bajoe

Masih Pantaskah Pesta Tahun Baru?

Jumat, 28-12-2007 11:46:06 oleh: bajoe
Kanal: Opini

Masih Pantaskah Pesta Tahun Baru? Tahun Baru 2008 sudah di depan mata. Aneka kegiatan dan hiburan sudah banyak ditayangkan di media massa. Tahun Baru selalu identik dengan pesta dan kegembiraan. Namun di penghujung tahun 2007 ini, masihkah perlukah kita berpesta?

Kalau kita melihat kembali lembaran peristiwa sepanjang tahun 2007, bencana demi bencana sering menghampiri rakyat Indonesia. Mulai dari bencana akibat ulah manusia, seperti kecelakaan transportasi, baik udara, laut dan darat. Lalu bencana banjir dan longsor , karena pembabatan hutan seenaknya, ataupun pergembangan hutan beton di kota tanpa memperhatikan aspek lingkungan.

Di bidang ekonomi, naik dan langkanya BBM merupakan pukulan berat bagi rakyat kecil.Transformasi dari minyak tanah ke gas elpiji pun belum mulus. Belum lagi soal keadilan dalam iklim berusaha. Pengusaha kecil mesti berhadap-hadapan dengan pemodal asing dengan modal kuat. Pasar tradisional mesti gulung tikar karena kalah bersaing dengan Carrefour, Giant. Sampai penjual cabe di pasar Ciledug pun mesti menganggur, gara-gara kalah murah dengan harga di Carrefour, yang berdiri dengan angkuh di depan pasar Ciledug.

Para pengusung aliran neoliberalisme pun bersorak-sorai sampai berkata “Salah sendiri kenapa modalnya kecil, ini bisnis Bung, selama bisa meraih untung sebesar-besarnya, kenapa tidak?” Mungkin para pengusaha modal kuat ini tidak pernah membaca petuah dari Sidharta Gautama, bahwa keserakahan manusia adalah salah satu penyebab kesengsaraan dan akan ada balasan menunggu di kehidupan setelah mati.

Kemiskinan dan ketidakadilan masih dan terus bertumbuh di negeri. Aku tidak mau masuk dalam perdebatan antara Wiranto dan SBY soal berapa besar angka kemiskinan di negeri ini. Tapi di mana pun kita tinggal, mau di apartemen tingkat 40, mau di kawasan elite di Jakarta, hanya selemparan batu, kita bisa lihat kok kemiskinan. Kecuali kalau kita mempunyai mata hati yang buta, pasti tidak melihat apa-apa.

Tahun 2007 memang bukan tahun yang sangat buruk. Tapi masih banyak penderitaan di sepanjang tahun ini. Maka rasanya tidaklah pantas bila kita berpesta dan menari-nari di atas kesengsaraan orang lain. Mungkin lebih baik kita syukuri atas segala nikmat yang diterima sepanjang tahun 2007, paling tidak kita masih bernafas sampai detik ini.

Dan jangan lupa, banyak prediksi (bukan ramalan ya) tahun 2008 adalah tahun yang sulit. Apa itu? Harga BBM dunia akan terus naik. Lalu perubahan iklim, dengan diikuti bencana alam (banjir,longsor, angin topan) sudah diprediksi masih akan berlangsung. Tertembaknya Benazir Butto di Pakistan, tawuran antar kampung di Lombok, adalah indikasi ekskalasi kekerasan di masyarakat akan terus meningkat.

Akhir kata, Selamat Tahun Baru 2008, mari kita lewati tahun ini dengan tawakal!

Bookmark and Share

Tag/Label tahun baru
Penilaian anda

Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
9 komentar pada warta ini
Jumat, 28-12-2007 12:27:16 oleh: R. Lilik Siswanto

Bang Joe,
Perenungan yang Anda tulis, patut sebagai perenungan untuk kita semua.

Memang patut disayangkan kalau ungkapan syukur menyambut tahun baru 'hanya' identik dengan pesta. Apalagi kalau pesta dilakukan 'tanpa' peduli dengan kondisi yang sedang terjadi. Misal, semata-mata hanya karena sudah 'membudaya' atau terbiasa.

Bukankah ada banyak pilihan yang bisa kita lakukan menyambut tahun baru. Syukur atas kehidupan yang telah kita lalui di tahun 2007, serta mengoreksinya atas kehidupan yang perlu kita perbaiki di tahun 2008.

Dan, kita juga bisa memilih antara pesta atau dana yang kita keluarkan untuk pesta kita salurkan bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana. Pilihan selalu ada di tangan kita?

Sekali lagi, terima kasih Bang Joe untuk perenungannya. Saya jadi yakin pada pilihan untuk tidak berpesta... ;-)




Jumat, 28-12-2007 13:55:06 oleh: rahmah hasjim

Wah keduluan nih baru aja mau nulis itu sbg refleksi akhir tahun seorang warga bangsa...

bener banget Mas, ga pantas kita pesta sementara didepan mata gelombang masalah belum berhenti mendera. Masih banyak banget orang di negeri ini yg kedinginan baik fisik maupun mental.

Btw, kenapa ga datang kemarin untuk ngumpul2 di wikimu? kan bisa up date gosip terbaru hehehe...




Jumat, 28-12-2007 14:05:32 oleh: Ecko Manalu

Dulu hal yang sama pernah terucap dari seorang penulis besar bernama Sitor Situmorang.
Dulu dia tidak mengritik Tahun Baru, melainkan Lebaran. Kritikan disampaikan lewat sebuah puisi pendek, hanya dua baris, berjudul Malam Lebaran.
"Malam Lebaran/Bulan Di Atas Kuburan"

Hanya dua baris itu saja, namun cukup menggegerkan Dunia Sastra Indonesia saat itu.

Ulasan mengenai apa makna dari puisi itu ada di :
http://airhoejan.wordpress.com/2006/11/06/menemukan-makna-tradisi-lebaran-by-jj-rizal/

Saya akan quote sedikit :
"Lebaran belakangan tinggal pesta-pesta, solek-solek, dan pemborosan. Lebaran hampa kemenangan, sebab harapan tinggal kesia-siaan, dari hari ke hari persoalan terus berumpuk tanpa penyelesaian, sementara pemimpin lebih sibuk dengan masalah sendiri. Sehingga proses menjadi Indonesia terasa diabaikan dan cita-cita untuk membangun Indonesia pun semakin jauh, dan hari depan seperti bayangan menakutkan."

Yang ingin saya sampaikan adalah, jika memang kita masih berpikiran bahwa ternyata masih banyak yang mau dibenahi di Republik ini, sebenarnya bukan hanya Perayaan Tahun Baru saja yang tidak pantas untuk dilakukan, singkatnya, bahkan "Menikah" di tahun 2007 pun bahkan tidak layak untuk dipestakan.

Saya rasa, jika hanya pesta kecil2an, gak jadi masalah. Kan toh mungkin ada beberapa orang yang mengungkapkan rasa syukurnya lewat pesta kecil2an. Seperti Kalau di keluarga, kumpul bareng keluarga, jalan ke pusat kota, main kembang api, makan nasi pulut bersama, berdoa bersama keluarga. Apakah ada yang tidak pantas dari hal2 yang Saya sebutkan ?

Alangkah sempitnya apabila kita berpikir bahwa Perayaan Malam Tahun Baru itu identik dengan pesta pora, kemaksiatan, mabuk2an. Mengapa Saya berkata demikian ? Karena setiap malamnya di Republik ini, pesta pora selalu ada, kemaksiatan selalu ada, mabuk2an juga ada.

So, sebenarnya kembali ke kita, bagaimana bentuk dari perayaan yang dimaksud.

Salam :)




Sabtu, 29-12-2007 00:21:59 oleh: GUS WAI

Sebenarnya apa yang dipestakan? Keberhasilan memaknai tahun yang baru dilewati atau hanya hura-hura?
Saya lebih memilih untuk melihat balik apa yang sudah dihasilkan di tahun 2007. Bukankah semangat kita membuat resolusi tahun 2008 akan sama besarnya dengan semangat kita untuk menundanya kembali sampai tahun 2009?




Sabtu, 29-12-2007 03:51:53 oleh: is silarta

Gimana ya...kalau tiket/paket untuk pesta Tahun Baru yang dijual ada tulisannya : 10 % dari harga tiket/paket Tahun Baru disumbangkan untuk saudara kita yang terlantar.
Atau...dimeja hidangan yang lengkap untuk santap malam baik perorangan maupun resto/hotel ditulis besar besar : Masih banyak saudara kita yang tidak dapat menikmati hidangan seperti ini.

Menurut Wikimuers setuju nggak ? Mungkin peminatnya jadi bertambah buanyak yaa ?
Salam n Bravo Wikimu,




Sabtu, 29-12-2007 10:10:27 oleh: rasta bariana

wah, tahun baru memang akan selalu kita lewati, namun, tahun yang sekarang dengan tahun yang akan datang tentulah berbeda. manusia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada dirinya sedetik bahkan setahun kemudian. wajar jika kita ingin merayakannya,, menyambut sang waktu,, yang entah bersemayam dimana. namun, yang jadi persoalan adalah, kian hari semakin banyak permasalahan yang kita rasakan,,, permasalahan esnsial yang tentunya menganggu keseimbangan kehidupan kita sendiri... tak ada salahnya merayakan tahun baru dalam keriangan, namun jangan lupa untuk merenung,,, jangan sampai manusia hanya jadi pelengkap penderita dari suatu tragedi yang entah berujung di mana...

semoga tiap detik lebih baik,,, tiap hari lebih berarti,,,,,




Minggu, 30-12-2007 14:45:34 oleh: Aleksander Dancar

Di hadapan begitu banyak persoalan yang dihadapi bangsa ini, tidak cukup bagi kita untuk mengeluh. Keluhan itu bukan solusi. Keluhan yang ditampilkan dalam tulisan Anda justeru hanya memancing rasa benci pada orang-orang kalah. Di hadapan persoalan mestinya kita berpikir tentang jalan keluarnya dan memacu orang-orang kalah bukan untuk menyerang orang-orang yang menang tetapi untuk membangkitkan kekuatan dalam diri mereka untuk bekerja.



Minggu, 30-12-2007 19:00:36 oleh: TedSed

Setelah melihat liputan di TV dan reaksi pemerintah yg kurang tanggap, terbersit dalam diri saya apakah pemerintah terlalu sibuk mengurusi persiapan akhir tahun dan seremoninya dibandingkan kepeduliannya terhadap penderitaan rakyat? Dan, alangkah baiknya andai semua seremoni akhir tahun ditiadakan dan biayanya dialihkan untuk membantu mereka-mereka yang terkena musibah.. Daripada kita berpesta pora diatas penderitaan orang lain?? Atau mungkin rakyat Indonesia sudah tidak punya sense of crisis lagi?? Mau diazab tsunami kek, banjir kek, asal bukan dirinya yang penting tetep happy??



Minggu, 30-12-2007 23:01:48 oleh: Aprilia

jakarta, satu hari menjelang malam pergantian tahun...

malam ini, kujelajahi sepanjang sudirman thamrin dan beberapa daerah lainnya...sepi gemerlap lampu-lampu yang biasanya sudah menyala terang benerang...gedung2pun tak berhias...

apakah bung Foke benar2 sudah mendistribusikan biaya tersebut untuk hal yang lebih penting!!! semoga...

gedung2...semoga bukan krn mereka tak punya dana...semoga mereka memberikan kepada siapapun yg telah berjasa kepada mereka...

tapi dimanakah para tukang trompet musiman yang biasa mencari untung setahun sekali ini...merekapun tak banyak kelihatan...acchhh tak terbayang malam pergantian tahun besok...

semoga semuanya untuk yang lebih baik...amin




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Helena siahaan   pada  Momogi Snack
Rinaldy   pada  Suzuki Skywave 125
Rinaldy   pada  Suzuki Skywave 125

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
zahra: hum.. gara2 ada pop screen, pulsa sering kebuang.. huh,

Suara kita selengkapnya... (14 komentar)



Suara Kita Terbaru:
zahra   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
081379132222   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
panglima perang   pada  Usai UN Pelajar Tawuran, Empat Dirawat di Rumah Sakit

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-7222921 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY