Berthold Sinaulan

Maaf, Saya Tak Mau Menonton Film Anda

Jumat, 29-06-2007 13:07:09 oleh: Berthold Sinaulan
Kanal: Opini

Maaf, Saya Tak Mau Menonton Film Anda

Don't judge the book by it's cover, begitu ungkapan dalam Bahasa Inggris. Artinya kurang lebih, jangan menilai isi sebuah buku dari sampulnya. Lain lagi, William Shakespeare. Pujangga Inggris itu membuat selarik kalimat dari opera drama Romeo and Juliet yang amat terkenal itu, "What's in a name?". Begitulah, Juliet berkata kepada Romeo, apa artinya sebuah nama, nama hanya artifisial dan tidak berarti apa-apa.

Tapi kalau soal judul film Maaf, Saya Menghamili Istri Anda karya sutradara Monty Tiwa yang merupakan produksi SinemArt, apakah salah bila banyak orang yang langsung memberi penilaian sesaat setelah membaca judulnya? Judul yang pasti dipilih oleh produser film tersebut, untuk menarik perhatian masyarakat, sehingga ingin menonton film itu.

Namun, kalau yang terjadi sebaliknya, setelah membaca judul itu orang lantas berkata, "Maaf, saya tak mau menonton film Anda", rasanya tak bisa disalahkan juga. Sama bebasnya dengan pembuat film yang membuat judul film walaupun menimbulkan kontroversi, sebebas itu pula masyarakat menentukan pilihannya, menonton atau tidak menonton film itu.

Judul film itu memang kontroversial. Pastilah didorong keinginan untuk menarik perhatian masyarakat. Walaupun mungkin ada saja yang menganggapnya, judul itu kurang mendidik. Bukankah menghamili istri orang, merupakan perbuatan kriminal yang melanggar undang-undang, baik yang tertulis maupun etika moral yang tak tertulis.

Lalu, kenapa sih dibuat film seperti itu? Ya, namanya juga produser film. Tentu maunya unik, menarik perhatian, dan banyak yang menontonnya. Soal disebut kurang mendidik, apakah juga harus menjadi perhatian? Bisa saja dikatakan, "Kalau mau bicara soal mendidik, ya lebih baik ke lembaga pendidikan saja. Ini ‘kan film yang sifatnya menghibur." Mudah-mudahan ini hanya kalimat khayalan yang tak pernah diucapkan siapa pun.

Namun yang pasti, film Maaf, Saya Menghamili Istri Anda yang dibintangi oleh Ringgo Agus Rahman, Mulan Kwok, Shanty, Eddie Karsito, dan sejumlah pemain film lainnya, memang bisa digolongkan termasuk genre film komedi. Tak heran, bila unsur komedi dicoba digali dan ditampilkan dalam film itu. Berhasilkah? Tentu saja penilaian yang terutama adalah dari mereka yang sudah menontonnya.

Namun perlu pula dicatat, film itu sempat mengundang kontroversi lain, ketika sekelompok warga asal Batak, Sumatra Utara, memprotes keberadaan film tersebut. Keluarga besar Simamora se-Jabodetabek, memprotes adanya tokoh yang diberi nama Lamhot Simamora dan mempunyai istri bernama Mira, yang memang benar-benar dalam kehidupan nyata ada tokoh Lamhot Simamora yang merupakan suami dari Mira.

Namun kontroversi itu dapat diredam, setelah pihak SinemArt yang diwakili oleh produsernya, Leo Sutanto, meminta maaf secara terbuka dan menghilangkan nama marga Simamora dalam film itu. Permintaan maaf itu dilakukan sebelum gala premier film itu di bioskop XXI, yang terletak di pusat perbelanjaan Senayan City, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Jadi film ini memang penuh "maaf", dan bagi yang telah menontonnya, apakah Anda merasa puas atau juga memohon maaf, telah menghabiskan uang saku untuk menonton film yang tidak memuaskan? Sekali lagi, hanya penonton yang berhak menilainya. Maaf pula, bila tulisan ini justru membuat Anda kesal, karena kurang bermutu. Maaf, ya.

 

Foto: SinemArt.

Bookmark and Share

Tag/Label film, maaf saya menghamili istri anda, kontroversi, maaf, william shakespeare
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
41 komentar pada warta ini
Jumat, 29-06-2007 14:52:55 oleh: nuke

setuju.

terlalu byk film dan sinetron kita yg melanggar norma.
semisal,hamil sebelum nikah,hidup bareng dan skrg,
menghamili istri orang.
Okelah itu semua fiksi semata.
tetapi lihat kenyataan yg ada, ternyata di sekitar
kita, kehidupan spt itu banyak adanya.
Jadi?siapa mencontoh siapa?
Hanya Tuhan yang tahu.




Jumat, 29-06-2007 15:48:04 oleh: rudy

maaf bila komentar ini tidak berkenan..
maaf.. memang judulnya aneh , unik dan yang penting bisa membuat orang penasaran sehingga mau merogoh koceknya buat membeli karcis masuk ke bioskop..
maaf...soal moral bangsa rusak, itu bukan urusan produser, yang penting modal kembali dan pundi-pundi keuntungan menggunung...
maaf...sekarang orang indonesia sudah pada pinter, keminter.. jadi sudah bisa menilai mana yang baek mana yang buruk.. banyak komentator-komentator yang cuman bisa ngomong tanpa ada kerja, NATO...
maaf..sekali maaf...ber1000 1000 maaf...




Jumat, 29-06-2007 16:57:18 oleh: Nita Amala

Dari pada nonton film ini, lebih baik nonton Coklat Stroberi. Ditanggung asik dan gaul!



Jumat, 29-06-2007 17:19:30 oleh: mar

Utk bung Rudy (saya ga ikutan minta maaf ah :p).

- Judulnya aneh memang, tapi belum tentu selalu membuat orang penasaran dan mau mengeluarkan uang utk bayar tiket nonton. Karena pasti ada juga orang2 yg malahan merasa jijik.

- Orang2 indonesia juga gak semuanya pada pinter keminter. Banyak jg yg blm dapet pendidikan cukup utk menyaring moral mana yg bener dan gak bener. Kayaknya utk ini buktinya sudah cukup banyak yah, kalo engga, acara2 macam BUSER dan SERGAP bakal ragu mau lanjut tayang lagi apa ngga karena kekurangan berita.

Spt mata uang kan selalu punya dua sisi. Ada pro, ada kontranya juga.




Jumat, 29-06-2007 18:50:51 oleh: nicko

betul, saya juga tidak mau nonton.
dari judulnya saja sudah ketauan, trus apanya yang bikin penasaran?

kecuali judulnya "hamil" doang
baru bikin penasaran

menurut saya judulnya mirip judul headline nya LAMER

maap pake "p"




Jumat, 29-06-2007 20:23:51 oleh: Bagus YP

Dengan kebebasan pers sekarang, termasuk film skrg yg mengangkat kehidupan anak muda sekarang (yg biasa dibuat sineas2 muda), lengkap dengan seluk beluk pergaulan anak muda yg nota bene ada sebagian penganut free sex (maaf), memang mendekati kehidupan remaja skrg.
Lihat aja iklan karet pelindung yg , seakan2 menyiratkan , gak apa2 free sex (bukan suami istri) asal pake kare pengaman...

Krn sering bergaul dgn anak muda , sy sering , menemui kehidupan mrk yg free sex (maaf tidak semuanya). Ada yg dilakukan secara sembunyi2 , ada yg terang2 , spt hidup serumah (kumpul kebo), biasanya dikos2an mahasiswa..
Yah.. rasanya saya prihatin dengan nasib anak2 muda kita..
Bukannya mau sok suci.. tapi apakah pendidikan agam / spiritual tidak bisa menjangkau ke pribadi mrk yang terdalam (hati nurani).
Saya mohon maaf , sekali lagi tidak semua anak muda kita seperti itu.
Masih lebih banyak yang tidak melakukannya...

Soo. film2 spt itu apa juga membangkitkan imaginasi mereka yaa..




Minggu, 01-07-2007 22:19:38 oleh: Retty

Judulnya kok ya aneh gitu?! Berhubung saya nggak minat nonton jadi ya maaf nggak bisa komentar lebih lanjut...Tapi katanya film adalah cerminan masyarakat, benar tidak ya?!



Senin, 02-07-2007 02:58:55 oleh: Suhu Tan

Saya sependapat, bahwa judul film itu cenderung membuat orang sudah apatis lebih dulu untuk menontonnya. Orang-orang yang masih punya malu dan menjaga keluhuran budaya Timur, kayaknya akan risih untuk menonton film tersebut. Apalagi kalau genre filmnya masuk kategori film komedi, maka judul itu tak ada sedikitpun kesan melucunya. Yang terasa adalah suatu ungkapan rasa maaf yang serius karena menghamili istri orang. Tulisan ini merupakan in put yang baik buat perhatian dunia perfilman kita.
Saya vote; "Berguna" untuk tulisan ini.

Salam, Suhu Tan.




Senin, 02-07-2007 08:54:27 oleh: Berthold Sinaulan

Terima kasih buat semua masukan dan penilaian (vote) yang diberikan teman-teman. Sungguh, secara lisan maupun SMS ponsel, lebih banyak lagi teman dan saudara yang mengomentari film ini. Di era keterbukaan seperti sekarang, (mungkin) memang sah-sah saja orang membuat film dan judul film. Tinggal lagi terpulang kepada para insan film, apakah mereka memang sekadar memberikan hiburan, atau memberi hiburan yang mengandung unsur pendidikan? Silakan memilih, silakan pula memilih menonton atau tidak.



Selasa, 03-07-2007 17:03:35 oleh: Charlie Pamungkas

Judulnya mirip berita di buser.

film ini rasanya cuma buat menarik penonton saja. dan kayanya ga ada unsur pendidikan sama sekali,melihat banyaknya pergaulan bebas di kalangan anak muda mungkin film ini nanti bisa di salah artikan.

tapi lain orang lain pendapatnya,otak saya beda dengan otak para pembuat film.

jadi ya maaf, kalo saya tidak mendukung film anda...




Selasa, 03-07-2007 17:37:58 oleh: mar

Mending nonton Transformers aja yuukkK!!! Keren abisssssss :p maap OOT.. hehe



Rabu, 04-07-2007 17:34:52 oleh: Rere

apapun yang menjadi tontonan masyarakat itu hendaknya yang mendidik . lha ini hal memalukan yang nyerempet2 dan merusak nilai-nilai budaya ketimuran malah secara vulgar di tulis untuk judul film. oalahhhh apa orang indonesia ini sudah tidak punya rasa malu lagi ya....
moga-moga generasi muda kita tidak menerjemahkan judul film tersebut sebagai sesuatu hal yang lumrah terjadi dalam kehidupan bermasyarakat,cukup dengan kata maaf semua menjadi baik2 saja dan biasa.
*saya mengulas judulnya ...bukan filmnya karena saya belum menonton dan sama sekali tidak berhasrat menonton*




Rabu, 04-07-2007 17:52:33 oleh: netral

Memang film Indonesia harus banyak belajar dari film barat kali ya (utk yang positif tentunya...). Gak tau kenapa (pendapat lho..) saya kurang suka dengan film Indonesia... saya lebih suka nonton film barat.. :) Abis kayak 'Basi' gitu.. Transformator gitu............

Duh, maaf ya ini bukan mendiskreditkan film Indonesia, ini cuma comment yang mudah2 an bisa memacu semangat orang2 film Indo...

HAYooooo




Rabu, 04-07-2007 18:21:42 oleh: bajoe

Maaf ini agak menyimpang dari topik.

Menurutku ada juga film Indonesia yang bagus. Dan ada juga film Barat yang buruk. Hanya saja mungkin film Barat yang buruk jarang sampai di sini, jadi kesannya apa yang dari Barat mesti bagus.

Cobalah kita tonton film Indonesia yang mendapat penilaian bagus dari media. Tentu lepaskan dulu prasangka semua film Indonesia atau orang Indonesia tidak bisa kreatif. Masih banyak dari insan film kita yang bagus dan mendapat penghargaan dari orang luar negeri.

Pasti ada perbedaan, antara menonton film Barat -Hollywood - dengan film Indonesia yang sama-sama baik. Kalau kita terbiasa nonton film India, Jepang, Eropa (Inggris, Perancis, dll)yang bermutu pasti juga akan bisa merasakan bahwa nonton sebuah film adalah menyaksikan sebuah kebudayaan. Kalau nonton Nagabonar dengan frame berpikir kebudayaan Amerika, ya repot dan jaka sembung.

Balik ke soal Hamil Menghamili...buatku pribadi judul film ini memang bikin males nonton.




Kamis, 05-07-2007 23:02:46 oleh: Jaja Subagja

Maaf saya belom nonton film anda :) udah setaon ngga nginjak bioskop :( kapan ya waktu yang tepat :( pengen gabung ama temen-temen Wikimu nonton bareng, kalau ada acara nobar selalu saja pas saya pulangnya malem :(
Saya setuju dengan pendapat Pak Bajoe, sangat setuju!




Jumat, 06-07-2007 15:13:04 oleh: Berthold Sinaulan

Seorang teman menegur, kok nggak mau nonton sih? Padahal filmnya bagus dan lucu, lho. Aduh, bagaimana ya, habis judulnya sudah nggak menarik sama sekali sih, cuma itu jawaban saya. Mau bilang apa lagi ya?



Jumat, 06-07-2007 15:32:33 oleh: nuknuk

bukan mau sok suci,
fenomena sex bebas yg ditampilkan di film2
Indonesia, sejauhnya dihilangkan bkn malah marak
dijadikan topik spt di film2 Indonesia. Selain Maaf ....ini, lihat saja film Belahan Jiwa dsb
yg memberikan gambaran hidup bersama tanpa dlm ikatan pernikahan.
Mdh2an film Maaf tdk mengilhami bahwa menghamili istri org lain itu lucu dan patut didukung!
Bkn apa2,yg membedakan manusia dan binatang,saya pikir adalah ikatan itu, pernikahan.
Okelah dgn film2 barat yg memberikan fenomena itu,
org barat kan memang beda budaya.Atau saya aja kaleee yg oldfashioned way?




Sabtu, 07-07-2007 18:18:29 oleh: mar

Emmm... yang membedakan manusia dan binatang, bukan cuma pernikahan aja kali.. Apakah manusia yg memilih utk tidak menikah itu bisa disebut binatang? Karena konteks manusia nggak menikah itu kan macem2 yah, diantaranya tidak menikah karena: hidup selibat menekuni religinya; alasan kesehatan; belum menemukan jodoh; alasan pribadi; dll.

Tentunya kurang lebih saya mengerti yg dimaksud anda adalah kategori yang hidup bersama tanpa menikah (kumpul kebo?). Yaa, memang tidak bs dibenarkan juga, tapi apa lantas mereka ini lalu disamakan dgn binatang? Saya rasa banyak yah hal2 lain yang lebih layak dijadikan tolak ukur utk menganggap seseorang itu manusiawi apa tidak. Misalnya, korupsi, membunuh, memerkosa, dll. Dan bagaimana dengan perselingkuhan (bukannya banyak orang yang menikah juga berselingkuh?). Jadi apakah status menikah merupakan 'tiket' utk menyeberang dari binatang menjadi manusia? Saya rasa bahkan jembatannya pun tidak ada.




Minggu, 08-07-2007 19:17:08 oleh: Andra Cuttedev

Anyway, orang indonesia emang suka kontroversi n sensasi.
Jadi bukan 100% salah produser, duit n seni masih berkuasa kan? :)




Senin, 09-07-2007 07:13:15 oleh: Retty

Saya sih setuju kalau kita bersama-sama mencoba menjaga nilai-nilai yang mulia. Kalau dari kecil anak-anak sudah terbiasa melihat judul seperti itu terpampang besar di pinggir jalan, tidak heran dong kalau nantinya dia cuma bisa bilang "maaf.."

Sinetron juga penuh dengan sensasi yang tidak mendidik. Globalisasi seharusnya di ambil ilmu dan teknologinya, jangan malah yang jelek-jelek yang diambil. Hanya susahnya, fenomena masyarakat kita sekarang ini sepertinya mengarah kesana. Judul ini mungkin juga bukan sekedar judul, tapi menyentil masyarakat yang "sakit". Nggak nonton, jadi cuma bisa komentarin kulitnya...




Senin, 09-07-2007 14:37:23 oleh: wong ndeso

kalo gak tema setan ya cinta, glamor dan sex. ada penghargaan piala dibalikin, trus ada penghargaan tandingan. gimana mo maju. KATROK....



Selasa, 10-07-2007 10:29:51 oleh: Bianca

judul film ini sangat norak sekali merendahkan citra perfilman indonesia, coba kalo bikin judul film agak sedikit kreatif, pikirkan moral bangsa jangan cuma money oriented.
Norak.......100000000000000x




Selasa, 10-07-2007 11:07:59 oleh: timut

biarlah mereka berkarya, yang gak mau apresiasi karya mereka, ya sudah ... cukup tahu aja. gak usah nyela mati2an.





Selasa, 10-07-2007 20:58:26 oleh: Rere

Sebuah karya itu merupakan sebuah hak kreatifitas. namun harus di ingat , kita hidup bermasyarakat..dan manusia adalah makhluk sosial juga makhluk Tuhan.
tidak bermaksud "nuturi" hanya mengingatkan...di Indonesia ini sangat banyak generasi muda yang "masih-perlu" melihat sesuatu yang baik sesuai dengan tuntunan ketimuran untuk sebuah hal yang bisa menjadi panutan.untuk mengomentari sebuah karya anak bangsa bagi saya sangat disarankan karena menyangkut "imbas" dari sebuah karya. kalau kita cuek....mau jadi apa bangsa ini....menghalalkan semua karya ? ya tunggu saja kehancuran bangsa ini. yang jelas seperti kata mas bayu..marilah kita tonton sesuatu yang berguna karena masih banyak karya bangsa indonesia yg layak untuk di tonton , di gugu dan di tiru....koyo "guru".




Rabu, 11-07-2007 16:50:55 oleh: Riswanti

saya ga nonton film satu ini. Padahal saya termasuk maniak nonton di bioskop. Ya itu tadi, judulnya itu loh.. bikin hilang mood.



Rabu, 11-07-2007 17:15:50 oleh: gue

saya blum nonton film nya, tp menurut saya, judulnya terlalu sangat amat mendidik banget sekali..

kasian anak2 kecil yang ngeliat poster film itu di mana2, dan jadi menganggap menghamili istri orang itu sesuatu yang lumrah..

saya ucapkan... semoga aja crew film nya (yang co) kena batunya (ada cowo yang bilang ke mereka.. maaf saya menghamili istri anda)... :)




Jumat, 13-07-2007 14:15:25 oleh: Gemboel Maulana

He..he..he, lumayan lah mau minta maaf setelah menghamili istri orang. Banyak, lo, yang menghamili bini orang, tapi mengaku saja kagak berani...hi..hi..hi



Sabtu, 14-07-2007 08:47:07 oleh: Fie

Nggak menonton film ini nggak rugi kok. Bener deh



Selasa, 17-07-2007 15:35:57 oleh: desi

dari judulnya "Maaf, Saya Menghamili Istri Anda" sudah tidak bermoral, apa lagi filmnya????




Rabu, 18-07-2007 19:04:32 oleh: partogi

huaaaaa, saya jd kangen ama film2 yg bertajuk IT....kaya Transformer gitu. Kapan yah indonesia bisa?



Kamis, 19-07-2007 09:01:01 oleh: Berthold Sinaulan

Ya, selain film-film bertajuk IT, mungkin seru juga dibahas kemampuan orang-orang film Indonesia membuat special effect (efek spesial) dalam film-film di Tanah Air. Soalnya kalau lihat efek spesial di sinetron-sinetron kita, terlihat sekali banyak yang pembuatannya masih seadanya saja, memang betul-betul asal ada. Soal teknik? Waduh.



Minggu, 22-07-2007 17:19:24 oleh: gessh

Saya tidak suka akan trik dari orang2 untuk membodohi masyarakat. Sinetron=pembodohan, ini film apa sinetron? apa sinetron yg difilmkan? doh!!! dibayarin nonton saja saya ogah, yg main bukan berdasarkan talenta tp aji mumpung (mulan kwok_red).

Buat yg sudah menonton film ini boleh saya bertanya? Apa pesan moral dari sinetron uups film ini?




Senin, 23-07-2007 12:52:41 oleh: dejavu

Sutradara dan produser kita udah kehabisan ide? Sepertinya Tidak

Masih banyak budaya serta hubungan sosial masyarakat yang menarik untuk dibuat Film
Indonesia Kaya Bung.....Buka mata kita

Cari hal yang lebih bermanfaat...setidaknya Majukan pendidikan lewat dunia sinema

Hidup Indonesia




Senin, 23-07-2007 13:43:58 oleh: CELLz

filmnya bagus ko..ga usah sok ngomong moral lah, dasar munafik!!



Senin, 23-07-2007 17:58:29 oleh: gessh

Munafik? hohoho...Alhamdulillah ada yg mencemooh saya, dosa saya berkurang deh :) hmm...

saya kira wikimu adalah salah satu ajang berdiskusi yg baik tapi setelah saya perhatikan dua hari ini, beberapa orang/oknum yg tidak suka dengan komentar orang lain mengomentari komentar orang lain dengan tidak bijaksana. Tahukah anda bahwa "perbedaan" itu INDAH?

regards




Rabu, 25-07-2007 16:11:15 oleh: fatriya

whoops, kok ada yg misuh (munafik_red)?!

ehm-emh...bad words!bad!bad!very bad!

personally, sejujurnya saya malu ngakuin film berjudul tsb adl film Indonesia..
pdhal selama ini sumpah, sy bangga bgt sm film2 qta, mulai dari ada apa dg cinta, heart, ketika, nagabonar, sampai berbagi suami jg sy bangga bgt!
tp yg ini...sorry...




Jumat, 27-07-2007 16:37:07 oleh: dipa

Dulu film indonesia vakum krn mulai marak film2 yg berbau sex zaman2 ineke koesherawaty, lola amaria,sally marcelina, dll.
ampe FFI ga diadakan bbrp tahun krn film indonesia yg mulai redup krn kurang berbobot.yg saya ingat, penghargaan terkahir FFI adalah utk ramadhan dan ramona..(lydia Kandou & Jamal Mirdad)
Tp, stlh AADC, film2 indonesia spt dapat angin surga lg dan mulai booming.sayang sineas2 muda skrg masi aja tetap mengangkat thema seks dalam pembuatan film.padahal, baru aja kita merasa film bangkit, kok masi dikotori jg dgn sex.coba angkat thema2 yg mendidik dunk..
tp inilah indonesia, negara yg mau ancur....
sangat disayangkan..smoga ga jd ancur, krn pasti ada sang penolong yg bisa membangkitkan indonesia dr segala keterpurukan.
amin.




Jumat, 27-07-2007 16:37:32 oleh: Sandy

Kalo saya bilang sih film Maaf Saya Menghamili Istri Anda (di bioskop 21 di Jogja disingka Mas Mia) ini sebaiknya ditonton dalam rangka untuk mencari hiburan saja. Datang duduk tonton ketawa. Bagi saya sih film ini lucu koq, atau mungkin tingkat rasa lucu yang saya miliki lebih rendah dari yang lainnya. Lha ndak tau...lah



Jumat, 27-07-2007 21:41:38 oleh: nawita

ada film-film yg memang dibikin cuma buat hiburan. utk dinikmati aja, ditonton, diketawain, atau dicela, enggak usah kejauhan dipikirin pesan moralnya.

saya sendiri blom nonton film ini. bukan karena judulnya norak, vulgar, atau enggak bermoral. enggak tertarik aja. sama dgn alasan saya enggak nonton Apa Artinya CInta, Jatuh Cinta lagi, Andai Ia Tahu atau Belahan Jiwa (yg dr judulnya aja sebenarnya lumayan). tp kalo liat judul/poster Maaf Saya Menghamili Istri Anda (atau sebelumnya film Buruan Cium Gue), rasanya sih persis kayak lg disodorin Pos Kota atau Rakyat Merdeka yg doyan jualan sensasi dgn judul2 serammm.

tapi bbrp tontonan (film/sinetron) kita, judulnya memang payah. Love Is Cinta, Ketika, Anakku Bukan Anakku, Liontin, Wulan, Intan, dll. Halahhh.... yg bikin kayak udh betul2 mentok, enggak bisa nemuin judul yg lbh bermutu aja.




Minggu, 29-07-2007 12:07:04 oleh: Engelbertus Pr Degey

maaf juga bila saya baru membuka tulisan ini, walaupun paling berguna di bulan ini dan beberapa minggu terakhir terbanyak dilihat pengunjung Wikimu. Memang film itu penuh dengan kata Maaf.



Rabu, 05-09-2007 21:28:25 oleh: Engelbertus Pr Degey

Kembali saya ingin memberikan tambahan komentar. Bahwa permintaan maaf dari pihak SinemArt yang diwakili oleh produsernya, Leo Sutanto, merupakan langkah yang tepat, agar film tersebut bisa diedarkan. Namun saya masih belum nontong film tersebut.



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
diekie   pada  Suzuki Skywave 125
dedi   pada  Tiara Express Taxi
wawan   pada  Kawasaki Kaze R

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
zahra: hum.. gara2 ada pop screen, pulsa sering kebuang.. huh,

Suara kita selengkapnya... (14 komentar)



Suara Kita Terbaru:
zahra   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
081379132222   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
panglima perang   pada  Usai UN Pelajar Tawuran, Empat Dirawat di Rumah Sakit

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-7222921 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY