bustaman007_alrauf

Pembentuk Propinsi ALA dan ABAS, Point of No Return

Selasa, 26-02-2008 15:48:25 oleh: bustaman007_alrauf
Kanal: Opini

Tampaknya semakin hari semakin memanas persoalan tuntutan pemekaran atau pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) dan Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS). Walaupun Gubernur NAD Irwandi Yusuf dan KPA telah menolak dengan tegas pemekaran atau pembentukan Provinsi ALA dan ABAS, namun masyarakat di 5 Kabupaten di ALA serta 6 Kabupaten di ABAS tetap nekad menuntut pemekaran ini segera direalisasikan.

DPR Aceh sendiri tidak bisa berbuat banyak, karena mereka telah menandatangani persetujuan pembentukan Provinsi ALA ketika terjadi aksi unjuk rasa dan "pendudukan" Gedung DPR Aceh oleh massa dari ALA beberapa bulan sebelum ditandatanganinya MoU Helsinki, 15 Agustus 2005.

Apabila mencabut rekomendasinya, berarti sama dengan DPR Aceh telah "menjilat air liurnya kembali" atau dengan kata lain bagi anggota dan pimpinan DPR Aceh yang waktu itu menandatangani rekomendasi persetujuan pemekaran Provinsi ALA tidak ada jalan lain kecuali berpendapat bahwa pembentukan Provinsi ALA dan juga ABAS adalah "point of no return".

Mengkristal dan mengerucutnya kembali tuntutan pembentukan Provinsi ALA dan ABAS, saat ini terlihat dari adanya pemasangan kurang lebih 35 spanduk di wilayah Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Barat Daya dan Kabupaten Aceh Selatan seperti dilaporkan salah satu media massa lokal di Aceh tanggal 7 Februari 2008 yang lalu, di mana spanduk tersebut berbunyi "Selamat Datang di Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS)", bahkan di Takengon juga telah didirikan Kantor Gubernur sementara Provinsi ALA (Aceh Leuser Antara).

Puluhan spanduk berisi dukungan terhadap rencana pemekaran provinsi Aceh Barat Selatan (Abas) dan Aceh Leuser Antara (ALA) berkibar di sejumlah titik dalam Kabupaten Aceh Barat, Aceh Barat Daya (Abdya), dan Aceh Selatan jelas merupakan tindakan yang berani, nasionalis dan heroik di tengah meruncingnya pro-kontra berbagai pihak tentang wacana pemekaran itu sendiri.

Spanduk yang berbunyi "Selamat Datang di Provinsi ABAS" dipasang di atas jembatan besi (jembes) Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Di jalan-jalan protokol dalam Kota Meulaboh juga terdapat sejumlah spanduk yang mendukung lahirnya provinsi ABAS dan ALA. Salah satunya dipasang di Jalan Gajah Mada, persis di depan Kantor Bupati Aceh Barat.

Pemandangan serupa juga terlihat di Blangpidie, Abdya. Spanduk, antara lain, dipasang melintang di atas Jalan Muslimin atau persisnya di depan Kantor Sekretariat DPRK Aceh Barat Daya, dengan bunyi spanduk "Kepedulian pemerintah pusat untuk melahirkan Provinsi Abas dan Provinsi ALA merupakan kepedulian pusat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat".

Sementara spanduk yang dipasang di Jalan Perdagangan Kota Blangpidie, berbunyi "Anggota DPRD dan masyarakat Aceh Barat Selatan mengucapkan terima kasih kepada pemimpin beserta anggota DPR RI yang telah sepakat melahirkan Undang Undang Provinsi ABAS dan Provinsi ALA melalui hak inisiatif".

Tidak hanya itu saja, di daerah Krueng Seumanyam, Kecamatan Babahrot, tepatnya di perbatasan Kabupaten Aceh Barat Daya dengan Kabupaten Nagan Raya tampak terbentang spanduk "Selamat Datang di kawasan Provinsi ABAS". Beberapa tempat lainnya di kawasan Kecamatan Tangan Tangan, Manggeng, Lembah Sabil, Susoh, dan Kuala Batee, juga bertebaran spanduk pro tuntutan pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS).

Perjuangan rakyat ALA mendesak dan menuntut segera pemekaran ALA lebih heroik dan ksatria lagi, kabarnya mereka akan "ngluruk/ mendatangi ramai-ramai" Gedung DPR-RI dengan kekuatan massa lebih dari 3.000 orang berasal dari masyarakat yang langsung datang dari ALA, maupun masyarakat ALA yang ada di Jakarta.

Anak Haramkah ALA dan ABAS?

Bagi pihak yang kontra dengan ALA dan ABAS menilai pemekaran ini hanyalah mengobok-obok perdamaian di Aceh, permainan kelompok "spoilers of the peace/perusak perdamaian", ketika waktu konflik kelompok separatis menilai pemekaran Provinsi ALA dan ABAS dinilai sebagai strategi jitu memecah kekuatan lawan, bahkan KPA menuding sebagai permainan kelompok ultra nasionalis.

Namun, bagi kelompok yang pro ALA dan ABAS yang konon juga telah membentuk simpul-simpul massa di kampung-kampung menyatakan bahwa pemekaran ALA dan ABAS sebagai point of no return/tuntutan yang harus direalisasikan, karena selama ini janji-janji Provinsi NAD (sebelum dipimpin Irwandi Yusuf) untuk memakmurkan dan menyejahterakan masyarakat ALA dan ABAS hanyalah angin surga saja. Elemen masyarakat yang pro ALA dan ABAS juga menilai keberatan pihak kontra ALA dan ABAS, karena harus diakui wilayah ALA dan ABAS banyak sumber daya alam yang masih "virgin" seperti emas di Aceh Tengah, minyak dan gas di sebelah timur Simeulue, batubara dan uranium di Nagan Raya dan lain-lain, sehingga melimpah ruahnya sumber daya alam di ALA dan ABAS akan menjadi "natural guarantee" bagi kemakmuran ALA dan ABAS ke depan.

Perlu dicatat dan diingat bahwa tuntutan pembentukan Provinsi ABAS dan ALA didukung oleh undang undang yang berlaku, termasuk Pasal 5 dan 8 UU Pemerintahan Aceh. Rencana pembentukan Provinsi ABAS sudah dimulai sejak April 2003 dan Provinsi ALA sejak 1999, sehingga tidak ada kaitannya dengan MoU Helsinki yang lahir kemudian, yakni pada 15 Agustus 2005.

Mungkin ini sudah suratan takdir Aceh ke depan. Mungkin juga "god bless" dibalik tuntutan pemekaran ALA dan ABAS ini adalah kesejahteraan di Aceh akan semakin meningkat. Provinsi NAD, Provinsi ALA dan Provinsi ABAS haruslah bisa duduk bersanding untuk sama-sama memakmurkan Aceh, karena pada dasarnya dan sejatinya bagi Pusat jika memang tuntutan pemekaran ALA dan ABAS untuk kesejahteraan rakyat tidak bisa dihalangi, karena menghalangi upaya manusia untuk mensejahterakan hidupnya adalah tindakan dzolim.

Bagaimanapun juga ALA dan ABAS juga refleksi ajaran Islam di mana Allah SWT berfirman "Tidak akan aku rubah nasib suatu kaum, tanpa mereka berusaha untuk mengubahnya sendiri", Hormatilah ini dan sudah pasti NAD, ALA dan ABAS tetap anak-anak tercinta NKRI yang tidak mungkin dibedakan kasih sayangnya

 

Oleh C. Salahuddin, ST

*) Penulis adalah masyarakat biasa dan pekerja sosial. Tinggal di Kecamatan Bebesan, Kabupaten Aceh Tengah.

Bookmark and Share

Tag/Label aceh leuser, aceh barat selatan, aceh
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
6 komentar pada warta ini
Senin, 24-03-2008 00:47:10 oleh: Dedisardi

saya menyesali tindakan2 para geuchikyang mendukung pemekaran, karena menurut saya alasan pemekaran di aceh sangat tidak realistis dalam artian terlalu semborono dalam bertindak, kalau memang alasan pemekaran itu gara tidak meratanya pembagian hak-hak daerah kan solusinya gampang yang perlu dibenahi kan sistem dalam pemerintah Aceh bukan sistem pemeakaran.

karena pemekaran itu justru tidak menyelesaikan masalah malahan dapat mengisolirkan suatu daerah, baik itu ALA, NAD, ABAS. saya mohon cobalah tokoh2 Aceh para intelektual Aceh berpikirlah realistis dalam bertindak, gunakan nurani anda wahai bapak2 para tokoh politisi.

mari sedikit mengukir sejarah pada saat iskandar muda beliau pemimpin yang arif bijaksana, seluruh rakyat aman di akibatkan sistem pemerintahannya yang Adil. tidak pernah dalam sejarah Aceh terjadi pemekaran, karena itu bisa memecahbelak kita sebagai daerah yang penuh nilai sejarah, agama.

mari kita doakan semoga saudara2 kita cepat pulang dari Jakarta jangan sampai terjadi busung laparlah di Jakarta kan male gampoeng.

Peuthen maruah hai ureung Aceh bek tape eleh khen Ulama, Bek tapepake rakyat Aceh wahai tokoh Aceh yang na di Jakarta.

Bek groep manok bek group itek uroe tarek bek tame doda , bek tapuebut yang kira2 han ek. sebab entek male that gata. ( khussu ke Tokoh2 Aceh Pendukung ALa ANd ABAS)

Dedisardi, 28 Maret 2008

Peniti, BANda Aceh







Selasa, 25-03-2008 09:49:00 oleh: wien gayo

sdr desdisardi, yth, menurut saya pemikran anda tentang pembentukan ala adalah pemikiran seorang penjajah yang takut kehilangan wilayah jajahanya, menurut saya jika anda seorang kuliahan, kantoran, intlektual tidak berpikiran bodon seperti itu, ala lahir apa ruginya buat anda, geuchik ke jakarta apa sih rugunya buat anda apa anda takut kehilangan lahan wah..... cukup naip sdr, jika anda seorang tokok yang berpikiran maju seharusnya anda iklas dong pemekaran ala, kepala kampung ke jakarta bukan hal yang bodon dan itu hak mereka untuk menuntut, sama hal nya dengan anda jadi pikiran-pikiran yang kotor seperti di dam hompage ini tidak perlu dikemukakan lah, kalo memang tidak bisa ya diam aja lah



Jumat, 28-03-2008 12:10:04 oleh: sri rahmawati nazar

lon mahasiswa di Banda Aceh. Aku juga urang Gayo. mumang kami isien. nah, kalau pemekaran jalan terbaik, why not? tapi saya berharap para pejuang Ala berniat tulus tanpa mengharap kekuasaan. Niat membangun daerah yang kami cintai, membangun pendidikan kedepan yang lebih baik. semua jalan dan cara, jikalau kita bersama Lillahi ta'ala insya Allah akan diberi petunjuk. yang penting kita bisa menjadi khalifah di Bumi Allah ini. perjuangan yang iklas semata tanpa nafsu harta, kekuasaan akan membuahkan hasil yang baik. Karena aku dele gere beteh masalah politik, kami si tengah menuntut ilmu ne passe hanya berdo'a, keti tuhen osah si terjeroh. ALLAHU AKBAR.



Sabtu, 12-07-2008 10:06:26 oleh: sugereto

dengan terbentuknya ala dan abas bukanlah aceh harus terpisah. ala dan abas tetap bersatu dengan NAD. maka dari itu dukunglah pembentukan ala dan abas supaya aceh bisa lebih maju dimasa yang akan datang.



Rabu, 12-11-2008 17:27:41 oleh: sudirman

dengan adanya pemekaran provinsi baru di aceh...Insya Allah akan mempercepat pembangunan sarana dan prasarana yang ada di aceh...hingga detik ini p[embangunan di aceh tidak merata... yang maju-maju terus...yang terisolir tetap di biarkan saja padahal pendapatan di Aeh cukup banyak tetapi tidak direalisasikan dengan baik dan benar...



Kamis, 27-08-2009 16:51:19 oleh: SOLIKIN HADI BRANATA

Bismillah
Jadi pembentukan Prov.ABAS & ALA merupakan suatu tujuan akhir dari suatu impian mulia aneuk nanggroe
jadi geutanyoe ban mandum ureung Aceh wajib ta dukung...
INSYA ALLAH GEUTANYOE SEJAHTERA AMIN.




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY