul luar biasa...(pengembangan mental spiritual yang diharap bisa MENYAINGI daya tarik arus globalisasi secara menyeluruh>>>untuk anak-anak - remaja bahkan orangtua : khususnya yang kurang mengenal dunia anak-anak)


Salam Indonesia tercinta!!!




Rabu, 07-01-2009 13:35:13 oleh: Susetyo Hario Putero

Sejak usia dini perlu diberikan pengetahuan tentang kekayaan Indonesia, seperti sumber daya alam, kebudayaan, prestasi OR dll. Sehingga sejak kecil sudah tumbuh kebanggaan kepada bangsa dan negara.



Jumat, 09-01-2009 16:12:58 oleh: velda rifka almira

bagus sekali... karna artikel ini, sy bisa mengetahui lebih byk lg ttg globalisasi...



Senin, 12-01-2009 19:17:51 oleh: asep nurfiliansyah

thanks for all informations.....
i know u very diligent...




Selasa, 13-01-2009 17:19:12 oleh: Puspita Sari

menurut saya, nasionalisme itu dapat tumbuh dimana saja, kapan saja, dan bahkan setiap detik aliran darah... tapi hal itu telah pudar dimana, sama- sama kita ketahui bahwa negara kita telah dijajah 3.5 abad lamanya... masyarakat terdahulu berusaha untuk memajukan dan mengharumkan nama bangsa walaupun desingna dan hantaman peluru yang didapat.. telah 63 thn Indonesia merdeka, tapi pemudaran nasionalisme telah nampak. mungkin secara drastis dapat kita lihat dari Ibukota negara sendiri.. dimana para remaja kurang menghormati orang yang lebih besar, cara pakaian, bergaul.. dan Maraknya pergaulan bebas.. globalisasi terjadi dan sampai kapan indonesia ini akan selalu berjaya, kalau bukan kita siapa lagi... thanks artikelnya.. untuk anak bangsa pesan saya jagalah kehormatan bangsa dan kehormatan diri sendiri keluarga dan masyarakatmu .. salam PUSPITA SARI ( STIE AKBP PADANG)



Rabu, 14-01-2009 19:06:35 oleh: tri wibowo

mau tanya politik luar negeri hubungan internasional di era global apa sih ?



Minggu, 18-01-2009 10:36:07 oleh: rafiq nur adha

wah ini sangat berguma bagi semua orang tlg lebih diperjelas makasih



Selasa, 20-01-2009 20:39:13 oleh: dini

makasih utk artikel nya



Rabu, 21-01-2009 16:53:14 oleh: AnGgiE

QrEeEn...........!!!
b'gUna bgDzzZ,,
nG' BaNTuIn dLm kRjA ZKuL,.,.
LnjTx Lg_^




Rabu, 21-01-2009 19:19:13 oleh: TRI DARMIYATI

buat semuanya thanks udah mampir baca dan ngasih komentar. semoga setelah membaca tulisan saya ini rasa nasionalisme kita bertambah..
btw pemerintah mulai menggalakkan lagi progam cintai produk Indonesia lo, ayo kita dukung..Salam Indonesia!!




Jumat, 23-01-2009 12:08:19 oleh: kadenza

hmmmmm,globalisasi emang ada dampak positif ama nggak nya....
tapi yang jaelas saya sedang bingung mencari gamba ambar efek tentang globalisasi.....kalu ada yang pounya kirim ke aku yah.....
buat tuga neh..hehehehehe




Senin, 26-01-2009 20:34:44 oleh: ezy

makasih y artikel'y udh bantuin q wt tugas pkn,

makasi....




Senin, 26-01-2009 21:52:44 oleh: Ditya

Artikel ini baguz sekali...
Artikel ini membantu saya dalam mebuat tugaz PKn.
Biza bantu saya lagi?
Kalau sikap yang baik dalam menghadapi dampak globalisasi di bidang sosial apa saja yha???
Tolong bantu saya yha...
Trima kasih,,,^^




Rabu, 28-01-2009 15:12:51 oleh: Hashemi

berguna juga bwat tugas PKN klo bisa yang ttg plajaran nak smp atw sma




Rabu, 28-01-2009 18:50:16 oleh: ivan l

ada yang tau pengaruh globalisasi secara umum???
mohon jawabannya,
terima kasih sebelumnya.




Rabu, 28-01-2009 20:02:09 oleh: yasar lukman yasin limpo

ini bagus banget buat tuygas kewarganegaraan....skrng aja aku lagi buka situs ini makasih dah buatnya......



Kamis, 29-01-2009 09:01:31 oleh: TRI DARMIYATI

ok makasih balik juga buat semua. tapi kalau bisa jangan hanya ambil copy paste aja ya. tapi harus tetap diolah lagi, kalau perlu di tambah dengan pemikiran sendiri dan saran buat meningkatkan rasa nasionalisme kita.dan kalau bisa juga di posting di sini,kan kita bisa sharing bareng..kan jadi nambah pengetahuan kita semua.



Selasa, 03-02-2009 14:54:42 oleh: Faisal Kurniawan

kita harus berjuang dalam menghadapi segala resiko terhadap krisis global yang t'lah menyerang negeri kita tercinta tapi itu smua sudah bisa kita laksanakan karena terbukti tidak banyak orang mati kelaparan di negeri kita klo kita tdk bisa menghadapi krisis ekonomi pasti banyak oarang mati di negeri kita.BETUL!!!!!



Kamis, 05-02-2009 14:35:55 oleh: anne aprilliani

menurutku globalisasi itu penting jadi aku harap temen2 bisa tau apa itu globalisasi



Selasa, 10-02-2009 09:20:13 oleh: april setyaningsih,9f

tugas pkn



Selasa, 10-02-2009 13:11:58 oleh: gnyst

Bagus sekali anda telah menyumbang opini ttg Globalisasi. Sebab kita semuaakan menghadapainya. Hanya saja, cobalah yg lebih kongkrit dalam menjelaskan dampak positip/negatif nya berikut solusinya. Satu contoh, saya bosan mendengar seolah-olah "barat" sangatlah buruk. Selalu mengjadi kambing hitam. Alih-alih menilai, sebaiknya kita bersiap dan memberi solusi kongkrit ! kasihan jutaan anak-anak muda dan anak-anak cucu kita nanti jika kita hanya bisa mengkambinghitamkan, menyalahkan, tp kita tidak berbuat apa-apa, dan tidak tau memberi solusi apapun kecuali ga jauh seperti terdengar sebagai ilmu PPKN atau PMP dijaman dulu. Hemat saya, anak-anak muda indonesia segera belajar dari ketinggalan, mempertajam kemampuan IT nya (sebab ini adalah kendaraan globalisasi), mencintai bangsa dan negaranya, sadar perduli terhadap lingkungannya, dan tidak memusuhi barat, timur, selatan dan manapun tapi belajar dari mereka yang telah maju ! Untuk membangun bangsa dan negara ini. Mempersiapkan infrastruktur kehidupan yang lebih baik bagi anak-cucunya bangsa ini kelak ! trimakasih



Selasa, 10-02-2009 17:00:38 oleh: Eko Setyawan

sial, saya kira ini cuma mimpi... ternyata masih ada yang peduli terhadap ke arah mana bangsa ini mau dibawa... kembali ke jati diri dan menjadi diri kita sendiri menurut saya adalah yang terbaik... tanpa menghujat, tanpa menghina, tanpa menyalahkan... sebagai seorang muslim saya pikir Al Quran adalah pegangan hidup dan sebagai warga negara saya pikir Pancasila sangat layak menjadi pegangan bersama dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara mengingat ke-Bhinneka-an yang ada di negara kita... dan tidak ada satu silapun dari Pancasila kita yang bertentangan dengan Al Quran... salut buat penulis...

Jayalah Indonesia




Rabu, 11-02-2009 21:41:52 oleh: rinizlaluw

kurang lengkap penjelasannya



Rabu, 11-02-2009 21:43:32 oleh: rinizlaluw

plajaran smk klas 3
secepatnya di tunggu yagh




Jumat, 13-02-2009 08:35:27 oleh: diah rahmawati 9f

pak sudah terkirim p lum



Rabu, 18-02-2009 09:49:41 oleh: orfinus tonas rahnadi

artikelnya bagus...cocok buat bahan referensi gw...
ternyata globalisasi ntu emang harus di saring terlebih dulu supaya dapat berguna bagi kehidupan kita sehari-hari...mengenai rasa nasionalisme,hmm...udah seharusnya kita sebagai rakyat RI tetap setia dengan negara kita tercinta ini...I Love MY COUNTRY!!! VIVA INDONESIA...!!!




Kamis, 19-02-2009 17:25:43 oleh: Mediyansyah Taharani

Pengaruh negatif globalisasi dari segi ekonomi, tentulah bukan sekadar dari sudut "rasa cinta" pada produk DN, tapi begitu kongkret! Bahwa modal kuat dari Korporasi Multinasional betul-betul bisa melibas dan menelan sumber daya kita.
Dan kemudian memeras (menghisap) banyak sumberdaya kekayaan bangsa kita untuk di-alir-kan ke pusat-pusat kekuasaan itu (baik negara atau korporasi asing).
Kita yang sekarang tergagap, bisa-bisa jadi kuli di negara sendiri (sumberdaya kita menguap ke LN tanpa imbas berarti bagi kesejahteraan rakyat).
Dus, perlu strategi untuk memenangkan penguasaan atas aliran kapital global. Tidak cukup sekadar cinta produk DN.




Minggu, 22-02-2009 18:12:26 oleh: Natasia-Heindri....

bagus...juga, tp aq agak sdkt bingung... hehehehe...... >__< tp thanks ya!!



Senin, 23-02-2009 14:27:56 oleh: ngadinah

hati hati dengan yang namanya globalisasijika andatidakwaspada akanterseret dengan banyakpengaruhnya




Senin, 23-02-2009 17:01:43 oleh: Indra Kusumayasa

Globalisasi sudah bagian dari Rencana-Nya. Ini hanyalah sebuah tahap awal sebuah proses percepatan menjadi sebuah peradaban yang lebih maju. Dalam hal ini suatu wilayah menjadi saling terkait dengan wilayah lain di lintas negara dan Benua. Apapun yang terjadi dalam suatu Negara mampu memberikan imbas langsung pada negara lain tergantung dari derajat keterkaitan hubungan antar negara. Penyempitan Ruang waktu melalui Internet dan Sarana transportasi massal yang makin murah. there's still phase-phase selanjutnya. Setidaknya tidak akan kiamat sampai 500 tahun ke depan.



Rabu, 25-02-2009 10:18:23 oleh: Nasandi

Globalisasi = penjajahan model baru yang tidak disadari oleh bangsa yang dijajah atau mau gak mau diterima kalau gak dibikin kacau negaranya seperti Irak. Tidak ada kebaikan dari penjajahan begitu juga globalisasi hanya exploitasi alam dan sumber daya manusianya



Kamis, 26-02-2009 11:11:05 oleh: ira nagara

kata global? sudah jadi omongan semua kalangan..ketika kita bicara globalisasi yang teringat adalah sesuatu yang menjadi "besar"..dengan mendengar kata besar automatically tergambar hal-hal yang banyak, jadi campur aduk semua ada di situ...dan kita pun agak kewalahan untuk memilih karena saking bnyaknya yang tercakup didalamnya...nah, pastilah kita memilihdari yang banyak itu sesuai yang kita butuhkna bukan karena "kemaruk" semua mau di ambil dan dinikmati,,,nah penelaahan kebutuhan tentu saja sesuai dengan identifikasi permasalahan kita.
kalo boleh urun saran,,,tetapkanlah dan yakinkanlah kebutuhan yang dipilih itu sesuai dengan tatanan dan kemampuan penyerapan kehidupan kita,,tolok ukurnya hanya masing-masing dari orang yang punya kebutuhan tersebut.




Sabtu, 28-02-2009 16:14:43 oleh: Natasia-Heindri....

terima kasih ya.. udah bantu aku bikin tugas pkn makasih....



Sabtu, 28-02-2009 19:46:56 oleh: Ravina Bonita

aku suka dengan artikel ini .....

bisa gak di tampilkan tentang pengaruh kebudayaan terhadap kepribadian masyarakat di berbagai daerah . . . .

thx . . . . .




Senin, 02-03-2009 17:11:05 oleh: dina

maksibanget deh buat inhhhhhni artikel...



Senin, 02-03-2009 17:55:19 oleh: aNggit pandan kirana

ha......ha...
mkch dah bantuin tgz pkn!!!!!




Selasa, 03-03-2009 09:37:02 oleh: Iwan Cahyo Suryadi

Kajian yang menarik. Menurut saya, perlu ada batas pemisah antara nasionalisme dan teori romantisme kebangsaan

Umumnya para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya", debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.

Dikutip dari wikipedia, Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal tubuhnya ikatan ini, yang notabene lemah dan bermutu rendah.

Ikatan inipun tampak pula dalam dunia hewan saat ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Namun, bila suasanya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini.




Selasa, 03-03-2009 14:22:04 oleh: YORI

wawwwwwwwww.....artikelnya buaguzzh buangeth yach,,,,cause tugas pkn aq dapat terselesaikan dengan baik.....aq ucapin thanksss buangeth yahhhhh n semoga tambah sukses aja.....



Rabu, 04-03-2009 19:17:37 oleh: misbachul ulum

artikelx bgs sampai2 tugas pkn q terselesaikan dangan baik



Kamis, 05-03-2009 19:42:36 oleh: dhita

globalisasi ini memang sangat merugikan bagi masyarakat setempa




Jumat, 06-03-2009 14:12:52 oleh: felita dwinanda putri

pengaruh globalisasi membawa dampak negatif dan positif, tentunya kita harus menerima hal yang baik dan untuk kemajuan kita spt dlm bidang transportasi dan komunikasi. kita harus menolak hal yang tidak patut untuk kita terima, spt narkoba, miras, vcd porno, dsb.

jadilah contoh yang baik untuk masa depan!!!!!!!!




Sabtu, 07-03-2009 07:51:00 oleh: habel d touselak

jaman sekarang kalau berbicara Nasionalisme ya saya kira ya sudah 30% saja yang bicara nasionalisme coba lihat yang di DPR & pemerintah apakah masih ada rasa Nasional Semua berbicara untuk kepentingan diri sendiri dan Kelompok,tanpa memikirkan nasip rakyat yang masih memikirkan Nasionalisme



Rabu, 11-03-2009 19:48:49 oleh: RECHEA SAMPE

sebenarnta yg jadi permasalah disini adalah dampak terhadap remaja.sebaiknya qt benar2 hrz membuka mata,hati&pikiran qt mengenai mslh tsb.apakah memang benar permasalah terletak pd remaja?
kalo qt lihat secara lbh mendalam,kenapa hanya remaja yg dipersalahkan jika mereka mengikuti budaya2"gak sopan" itu?lalu mana peran serta pemerintah dalam mempertahankan karakter nasional?pengawasan dr orang tua??
ini permasalahn sosial yg harus qt selesaikan secara lbh bijak.




Jumat, 13-03-2009 10:58:14 oleh: Meilani

Mkasih banyak ya , ternyata artikel ini sangat membantu saya dan teman2 dalam mengerjakan tugas dari sekolah, isinya tepat banget untuk bahan tugas, sekali lagi makasih ya, gak pa2 kan kalau artikel ini kami cetak dan perbanyak..??



Senin, 16-03-2009 13:15:23 oleh: fahmy muh ramadhan

mana gambar globalisasi yg skaligus ada tulisan



Selasa, 17-03-2009 19:45:49 oleh: TRI DARMIYATI

Wow, ternyata tulisan saya masih mendapat sambutan komentar. Tak kusangka. Tapi memang membicarakan nasionalisme dan kaitannya dengan globalisasi yang sedang berlangsung ini, tidak akan bisa berhenti. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan di era modern ini. Satu hal yang membuat saya menulis tulisan ini adalah keprihatinan terhadap kondisi bangsa. Tapi sekarang, saya cukup senang. Kepedulian terhadap bangsa mulai tumbuh. Bahkan untuk golongan muda yang kini turut meramaikan dunia politik di Indonesia. Prestasi anak muda dalam berbagai kompetesi yang positf juga turut bermunculan. Tapi satu hal yang masih mengganjal, dunia hedonisme tetap merasuk sebagian besar masyarakat.
Anyway, rupanya tulisan saya ini cukup membantu teman-teman yang masih duduk di bangku SMA. Buat semua teman-teman SMA yang udah menjadikan tulisan saya sebgai bahan pelajaran, Bagaimana hasilnya?tanggapan guru bgman?satu hal yang saya harapkan, jangan hanya menjadikan tulisan saya hanya sebagai sumber. Tapi saya berharap,tulisan ini juga merasuk ke pikiran teman-teman untuk menumbuhkan kepedulian terhadap bangsa. Tak muluk2lah, mulailah peduli di lingkungan terkecil dulu ok. Ehm saya bukan pak, jadi jgann dipanggil pak kelihatan tua gitu.saya ini mahasiswi yang masih menimba ilmu sama sepreti kalian.17+.(plus bberapa tahun he..he..).komentara yang lain besok yak..
Sebagian komentar akan saya balas. Memang agak lama, saya membalas tak apa kan.





Minggu, 22-03-2009 18:37:45 oleh: rafialdi hanif

rafialdi hanif

terima kasih telah membuka situs globalisai situs ini telah membantu mengerjakan tugas saya dan situs ini telah menginspirasi dan memotifasi saya




Senin, 23-03-2009 13:01:15 oleh: elyza cilpi

saya bukan hendak berkomentar apa apa,,saya hanya ingin mengucapkan terimakasih karena artikul ini sangat berguna sekali buat saya,,sesuai tugas yang saya butuhkan...tengkiu,,arigatou,,bien merci



Selasa, 24-03-2009 20:24:29 oleh: ana

makasih bwt org yg dah bkin
tulisan Nie About GlobaliSasi,,
Coz, bs Nyelesai_in tuGas Q...
tHAnkX




Selasa, 31-03-2009 15:43:53 oleh: septa muktamar

Globalisasi lebih banyak mudharatnya ya...he.



Selasa, 21-04-2009 19:55:23 oleh: Dwi Nugraha

aku cuma mau ucapin makasih buanget.. buat artikelnya sangat membantu untuk tugas yang lagi aku kerjain



Selasa, 28-04-2009 19:21:50 oleh: mehrunnisasalmahanan

artikel ini berguna bgt.apalagi untukku anak yang berusia 10 tahun ini baguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus bgt lagian besok ujian globalisasi he....he.........



Kamis, 30-04-2009 19:50:31 oleh: Disyacitta

Bagus tulisannya! Sangat membantu saya dalam membuat kerya tulis mata kuliah Kewarganegaraan. Saya kembangkan lagi kok. Hehe, semoga saya dapat nilai A, aminnn..



Sabtu, 02-05-2009 14:10:20 oleh: sudi Maisini

he he apakah anakmu udah dapat artikel ini saat ujian



Rabu, 06-05-2009 19:11:14 oleh: zefa dhia wankrisa

mana dampak positif dan negatifnya?
siswi kelas 4




Rabu, 06-05-2009 19:15:11 oleh: zenya

seharusnya ada sekolah kejuruan tentang kebudayaan indonesia dri sd sampai perguruan tinggi.



Rabu, 27-05-2009 15:47:23 oleh: dila

tkhanz krena brta nie mmbntu quwh dlm tgaz pkn dckul quwh. . .



Senin, 01-06-2009 19:26:14 oleh: adhenk

apakah langkah-langkah itu akan berjalan secara efektif sedangkan kita ketahui dizaman sekarng ini para generasi muda khususx sangat ter kontaminasi oleh budaya asing karena setip ada budaya asing yg masuk pasti akan terjadi akulturasi dengan budaya kita?tolong jelaskan



Senin, 08-06-2009 11:44:24 oleh: teguh pace

hanya satu yang membuat kita tetap nasionalisme, jangan lupakan orang tua n guru kita hanya merekalah yang bisa mebimbing kita mana yang baik n buruk, generasi muda sekarang hanya bisa mengatakan bahwa mereka yang pantas memimpin negeri ini, padahal tua dan muda disatukan akan menjadi kekuatan yang dasyat



Selasa, 18-08-2009 00:41:46 oleh: syarifuddin

Pengaruh yang sangat penting dalam menumbuhkan rasa nasionalisme adalah keteladanan para pemimpin negara termasuk para mantan pemimpin. keharmonisan hubungan antara pemimpin yang sedang berjalan dengan para mantan pemimpin merupakan cermin dan teladan bagi rakyat.Jika anda mantan pemimpin, kemudian dan di "bekas" istana anda sedang berlangsung upacara nasional, apakah anda lebih memilih pergi ke luar negeri walau memilikialasan atau anda tetap ikut upacara tetapi hanya di kalangan simpatisan anda? Nasionalisme adalah cinta bangsa dan tanah air, Cinta adalah mengalahkan segalanya.



Kamis, 20-08-2009 07:49:14 oleh: San

ternyata globalisasi tdk bs di pndang dr satu sisi saja. . .konsep nya berbeda sekali dr artikel ya ku buat . . .globalisasi jg trnyata berpengaruh dlm nilai2 nasionalisme. .

thx ya info na




Rabu, 26-08-2009 12:51:36 oleh: Lettisha Darren Putri

It's great articel!!!
Aku sering mikrin ini...
Sebenernya dimana identitas diri bangsa kita??
Khususnya remaaja kayak aku...yang biasanya sekarang udah ga tau lagi mana jari dirinya..
Antisipasinya Insya Allah bisa efektif...




Kamis, 10-09-2009 00:13:16 oleh: Ree-V

artikel ini memang membahas globalisasi tidak terlalu mendalam atau terperinci..(baru kulit luarnya saja yg dbahas)
tapi it's ok
krna dah kasih inspirasi bwt saya utk menyelesaikan tgas dr dosen
thanx bgt bwt artikelnyaa





Minggu, 13-09-2009 21:10:59 oleh: chanty be jani

buad tugas...



Sabtu, 03-10-2009 21:07:46 oleh: Asepbaden

Alhamdulillah, saya lebih banyak syukur karena nabiku Muhammad SAW telah mencontohkan akhlaq yang baik, selain menekankan untuk tetap giat dan pentingnya akan berbagai keilmuan beliau juga selalu mengutamakan akhlaq umat ini. Sholluu Alaih



Rabu, 07-10-2009 00:19:53 oleh: Agnes

Globalisasi. hal ini memang menarik perhatian saya sejak mengikuti kuliah pengembang diri yang membahas tentang bagaimana memahami tuntutan dan peranan manusia di era global. saya melihat kita terlalu berlebihan dalam mengikuti arus globalisasi dengan tidak kritis, sehingga hal yang sebenarnya belum mampu kita terapkan terlalu dipaksakan untuk diterapkan.
artikel ini baik, namun saya juga sepaham Juswan Setyawan dalam bagaimana ia menanggapi antisipasi yang dibuat penulis artikel ini.
masalah dampak negative dari globalisasi ini seharusnya menjadi PR kita bersama, bagaimana dapat meminimalisasi dampak negative dari globalisasi ini.
saya setuju kalau kita memang harus lebih kritis menyikapi pengaruh-pengaruh global ini.




Minggu, 08-11-2009 17:19:37 oleh: Devan Aditya

Bang, contohnya organisasi ato kelompok yang tidak mendukung pengaruh budaya asing siapa ya??

N boleh minta skalian linknya ttg organisasi ato kelompok itu?

trimz



KITA HARUS MENDUKUNG BUDAYA SENDIRI!!!!!!!




Senin, 30-11-2009 11:29:06 oleh: anton

Kebudayaan nasional bukan hanya sebagai identitas bangsa tetapi lebih jauh dari itu merupakan tujuanbangsa. Untuk itu mengantisipasi globalisasi yuuk !...dengan keragaman bangsa kita wujudkan kebudayaaan nasional dengan engacu kepada :
1. khas Indoesia
2. Mutu yang tinggi
3. Dapat dibanggakan sebagaian besar warga negara
selamat merenung !!!!




Kamis, 10-12-2009 17:45:27 oleh: NyeNyenz

thx berat,,,
ngebantu bgt,,,

smg akan lebih bermanfaat




Jumat, 11-12-2009 11:31:14 oleh: andry

artikelnya sgt membantu tugas sy.,.,thnks...



Sabtu, 12-12-2009 18:49:02 oleh: mirhan

Tq ya,... artikelnya membantu saya menyelesaikan tugas mata kuliah perspektif global,....




Jumat, 18-12-2009 20:45:59 oleh: Tri darmiyati

wah tuisan saya yang ini rupanya masih rame saja dikunjungi. padahal lama tak saya tengok..
membicarakan globalisasi memang tidak ada habisnya. seiring perkembangan zaman dan teknologi...
tapi efek globalisasi ini makin kentara saja..
termasuk di pendidikan dengan adanya uu bhp. makanya saat ini diwacanakan pendidikan yang mengindonesia, agar generasi muda akademik yang memilki kepandaiaan bisa menghargai bangsa dengan berjuang memajukan bangsa sendiri ok




Sabtu, 19-12-2009 18:33:50 oleh: winda wati

oke saya setuju



Senin, 28-12-2009 11:56:05 oleh: fitriyani

artikel ini sangat bagus..
kita sebagai generasi penerus bangsa indonesia harus memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, agar budaya indonesia yang tampaknya semakin terlupakan akan tetap terjaga dan lestari..
berjuanglah para penerus bangsa.. agar negara tercinta ini semakin maju ke depannya..




Jumat, 08-01-2010 10:18:37 oleh: Fadhli Dzil

Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai-Nilai Nasionalisme????


so...

klo menurut ane sih ambil manfaatnya ja dari pengaruh Globalisasi tu...toh ga semua negatif, banyak positifnya.....tergantung bagaimana kita menyikapinya...


Assalamuallaikum




Minggu, 10-01-2010 11:42:02 oleh: irma lubis

merdeka!!!!!!!!!
saya harap tidak ada lagi partai komunis indonesia




Minggu, 10-01-2010 15:54:25 oleh: RIFAIN

...thanks to wikimu..karna memberikan artikel yang sangat bermanfaat....dan menambah wawasan...



Selasa, 12-01-2010 23:50:51 oleh: arinta andayu

artikel nya bagus banget, sangat membantu dalam tugas sekolah. yg saya mau tanyakan, tolong jelaskan pengertian : "kemajuan teknologi informasi dan komunikasi mendorong terjadinya globalisasi" saya ingin tau lebih dalam krn akan membuat presentasi ttg hal tsb. thank yoou



Kamis, 14-01-2010 01:43:48 oleh: Murdani

HArus kembali ke Moral Pancasila



Jumat, 15-01-2010 11:57:55 oleh: TYAND

Ehm jgn gila donk byk bgt ........
kalo bs tentang globalisasi lbih lengkap




Jumat, 15-01-2010 16:43:12 oleh: tri darmiyati

okay...kayaknya tulisan ini membantu pelajar buat ngerjain tugas,..
tyand : yang gila apanya?




Minggu, 17-01-2010 19:15:27 oleh: juariah

terima kasih banyak.
aya merasa sangat terbantu karena saya sbg pelajar sedang endapat tugas pkn dari sekolah..
thx a lot..




Senin, 18-01-2010 19:24:44 oleh: mimi yuni

saya ingin tahu apasih contoh" globalisasi:
ekonomi,sosial budaya,politik,kesehatan,dan TIK
karena ini pr skull ak!




Senin, 25-01-2010 21:44:26 oleh: ramady

inilumayan bagus



Rabu, 27-01-2010 23:40:04 oleh: gigih laksono

thx for artikel nya.. ngebantu tugas pkn nih.. thx bgt ya...



Selasa, 02-02-2010 16:10:18 oleh: yuyun S megawati

Trima kasih atas informasi yang telah saya temukan ini ,ini sangat membantu saya dalam tugas PKN yang sungguh membuat kpl saya pusing ini, sekali lagi saya mengucapkan buanyak-buanyak teriiimakasih !!!!



Rabu, 03-02-2010 12:24:28 oleh: rizka

kak gak ada grafikx jdi kurang enak



Rabu, 03-02-2010 15:16:41 oleh: jemz_korn

bagus bgt.................no comment d.........



Kamis, 04-02-2010 11:44:22 oleh: faoezan kurniawan

baguss,,,,



Jumat, 05-02-2010 12:50:21 oleh: aprilia quenzha

tRims.........
udh ksx tahu aku tentang globalisasi..........




Sabtu, 06-02-2010 13:07:44 oleh: darlireni spd

tolong di jelas kan tentang bk kls 9 mengenai skolah lanjutan...???



Minggu, 07-02-2010 20:44:17 oleh: dio martly

kurang nih tp bagus , jadi persiapan negara untuk menghadapi globalisasi gk ada di artikelnya



Minggu, 07-02-2010 21:21:49 oleh: athfy fadhlika shafa

terima ksh bnyk bwt informasi'a ...
informasi ini penting kalangan para pemuda Indonesia untuk memotivasi agar pengaruh sosial budaya Indonesia tdk hilang oleh arus Globalisasi




Rabu, 10-02-2010 22:35:44 oleh: Tri Rokhmawati

KEREN bangeeeeeeeeeeeeeet !
buat tugas besok di skola nih . pengaruh globalisasi juga ga kalo ngerjain tugas dapet search dai internet ? hahahahha thanks banget yaa .




Sabtu, 13-02-2010 09:25:09 oleh: aba sukro

siplah kalau begitu okkkkkkkkkkkeeeeeeeeeeee!



Sabtu, 13-02-2010 12:37:10 oleh: RIZKA

waah.....artikel ini bgus tpi ada satu kekurangannya yaitu dasar hukum dan grfik tentang perkembangan globalisasi setiap tahunnya.



Minggu, 14-02-2010 11:44:40 oleh: Udin

Pengaruh Globalisasi sudah merambah ke hampir semua negara, bahkan jepang juga di khawatirkan dampak globalisasi sudah memepngaruhi generasi mudanya. tapi secara umum tidak terjadi hal negatif besar yang terjadi.hal itu dikarenakan budaya dan mindsetnya sudah kompleks, tidak berfikir sederhana. sehingga punya warga dengan karakter kuat tentang kebaikan. berbeda dengan kita yang masyarakatnya masih banyak yang berfikir sederhana dan pragmatis, ini akibat pemerintahan dulu yang membuat kepala masyarakatnya tidak berkembang. supaya gampang di bodohi dan dipengaruhi.sebenarnya kuncinya ada di pejabat dan pemimpin negara, bila mereka melayani rakyat dengan sepenuh hati, dan rakyat merasa dimanjakan oleh negara oleh fasilitasnya, dijamin rakyat akan selalu setia kepada negaranya.....piiiis



Selasa, 16-02-2010 20:39:13 oleh: okto berman simanjuntak

maksh ya............. atas informasinya semoga apa yg anda tahu menjadi lebeh dari itu ok.........



Sabtu, 20-02-2010 14:24:36 oleh: AUFA RIFQI

alhamdulillah,pr ppkn saya sudah selesai,aya sangat berterimakasih yang membuat artikel-artikel ini,makasi bangattttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt yA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!



Sabtu, 20-02-2010 15:06:05 oleh: AUFA RIFQI

saya sangat merinding mendengar artikel ini,,pokokye makachi banget allllll



Sabtu, 27-02-2010 21:36:56 oleh: edi kurniawan

alhamdulillaaaaaaaaaahh..........
PR PKN sya sdah ciap..
amiiiiiiieeeennnn..............!!!!!!!!!




Selasa, 02-03-2010 10:16:52 oleh: RUGANDA

Behar........kita harus kembali ke budaya sendiri dan menjunjung tinggi negara kita ini,walupun kita sekarang terjadi globalisasi........jangan hiraukan globalisasi itu............tancap gas trus demi negara tercinta.....ingat.........garuda didadaku.........key...



Selasa, 02-03-2010 15:57:07 oleh: Joicella

ini bner2 berguna deh!
pas ama pel. aku skg!




Rabu, 03-03-2010 19:30:51 oleh: Shita Cerewet

Q pngn nGrTi tNtNg HaL SpRtI Ni !!!!!!!!!!!!!



Kamis, 04-03-2010 17:53:37 oleh: Reyhan Raflizal Bahri

Alhamdulillah nilai IPS saya menambah sudah membaik setelah membuat artikel tentang globalisasi



Minggu, 07-03-2010 16:05:26 oleh: herbas

Aduh berat banget ngasi komentar, apalai kalau masih banyak hutang Indonesianya. Lunasi dulu hutang luar negerinya baru bisa konsen di Nasionalisme

Masalah hutang adalah salah satu efek negatif yang namanya GLOBALISASI.




Kamis, 18-03-2010 11:32:15 oleh: fatkhu

emang sulit tuk menyikapi dampak global di indonesia ,,,gmana tidak,,,, masalah interen ja lebih komplek,, ditambah masalah dunia,,
tpi,,, tak da kata nyerah bwt indonesia,,,
mari kobarkan semangat juang generasi muda,,,,
wujudkan indonesia dari keterpurukan....
MERDEKA,,,,....!!!!!!




Sabtu, 20-03-2010 15:02:28 oleh: agung supomo suleiman

globalisasi tidak dapat dihindari istilah yang terkenal sekarang the world is flat. Dimana bukan hanya Multi National Corporation ( MNC) yang merambah lintas batas, melainkan manusia dunia sekarang cenderung untuk memilih tempat dimana mereka merasa nyaman, termasuk orang yang pensiun seperti dari Jepang mereka mencari tempat pensiun diluar Jepang yang lebih memberikan kenyamanan kepada mereka. Karenanya banyak negara diluar sudah membuka diri memperbolehkan orang asing membeli properti di negara mereka seperti negara Singapore, Australia. Dimana karena Indonesia masih2 setengah dalam mebuka diri, pada akhirnya negara lain menangkap peluang dunia makin merata ini. Dari jaringan internet saja sudah nampak sekali tidak ada batasan kita untuk berteman dengan masayarakat dari manapun dia berada tanpa kenal batas teritori lagi. Setiap negara dipaksa berkompetisi untuk memberikan kenyamanan, keamanan kepada setiap orang apapun bangsa dan asalnya guna memakmurkan negara tersebut, Makanya TKI kita sejumlah 6 juta kerja diluar negeri karena negara sendiri belum bisa memberikan kenyamanan lapangan kerja yang kondusif dan memadai.



Minggu, 28-03-2010 14:12:56 oleh: Uchiha Gae

Pokok.a bangsa kita tdk bleh jd orng yg terkena wabah global. tetapi bangsa kta hrs jd pengarang global. Agar tetap maju dan tdk dibodohi olh bangsa lainya.



Senin, 29-03-2010 16:38:23 oleh: sucette

thx atas artikelnya :D
mari melakukan apa yang kita bicarakan!
"talk less, do more"




Jumat, 09-04-2010 10:13:31 oleh: Melky Sofari Gea

menurut saya ada baiknya globalisasi masuk ke indonesia. baiknya adalah dengan arus globalisasi seperti ini maka masyarakat indonesia dapat melihat dengan baik apa yang terjadi di dunia secara holistik hanya saja dalam hal ini masyarakat indonesia harus bisa mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada di Indonesia dengan mempelajari kembali nilai-nilai tersebut. dengan kata lain dengan adanya globalisasi akan memberikan semangat kepada seluruh kompenen bangsa untuk kembali mengingat nilai-nilai budaya bangsa yang sudah mengakar sejak bangsa ini ada. sisi negatifnya adalah dengan adanya globalisasi maka akan mengikis nilai-nilai budaya yang begitu banyak di Indonesia dan ciri kahs dari bangsa ini semakin hari akan semakin hilang. menanggapi sisi negatif tersebut maka seyogiayanya masyrakat Indonesia harus lebih jeli dalam melihat mana yang bisa di adopsi untuk kemajuan bangsa ini. Terimakasih



Senin, 12-04-2010 19:01:55 oleh: M.Rifqi syafi

tempe penyet makanan asli dari indonesia dan mengalahkan pizza dan hamburger.



Rabu, 14-04-2010 10:32:52 oleh: Pa' AmbarBudi PKn

Wah...kalau banyak anak-anak Indonesia punya pemikiran seperti Mbak Tri , pasti Indonesia ini akan jadi negara yang kokoh dan d
isegani oleh negara-negara dunia, pokoknya salut banget dech...




Kamis, 22-04-2010 18:59:21 oleh: lingko

artikelnya bagus banget udah bantuin gw ngerjain tugas.



Rabu, 12-05-2010 17:41:02 oleh: najla salsabila

globalisasi itu memiliki banyak dampak negatif untuk dunia seperti lebih menyukai negara asing dibandingkan negara sendiri budaya negara pun banyak dihiraukan .

ayo banggakan negara sendiri !!!




Rabu, 12-05-2010 17:48:20 oleh: Haru

kita gak bisa menghindar dari globalisasi, hadapi saja. Nasionalisme juga kayaknya tidak bisa bertahan lebih lama lagi. satu-satunya cara tetap bertahan dari globalisasi adalah kita selalu menjadi diri sendiri, dan menerima diri kita apa adanya. tidak usah mau jadi orang lain, ato mikir orang lain selalu lebih baik diri kita. setiap orang punya kelebihan plus kekurangan. jadi satu paket. yang perlu buat kita adalah saling berbagi dan selalu siap belajar setiap waktu pada siapapun. selamat mencoba, semoga menjadi manusia pilihan di era globalisasi.



Rabu, 12-05-2010 17:53:31 oleh: irsyad putra

globaliasi itu apa ya? ya icad bingung karena masih kelas 2 SD. he he he, tapi aku mau jadi pembuat mobil super yang laku dijual diseluruh dunia made in indonesia.



Jumat, 21-05-2010 16:13:06 oleh: jamilah

yap...aqncopy ya mas.



Jumat, 21-05-2010 17:25:58 oleh: william

dampak globalisasi sebenernya sangatlah besar. saya sebagai warga indonesia yang sangat mencintai tanah air ini. sangat mendukung dampak-dampak globalisasi di lihat dari segi-segi positif dan mari kita hancurkan segi segi negatifnya karena merusak bangsa kita. sekian pendapat saya terima kasih



Minggu, 30-05-2010 09:51:27 oleh: nazir.syafrie

Untuk memakmurkan bangsa ini. bangsa indonesia harus meningkatkan rasa Nasionalisme yang tinggi.salah satu contoh saja mari seluruh anak Bangsa dari kepala Negara Ibu Negara.para Bapak dan Ibu Menteri,Gubernur BupaTI cmT LURh kepL DesA Dn DAN Seluruh RAKYAT Indonesi Harus MENCINTAI I DAN MEMPERGUNkaN PRODUKSI dALAM NEGERI. Ibu Negara dan Ibu2 menteri belanjalah kepasar tradisional membeli sayur dalam negeri kalau ke Mall belanjalah wortel dalam Negeri kalau beli Jeruk belilah jeruk Medan tidak usah beli jeruk impor, Jadi seluruh Bangsa indonesia harus membeli Produksi dalam Negeri, walaupun kwalitetnya agak kurang sedikit dan harganya sedikit lebih tinggi.Kalau tidak ada lagi yang membeli barang impor, importir yang Anasionalis nanti akan rugi dan berhenti mengimpor. Lihat orang jepang walaupun harga beras mereka mencapai Rp 50.000 per kilo mereka pantang mengimpor beras dengan alasan agar petani mereka tetap makmur.Kita perhatikan di Mall semua menyenangi barang impor cobalah Ibu Negara dan Ibu2 menteri memberi contoh berbelanja dengan membeli peroduksi dalam Neger.Disamping itu Marilah semua memulai hidup sederhana,kita liaht di India dalam rangka penghematan semua Pejabat dari Atertinggi sampai terendah menggunakan mobil Fiat 110 buatan dalam Negeri, yang membedakan hanya tahun pembuatannya saja. Berapa Banyak devisa kita habis membeli kendaraan setiap tahun tidak ternilai apa saja yang diperoduksi di Jepang dan Korea serta Eropah dan Amerika kita beli untuk memenuhi Gengsi dicap sebagai orang kaya tidak peduli hasil Korupsi atau kredit padahal fungsi kendaraan untuk mencapai tujuan. Perhatikan orang Jepang mereka kekantor dari rumah walaupun Pakai Jas naik sepeda, setelah itu naik kereta api dan dari stsiun ke kantor jalan kaki.Selama Bangsa ini tidak mmencintai Produksi sendiri, hidup boros dan tidak menerapkan kesederhanaan jangan harap Bangsa ini akan jadi lebih baik, PERLI ADA REVOLUSI DALAM DALAM NASIONALISME UNTUK KESEJAHTERAAN.JVJNX



Jumat, 18-06-2010 18:51:28 oleh: fida

wahhhh..... belum bgetu lengkap aku baca saja sudah bagus....
jadi bisa belajar lewat damapk" ini deh....
makin banyak ku pelajari pelajaran" di internet makin pintar dan di sayang aku sama orang tua...
:) ...




Jumat, 25-06-2010 17:37:52 oleh: MERY KINHO

kta tdak bsa mngeluh atau mnyesalai apa yng sdh terjadi ..... krena itu smua adalah tuntuan zman... maka dri itu yg kita butuhkan hanyalah skap kritis.
SEMOGA!!!!!

MERDEKA DARI SEGALANYA!!!!!!




Kamis, 22-07-2010 06:54:31 oleh: heri herdiyana

globalisasi akan terus berjalan seiring
waktu tanpa bisa dicegah
yang paling penting kita harus bisa memilih.
komunikasi antara elemen2 masyarakat
pemerintah dan sampai terkecil di tingkat
keluarga harus lebih dipertahankan
saling mengingatkan satu sama lain
untuk dapat memanfaatkan efek baik globalisasi
dan meninggalkan bahkan menghilangkan efek2 negatifnya




Kamis, 27-01-2011 18:53:48 oleh: dionisius yuka

bagus juga isinya....
tapi sayangnya yang ada cuma pengaruh terhadap nilai2 nasionalismenya aja, kenapa gak ada pengaruhnya terhadap masyarakat di indonesia...
misalnya terhadap pekerjaan petani yang dulunya dengan pekerj manusia, tetapi sekarang menggunakan mesin....
buat yang lebih bagus lagi donk...




Jumat, 28-01-2011 18:04:05 oleh: timothy

Ya....
Lumayan
Thx




Selasa, 04-10-2011 14:28:26 oleh: Taufik Viex Hidayat

Sayangnya 3 point pengaruh positif globalisasi yang di kemukakan penulis tidak dikedepankan lebih dulu ke mata masyarakat. Seharusnya pemerintah/pejabat/orang2 penting dan terhormat di negara kita yang tercinta ini memperlihatkan lebih dahulu kepada masyarakat bahwa inilah hasil positif dari globalisasi. Pengaruh positif globalisasi dari ats ke bawah. Masyarakat/kalangan muda tidak melihat pengaruh positif globalisasi di ketiga point ini.




Selasa, 29-11-2011 06:05:12 oleh: zaky

Globalisasi: penjajahan dunia Barat ke dunia ketiga pasca penjajahan klsik yg berabad-abad Eropa lakukan. Satu dunia satu aturan (baca: Barat). Dengan berbagai upaya menyebarkan nilai-nilai "universal" seperti HAM, demokrasi, humanisme, pluralisme, liberalisme, feminisme, dll. Baca sendiri artikel ini: http://www.inpasonline.com/index.php?option=com_content&view=article&id=422:globalisasi-implikasi-dan-tantangannya-terhadap-dunia-islam&catid=62:pemikiran-islam&Itemid=99




Minggu, 18-12-2011 10:39:03 oleh: mujiyono

baik,saya setuju dengan sikap kritis anda semua,sbg mahasiswa yang mengingimkan suatu perubahan,saya mau tanya sudah kah kita berani dan benar2 berani dalam menyikapi dengan tegas p.globakisasi yg negatif masuk ke lingkungan kita?pdahal itu makanan anda setiap hari dalam berdiskusi,klu blum bisa cara menurut anda sendiri gmana?



Minggu, 18-12-2011 23:47:27 oleh: Syahidah asya karimah

Makasih telah mempermudah sya selesaikan tugas..



Jumat, 13-01-2012 19:37:04 oleh: MAIMUNAH

CUKUP BAGUS,,, TETAPI KURANG LENGKAP




Minggu, 15-01-2012 16:58:54 oleh: dayat

TERIMA KASIH YAA... BROO .DENGAN ARTIKEL INI AKU BISA MENGETAHUI TENTANG DAMPAK GLOBALISASI DARI LUAR MAUPUN DALAM DAN PENGARUHNYA




Kamis, 26-01-2012 19:13:53 oleh: Gani

ARTIKEL INI SANGAT BAGUS
MEMBANTUKU MENGERJAKAN KLIPING




Senin, 30-01-2012 20:44:41 oleh: yati

globalisasi merambah ke semua aspek kehidupan dengan segala dampak positif dan negatifnya.Semua tergantung diri sendiri yang harus pandai-pandai meilah dan memilih.Gunakan filter agama sebagai penangkal dampak negatif.



Rabu, 08-02-2012 19:51:47 oleh: indyah Tri Hastuti

sebagai generasi muda kita harus dapat memanfaatkan globalisasi dengan sebaik- baiknya kita harus dapat menjadi aktor dalam globalisasi bukan jadi objectnya sehingga dengan globalisasi dapat meningkatkan nasionalisme kita bukan memudarkan. Sebagai WNI karena negara akan tegak berdiri jika warganya mpy nasinalisme yang tinggi Tetap Jaya NKRI



Rabu, 29-02-2012 17:48:40 oleh: rocha

generasi muda zaman skrang memang hruz mencntoh para pemuda zaman dahulu ,.



Jumat, 30-03-2012 14:20:34 oleh: virnandini

sekarang pengaruh globalisasi banyak yang menyebar



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY