Eryawan Nurcahya

Konversi Energi dari Minyak Tanah ke Gas LPG, Apakah Cukup Murah?

Jumat, 04-01-2008 10:39:45 oleh: Eryawan Nurcahya
Kanal: Layanan Publik

Konversi Energi dari Minyak Tanah ke Gas LPG, Apakah Cukup Murah? Akhir-akhir ini, dimulai dari medio Juni hingga Desember 2007, kalender pemerintah untuk urusan sumber daya energi cukup disibukkan dengan konversi Energi dari Minyak Tanah ke LPG (Liquid Petroleum Gas). Hal ini menjadi penting mengingat sumbangan subsidi pemerintah untuk pengadaan Minyak Tanah adalah mencapai 60% dari keseluruhan anggaran Subsidi BBM (40% sisanya terbagi ke dalam subsidi Premium, Solar dan Minyak Bakar).

Bila dalam nilai rupiahnya adalah sebesar 54 Trilyun Rupiah telah di kucurkan setiap tahun untuk pengadaan Minyak Tanah apabila di asumsikan sesuai dengan harga Crude Oil saat itu sebesar USD 60 / Barrel. Dapat dibayangkan berapa banyak lagi Subsidi yang harus di gelontorkan apabila harga minyak bumi mentah di periode akhir tahun 2007 menembus angka USD 98 / Barrel.

Minyak Tanah, dalam bahasa Inggris sering disebut dengan Kerosene, sejatinya adalah bahan bakar untuk moda transportasi Pesawat Terbang. Jika untuk moda kendaraan darat dikenal Premium untuk jenis kendaraan biasa/umum dan Pertamax / Pertamax Plus untuk jenis kendaraan kelas atas, maka di dalam dunia Penerbangan-pun dikenal pembagian seperti di atas. Sehingga untuk Kerosene adalah diperuntukan bagi Pesawat Terbang dengan mesin Baling-Baling / Propeller / Turboprop, maka Avtur sendiri dipergunakan bagi Pesawat Terbang dengan mesin Jet / Turbojet / Turbofan.

Di dunia, penggunaan Minyak Tanah / Kerosene yang notabene adalah bahan bakar Pesawat Terbang, namun dipergunakan sebagai sumber energi bagi masyarakat umum untuk memenuhi kebutuhan pangannya, hanyalah ada di Indonesia dan India. Dengan  semakin menipisnya sumber daya mineral, lebih baik di daya gunakan demi menambah devisa Negara karena intinya dari devisa Negara yang diperoleh nantinya juga akan dipergunakan bagi kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

Maka, dari tabel di bawah dapat diperlihatkan, betapa banyak rupiah yang sebenarnya dapat di hemat oleh masyarakat kita.

 

Tabel Perbandingan Jenis Energi dengan Nilai Rupiah yang dikeluarkan dalam Konsumsi Rumah Tangga Sehari-hari Masyarakat Kita.

 

No

Uraian

 

Jenis Energi

 

Elpiji 3 Kg

Elpiji 12 Kg

 

Minyak Tanah

(liter)

 

Briket Batubara (Kg)

1.

 

Pemakaian :

Kg atau Liter/hari

 

0,6

0,6

1,5

6

2.

 

Harga (Rp) / Kg

 

2.800,-

2.500,-

4.000,-

900,-

 

Rupiah / Hari

 

1.680,-

1.500,-

6.000,-

5.400,-

3.

 

Perawatan Kompor / Tabung

 

mudah

mudah

sulit

mudah

4.

 

Distribusi

 

mudah

mudah

langka

langka

NB :

Untuk tabung 3 Kg adalah dengan harga Rp.14.000,- / tabung. Asumsi pemakaian adalah untuk 5 hari penggunaan.

Untuk tabung 12 Kg adalah dengan harga Rp. 52.250,- / tabung. Asumsi pemakaian adalah untuk 21 hari penggunaan.

Eceran minyak tanah untuk warung / toko dengan harga Rp. 4.000,- / liter. Asumsi pemakaian untuk 1 hari adalah 1,5 liter

Eceran briket batubara dengan harga Rp. 900,- / Kg. Asumsi pemakaian untuk 1 hari adalah 6 Kg.

 

Dapat dilihat dari tabel diatas bahwa untuk program pemerintah dengan ukuran tabung 3 Kg, disesuaikan dengan harga resmi yang juga telah diberikan subsidi adalah menjadi Rp. 4.250,- / Kg , sehingga harga jual resmi sebenarnya adalah Rp. 12.750,- / tabung. Namun dalam prakteknya, harga jual di tingkat eceran menjadi Rp. 14.000,- s/d Rp. 15.000,- / tabung.

Sedangkan untuk tabung ukuran 12 Kg, harga subsidi yang diberikan pemerintah adalah Rp. 4.350,- / Kg. Alhasil untuk penjualan eceran adalah berkisar antara Rp. 52.250 s/d Rp. 55.000,- / tabung, walaupun dalam prakteknya lebih banyak terjual dengan harga Rp. 55.000,- / tabung sedangkan di Gerai Indomaret sendiri terjual dengan harga Rp. 52.250,- / tabung.

Terlebih lagi, di awal tahun 2008 ini, untuk ukuran 12 Kg akan diterapkan harga baru dengan pemberian subsidi lebih kecil lagi yaitu sebesar 15% menjadi Rp. 6.000,- / Kg , maka untuk ukuran tabung 12 Kg tak ayal lagi akan mencapai Rp. 72.000,- / tabung. Walaupun nanti dalam prakteknya akan berkisar diharga Rp. 75.000,- / tabung.

Namun tak pelak lagi bahwa dari tabel diatas akan jelas terlihat bahwa penggunaan Gas LPG tetap lebih ekonomis nilai rupiahnya di bandingkan dengan Minyak Tanah yang saat ini untuk harga pasar bebas / Internasional dapat mencapai Rp. 6.500,- / liter, yang jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga Pertamax / Pertamax Plus bersubsidi saat ini.

Hanya saja nilai ekonomis ini tidak diimbangi dengan sosialisasi dan edukasi yang layaknya seharusnya sudah diterapkan dari awal. Kemudian untuk daerah yang sudah Zero Minyak Tanah, pelayanan distribusi tabung ukuran 3 Kg harus dengan konsekuen di jalankan dimana jangan sampai terjadi kelangkaan untuk stocknya. Sedangkan penarikan Minyak Tanah dari masyarakat harus dilakukan secara bertahap dengan terlebih dahulu dilakukan penyuluhan tentunya.

 

Trims ...

 

 

 

Bookmark and Share

Tag/Label elpiji, lpg, minyak tanah
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
9 komentar pada warta ini
Jumat, 04-01-2008 14:27:55 oleh: Sandhy.ED

Pak Eryawan...., harusnya tulisan ini disebar luaskan ke masyarakat, supaya masyarakat lebih memahami keuntungan dari program konversi minyak tanah ke gas.

Diatas kertas program ini sangat baik, tetapi karena sosialisasi yang sangat minim, masyarakat masih sulit menerima.

Bantuin pemerintah yang kebanyakan kerjaan yuk pak...., sosialisasikan program ini supaya masyarakat lebih mengerti....




Jumat, 04-01-2008 19:40:55 oleh: Ira Meida

mas eryawan...
ciri khas mas eryawan, muncul lg nih. nulis dengan tabel2. hehehe...

soal susahnya masyarakat beralih ke elpiji, mungkin krn masyarakat menganggap minyak tanah seperti habit. layaknya habit, ngerubahnya perlu waktu. dan ya itu sosialisasi dan edukasi.

apalagi skr nih, harga minyak dunia udh 100 dolar per barel. makin ilang lah minyak tanah, makin panjang lah antrian utk ngedapetinnya. ngelebihin antrian pengunjung dufan di hari libur. ^_^




Sabtu, 05-01-2008 03:29:53 oleh: nury nusdwinuringtyas

selamat pagi

entah saya yang "jarang" lihat tv Indonesia, saya tidak melihat lagi sosialisasi di tv
kalau seperti ini di sosialisasikan lewat berbagai sarana + bagaimana regulasi keamanannya
barangkali memang bener "cintaku mak nyuus...sss"

kalau ini=program yang diyakini "menyelamatkan", sering- sering selipkan di anatar berita "hangat", termasuk berita banjir
kalau ada yang bilang "bosan", nah barangkali = indikator sudah mulai masuk pola pikir kemudian akan jadi sikap hidup

..... iya Ira dear, kebiasaan...., mengubahnya ,....luu..aama
perlu proses...




Rabu, 09-01-2008 09:34:58 oleh: Dudung

Program Konversi ini sebenarnya baik sekali, saya mengalaminya sendiri setelah dapat kompor dan tabung gas dr Pemerintah, saya hanya cukup mengeluarkan uang Rp 15.000/minggu untuk memasak, kalau dulu satu minggu sekitar Rp. 28.000, untuk pembelian 7 liter Minyak tanah....sayang banyak warga sekitar takut akibat informasi sesat tentang pemakaian gas...



Kamis, 24-01-2008 12:23:09 oleh: wahyu hidayat

tolong dibikin perbandingan antara penggunaan berbagai macam jenis energi diatas dengan biogas yang dihasilkan dari kotoran ternak.karena saya pikir energi biogas tersebut lebih murah dan dapat terus terbaharui, selain itu dapat menghemat pengeluaran rumah tangga. disamping itu gas buang yang dihasilkan lebih rendah daripada briket batubara
trims...




Kamis, 24-01-2008 14:33:03 oleh: Eryawan Nurcahya

Mas Wahyu Hidayat ...

Pada dasarnya penggunaan biogas sebagai alternatif energi cukup baik, apalagi sifatnya yang terus dapat diperbaharui / re-use-able.

Namun akan menghadapi kendala agar dapat dihasilkan energi dengan dengan tingkat efisiensi yang tinggi, yaitu berhubungan dengan jumlah / kuantitas (m3) dari bahan-bahan yang akan dijadikan energi biogas.

Seperti limbah dari hasil pengolahan kacang kedelai menjadi tahu ataupun limbah dari kotoran sapi. Untuk dapat meghasilkan energi biogas yang cukup ekonomis dibutuhkan cukup besar volume dari limbah itu sendiri. Paling tidak pabrik tahu dengan kapasitas produksi minimal 1 ton sehari atau peternakan sapi dengan jumlah minimal 50 ekor sapi.

Untuk ekonomisnya bahkan tidak dibutuhkan biaya untuk pengadaannya kecuali untuk peralatan konversinya agar dihasilkan energi biogas.

Trims ...




Minggu, 23-11-2008 18:13:47 oleh: cia noviar

salam kenal,
pak wahyu hidayat,..cia ikutan kasih koment info yang terbaru. boleh ya, pak.

Sedikit informasi terbaru, mengenai program konversi pemerintah ini..
bulan september 2008, kegiatan edukasi dan sosialisasi sudah berjalan. Untuk daerah atau lokasi penyuluhan yang dipilih, berdasarkan hasil survei pre-test yang dilakukan tim penyuluh lapangan.

didapat 8 provinsi (terdiri dr 20 kabupaten) yang akan menjadi target edukasi dan sosialisasi. Agar lebih "kena target" pada persepsi masyarakat, maka diadakan acara panggung hiburan.
bentuk kegiatannya, terdiri dari hiburan musik, edukasi melalui demo cara pemasangan kompor gas yang benar, Quiz dan bagi2x door price utk masyarakat yang menonton. (mereka anthusias koq..soalnya cia disana)
Iklan Layanan Masyarakat yang ada saat ini, juga sudah baru..ikonnya, Dik doang, Ismail-OB, mpo minah-Bajaj bajuri. silahkan ditonton.

Dan untuk tahun ini, Ibu dirjennya turun lapangan di beberapa even kegiatan ini. Ternyata sangat lihai ketika mendemonstasikan pemasangan gas yang benar di depan masyarakat.

Knapa br sekarang?...
karena dibutuhkan waktu untuk survey lapangan, ttg sejauh mana reaksi masyarakat ditahun 2007. br deh dilanjutkan lagi.

Saya setujuuu...saran dari bapak.
yuk..bantu program ini.







Minggu, 23-11-2008 18:19:18 oleh: cia noviar

ADUUH, salaah
maksud cia..salam kenal, pak Eryawan..
(maaf ya,pak), terlalu semangat..




Senin, 24-11-2008 18:38:04 oleh: Eryawan Nurcahya

Mbak Cia Noviar ...

Salam kenal juga, apakabar ... rasanya senang sekali berkenalan dengan seseorang yang selalu optimis dan bersemangat ... untuk sesuatu yang diyakini.

Eh ... apakah Mbak Cia Noviar adalah juga rekan dari Mbak Firsa Hanita ?

Trims ...




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
diekie   pada  Suzuki Skywave 125
dedi   pada  Tiara Express Taxi
wawan   pada  Kawasaki Kaze R

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
zahra: hum.. gara2 ada pop screen, pulsa sering kebuang.. huh,

Suara kita selengkapnya... (14 komentar)



Suara Kita Terbaru:
zahra   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
081379132222   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
panglima perang   pada  Usai UN Pelajar Tawuran, Empat Dirawat di Rumah Sakit

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-7222921 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY