Retty N. Hakim

Batik Indonesia, Kebudayaan Asli Yang Kurang Terjaga.

Jumat, 13-04-2007 13:54:11 oleh: Retty N. Hakim
Kanal: Gaya Hidup

Hari Senin, 9 April 2007, mantan Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi Joop Ave memperkenalkan buku Grand Batik Interiors di Jakarta. Menurut harian Kompas  (Nama dan Peristiwa) 12 April 2007 ketertarikan ini bermula sejak beliau ditugaskan sebagai konsul di New York 45 tahun yang lalu. Dengan buku ini beliau ingin mengembangkan manfaat ekonomi lain dari batik, yakni sebagai produk interior. Beliau ingin orang-orang muda yang tampaknya kurang mengapresiasi batik, dapat menyenangi dan mengapresiasi batik.

Batik, menurut Wikipedia  berasal dari kata Jawa amba(menulis) dan titik (juga berarti titik dalam bahasa Indonesia). Selain itu ada juga yang mengartikannya sebagai menghamba pada titik. Memang titik merupakan desain dominan pada batik. Di Museum Nasional dapat kita lihat detail motif batik pada penggambaran kain pada patung-patung batu yang berasal dari abad ke 8 (contoh patung patung  yang berasal dari candi Prambanan) maupun pada patung-patung yang berasal dari abad ke 13 (Singosari) dan abad ke 14 (Majapahit). Walaupun demikian penulisan pertama tentang pembuatan batik di Jawa berasal dari pencatatan keraton di Jawa Tengah pada abad ke 16 (Aspects of Indonesian Culture).

Teknik dasar batik (dye resistance pattern) menurut info berasal dari Mesir sekitar 1500 tahun yang lalu. Di Museum Nasional terdapat juga kendi China yang dibuat dengan mencoba mempraktekkan teknik membatik ini pada keramik. Tapi percobaan pada kain tampaknya lebih berhasil di Jawa. Dari namanya saja sudah jelas asal tempat yang membesarkan nama batik itu sendiri.

Dengan perkembangan perdagangan kain di Jawa maka masuklah kain dari India pada sekitar tahun 1800 dan dari Eropa pada sekitar tahun 1815. Karena menggunakan kain yang lebih berkualitas maka perkembangan batik Jawa semakin pesat dan semakin terkenal.

Mattiebelle Gittinger yang meneliti tekstil di Indonesia dalam tulisannya di Arts of Asia (September – Oktober 1980) menyebutkan bahwa pemakaian teknik dasar membatik yang menggunakan lilin ini mungkin berasal dari Cina dan India, tapi semua alat membatik dan proses pembatikannya merupakan sesuatu yang khas Jawa. Canting adalah alat penulisan batik yang ditemukan oleh orang Jawa dan menunjukkan kepandaian yang tinggi dari nenek moyang kita.

Bahkan, menurut Gittinger orang Belanda pada abad ke 17 mulai memperdagangkan batik dan pada abad ke 19 mulai menghasilkan tekstil pabrik bermotif batik yang kemudian diperdagangkannya ke Afrika Barat.

Sayangnya hasil artistik yang bernilai tinggi ini menurut para ahli, kurang diperhatikan pemerintah. Bahkan seorang Malaysia menyanjung kepedulian pemerintahnya pada perkembangan batik Malaysia, dengan mengutip harian Jakarta Post yang membahas mengenai perbandingan perkembangan batik Indonesia dengan Malaysia yang sebenarnya menggunakan pekerja dari Indonesia. Kurangnya perhatian pemerintah pada perkembangan batik memang tersorot pada tahun 2005 karena ternyata Malaysia terlebih dahulu mematenkan batik seperti yang tertulis di harian Republika. Memang persoalan paten ini menurut harian Kompas banyak yang tidak tahu, dan cukup sulit memperjuangkan pengakuan hak kekayaan tradisi budaya. Perhatian Malaysia pada hak paten memang lebih tinggi, dan promosi mereka terhadap batik Malaysia cukup besar, seperti yang terlihat pada perangko Malaysia.

Padahal batik sebenarnya mengandung nilai sejarah yang sangat tinggi. Motif batik Parang Rusak misalnya, sebenarnya termasuk motif batik sakral yang hanya dipergunakan di lingkungan kraton. Demikian juga warna batik pada motif parang bisa menentukan asal kraton pemakainya, apakah dari Kraton Solo atau dari Kraton Jogja.

Selain membawa arti simbolis, mengamati batik juga memperlihatkan kekayaan budaya serapan Indonesia. Di Museum Nasional kita bisa melihat perbedaan antara batik pesisir yang terpengaruhi oleh budaya Cina, budaya Islam, maupun pengaruh pendudukan Belanda yang memang pada waktu itu juga menghasilkan batik Belanda (berasal dari pabrik yang dimiliki oleh orang Belanda di Indonesia).

Jadi bagaimana kita bisa ikut membantu menjaga warisan yang bernilai budaya dan sejarah ini? Beberapa orang sudah memulainya, dalam hal produksi selain pabrik pabrik besar dan kecil, ada juga desainer seperti Iwan Tirta, Harry Dharsono, dan Obin. Sekarang ada Joop Ave yang mengajak anda melihat batik sebagai elemen interior.

Hak paten desain batik kita juga perlu diperhatikan, diperlukan bantuan pemerintah terhadap pengusaha kecil yang mungkin tidak tahu menahu mengenai hak cipta. Tidak lucu kalau suatu hari ada pembatik yang dituntut karena menggunakan desain batiknya yang sudah dipatenkan negara lain. Sementara itu bagaimana dengan pemasarannya? Sudahkah kita mengenakan batik dengan bangga?  

Referensi:

Aspects of Indonesian Culture – Indonesian Heritage Society.Indonesian Textile– Mattiebelle Gittinger (Arts of Asia, part of the Indonesian Heritage Society Volunteer Tour Guides’ Training Workshop materials)

Referensi online di atas.

Bookmark and Share

Tag/Label batik, indonesia, hak paten
Penilaian anda

Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
11 komentar pada warta ini
Jumat, 13-04-2007 16:21:00 oleh: Berthold Sinaulan

ini artikel bagus tentang batik. Benar, batik adalah local genius bangsa Indonesia dan harus kita lestarikan dan kembangkan terus-menerus. Saya coba kirim tulisan tentang batik.



Jumat, 13-04-2007 16:51:48 oleh: GUS WAI

Retty, tulisanmu tentang batik ini sejalan dengan isi tulisan saya tentang Pengetahuan untuk Dunia yang saya kirim ke wikimu.
Bahwa sesungguhnya sebuah ilmu pengetahuan bukanlah monopoli sebuah bangsa.
Bahwa Malaysia, Singapura, India bahkan Afrika lebih sukses mengembangkannya dan bahkan mengklaim sebagai milik mereka, itu sah-sah saja. Upaya mereka memang tidak sedikit dan itu adalah akibat dari kerja keras mereka selama ini. Sebaiknya kita terpacu untuk memperbaiki diri.




Jumat, 13-04-2007 17:37:46 oleh: is silarta

Waah, angkat jempol u/ Retty N Hakim atas artikel tentang batik.
Saya jadi malu nich sbg. orang Indonesia koq nggak mencintai produk sendiri.
Kalau boleh saya menambahkan keterangan sedikit tentang batik atas dasar kacamata awam bahwa banyak konsumen tahunya batik adalah begitu2 saja.
Pola tradisional dgn corak yang pakem yang sarat dgn. makna dgn seni yang luhur.
Perlu kita ketahui masih ada batik yg. diluar pakem
atau " batik modern " disainnya semau gue tetapi
cara pengerjaan dgn. proses batik.
Untuk gaun wanita...woow fantastik... warna dan pola disainnya sesuai selera pemakai ada yang dimodifikasi dgn. bordir,proses ikat celup,gradasi warna dsb.nya yang mana ketika dipakai dpt. memberi kesan anggun atau sensual krn. pola disainnya megikuti anatomi tubuh pemakai...
Yang gembrot bisa kelihatan langsing n yang langsing jadi tumpuan mata (bukan empat mata lagi,seribu mata kalee)
Sangat exclusive...setiap gaun disain n warnanya
nggak ada yang nyamain sedunia.
Tantangan nich... u/ seniman n para disainer krn. bisa mematok harga semau gue...kalee !!

Sukses Retty...bravo wikimu.com




Sabtu, 14-04-2007 06:36:27 oleh: Retty

Ada ya batik diatas lycra, kalau nggak salah sih Carmanita...gimana redaktur fashion?



Sabtu, 14-04-2007 06:40:58 oleh: Retty

link Republika ketinggalan ya...
href="http://www.republika.co.id/korandetail.asp?id=193610&kat_id=13&kat_id1=&kat_id2=

Maaf, lagi belajar nih!




Rabu, 28-05-2008 23:20:50 oleh: lho????

pemerintah kok disuruh peduli pada batikkk...ya g akan pernah terjadi...

lha wonk mereka cuma mikirin gmn dapet duit korusi sebanyak2..




Kamis, 29-05-2008 07:47:37 oleh: Anwariansyah

Batik adalah produk budaya Jawa yang merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Daerah lain juga memiliki produk khas yang sama-sama perlu dijaga. Batik sudah memasyarakat sampai ke daerah-daerah di luar Jawa.

Benar kata @lho???? jangan apa-apa minta kepada pemerintah utk peduli dan ngurusin. Batik sudah dijadikan pakaian resmi dibeberapa acara kenagaraan dan banyak produsen batik yang terkenal yg pemasarannya sudah meluas ke seluruh Indonesia. Masalahnya batik itu adalah budaya Jawa dan sangat identik dengan Jawa, ya jadi jangan mengharapkan seluruh orang di Indonesia menyukai dan memakai batik.

Malaysia itu sebenarnya tidak mempunyai produk kebudayaan yg namanya batik. Setahu saya di dalam budaya melayu asli tidak ada kain tulis seperti batik tapi bentuk ikat, tenun dan celup utk pewarnaan serta susunan manik-manik.




Minggu, 04-10-2009 01:58:37 oleh: Retty N. Hakim

"Daerah lain juga memiliki produk khas yang sama-sama perlu dijaga." Komentar bung Anwariansyah yang ini perlu digaris bawahi, karena kita masih punya kekayaan bordir, tenun ikat, songket, dll.
Pengakuan batik sebagai warisan budaya dari Indonesia memang membanggakan (sampai Klasika Kompas juga ikutan bercorak batik) tapi jangan sampai melupakan kain tradisional lainnya yang juga berjuang untuk terus berkembang...




Minggu, 04-10-2009 13:09:21 oleh: toton suryotono

Apakah tradisi budaya perlu dipatenkan?
Apakah boleh mempatenkan tradisi budaya orang lain?
Apakah hak paten bisa dibatalkan bila kemudian terbukti bila yang dipatenkan tersebut terbukti merupakan tradisi suku atau bangsa lain?




Minggu, 04-10-2009 16:43:20 oleh: Retty N. Hakim

Tradisi budaya tidak perlu dipatenkan, tapi yang dipatenkan negara-negara tetangga adalah desain. Apakah desain itu asalnya dari pembatik Indonesia yang dibawa kesana saya juga kurang tahu, tapi akan menjadi masalah kalau kita juga masih menggunakan desain yang sama. Motif tradisional diakui sebagai kekayaan budaya, tetapi desain yang baru perlu dipatenkan. Biaya paten ini cukup berarti bagi UKM, jadi menurut saya perlu bantuan pemerintah dan swasta yang berkaitan.

Tempe yang dipatenkan Jepang adalah proses yang ilmiah, bukan tempe model tradisional kita. Bagaimana ke depannya saya juga kurang tahu, maklum pengetahuan saya mengenai masalah paten juga masih terbatas.

Tulisan di atas (2 tahun lalu) sebenarnya juga menghimbau untuk lebih mensosialisasikan masalah paten. Bagaimana memperoleh paten dengan biaya terjangkau, dan bagaimana agar produk kreatif tidak terbajak patennya oleh orang lain yang lebih mengerti mengenai prosedur paten dan HKI. Mungkin ada teman-teman yang lebih mengerti?




Kamis, 10-06-2010 16:20:53 oleh: sugiarto

Desain batik sangat beragam,bahkan dapat dikembangkan lebih lanjut,hak patent memang penting,tapi jauh lebih penting mengembangkan desain batik agar lebih disukai generasi muda. Saya sangat peduli dengan pengembangan motif batik,baru-baru ini saya mencoba mengembangkan motif batik dengan menggunakan digital prnting,untuk mengetahui motif batik tsb dapat dilihat di web saya: www.batiksugiarto.com




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Helena siahaan   pada  Momogi Snack
Rinaldy   pada  Suzuki Skywave 125
Rinaldy   pada  Suzuki Skywave 125

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
zahra: hum.. gara2 ada pop screen, pulsa sering kebuang.. huh,

Suara kita selengkapnya... (14 komentar)



Suara Kita Terbaru:
zahra   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
081379132222   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
panglima perang   pada  Usai UN Pelajar Tawuran, Empat Dirawat di Rumah Sakit

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-7222921 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY