Veronika Retna Yuniati

Anakku Lebih Banyak Bermain daripada Belajar ?

Jumat, 20-02-2009 17:14:02 oleh: Veronika Retna Yuniati
Kanal: Opini

Ibu : "Hanung … kok masih saja mainan mobil–mobilan, kan ibu sudah bilang dari tadi kerjakan PR mu sebentar lagi kan sudah mau les Bahasa Inggris"

Hanung : "Sebentar bu … lagi asyik ni … kenapa sih harus les Bahasa Inggris segala. Hanung masih ingin main. Nanti malam saja mengerjakan PR nya kan masih bisa, sekarang pokoknya aku mau bermain!"

Sepenggal percakapan diatas menunjukkan bahwa anak–anak sangat senang bermain dengan mainannya. Mereka sangat menikmati waktu bermain walaupun hanya sendiri sehingga sampai sering lupa makan, lupa mengerjakan PR, lupa belajar. Apalagi bila ada saudara atau temannya datang maka semua jadwal dan rencana bisa berubah. Saya sebagai ibu atau orang tua harus berteriak, marah untuk menyuruh anak berhenti bermain untuk mengerjakan PR atau belajar karena hari selanjutnya akan ada ulangan walupun orang tua sudah marah, kadang-kadang anak-anak masih asyik bermain dengan mainannya.

Para guru juga mengeluh siswa–siswi akhir–akhir ini banyak yang suka bermain di dalam kelas waktu guru menyampaikan materi atau siswa sedang mengerjakan soal. Kadang untuk anak tertentu sering tidak selesai mengerjakan soal atau menulis catatan karena waktunya digunakan untuk bermain di kelas. Hal ini seringkali menyebabkan orang tua menganggap bahwa anaknya malas belajar dan maunya bermain saja.

Benarkah anak sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain? Jika saya amati dan bandingkan lebih cermat dengan anak–anak masa sebelumnya (era 1970–1980) sebenarnya justru terlihat anak–anak sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk belajar. Kalau saya ingat dulu waktu saya masih kecil pada era 1980 an, saya begitu bahagia menjalani masa kanak–kanak saya. Saya sekolah sampai jam 12.00, pulang sekolah saya langsung bermain sampai sore atau kadang–kadang bila malam bulan purnama saya juga masih bermain di malam hari, setelah mau tidur saya baru pulang ke rumah. Tetapi anak sekarang saya perhatikan justru waktu untuk bersosialisasi dan mengembangkan hobby atau bakatnya serta bermain sangat kurang. Anak sekarang sebagian besar waktunya terpakai untuk kegiatan–kegiatan belajar demi mengejar prestasi akademik di sekolah.

Saya tahu betul murid-murid saya kelas I setiap pulang sekolah orang tuanya sudah menunggu dengan membawa tas lain untuk les, seperti les kumon, sempoa, menggambar, balet, piano, komputer, sakamoto, dan lain-lain. Selain sekolah dan les anak juga harus mengerjakan PR dari guru di kelasnya dan PR dari tempat anak tersebut les. Selain mengikuti sekolah dan les, waktu belajar anak sekarang dengan anak dulu lebih panjang waktu belajarnya. Bila saya perhatikan sekarang ini ada sekolah–sekolah untuk anak–anak mulai dari 1,5 tahun. Banyak TK menekankan kurikulum yang mengajarkan anak untuk membaca, menulis dan berhitung bukan lagi sekedar bermain–main. Anak TK pun porsi untuk bermain sangat sedikit. Waktu yang ada digunakan untuk mengajarkan membaca,menulis dan berhitung agar anak yang sudah lulus dari TK sudah lancar membaca,menulis serta pandai berhitung agar bisa diterima di SD favorit yang menjadi pilihan orang tuanya.

BERMAIN

Papalia (1995) seorang ahli perkembangan manusia dalam bukunya Human Development mengatakan bahwa anak berkembang dengan cara bermain. Dengan bermain anak–anak menggunakan otot–otot tubuhnya untuk menstimulasi indra–indra tubuhnya, mengeksplorasi dunia sekitarnya, menemukan seperti apa lingkungan yang ia tinggali dan menemukan seperti apa diri mereka sendiri. Lewat bermain fisik anak akan terlatih kemampuan kognitif dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain akan berkembang. Bermain tentunya merupakan hal yang berbeda dengan belajar dan bekerja.

Menurut Hughes(1999) seorang ahli perkembangan anak mengatakan harus ada 5 unsur dalam suatu kegiatan yang disebut bermain. Kelima unsur tersebut adalah:

1.Tujuan bermain adalah permainan itu sendiri dan si pelaku mendapatkan kepuasan karena melakukannya (tanpa target)

2.Dipilih secara bebas. Permainan dipilih sendiri, dilakukan atas kehendak sendiri dan tidak ada yang menyuruh ataupun memaksa.

3.Menyenangkan dan dinikmati

4.Ada unsur khayalan dalam kegiatan

5.Dilakukan secara aktif dan sadar.

MANFAAT BERMAIN

Manfaat bermain antara lain:

1. Anak semakin pintar. Kepintaran yang hanya berhubungan dengan kemampuan akademik membaca, menulis, dan berhitung) dapat dipelajari dengan belajar. Tapi dalam kehidupan sehari–hari ,kepintaran bukan hanya sekedar membaca,menulis dan berhitung. Ada hal lain yang penting dan dibutuhkan misalnya kemampuan untuk berkomunikasi,memahami cara pandang orang lain dan bernegosiasi dengan orang lain tidak bisa didapat hanya dengan belajar. Perasaan senang,menikmati, bebas memilih, dan lepas dari segala beban karena tidak punya target juga tidak bisa didapat dari kegiatan belajar.

2. Anak bisa berimajinasi dan mengeluarkan ide yang ada dalam dirinya Ketika bermain anak akan bisa berandai–andai tentang apa yang ada dalam pikirannya secara bebas. Dia bisa mengekspresikan rasa ketakutan, kegembiraan,kesedihan dan lain sebagainya. Bahkan lewat permainan (terutama bermain pura-pura atau role playing) orang tua dapat menemukan kesan–kesan dan harapan anak terhadap orang tua dan keluarga. Bermain pura–pura menggambarkan pemahamannya tentang dunia dimana ia berada.

3. Kreativitas anak semakin berkembang Bermain akan meningkatkan atau mengembangkan kreativitas anak karena ide ide original yang keluar dari pikiran anak–anak.

4. Dapat membantu anak untuk lepas dari stres Tidak hanya orang tua yang mengalami stres, anak-anak juga bisa mengalami stres. Stres pada anak dapat disebabkan oleh beban pelajaran sekolah dan rutinitas harian yang membosankan. Dengan bermain akan membantu anak melepaskan diri dari stres.

5. Sebagai komunikasi dengan teman sebaya. Bermain bisa menjadi sarana komunikasi dengan teman terutama teman sebaya. Dengan bermain anak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya sehingga ia bisa merasa diterima di lingkungannya khususnya lingkungan teman sebayanya.

Apa yang sebaiknya dilakukan orang tua? Apakah anak perlu bermain? Tentu saja sudah jelas jawabannya bahwa anak perlu bermain. Mengapa anak sering bermain waktu belajar di kelas? Menurut analisis saya melihat padatnya jadwal anak-anak sekarang ini anak cenderung bermain–main waktu belajar karena anak memang sedang pada tahap bermain dan anak sekarang tidak mempunyai waktu untuk bermain di rumah.

Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua untuk membimbing anaknya dalam bermain sehingga benar-benar berguna bagi anak tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Aturlah jadwal anak–anak sehari–hari dengan bijaksana. Pastikan Pastikan masih ada waktu luang yang cukup untuk anak bermain.

2.Sekali–sekali orang tua ikut bermain dengan anak sehingga bisa memahami diri anak (kegembiraan,ketakutan, dan kebutuhannya). Mungkin dengan ikut bermain bersama anak orang tua memahami perasaan anak sehingga tidak lagi menjadi orang tua yang terlalu ambisius.

3.Orang tua mendukung kreativitas anak.

4.Orang tua membimbing dan mengawasi anak dalam bermain. Selain dengan memberikan waktu yang cukup untuk bermain pada orang tua perlu juga mempunyai cara supaya suasana belajar di rumah lebih menyenangkan.

Hal yang perlu diperhatikan adalah:

1. Anak cenderung meniru perilaku orang tua Anak cenderung meniru perilaku orang tuanya karena itu sebaiknya orang tua menjadi contoh untuk anaknya. Ketika menyuruh dan mengawasi anak belajar orang tua juga perlu terlihat belajar (membaca buku, koran, dll). Jadi anak melihat bahwa orang tuanya sampai tuapun masih tetap belajar.

2. Pilih waktu terbaik Orang tua hendaknya memilih waktu terbaik untuk anak dalam belajar.Orang tua paling tahu kapan waktu paling cocok untuk anaknya belajar. Anak juga bisa diajak bermusyawarah untuk menentukan waktu belajarnya

3. Jadikan belajar sebagai rutinitas Anak butuh kepastian. Sepakati bersama dengan anak berapa jam dia harus belajar. Misalnya waktu untuk belajar 2 jam setiap hari yaitu pukul 17.00–19.00 maka pada jam tersebut harus digunakan untuk belajar kecuali ada alasan yang mendesak.

4. Kenali kemampuan anak untuk konsentrasi dalam belajar anak mempunyai daya konsentrasi yang berbeda–beda. Sebagai orang tuanya tentulah anda tahu berapa lama anak anda dapat berkonsentrasi. Bila anak anda mampu berkonsentrasi hanya 30 menit maka belajarlah selama 30 menit, setelah 30 menit berikan waktu istirahat 10–20 menit. Setelah istirahat, belajar bisa dilanjutkan kembali.

5. Hendaknya orang tua menemani ketika belajar. Orang tua hendaknya menemani anak dalam belajar. Dengan menemani anak dalam belajar orang tua bisa membantu anak belajar bila anak mengalami kesulitan sekaligus memberi dukungan agar anak lebih semangat dalam belajar karena merasa diperhatikan oleh orang tuanya.

DAFTAR PUSTAKA

1.Reni Akbar–Hawadi. (2001).Psikologi Perkembangan Anak Jakarta: Grasindo

2. Lighter Dawn.MA. (1999). 50 Cara Efektif Menanamkan Tingkah Laku Positif Pada Anak.Yogyakarta: Kanisius

3. Rimm Sylvia.Dr. (2003). Smart Parenting Mendidik Dengan Bijak.Jakarta: Grasindo

DITULIS OLEH: VERONIKA RETNA YUNIATI

Bookmark and Share

Tag/Label bermain, belajar, opini, pendidikan, orang tua, anak, guru
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
1 komentar pada warta ini
Sabtu, 21-02-2009 08:58:13 oleh: Anwariansyah

Apabila ingin anak cerdas, jadikan permainan baginya seperti sebuah pekerjaan: serius dan bermanfaat

Apabila ingin anda sukses, jadikan pekerjaan bagi anda seperti sebuah permainan: menyenangkan dan penuh kreasi




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
diekie   pada  Suzuki Skywave 125
dedi   pada  Tiara Express Taxi
wawan   pada  Kawasaki Kaze R

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
zahra: hum.. gara2 ada pop screen, pulsa sering kebuang.. huh,

Suara kita selengkapnya... (14 komentar)



Suara Kita Terbaru:
zahra   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
081379132222   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
panglima perang   pada  Usai UN Pelajar Tawuran, Empat Dirawat di Rumah Sakit

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-7222921 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY