Krispianus Bheda

Mengintip Kebenaran Ramalan Prabu Jayabaya

Rabu, 05-09-2007 09:41:08 oleh: Kris Bheda
Kanal: Opini

Mengintip Kebenaran Ramalan Prabu Jayabaya "Jika sebuah bangsa hanya memperhatikan harta, mengabaikan cita-cita, maka bangsa itu bukanlah bangsa yang besar. Bangsa yang besar adalah bangsa yang hidup dengan cita-cita, memelihara jiwa sekaligus raganya. Tetapi harta bukanlah yang utama. Sebab bukanlah harta yang memerdekakan bangsa dan rakyat kita, melainkan jiwa, sekali lagi jiwa kita yang membaja, semangat kita yang membara yang membawa kita semua ke dalam kemerdekaan, maka Bangunlah Jiwa Rakyat Indonesia, Bangunlah Badannya untuk Indonesia Jaya"

Demikianlah pesan gaib Bung Karno yang disampaikan kepada Kusumo Lelono, seperti yang ditulisnya dalam ‘Satrio Piningit' (Gramedia Pustaka Utama/1999). Menurut Lelono, Bung Karno menggunakan kepercayaan masyarakat akan ramalan Prabu Jayabaya untuk membangkitkan semangat keberanian yang tinggi di kalangan rakyat pada massa perjuangan. Jadi tidak heran, jika hingga kini getar suara Bung Karno itu masih terasa di denyut nadi perjuangan kita, dan sosoknya pun seperti masih bernyawa.

Menurut Lelono, berdasarkan manuskrip kuno Ramalan Prabu Jayabaya, seorang raja yang pernah tercatat memerintah kerajaan kediri pada abad ke-12 (1137-1159) bahwa saat ini Indonesia sedang berada dalam masa antara akhir zaman Kalabendu dan sedang menanti kehadiran zaman Kalasuba.

Di Zaman Kalabendu, di kisahkan bahwa Pada masa pemerintahan raja Hartati - yang menjadi tujuan utamanya hanyalah harta benda - terjadi istana kembar Pajang dan Mataram. Persembahan rakyat beraneka ragam: ada emas-perak, beras, padi, dan lain sebagainya. Semakin lama pajak yang ditanggung oleh rakyat semakin berat, berupa senjata, hewan peliharaan, dan lain sebagainya. Negara semakin rusak, tiada lagi keadilan, karena para pembesar berlaku menyimpang, rakyat kecil tidak menghargai. Yang memimpin tak memiliki keadilan karena tiada memegang wahyu. Banyak wahyu setan, yang tidak karuan.

Kaum hawa kehilangan rasa malu, tiada memiliki rasa rindu kepada anak-anak dan saudaranya. Tidak ada berita benar, banyak kemelaratan, sering terjadi kerusuhan, orang pandai dan bijaksana tersingkir, perbuatan jahat meraja lela, yang berlaku kurang ajar mendapatkan posisi, tidak dapat diberi peringatan, banyak pencuri beraksi di jalanan, sering terjadi gerhana matahari dan gerhana bulan, hujan abu dan gempa bumi, kacau balau, hujan salah musim, perang rusuh di mana-mana tanpa musuh yang jelas.

Selanjutnya pada Zaman Kalasuba, diramalkan saat itu telah dekat dengan akhir zaman Kalabendu. Pemerintahan jatuh karena sang pemimpin bertengkar dengan madunya, muncullah zaman kemuliaan. Saat itu ‘pulau jawa' (baca: Indonesia) sejahtera, semua kerusakan dunia musnah dengan munculnya pemimpin gaib, yakni keturunan ulama yang disebut Ratu Amisan karena kondisinya yang hina dan papa, memegang tampuk kekuasaan tanpa syrat, bertindak bijaksana. Beristanakan Sunyaruri, yang bermakna sunyi senyap, tetapi tanpa rintangan. Saat masih menjadi rahasia Tuhan, kerenanya perkaranya dianggap kurang penting maka khalayak umum tidak mengetahuinya. Kehendak Tuhan memutarbalikkan keadaan: Ia menjadi pemimpin sekaligus ulama, bersikap adil, jauh dari sifat duniawi, disebut Sultan Herucakra.

Sang raja muncul tanpa asal, memiliki bala tentara Sirullah, keutamaannya dzikir, tetapi semua musuh takut. Yang memusuhi hancur lebur tersingkir, sebab raja menghendaki kesejahteraan Negara, keselamatan dunia.

Itulah ramalan Prabu Jayabaya, seperti yang ditulis Lelono. Indonesia saat ini sedang berada di ujung Kalabendu, sambil menanti kedatangan zaman baru, zaman Kalasuba. Pertanyaan kita, adakah fakta yang menunjukkan kebenaran ramalan Prabu Jayabaya atas situasi real bangsa saat ini? Penulis berpendapat bahwa ramalan Jayabaya ada benarnya, dan di bawah ini penulis hanya menunjukkan beberapa fakta secara garis besar, sejauh dapat ditafsirkan.

Pertama, merajalelanya korupsi di tanah air, dalam berbagai bentuk, tingkatan jabatan dan kekuasaan. Ini menandakan bahwa harta kekayaan dalam rupa uang masih menjadi orientasi politik kekuasaan, baik itu dilakukan oleh elite politik maupun oleh masyarakat. Uang telah membutakan mata hati, bukan hanya pejabat politik tingkat elite tetapi juga telah sampai ke desa-desa.

Kedua, tidak adanya kepastian hukum. Upaya penegakan hukum masih terbentur pada kepentingan politik tertentu. Sehingga membawa akibat pada tidak terlaksanya keadilan, juga yang lebih serius adalah tidak ditegakkannya hak asasi manusia dalam hukum. Eksekusi mati, yang masih berlaku di negeri ini menjadi indikasi hilangnya penghargaan terhadap hak asasi manusia.

Ketiga, hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap sosok pemimpimnya. Kecenderungan para pemimpin negara untuk mementingkan diri sendiri, mengejar kehendaknya sendiri dan tidak pro-rakyat memberi dampak pada keengganan rakyat untuk berpartisipasi aktif dalam berpolitik.

Keempat, kebijakan yang tidak memihak kepada rakyat kecil. Terbukti baru-baru ini konversi minyak dan kenaikan tarif tol yang berorientasi kepada kepentingan ekonomi pejabat negara. Orientasi politik elite negeri yang hanya mementingkan segelintir orang terbaca jelas dalam kebijakan-kebijakan yang dileuarkan. Inilah ‘wahyu setan' seperti yang dikatakan Prabu Jayabaya.

Kelima, moralitas yang tercabik dan kesejahteraan sosial yang terbengkalai. Munculnya berbagai aksi kejahatan, pemerkosaan, penceraian, saling fitnah dan menfitnah, isu dan gosip murahan, sampai isu separatisme dan disintegrasi menjadi indikasi jelas akan hal tersebut.

Keenam, kemiskinan secara ekonomis. Kemelut ekonomi masih mendera kehidupan masyarakat banyak, sementara tuntutan negara terhadap masyarakat melambung tinggi di luar batas kemampuan, misalnya semakin besarnya jumlah pajak, mahalnya bahan-bahan pokok atau vital seperti sandang dan pangan. Hal ini semakin diperparah dengan situasi atau kondisi alam yang tidak memungkinkan, seperti kering yang berkepanjangan dan ketakutan akan bahaya alam yang terus mengintai setiap saat seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi dan tsunami.

Ketujuh, di hadapan situasi runyam di atas, masyarakat tampaknya merindukan seorang Sultan Herucakra, seorang Satrio Piningit. Dalam ramalan Jayabaya tokoh ini dilambangkan sebagai Tunjung Putih Semune Pudak Sinumpet. Maknanya kurang lebih adalah ‘seorang berhati suci, masih disembunyikan identitasnya oleh kegaiban Tuhan'

Apakah zaman Kalasuba akan terbit di pemilu Presiden 2009? Ataukah kita masih harus menunggu hingga tahun 2030, seperti yang termaktub dalam visi Indonesia 2030? Atau kita masih tunggu sampai waktu bertutur pada setiap detik yang risau? Kita sama-sama menanti sambil terus mengintip kebenaran ramalan Prabu Jayabaya. Tapi kita harus tetap optimis bahwa suatu saat - entah kapan - zaman kemuliaan itu akan datang juga.

"Perhatikanlah wahai Rakyatku, bahwa kejayaan Bangsa dan Tanah Airmu, yakni zaman keemasan Indonesia akan sampai pada saatnya. Ketika itu, Indonesia akan terkenal di dunia, berada pada tingkatan utama di antara bangsa-bangsa. Sebagai tanah yang penuh kerahmatan Tuhan Yang Maha Esa" demikian pesan gaib Bung Karno kepada Kusumo Lelono.

 

 

Bookmark and Share

Tag/Label ramalan, jayabaya, kalabendu, kalasuba
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
30 komentar pada warta ini
Rabu, 05-09-2007 11:12:15 oleh: Bagus Y Prayitno

Wah,akhirnya anda ikut ngintip juga karya agung kuno bangsa kita. Mulai mengkaji filsafat dan sastra asli bangsa kita. Sebagai bahan referensi anda mengkaji ilmu filsafat yang sangat luas untuk dikaji dan dipelajari.
Sebenarnya kalau kita mau menggali karya2 bangsa kita, disitu banyak sekali ditemukan ajaran budi pekerti yang luhur dan akhirnya bisa menemukan hakekat jati diri manusia.

Btw, artikel anda menunjukkan anda sudah mulai paham warna dan makna filsafat bangsa kita.

Bravo untuk anda..




Rabu, 05-09-2007 11:50:22 oleh: Kris Bheda

Semuanya berkat bung Bagus, yang selalu memberikan masukan-masukan kritis buat saya. Dan ajaibnya saya menemukan 'pintu masuk' itu di dunia maya yang bernama wikimu. Mengapa saya tidak menemukannya di perpustakaan kampusku, atau mulut dosen-dosenku? Hanya diwikimu kutemukan jawabannya.

Bravo buat wikimu, juga buat Bung Bagus.




Rabu, 05-09-2007 11:52:50 oleh: keduman

Banyak orang menyangka Jangka Jayabaya (baca: jongko joyoboyo) alias Nubuat Jayabaya merupakan karya Raja Jayabaya dari Kediri. Namun, lebih banyak bukti sejarah yang menguatkan bahwa Serat Jangka Jayabaya adalah karya Pujangga Keraton Surakarta Raden Ngabehi Ranggawarsita (lahir 1802).



Rabu, 05-09-2007 13:33:14 oleh: Suhu Tan

Nah betul.. ini juga yang sering jadi ganjalan saya selama ini... Yang nulisnya Raja Jayabaya atau Ranggo warsito ya...?

Untukmu Krispianus... saya salud, semakin lama anda semakin kreatif di Wikimu ini dan aktif berkomentar kesana kemari. Maju terus ya..!




Rabu, 05-09-2007 17:28:14 oleh: Bagus Y Prayitno

Betul Mas Keduman, yang menulis Jangka Jayabaya adalah Pujangga Agung Rangga Warsita,
Dalam Tulisan saya "Ngintip ramalan Jayabaya(bag II)"sudah saya sampaikan.
karena jika dilihat bahasanya adalah bahasa Jawa sekarang dan pada level/tingkatan bawah ('ngoko', red). Karena Bahasa jawa terdiri dari 2 tingkatan: Bawah (digunakan untuk berbicara se-level, atau dari yang dituakan /dihormati kepada yang muda /bawahan),
Tingkatan Menengan (madya), Dan Tingkatan Tinggi/ Bahasa Halus (krama inggil).
Jangka Jayabaya adalah hasil tafsiran/interprestasi dari pujangga agung Rangga warsita(seorang filsuf, sastrawan, spritualis kraton surakarta) pada abad 19 atau sekita thn 1800an. Beliau menghimpun karya2 kuno dari abad pertengahan atau tahun 700 -1000 M, salah satunya karya Prabu Jayabaya, yang harusnya berbahasa JAwa Kuno, Kawi dan sedikit sanskrit.
Rangga Warsita ini dengan tingkat kemampuan filsafat dan sastra yang tinggi ditunjang kemampuan spritualnya berhasil memecahkan dan menafsirkan serat2 kuno tadi.
Konon Rangga warsita, mempunyai kemampuan meramal yang hampir sama hebatnya dengan Prabu Jayabaya. Selain kemampuan2 spritual lainnya spt berbicara dalam bahasa hewan (simbolis)dan kemampuan2 linuwih lainnya , yahh mirip2 film heroes lah..

Karya2 sastra Rangga warsita menjadi referensi para penghayat kebathinan, maupun mereka kalangan tarekat, Sufisme.
Karena karya2 membuka tabir rahasia ajaran tentang kehidupan dari sisi islam yang sebelumnya ditabukan pada jaman Wali. Seperti ajaran Manunggaling kawula Gusti (Syeh siti Jenar).
Karya2nya antara lain :
1. Serat Wirid Hidayat jati
2. Serat Darmagandul
3. Serat Gatholoco
Serat2 itu dulu hanya diedarkan dikalangan kraton, dgn maksud agar tidak merusak tatanan pengertian/ maqom spritual masyarakat islam jawa . bahwa tidak sembarang bisa menerjemahkan atau mengerti ajaran2 tersebut, sehingga takut dianggap sesat atau menyimpang oleh mereka yang belum sampai ke tataran pengertian sufisme.





Rabu, 05-09-2007 20:31:40 oleh: Arisakti Prihatwono

I'm coming
I'm coming

Wait for me Indonesian
Wait for me until 2009





Kamis, 06-09-2007 07:47:11 oleh: Tri Hupadi

Sebuah wacana baru yang tergali dari nilai-nilai lama. Sebuah pencerahan di tengah ketidakpastian dunia akibat globalisasi. Ini adalah cara terbaik untuk mencoba merefleksikan diri kita sebagai bangsa agar senantiasa 'eling lan waspada'. Jika hal ini tak pernah dilakukan pelan tapi pasti keIndonesiaan akan hilang. Semoga tulisan sejenis mengilhami generasi muda untuk tetap ingat dan waspada terhadap arus zaman yang membawa kecenderungan negatif.



Kamis, 20-09-2007 09:26:49 oleh: luw

ayo bersemangat mencapai Indonesia kita yang keren



Kamis, 20-09-2007 21:42:48 oleh: Kris Bheda

inilah cita-cita kita bersama, kita semua menuju Indoensia jaya



Minggu, 07-10-2007 17:09:11 oleh: Koko Widayatmoko

Saya punya buku terbitan tahun 1932, Kitab Djojobojo, tulisan Haroemdjadi, terbitan TERMINUS, Semarang, yang menarik adalah sejarah tulisan Prabu Djajabaja raja Mamenang, Kediri (807 - 854).
Bisa dipahami bahwa karena tulisan-tulisan jaman itu hanya pada lontar, jadi pasti sudah tidak ada aselinya lagi.
Menurut buku diatas, Ringkasan Ramalan Prabu Jayabaya itu ditulis oleh Bangsawan Surakarta dengan judul: Kitab Poernamasidi, dalam huruf Jawa ditulis dan dihias warna emas (Jawa: prodo).
Karena kitab itu disanjung-sanjung orang, bahkan membaca langsung saja tidak pada berani, harus memakai perantara para cendekiawan, lalu diangap membahayakan oleh Pemerintah Belanda pada waktu itu, lalu Kitab Purnamasidi itu pd tahun 1854 dilarang dan harus dihancurkan (masa Gubernur Jendral A.J.Duijmaer Twist). Kebetulan Kitab Ramalan Jayabaya itu disalin oleh Prabu Kian Satang dari Priangan (1560)dengan diberi Judul: Kitab Uga. Tetapi lagi-lagi Kitab Uga juga disita oleh Pemerintah Belanda (Gubernur Jendral O van Rees 1884 - 1888)
Jadi, saya kira Ronggowarsito pun juga hanya menyalin beberapa dari isi Kitab Purnamasidi itu.
Apakah sebaiknya kita tidak berusaha mencarinya di Negeri Belanda (Leiden)Kitab Purnamasidi itu, supaya kita benar-benar bisa mengartikannya dengan betul.
Saya sangat menghormati ramalan Prabu Jayabaya itu, yang sangat tepat untuk bangsa kita. Pernah saya membaca bagiannya dari tulisan tangan berhuruf Jawa yang mengatakan: Nanti kalau kamu sudah bisa membawa air dengan keranjang, semua orang bingung, kerbaupun harus menyusu pada gudelnya, siapa yang tidak main gila tidak bakal kebagian, tetapi masih beruntung yang ingat dan waspada. Ramalan itupun sangat tepat, kita sekarang sudah bisa membawa air dengan keranjang, yaitu ES, alias technologi sudah maju, jadi banyak yang bingung, bapakpun harus kadang2 minta tolong anaknya, dan yang tidak gila-gilaan (main komputer) tidak akan kebagian, beragamapun harus waspada atau jadi teroris (baik Islam maupun Kristen)




Sabtu, 10-11-2007 00:08:04 oleh: meandmyself

kalo membaca artikel ini dan komen2 nya koq keliatanya hebat ya.. suatu saat indonesia akan menjadi negara makmur, sejajar dengan bangsa - bangsa lain.. itu hanya masalah waktu gitu,.... duh koq menyedihkan banget ya... lah orang jepang tuh bisa maju karena ada restorasi, perubahan fundamental yang mengubah seluruh aspek kehidupan masyarakatnya, orang cina bisa maju tuh karen punya watak pantang mundur, lah kita... "santai aja bro.. kita tinggal menunggu jaman kalabendu lewat".. hue hue hue lucu banget ya ramalannya... maaf mas-mas dan mba-mba jaman dewa-dewa, raja yang bisa meramal tuh sudah lewat, sekarang jamannya kerja keras dan usaha sungguh-sungguh. lah kalo kita masih terus menunggu tanpa ada restorasi, atau revolusi dalam diri kita.. ya entah kapan bangsa ini bisa sejajar dengan bangsa lain. lah kalo memang para raja - raja dulu itu orang hebat, mestinya gak akan kita jadi bangsa budak selama hampir 350 + 50 tahun. sekali lagi kita harus mulai merubah sikap, watak dan pola pikir kita. bukan hanya percaya ramalan entah siapa... orang yang hidupnya entah kapan...
mungkin banyak diantara kita yang punya cita-cita besar untuk merubah bangsa ini menjadi lebih baik, namun sungguh sulit, maka dengan merubah diri kita menjadi lebih baik, bangsa ini pun akan berterimakasih untuk usaha itu, apakah bangsa ini akan menjadi lebih baik? semoga.




Sabtu, 10-11-2007 11:37:19 oleh: Kris Bheda

@ meandmyself

Persis apa kata anda, bahwa melalui diri sendirilah bangsa ini sanggup beranjak keluar dari krisis yang bekepanjangan.

Mengintip kebenaran ramalan Jayabaya atau apapun ramalannya bukan pertama-tama untuk membuktikan kebenarannya kelak atau pasa suatu saat tertentu.

Tetapi lebih dari itu sebagai sebuah sentakan penyadaran, bahwa sebetulnya bangsa ini butuh perubahan untuk meraih kemerdekaan seperti yang kita cita-citakan bersama.

Dan untuk membuktikan kebenaran ramalan tersebut bukan harus menunggu 'berkat' jatuh dari langit. Tetapi Terlibat dalam aktivitas dan tindakan kita, dari diri kita sendiri untuk mau mengubah diri dan berubah ke arah yang lebih baik.

Selain sistem tetapi juga manusia, baik pejabat maupun rakyat biasa demis satu tujuan bersama yakni Indonesia Jaya.




Senin, 12-11-2007 15:16:20 oleh: tolani


amin-amin ya robulalamin

semoga Allah SWT kirimkan seorang pemimpin Indonesia yang amanah untuk membawa rakyatnya menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Ada yang lebih penting ialah kerja keras seluruh rakyat indonesia untuk mewujudkan cita-cita, buat para pegawai negeri di semua lini berantas KKN.......go .go..go dan just do..it.

kemakmuran tidak akan datang begitu saja tapi akan datang jika suatu bangsa mencintai tuhannya..Allahhu Akbar....berperilaku jujur adil dst...








Kamis, 27-12-2007 09:40:48 oleh: ibnu

gue tyryrtyrttttu76kicgshwygsgihfthdghdseisdesas



Senin, 07-01-2008 19:54:36 oleh: cahyo laksono

kenapa kita harus percaya ramalan jaya baya untuk bisa maju kita seharusnya berjuang terus jangan menunggu datangnya ramalan yang kita tak tahu kapan datang atau tidak sama sekali .



Senin, 28-01-2008 10:38:28 oleh: tsunami chick

wah menarik juga yah membaca, walaupun sekilas, kitab jayabaya..dari dulu nyari ga pernah dapet..mudah2an memang ramalan nya tepat di mana Indonesia akan menjadi sejajar dengan negara2 dunia lainnya



Selasa, 25-03-2008 19:05:46 oleh: IRWINSYAH RASYAD

wah asyik juga saya bacanya...dan saya sangat tertarik dengan ramalan ini...semoga saja ini akan terjadi dalam waktu yang dekat..amin!!!



Rabu, 02-04-2008 07:24:53 oleh: lucia fenti

saya mahasiswi jurusan sosiologis, butuh info lebih banyak tentang ramalan jayabaya, coz saya ambil skripsi tentang itu. ramalan jayabaya akan saya coba dikaji secara sosiologis.



Rabu, 02-07-2008 14:42:05 oleh: gege panditho

wow..! wow..!

Kita harus dapat membedakan antara RAMALAN (bisa ya atau tidak)dan DESTINY/KEPASTIAN/KETETAPAN Tuhan (ini harus dilalui dan pasti, dan hal ini hanya diketahui oleh orang2 tertentu yang mempunyai jangkauan penglihatan/intuisi yang jernih). terlepas dari itu, secara pribadi kami percaya bahwa saat itu (zaman ke-emasan) dan sang tokoh fenomenal akan hadir. Cuma masalah waktu saja.
Yeah, kemampuan kita hanya sebatas menafsir, selanjutnya Hanya Tuhanlah yang tahu dan memutuskan, karena Dia maha berkehendak.

Sampai ketemu di tahun 2009,
Wassalam,
Gege Panditho




Jumat, 26-09-2008 14:44:05 oleh: Ki Tiran

Salam kenal buat mas Bagus. Ulasan anda sangaaaaaaaat dalam sekali. Uekh. Masihkah genjrang genjreng menyenandungkan langgam " blues" sambil ngopi pait nad rokokan samsu? apo saiki gudang garam merah?....weeees. No opo kabare.....rek.



Senin, 24-11-2008 11:06:39 oleh: Tukriyo BUdiharto

Kepada Yth. Mas Koko Widayatmoko kalau boleh tulisan lengkapnya buku terbitan tahun 1932, Kitab Djojobojo, tulisan Haroemdjadi, terbitan TERMINUS, Semarang, tolong di kirim ke email saya yaitu : tukriyobudiharto@yahoo.co.id, atau jika berkenan tolong copy tolong ke alamat rumah saya : Tukriyo Budiharto, Jln.Batu II No.33 RT.003 RW.o16 Perumnas I Tangerang, Kode Pos 15138, Prop. Banten. Matur nuwun sa derengipun.



Sabtu, 08-08-2009 12:55:25 oleh: JATI

RAMALAN JAYABAYA MEMBERI HARAPAN BAGI BANGSA INDONESIA AKAN KEDATANGAN MASA DEPAN YANG LEBIH CEMERLANG.HABIS GELAP TERBITLAH TERANG.KEBAIKAN DATANG DARI TUHAN KEBURUKAN JUGA DATANG DARI TUHAN.BERPULANG PADA MANUSIANYA DALAM MENYUCIKAN DIRINYA DARI NAPSU JAHAT DI DALAM DIRINYA.



Senin, 14-09-2009 14:27:26 oleh: Syafrian Wahid

ramalan ini, akan memotifasi masnyarakat untuk mengembalikan kesadaran diri bangsa ini.
dan aku, akan kuberikan jiwa dan raga untuk bangsa indonesia.
bukankah pepatah mengatakan "jangan tanya apa yang negara berikan kepadmu tetapi apa yang kau berikan untuk negara ". JADIKAN BANGSA INI PANUTAN DUNIA.




Jumat, 04-12-2009 02:42:02 oleh: Saputra

mas khris boleh ya aku mengutip tulisan anda untuk blog ku ?



Sabtu, 06-02-2010 10:01:46 oleh: putu aja

bacaa ramalan boleh2 aja yg penting kita haruss bisa berbuat kebajikan demi kesejahteraan alam semesta dengan apa saja yang bisa kita lakukan walupun itu hanya dengan berniat baik saja itu suatu kmajuaan yang luar biasa...karena percayalah dan yakinlah bahwa semuanya akan berawal hidup dan kembali lagi padaNYA...



Rabu, 10-03-2010 11:56:17 oleh: seno guterez

hmm..menrik sekali bacaan ni untk mnambah wawasan,,



Jumat, 23-04-2010 23:51:44 oleh: budi

Ya Allah segera datangkanlah pemimpin yang adil dan bijaksana bagi rakyat nusantara ini. Jangan biarkan pemimpin zalim terus berkuasa. Jangan biarkan pemimpin yang zalim terus memunguti pajak kepada rakyat kecil. Semoga pemimpin yang datang merupakan pemimpin yang mengikuti wahyu Allah dan membebaskan rakyat dari segala jenis pajak dan kezaliman.

Amin




Rabu, 18-01-2012 13:28:08 oleh: ihsan

jaman kalasuba adalah jaman dimana tanda-tanda akhir jaman dimana akan datangnya imam mahdi yg akan membuat dunia aman sentosa, selalu dzikir, dialah penyelamat dunia, semua lawan-lawannya akan luluh lantah



Rabu, 07-03-2012 11:31:18 oleh: emen cah bagus

ea.., bagi siapa yg gk percaya gk masalah,
yg paling penting indonesia harus belajar
mana kala dulu kerajaan2 jawa,
kita sebagai orang jawa percaya gk percaya tapi terbukti, kita harus kembali kejawa, maksud dari kembali kejawa soalnya kita orang jawa darah kita jawa, masak kita gk tau jawa itukhan lucu,
contohnya: orang arab bisa nulis arab dan tau aratinya, orang cina juga bisa nulis huruf cina, sedang khan kita apa yg kita tau soal jawa nulis jawa aja gk bisa koq harus kerja keras merubah pola pikir, qm low harus tau jati diri qm siapa sebanar nya, maka kita mulai dari sejarah asal kita kembali ke jawa,




Selasa, 12-03-2013 09:23:04 oleh: ardiansya

Ass..saya sangat bersyukur kepada ALLAH karna atas kehendaknya yg telah mempertemukan saya dgn KI MANDALA dan atas bantuan AKI yg melalui jalan togel ini saya sekarang bisa sukses dan sudah mempunyai usaha sendiri,nomor ritual KI MANDALA memang selalu tepat dan terbukti dan bagi anda yg ingin sukses seperti saya silahkan hubungi Beliau di 082-348-985-714 saya sih dulunya tidak percaya tp klau dipikir2 tidak ada salahnya juga saya coba mengikuti prediksi KI MANDALA dan ternyata ALHAMDULILLAH berhasil,,!



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY